AKUNTABILITAS KINERJA
F. Analisis Program Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan ataupun Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja
Keberhasilan pencapaian kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar pada Tahun 2020 di tengah Pandemi Covid-19 disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Jumlah dan kualifikasi dosen yang terjaga dengan baik
Rasio Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar selalu diupayakan berada dalam rentang ideal antara 1 : 20 – 30. Hal ini dilakukan dengan melakukan penetapan kuota mahasiswa berdasarkan ketersediaan jumlah dosen pada masing-masing program studi. Hal ini meskipun berdampak terhadap penerimaan negara namun lebih dikedepankan untuk menjaga kualitas proses dan kompetensi lulusan serta ketaatan terhadap regulasi dan mutu perguruan tinggi. Diharapkan dengan strategi ini maka Poltekkes Kemenkes Makassar terus menjadi salah satu Perguruan tinggi yang menjadi tolok ukur dalam penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan yang bermutu dan profesional untuk memenuhi kebutuhan SDM Kesehatan baik di dalam maupun di luar negeri.
Kualifikasi Dosen yang seluruhnya telah berijazah Magister (S2) merupakan kekuatan yang dimiliki oleh Poltekkes Kemenkes Makassar untuk mendorong pengembangan SDM ke jenjang kualifikasi berikutnya yakni studi lanjut Doktor (S3). Dengan peningkatan kualifikasi SDM Dosen maka akan berdampak terhadap berbagai pencapaian indikator kinerja lainnya antara lain hasil penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu Kualifikasi dosen yang semakin baik dapat meningkatkan profesionalisme dosen dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi sehingga berdampak terhadap peningkatan kompetensi lulusan Poltekkes Kemenkes Makassar.
2. Pengembangan Kerjasama dalam Pemanfaatan Lulusan
Selama Tahun 2020, Poltekkes Kemenkes Makassar memanfaatkan berbagai kerjasama dalam hal pemanfaatan lulusan, antara lain dengan PT. Japan Education Academy dalam rangka penyiapan
lulusan untuk bekerja di luar negeri, kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar untuk pelatihan lulusan bekerja di Jepang, dan Kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Universitas Hasanuddin dalam rangka pemanfaatan lulusan sebagai tenaga pendamping gizi desa. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan serapan lulusan di pasar kerja baik di dalam maupun di luar negeri.
3. Tersedianya Anggaran untuk pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
Salah satu faktor yang berdampak terhadap terhadap pencapaian kinerja adalah dari aspek ketersediaan anggaran. Pencapaian kinerja pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah adalah karena tersedianya anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Besaran anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada Tahun 2020 sebesar Rp.1.210.000.000,- yang terdiri dari Anggaran untuk Pengabdian kepada Masyarakat yang dibiayai oleh Pusat sebesar Rp.300.000.000,-, Skema Kemitraan Wilayah Rp.40.000.000,-, Skema Pengembangan Desa Mitra Rp.285.000.000,- dan Skema Kemitraan Masyarakat Rp.585.000.000,-.
4. Keberadaan Sentra HKI Poltekkes Kemenkes Makassar
Keberadaan Sentra HKI Poltekkes Kemenkes Makassar sejak tahun 2019 dirasakan sangat bermanfaat terhadap tercapainya indikator Karya yang diusulkan mendapatkan HKI. Berbagai produk yang dihasilkan oleh dosen diusulkan untuk mendapatkan sertifikat HKI antara lain Buku Ajar, Artikel ilmiah, Modul, dan berbagai produk Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat lainnya.
Keberadaan Sentra HKI dibawah Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat memudahkan dosen dalam mengusulkan karya-karyanya untuk mendapatkan HKI. Hal ini berdampak pada ketercapaian indikator ini baik pada tahun 2019 maupun pada tahun 2020 di atas 100%.
5. Tersedianya Media Jurnal Ilmiah yang Terakreditasi SINTA
Poltekkes Kemenkes Makassar saat ini memiliki 9 Media Jurnal
Ilmiah masing-masing Media Kesehatan, Media Gizi Pangan, Media Farmasi, Jurnal Media Analis Kesehatan, Sulolipu, Media Fisioterapi, Media Keperawatan, Media Kesehatan Gigi, dan Media Kebidanan.
Ketersediaan jurnal tersebut merupakan salah satu kekuatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan publikasi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar. Dari 9 Media Publikasi yang dimiliki oleh Poltekkes Kemenkes Makassar, 7 Media diantaranya telah terakreditasi masing-masing terakreditasi Dikti SINTA 4 (Media Analis Kesehatan, Gizi Pangan, Media Kesehatan), terakreditasi Dikti SINTA 5 (Media Keperawatan, Media Farmasi, Media Kesehatan Gigi, dan Sulolipu). Keberadaan media publikasi ini berkontribusi besar terhadap pencapaian target indikator kinerja utama terutama terkait publikasi penelitian.
6. Tersedianya anggaran untuk Kegiatan Penelitian.
Kegiatan Penelitian di Poltekkes Kemenkes Makassar dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Tersedianya anggaran penelitian di Poltekkes Kemenkes Makassar setiap tahun memegang peranan besar dalam pemenuhan target penelitian meskipun capaiannya masih belum memenuhi target yang diharapkan. Besar anggaran penelitian yang digunakan oleh Poltekkes Kemenkes Makassar pada Tahun 2020 sebesar Rp.2.370.000.000,- yang berasal dari DIPA Poltekkes Kemenkes Makassar. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai 72 skema penelitian masing-masing Penelitian Kerjasama Luar Negeri (PKLN) sebanyak 2 (dua) penelitian dengan anggaran sebesar Rp.220.000.000,-; Penelitian Kerjasama Dalam Negeri (PKDN) sebanyak 8 (delapan) penelitian dengan anggaran sebesar Rp.650.000.000,-;
Penelitian Berbasis Kompetensi (PBK) sebanyak 7 (tujuh) penelitian dengan anggaran sebesar Rp.400.000.000,-; Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) sebanyak 32 (tiga puluh dua) penelitian dengan anggaran sebesar Rp.875.000.000,-; Penelitian Dosen Pemula (PDP) sebanyak 11 (sebelas) penelitian dengan anggaran sebesar Rp.165.000.000,-; dan Penelitian Kreatifitas Mahasiswa sebanyak 12 (dua belas) penelitian dengan anggaran sebesar Rp.60.000.000,-.
7. Tersedianya Fasilitas CBT untuk Uji Kompetensi
Ketersediaan fasilitas Computer Based Test (CBT) di lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar sebanyak 105 unit memberi dampak besar terhadap pencapaian indikator kelulusan uji kompetensi pada lulusan Poltekkes Kemenkes Makassar. Fasilitas CBT tersebut selain digunakan untuk kegiatan Uji Kompetensi bagi Tenaga Kesehatan, fasilitas tersebut juga digunakan untuk pelaksanaan kegiatan Try Out Uji kompetensi bagi calon lulusan dari Poltekkes Kemenkes Makassar.
Fasilitas tersebut memungkinkan mahasiswa lebih familiar dengan model Uji Kompetensi dan Penggunaan Komputer dalam pelaksanaan uji kompetensi. Hal ini penting mengingat salah satu faktor penyebab ketidaklulusan dalam uji kompetensi adalah kurangnya kemampuan peserta dalam menggunakan perangkat teknologi dalam mengikuti ujian. Dengan pembiasaan ini, maka mahasiswa akan lebih fokus pada substansi uji kompetensi sehingga mampu lulus dalam uji kompetensi sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.
Pemanfaatan Ruang CBT untuk Try Out Uji Kompetensi
Pemanfaatan Ruang CBT untuk Try Out Uji Kompetensi 8. Pemberlakuan Pola Tarif Baru
Pencapaian target pendapatan Poltekkes Kemenkes Makassar pada Tahun 2020 utamanya disebabkan oleh karena efektifnya penerapan tarif baru pada tahun kedua berdasarkanPeraturan Menteri Keuangan No. 27 Tahun 2019 tentang Tarif Layanan BLU Politeknik Kesehatan Makassar pada Kementerian Kesehatan. Tarif Layanan Baru BLU Poltekkes Kemenkes Makassar menerapkan Uang Kuliah Tunggal yang diharapkan dapat mencegah terjadinya pungutan diluar pembayaran uang kuliah yang telah ditetapkan dalam pola tarif dan memungkinkan masyarakat lebih dapat merencanakan pengeluaran untuk membiayai pendidikan putra/putri mereka yang mengikuti pendidikan di Poltekkes Kemenkes Makassar. Pemberlakuan tarif baru ini masih berada dalam jangkauan kemampuan masyarakat dalam membayar biaya pendidikan sehingga diharapkan penerapan pola tarif baru ini ke depan akan makin meningkatkan pendapatan PNBP Poltekkes Kemenkes Makassar.
9. Pembelajaran Daring (Online)
Selama masa pandemi Covid-19 di Tahun 2020, sejak pertengahan Maret Tahun 2020, proses pembelajaran hampir seluruhnya menggunakan metode daring (online). Hal ini berdampak
terhadap menurunnya pembiayaan operasional yang dikeluarkan oleh Poltekkes Kemenkes Makassar. Penurunan biaya operasional ini menyebabkan meningkatnya capaian POBO Tahun 2020. Hal ini ke depan dalam penyelenggaraan kegiatan di Poltekkes Kemenkes Makassar diharapkan sudah menjadi salah satu perkembangan yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya. Pembelajaran daring (online) untuk mata kuliah teori diharapkan kedepan dapat dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya untuk menghemat biaya operasional, sedangkan pembelajaran untuk mata kuliah praktikum dan praktek baik di klinik maupun di lapangan perlu dirancang dengan berbagai strategi dan metode termasuk dengan penerapan protokol kesehatan sehingga kompetensi mahasiswa dapat tetap dicapai sesuai dengan Visi Pembelajaran masing-masing program studi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar.
Kegagalan pencapaian pernyataan kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar terlihat pada tidak tercapainya 3 (tiga) indikator kinerja yakni 1) jumlah penelitian yang dihasilkan dengan capaian sebesar 97,41%; 2) persentase dosen tetap berkualifikasi S3 dengan capaian sebesar 94,79%;
dan 3) Indeks kepuasan masyarakat dengan capaian sebesar 96,34%.
Beberapa hal yang menyebabkan tidak tercapainya ketiga indikator kinerja tersebut adalah:
1. Jumlah penelitian yang dihasilkan
Hambatan dalam pencapaian indikator ini disebabkan karena penelitian yang dapat dicapai di Tahun 2020 ini hanya penelitian yang dibiayai oleh internal sesuai dengan skema pembiayaan pusat dan anggaran yang tersedia. Sedangkan penelitian mandiri dari dosen dan penelitian yang bersumber dari eksternal tidak ada pada Tahun 2020.
Pembiayaan dan skema penelitian untuk Poltekkes Kemenkes Makassar masih sangat tergantung pada pembiayaan dari Pusat dalam hal ini Badan PPSDMK Kementerian Kesehatan RI. Selain itu dosen Poltekkes Kemenkes Makassar tidak dapat mengakses dan mengusulkan penelitian
melalui SIMLITABMAS yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hal lain yang mempengaruhi capaian indikator ini adalah belum terbiasanya dosen untuk ikut berkompetisi dalam penelitian yang dibiayai oleh dunia usaha dan dunia industri (DuDi), Pemerintah Daerah, Lembaga penelitian lain di luar kementerian, serta research grant internasional.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong capaian penelitian ini antara lain memotivasi dosen untuk melaksanakan penelitian mandiri, memberikan informasi kepada dosen terkait proyek penelitian yang dibiayai dari sumber eksternal, serta mendorong dosen untuk mengikuti berbagai kegiatan webinar untuk meningkatkan kemampuan menyusun proposal hibah penelitian.
Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri menghambat dosen dalam melaksanakan penelitian karena sulitnya berinteraksi dengan subjek penelitian selama masa Pandemi Covid-19.
2. Persentase dosen tetap berkualifikasi S3
Penyebab tidak maksimalnya capaian pada indikator ini adalah akibat dari pertumbuhan dosen S3 dari tahun 2019 ke tahun 2020 cukup rendah yakni hanya sebesar 0,51%. Penyebab utamanya adalah karena kurang tersedianya sumber pendanaan internal untuk membiayai dosen studi lanjut ke jenjang S3. Hal ini tentu perlu didorong dengan upaya serius oleh institusi Poltekkes Kemenkes Makassar. Beberapa hal yang telah dilakukan di Tahun 2020 adalah: 1) Pemetaan kebutuhan SDM untuk mengikuti studi lanjut S3 bagi dosen, 2) Sosialisasi beasiswa tugas belajar bagi dosen, dan 3) Sosialisasi beasiswa yang bersumber dari eksternal kepada dosen, serta 4) Meningkatkan jumlah kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri dengan salah satu ruang lingkup kerjasama berupa peningkatan kualitas SDM dosen.
3. Indeks kepuasan masyarakat
Hambatan yang dihadapi dalam memenuhi capaian pada indikator kinerja ini karena Perubahan pembelajaran dari metode Luring ke Daring
akibat Pandemi Covid-19 masih memerlukan peningkatan kemampuan SDM Dosen dan kualitas infrastruktur dan sistem informasi. Selain itu, mahasiswa belum terbiasa dengan pola layanan non tatap muka, praktik klinik pola daring, dan Praktek Kerja lapangan (PKL) pola daring. Selain itu institusi belum dapat memenuhi tuntutan mahasiswa terkait dengan pemotongan biaya kuliah selama masa pandemi Covid-19 dan mahasiswa tidak dapat mengakses sarana dan prasarana kampus sejak Bulan Maret 2020 sampai dengan akhir tahun kecuali pada beberapa kegiatan praktikum yang wajib dilaksanakan karena merupakan kompetensi inti yang harus diselesaikan sebelum menyelesaikan pendidikan pada program studinya.
Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan capaian pada indikator ini antara lain 1) Membagikan kuota data untuk mahasiswa sehingga dapat mengikuti pembelajaran online; 2) Memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19; 3) Menyediakan akun zoom premium di setiap Jurusan sebagai fasilitas untuk pembelajaran online; 4) Menyediakan layanan Wifi gratis di setiap kampus yang dapat digunakan untuk mengikuti pembelajaran online yang dapat dimanfaatkan oleh dosen yang bekerja dari kantor; dan 5) Menyediakan website Vilep/e-learning untuk menunjang pembelajaran dan interaksi mahasiswa melalui pembelajaran online.
BAB IV PENUTUP
Secara umum hasil paparan akuntabilitas kinerja pada Bab II dan Perencanaan Kinerja pada Bab III menunjukkan bahwa sebagian besar target kinerja dicapai di akhir tahun anggaran 2020 bahkan beberapa di antaranya melebihi target yang telah ditetapkan. Namun masih terdapat target kinerja yang belum tercapai dikarenakan berbagai faktor yang mempengaruhi. Sehingga perlu kiranya dilakukan langkah-langkah yang harus dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya dimasa mendatang, salah satunya adalah dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja yang ada dan mempertimbangkan penetapan target kinerja pada tahun mendatang.
Secara ringkas hasil pengukuran dan evaluasi kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.1 Capaian Indikator Kinerja dan Target 2021
NO INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN % CAPAIAN TARGET 2021
1. Rasio dosen dan mahasiswa Rasio 100 1:22
2. Persentase serapan lulusan di pasar kerja
kurang dari 1 tahun Persen 65,93 65
3. Jumlah kegiatan pengabdian kepada
masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun Kegiatan 100 7 4. Karya yang diusulkan mendapatkan HKI Nilai 131,25 190
5. Penelitian yang dipublikasikan Nilai 118,86 395
6. Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan
dosen dalam 1 tahun Kegiatan 84,71 72
7. Persentase jumlah dosen berkualifikasi S3 Persen 99,79 19,0
8. Dosen yang berprestasi nasional dan internasional
Prestasi
Nasional 150 12
Prestasi
Internasional 400 4
9. Indeks kepuasan masyarakat Skor 96,34 3,31
10.
Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapatkan bantuan dana pendidikan
Persen 103,74 3,82
11. Persentase kelulusan uji kompetensi Persen 134,23 70
12.
Jumlah mahasiswa yang mendapatkan penghargaan di tingkat Internasional, Nasional dan regional (Prov/Kab/Kota)
Prestasi 204 60
13. Persentase pendapatan PNBP terhadap
biaya operasional Persen 108,94 38
14. Jumlah pendapatan PNBP Rupiah 101,30 35
15. Realisasi pendapatan dari optimalisasi aset Rupiah 105,05 2,0 16. Persentase penyelesaian modernisasi
pengelolaan keuangan BLU Persen 100 105
Berdasarkan 16 Indikator Kinerja Utama yang ada, 13 dari 16 indikator kinerja utama mencapai target dan 12 diantaranya capaiannya lebih dari 100%. Berbagai kebijakan yang dilakukan diharapkan berdampak pada volume target output agar indikator layak untuk diukur dan selaras dengan perencanaan.