KEMENTERIAN KESEHATAN RI
BADAN PENGEMBANGAN & PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
TAHUN 2020
Laporan Kinerja 2020
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
Jalan Wijaya Kusuma Raya No. 46, Makassar
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LkjIP) Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020 dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan kinerja ini merupakan bagian dari pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas kinerja dalam kerangka Good governance dan pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian sasaran strategis.
Penyusunan Laporan Kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Landasan penyusunan laporan ini adalah Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Poltekkes Kemenkes Makassar yang disusun dalam bentuk Rencana Strategis Poltekkes Kemenkes Makassar 2020 – 2024. RAK Poltekkes Kemenkes Makassar 2020-2024 merupakan cascading dari RPJMN Nasional 2020-2024, Renstra Kemenkes RI 2020-2024, Rencana Aksi Program (RAP) Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI dan Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Pusat Pendidikan SDM Kesehatan Kemenkes RI.
Penyajian LkjIP ini dilakukan dengan menguraikan analisa antara target dan realisasi atas KPI (Key Performance Indicator) yang menjadi fokus kerja Poltekkes Kemenkes Makassar pada tahun 2020 dengan membandingkan antara capaian pada tahun-tahun sebelumnya dan proyeksi terhadap capaian akhir dari Renstra Poltekkes Kemenkes Makassar pada Tahun 2024. Analisis akar penyebab permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pencapaian target tahun 2020 dilakukan untuk dapat digunakan sebagai bahan dalam menyusun rencana aksi dan rencana tindaklanjut dalam rangka perbaikan kinerja pelaksanaan kegiatan dan pencapaian target indikator pada tahun berikutnya.
Diharapkan Laporan kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020 ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan institusi yang lebih baik.
Akhirnya, saya menyampaikan terima kasih kepada semua civitas atas kerja
keras dan partisipasinya dalam pencapaian kinerja pada tahun 2020. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.
Makassar, Januari 2021 Direktur,
Dr. Ir. H. Agustian Ipa, M.Kes NIP. 196208171985031004
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
IKHTISAR EKSEKUTIF ...vi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 13
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 48
BAB IV PENUTUP ... 110
IKHTISAR EKSEKUTIF
Nilai capaian kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar tahun 2016 – 2018 meningkat dari tahun ke tahun. Namun, pada tahun 2019, nilai capaian kinerja mengalami sedikit penurunan yaitu dengan nilai 92,67 (AA = Sangat Memuaskan) dari nilai tahun sebelumnya yakni 93,98. Penurunan tersebut karena beberapa komponen/sub komponen yang telah dilaksanakan belum dapat ditunjukkan buktinya secara administratif karena masalah teknis mengingat penilaian kinerja pada Tahun 2020 dilakukan melalui daring (online) sehingga hal tersebut menjadi masukan dan bahan perbaikan laporan kinerja di tahun 2020. Trend capaian kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar dalam 4 (empat) tahun terakhir dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Capaian Kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar 2016 - 2019
Laporan Kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020, merupakan sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja Direktur beserta
jajarannya kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) dan seluruh pemangku kepentingan baik yang terkait secara langsung maupun tidak langsung. Di sisi lain, Laporan Kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020 juga sekaligus menyampaikan proses pencapaian hasil, permasalahan utama, upaya pemecahan masalah dan strategi keberhasilan setiap tahun anggaran untuk kurun waktu 2020 - 2024 yang dapat dijadikan sebagai lesson learn pada perencanaan strategis sampai tahun 2024. Laporan Kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020 juga merupakan wujud dari pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian visi dan misi yang dijabarkan dalam tujuan/sasaran strategis yang telah ditetapkan.
Visi Poltekkes Kemenkes Makassar adalah “Menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam kesehatan perkotaan”. Dalam mencapai visi tersebut, Poltekkes Kemenkes Makassar sebagai institusi pendidikan tenaga kesehatan mempunyai 4 (empat) misi yaitu (1) Meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing, unggul dan berintegritas; (2) Meningkatkan pengelolaan sumberdaya melalui penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; (3) Meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat, penelitian dan publikasi ilmiah yg berbasis kesehatan perkotaan; (4) Mengembangkan kemitraan & kerjasama dengan institusi di dalam dan luar negeri.
Dalam mencapai visi dan misi, Poltekkes Kemenkes Makassar menetapkan 17 (tujuh belas) sasaran strategis yang akan dicapai dalam tahun 2020 – 2024, yaitu :
TUJUAN SASARAN STRATEGIS Pertama :
Meningkatkan kualitas lulusan yang berdaya saing, unggul dan berintegritas
1. Meningkatnya kapasitas dan kualitas penerimaan mahasiswa baru
2. Meningkatnya kualitas dan produktivitas mahasiswa
3. Meningkatnya kualitas dan produktivitas lulusan
Kedua :
Meningkatkan penjaminan mutu dan pengawasan penyelenggaraan kegiatan
institusi
1. Meningkatnya kualitas penjaminan mutu 2. Meningkatnya kualitas pengawasan
Ketiga :
Meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan produktivitas dosen dan tenaga
kependidikan
1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas SDM Dosen dan Tenaga Kependidikan
2. Meningkatnya Profesionalisme Dosen dan Tenaga Kependidikan
3. Meningkatnya Produktivitas Dosen dan Tenaga Kependidikan
Keempat :
Meningkatkan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, sistem
informasi manajemen dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya secara optimal
1. Meningkatnya Penerapan IPTEKS dalam Sistem Informasi Manajemen dan Layanan Tridharma Perguruan Tinggi 2. Meningkatnya Kinerja Pengelolaan
Keuangan Efektif, Efisien, dan Akuntabel 3. Meningkatnya Kinerja Layanan
Pendidikan Kelima :
Meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah yg berbasis kesehatan
perkotaan
1. Meningkatnya Kualitas Penelitian Dosen 2. Meningkatnya Kualitas Publikasi Ilmiah
Keenam :
Meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat berbasis riset dan
kewilayahan
1. Meningkatnya Kualitas Pengabdian Kepada Masyarakat
2. Berkembangnya Kelompok Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat
Ketujuh :
Meningkatkan Kerjasama dan Kemitraan dengan Institusi di Dalam Negeri dan
Luar Negeri
1. Meningkatnya pertumbuhan kerjasama/kemitraan
2. Meningkatnya kualitas kerjasama/kemitraan
Untuk menunjang pencapaian sasaran strategis tersebut maka ditetapkan indikator kinerja yang terdiri dari 16 (enam belas) Indikator Kinerja Utama (IKU) dan 48 (empat puluh delapan) Indikator Kinerja Penunjang (IKP). Capaian IKU Poltekkes Kemenkes Makassar tahun 2020 menunjukkan bahwa dari 16 (enam belas) indikator kinerja utama yang telah ditetapkan sesuai Keputusan Kepala
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan No. HK.02.02./I/637/2020 sebagian besar telah berhasil tercapai. Hal ini terlihat bahwa 13 indikator (81,25%) menunjukkan capaian sampai dan bahkan melampaui angka 100%, dan hanya 3 (tiga) indikator yang capaiannya masih dibawah target atau belum mencapai angka 100%.
Ketiga indikator yang belum mencapai target tersebut yaitu 1) jumlah penelitian yang dihasilkan dengan capaian sebesar 97,41%; 2) persentase dosen tetap berkualifikasi S3 dengan capaian sebesar 94,79%; dan 3) Indeks kepuasan masyarakat dengan capaian sebesar 96,34%. Capaian tertinggi diperoleh pada indikator prestasi dosen yaitu sebesar 225%. Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) secara ringkas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1. Capaian Indikator Kinerja Utama Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020
NO INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN %
CAPAIAN
1. Rasio dosen dan mahasiswa Rasio 100,0
2. Persentase serapan lulusan di pasar kerja
kurang dari 1 tahun Persen 100,1
3. Jumlah kegiatan pengabdian kepada
masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun Kegiatan 133,3 4. Karya yang diusulkan mendapatkan HKI Nilai 158,5
5. Penelitian yang dipublikasikan Nilai 147,4
6. Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan
dosen dalam 1 tahun Kegiatan 84,7
7. Persentase jumlah dosen berkualifikasi S3 Persen 99,8
8. Dosen yang berprestasi nasional dan internasional
Prestasi
Nasional 150,0 Prestasi
Internasional 400,0
9. Indeks kepuasan masyarakat Skor 96,3
10.
Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapatkan bantuan dana pendidikan
Persen 103,7 11. Persentase kelulusan uji kompetensi Persen 134,2 12.
Jumlah mahasiswa yang mendapatkan
penghargaan di tingkat Internasional, Nasional dan regional (Prov/Kab/Kota)
Prestasi 204,0
13. Persentase pendapatan PNBP terhadap biaya
operasional Persen 108,9
14. Jumlah pendapatan PNBP Rupiah 101,3 15. Realisasi pendapatan dari optimalisasi aset Rupiah 105,1 16. Persentase penyelesaian modernisasi
pengelolaan keuangan BLU Persen 100,0
Sedangkan pada capaian indikator kinerja penunjang, terdapat 48 (empat puluh delapan) indikator penunjang. Dari 48 indikator, 35 indikator mencapai target dan 30 diantaranya capaiannya diatas 100%. Sedangkan 18 indikator lainnya belum mencapai target dan diharapkan akan dapat dicapai pada tahun- tahun mendatang sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam RAK Poltekkes Kemenkes Makassar 2020-2024. Indikator penunjang adalah indikator yang ditetapkan oleh Poltekkes Kemenkes Makassar dalam Renstra untuk yang didasarkan pada regulasi yang berlaku terkait dengan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program studi.
Capaian indikator penunjang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2. Capaian Indikator Kinerja Penunjang Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020
No. Indikator Satuan Capaian
(%)
1. Jumlah pendaftar Sipenmaru Orang 118,8
2. Jumlah mahasiswa baru Orang 100,9
3. Rasio calon mahasiswa yang ikut seleksi :
daya tampung Rasio 110,6
4. Persentase mahasiswa baru yang
melakukan registrasi ulang terhadap calon yang lulus seleksi
Persen 99,5
5. Persentase mahasiswa internasional Persen 0,0
6. Rata-rata IPK mahasiswa Nilai 106,9
7. Persentase mahasiswa yang memiliki prestasi akademik
(provinsi/nasional/internasional) terhadap jumlah mahasiswa aktif
Provinsi/Wilayah Persen 2,0
Nasional Persen 185,0
Internasional Persen 0,0
8. Persentase mahasiswa yang memiliki prestasi non akademik
(provinsi/nasional/internasional) terhadap jumlah mahasiswa aktif
Provinsi/Wilayah Persen 3,5
Nasional Persen 90,0
Internasional Persen 200,0
9. Persentase keberhasilan studi mahasiswa Persen 101,6 10. Persentase kesesuaian bidang kerja lulusan
dengan kompetensinya Persen 99,5
11. Persentase lulusan yang bekerja di luar
negeri Persen 0,0
12. Indeks kepuasan pengguna lulusan Skor 4,0 13. Persentase lulusan yang memiliki Sertifikat
TOEFL/TOEIC/IELTS/N2-N4 Persen 0,0
14. Jumlah program studi terakreditasi Unggul
oleh LAM-PTKes Prodi 140,0
15. Jumlah program studi terakreditasi
Internasional Prodi 0,0
16. Jumlah program studi dan atau layanan
yang tersertifikasi internasional Layanan 100,0
17. Tingkat kematangan SPIP Skor 148
18. Persentase jumlah dosen tetap terhadap
jumlah seluruh dosen Persen 116,3
19. Persentase dosen tetap yang memiliki
jabatan Lektor Kepala Persen 90,5
20. Persentase tenaga kependidikan dengan
kualifikasi pendidikan minimal D-3. Persen 111,5 21 Persentase dosen yang memiliki sertifikat
pendidik Persen 100,4
22. Indeks penilaian kompetensi dosen oleh
mahasiswa Skor N/A
23. Persentase tenaga kependidikan yang memiliki sertifikat kompetensi/keahlian
sesuai jenis pekerjaannya Persen 307,8
24. Persentase tenaga kependidikan yang mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi/keahlian sesuai jenis pekerjaannya
Persen 121,0
25. Jumlah buku ajar yang diterbitkan Produk 102,0 26. Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat
yang dilaksanakan oleh dosen Kegiatan 119,4
27. Persentase pembelajaran e-learning Persen 48,4 28. Jumlah layanan yang telah menggunakan
sistem online Layanan 100,0
29. Rata-rata dana penelitian/dosen/tahun
Juta
115,5 (PPM) 231,8 (Keu) 30. Rata-rata dana pengabdian kepada
masyarakat/dosen/ tahun Juta
123,4 (PPM) 259,2 (Keu) 31. Pertumbuhan program studi baru (vokasi,
profesi, dan magister terapan) Prodi 50,0
32. Jumlah program studi yang
menyelenggarakan Rintisan Kelas Internasional (RKI)
Prodi 0,0
33. Persentase mahasiswa yang menerima
beasiswa dari sumber eksternal Persen 178,0
34. Jumlah penelitian dosen berkompetisi
nasional Kegiatan 0,0
35. Jumlah penelitian dosen berkompetisi
internasional Kegiatan 0,0
36. Jumlah penelitian dosen kerjasama dalam
negeri Kegiatan 100,0
37. Jumlah penelitian dosen kerjasama luar
negeri Kegiatan 66,7
38. Persentase penelitian dosen yang
mendukung Center of Excellent (CoE) Persen 216,5 39. Jumlah publikasi dosen pada Jurnal
Nasional Terakreditasi Artikel 97,1
40. Jumlah publikasi dosen pada jurnal
Internasional Terindeks Scopus Artikel 290,0 41. Jumlah pengabdian kepada masyarakat
kerjasama dalam negeri Kegiatan 100,0
42. Jumlah pengabdian kepada masyarakat
kerjasama luar negeri Kegiatan 100,0
43. Jumlah kelompok pelaksana Pengabdian
kepada Masyarakat Kelompok 50,0
44. Jumlah produk PkM berdaya saing Nasional Produk 100,0
45. Jumlah kemitraan nasional Mitra 420,0
46. Jumlah kemitraan internasional Mitra 25,0
47. Persentase jumlah kemitraan nasional yang
ditindaklanjuti dengan kegiatan Persen 181,0
48. Persentase jumlah kemitraan internasional
yang ditindaklanjuti dengan kegiatan Persen 250,0
Secara umum, capaian kinerja tahun 2020 sudah sangat baik namun diharapkan ke depan, untuk meningkatkan institusi menjadi lebih unggul dan berkualitas lagi maka diharapkan kiranya para pelaksana kebijakan menjadikan Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Penunjang yang merupakan Cascading dari Pusat sampai ke Tingkat Satker dan penjabaran dari Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Standar Penjaminan Mutu dari Organisasi BAN- PT/LAM PTKes serta Kriteria ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 sebagai bahan rujukan dan pertimbangan untuk menyusun anggaran yang mendukung peningkatan kualitas kinerja institusi.
BAB I PENDAHULUAN
A. UMUM
Kondisi umum Poltekkes Kemenkes Makassar telah tergambarkan pada hasil evaluasi Renstra Poltekkes 2014-2019 yang tertuang dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) setiap tahun. Secara umum kondisi yang ada sudah sangat baik terlihat dengan Capaian Kinerja Tahun 2016 – 2019 dengan Kategori AA, namun beberapa diantaranya masih memerlukan perbaikan dan perhatian yang lebih intensif mengingat Renstra 2014-2019 masih mengarah pada pencapaian daya saing nasional antara Perguruan Tinggi khususnya antar Poltekkes Kemenkes di seluruh Indonesia sehingga indikator yang ada belum mampu menunjukkan peran Poltekkes Kemenkes Makassar dalam berkiprah di Regional Asia Tenggara atau pada level Internasional.
Perkembangan regulasi yang begitu cepat mendorong perlunya adaptasi dan antisipasi sehingga Poltekkes Kemenkes Makassar dapat terus berkiprah (sustainable) untuk menjadi salah satu pusat unggulan pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia dan kedepannya di Regional Asia Tenggara. Terbitnya Peraturan BAN PT No. 59 Tahun 2018 tentang Panduan Penyusunan Laporan Evaluasi Diri, Panduan Penyusunan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi, dan Matriks Penilaian Dalam Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi telah mensyaratkan Perguruan Tinggi Unggul harus menunjukkan daya saing bukan hanya nasional,
Regulasi, globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta tuntutan akreditasi, dan kompleksnya program yang ada di Poltekkes Kemenkes Makassar (8 Jurusan yang membawahi 20 program studi masing-masing 9 program studi Diploma Tiga, 8 program studi Sarjana terapan dan 3 Program studi profesi) merupakan beberapa hal yang perlu terus dikelola dengan baik untuk mampu menunjukkan daya saing yang tinggi. Berbagai solusi problem penyelenggaraan pendidikan harus lebih melibatkan kolaborasi interdisiplin untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada sehingga hasilnya dapat dijadikan dasar dalam penyusunan arah dan pengembangan kebijakan Potekkes Kemenkes Makassar sebagai institusi pendidikan tenaga kesehatan milik pemerintah yang menerapkan pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).
Renstra Poltekkes Kemenkes Makassar 2020-2024 merupakan kelanjutan dari Renstra Poltekkes Kemenkes Makassar 2014-2019. Renstra ini mengacu pada RPJMN Pemerintah 2020-2024, Renstra Kemenkes RI 2020-2024 dan RAP Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan 2020-2024. Selain itu, Renstra Poltekkes Kemenkes Makassar 2020-2024 disusun dengan memperhatikan Rencana Induk Pengembangan Poltekkes Kemenkes Makassar 2011-2020 dan Grand Design Poltekkes Kemenkes Makassar 2019-2025. Renstra 2020-2024 menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kinerja Anggaran setiap tahun dan dasar pengambilan kebijakan dalam pengembangan dan perencanaan untuk 5 (lima) tahun ke depan (2020-2024).
Dalam Renstra Poltekkes Kemenkes Makassar 2020-2024, isu strategis Poltekkes Kemenkes Makassar berdasarkan analisis situasi lingkungan eksternal
dan internal adalah sebagai berikut :
1. Lulusan tenaga kesehatan yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi masih sangat dibutuhkan di pasar kerja. Kebutuhan pasar kerja tenaga kesehatan terutama diharapkan dipenuhi dari lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi yang bermutu. Untuk dapat menghasilkan lulusan yang bermutu diperlukan dukungan sumber daya dosen dan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai.
Tingginya minat masyarakat untuk mengikuti pendidikan di Poltekkes Kemenkes Makassar sangat potensial untuk dikelola dengan baik karena memberikan jaminan kualitas input yang bagus. Ancaman kehadiran perguruan tinggi lain yang menyelenggarakan pendidikan yang sama dapat diminimalkan bila Poltekkes Kemenkes Makassar mampu memberikan jaminan layanan yang berkualitas kepada penerima manfaat.
2. Alih bina penyelenggaraan pendidikan dari Kementerian Kesehatan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membuka kesempatan luas untuk meningkatnya kiprah Poltekkes Kemenkes dalam dunia pendidikan. Kiprah Poltekkes Kemenkes Makassar dapat dipertahankan dan ditingkatkan terutama melalui peningkatan mutu pendidikan melalui Sistem Penjaminan Mutu baik internal maupun eksternal. Hal tersebut akan menjadikan Poltekkes Kemenkes Makassar akan menjadi perguruan tinggi akan semakin maju dan berkembang.
Masih rendahnya produktivitas dosen dan mahasiswa dan daya saing Poltekkes Kemenkes Makassar merupakan kondisi yang harus dikelola dengan baik dan cermat sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain baik dalam lingkup nasional, regional, maupun internasional.
3. Jumlah dosen dan mahasiswa yang cukup besar merupakan modal dasar yang harus dikelola dengan baik untuk menghasilkan produk dan prestasi yang memiliki nilai daya saing yang tinggi sehingga meningkatkan daya saing perguruan tinggi.
Rendahnya produktivitas dosen dan mahasiswa dapat mengancam eksistensi dan keberlanjutan (sustainability) program studi dan perguruan tinggi Poltekkes Kemenkes Makassar. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi dosen baik melalui pendidikan maupun studi lanjut perlu terus dilakukan. Pembinaan prestasi mahasiswa selain prestasi akademik harus mendapat perhatian lebih sehingga mampu menghasilkan lulusan yang selain kompeten juga memiliki daya saing, nilai tambah, prestasi, dan keunggulan.
4. Tata kelola aset (keuangan, sumber daya manusia, dan sarana prasarana) yang saat ini sudah baik perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga mampu memberikan dukungan penuh terhadap layanan pendidikan di Poltekkes Kemenkes Makassar. Poltekkes Kemenkes Makassar sebagai Perguruan Tinggi yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum harus mampu menyelaraskan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi dan fungsi sebagai Badan Layanan Umum sehingga saling mendukung dalam meningkatkan kapasitas organisasi dan mendorong organisasi ke arah yang lebih baik di masa mendatang.
5. Peluang kemitraan yang cukup luas perlu terus menerus dikembangkan untuk membangun jejaring yang dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan organisasi, daya serap lulusan, peningkatan kualitas lulusan
fungsinya serta berperan penting untuk menyelenggarakan pendidikan tenaga kesehatan yang menghasilkan lulusan berkualitas dan profesional sesuai kebutuhan pembangunan kesehatan di Indonesia.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020 adalah sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada Poltekkes Kemenkes Makassar atas penggunaan anggaran Tahun 2020. Dalam LKjIP ini memuat pengukuran kinerja dan evaluasi, serta pengungkapan (disclosure) secara memadai sebagai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar tahun anggaran 2020. Penyusunan LKjIP Poltekkes Kemenkes Makassar merujuk pada Permenpan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penetapan Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun rencana kinerja dan rencana anggaran di tahun mendatang.
C. STRUKTUR ORGANISASI
Kelembagaan Poltekkes Kemenkes Makassar mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 38 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan di Lingkungan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Adapun tugas Poltekkes Kemenkes Makassar adalah :
1. Melaksanakan penyelenggaraan pendidikan vokasi bidang kesehatan.
2. Dapat menyelenggarakan pendidikan profesi setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan perundang – undangan.
Susunan organisasi Poltekkes Kemenkes Makassar antara lain:
1. Dewan pengawas;
Dewan pengawas merupakan organ nonstruktural yang menjalankan fungsi pertimbangan nonakademik Poltekkes Kemenkes Makassar.
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Poltekkes Kemenkes Makassar 2. Senat;
Senat merupakan organ nonstruktural yang menjalankan fungsi penetapan, pertimbangan, dan pengawasan pelaksanaan kebijakan akademik.
3. Direktur;
Direktur menjalankan fungsi penetapan kebijakan nonakademik dan pengelolaan Politeknik Kesehatan Makassar.
Direktur terdiri atas:
a. Direktur dan Wakil Direktur;
Direktur mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan membina pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan hubungannya dengan lingkungan, serta urusan administrasi umum.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Direktur menyelenggarakan fungsi:
1) Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan Politeknik Kesehatan Makassar;
2) pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
3) pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;
4) pelaksanaan pembinaan sivitas akademika dan hubungannya dengan lingkungan;
5) pelaksanaan kerja sama;
6) pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan 7) pelaksanaan urusan ketatausahaan Poltekkes.
Wakil direktur berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur.
Wakil direktur terdiri atas:
1) Wakil direktur bidang akademik;
Wakil direktur bidang akademik mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang akademik dan pengelolaan sistem informasi.
2) Wakil direktur bidang keuangan, kepegawaian, dan administrasi umum;
Wakil direktur bidang keuangan, kepegawaian, dan administrasi umum mempunyai tugas membantu direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang keuangan, kepegawaian, dan administrasi umum.
3) Wakil direktur bidang kemahasiswaan dan kerja sama.
Wakil direktur bidang kemahasiswaan dan kerja sama mempunyai tugas membantu direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang kemahasiswaan, alumni, dan kerja sama.
b. Bagian dan/atau subbagian;
Bagian dan/atau subbagian merupakan unsur pelaksana administrasi Poltekkes Kemenkes Makassar yang menyelenggarakan pelayanan administrasi kepada seluruh unsur di lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar. Bagian dan/atau subbagian berada di bawah dan bertanggung jawab kepada direktur dan dalam pelaksanaan tugas sehari- hari dikoordinasikan oleh wakil direktur sesuai dengan bidang tugasnya.
Bagian dan/atau subbagian dipimpin oleh seorang kepala.
c. Jurusan
Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada direktur. Jurusan mempunyai tugas melaksanakan Pendidikan Vokasi dan/atau Pendidikan Profesi dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengelolaan sumber daya pendukung program studi. Pembukaan dan penutupan jurusan pada Poltekkes ditetapkan oleh Kepala BPPSDMK. Jurusan terdiri atas:
1) Ketua Jurusan;
Ketua Jurusan merupakan pimpinan Jurusan. Dalam melaksanakan tugasnya, Ketua Jurusan dibantu oeh Sekretaris Jurusan.
2) Sekretaris Jurusan;
3) Program studi;
Program studi merupakan kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis Pendidikan Vokasi dan/atau Pendidikan Profesi. Program studi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh ketua program studi. Ketua program studi sebagimana dimaksud pada ayat (2) merupakan seorang dosen yang ditetapkan oleh direktur.
Pembukaan dan penutupan program studi dilakukan setelah mendapat izin dari menteri yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pendidikan tinggi berdasarkan usulan Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Usulan Menteri sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) berdasarkan usulan Kepala BPPSDMK yang disertai dengan kajian kebutuhan.
4) Laboratorium/ bengkel praktek/ workshop; dan 5) Kelompok jabatan fungsional dosen.
d. Pusat
Pusat merupakan unsur pelaksana yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan pendidikan, dan penjaminan mutu. Pusat dipimpin oleh kepala yang bertanggung jawab kepada Direktur Politeknik Kesehatan Makassar. Kepala pusat diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Politeknik Kesehatan Makassar. Pusat pada Politeknik Kesehatan Makassar terdiri atas: (1) Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; (2) Pusat Pengembangan Pendidikan; (3) Pusat Penjaminan Mutu.
e. Unit
Unit merupakan unsur penunjang yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan pendidikan, dan penjaminan mutu. Unit dipimpin oleh kepala yang bertanggung jawab kepada Direktur Politeknik Kesehatan Makassar. Kepala unit diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Politeknik Kesehatan Makassar. Dalam pelaksanaan tugasnya, unit secara teknis fungsional dibina oleh Wakil Direktur yang ditetapkan oleh Direktur
Teknologi Informasi; (2) Unit Laboratorium Terpadu; (3) Unit Perpustakaan Terpadu; (4) Unit Pengembangan Bahasa. Selain Unit tersebut, dapat dibentuk unit penunjang lainnya sesuai dengan karakteristik dan keilmuan yang dikembangkan pada Poltekkes. Pembentukan unit penunjang lainnya ditetapkan oleh Kepala BPPSDMK.
4. Satuan Pengawas Internal;
Satuan Pengawas Internal merupakan organ yang menjalankan fungsi pengawasan nonakademik untuk dan atas nama Direktur Politeknik Kesehatan Makassar. Satuan pengawas internal dipimpin oleh kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Politeknik Kesehatan Makassar.
Saat ini, unsur kepemimpinan sudah memasuki periode ke V (2018 – 2022) yang dipimpin oleh Bapak Dr. Ir. H. Agustian Ipa, M.Kes dan didampingi oleh 3 (tiga) orang Wakil Direktur (Wadir) yaitu Wakil Direktur I (Bidang Akademik) Dr. Rusli, Sp.FRS., Apt, Wakil Direktur II (Bidang Keuangan, Kepegawaian, dan Administrasi Umum) Anshar, S.Pd.,S.Ft.Physio.,M.Kes, dan Wakil Direktur III (Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama) Dr. H. Herman, S.Pd. M.Kes.
D. SISTEMATIKA
Sistematika penulisan LKjIP Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020 ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Tehnis Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dengan sistematika sebagai berikut :
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. RENCANA AKSI PROGRAM
Visi Pembangunan 2005-2025 adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Saat ini kita telah berada di RPJMN IV (2020-2024). RPJMN IV berfokus untuk “Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing”. Pendidikan tinggi memiliki peranan vital dalam menghasilkan SDM berkualitas dan berdaya saing termasuk SDM tenaga kesehatan. Pembangunan SDM dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah, penurunan stunting, kematian ibu, kematian bayi, peningkatan kualitas pendidikan vokasi, membangun lembaga manajemen talenta Indonesia, dan dukungan bagi diaspora bertalenta tinggi.
Pendidikan tinggi kesehatan dalam pembangunan kesehatan pada era revolusi industri 4.0 dipersiapkan untuk mampu mengatasi ancaman dan menghadapi tantangan sehingga mampu mempertahankan eksistensinya.
Perkembangan angka harapan hidup yang seiring dengan perkembangan indeks pembangunan kesehatan harus seiring dengan peningkatan pelayanan kesehatan.
Penjabaran Nawacita kelima dari Presiden Republik Indonesia yakni "meningkatkan
kualitas hidup manusia Indonesia" telah dijabarkan oleh Kementerian kesehatan melalui Program Indonesia Sehat yang meliputi paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, jaminan kesehatan nasional yang selanjutnya dijabarkan lebih lanjut melalui pengembangan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK), peningkatan sarana dan prasarana serta SDM tenaga kesehatan.
Dalam hal peningkatan SDM Kesehatan, sebagai pelaksana upaya kesehatan, diperlukan tenaga kesehatan yang ketersediaannya mencukupi, terdistribusi secara adil dan merata, menguasai kompetensi dan berkinerja prima, serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan kesehatan. Presiden Republik Indonesia menekankan perlunya perbaikan sistem pendidikan terutama melalui revitalisasi pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Pendidikan tinggi kesehatan dituntut untuk dapat mendorong lulusannya bekerja di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan, salah satunya melalui program Nusantara Sehat. Kerjasama dengan lintas sektor diperlukan agar pendidikan tinggi kesehatan dapat melakukan asistensi dalam membantu program Puskesmas dan Dinas Kesehatan termasuk promosi dan pendidikan kesehatan. Selain itu pendidikan tinggi kesehatan diharapkan mampu berperan dalam mengelola dan mengatasi permasalahan lingkungan dan kesehatan dengan memberdayakan masyarakat dan pendidikan berkelanjutan pada masyarakat dengan pendekatan multi disiplin.
Kebutuhan kompetensi tenaga kesehatan di era global dan digital diharuskan mampu memiliki kompetensi profesional, kompetensi 4.0 dan kompetensi
mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bentuk karya profesi kesehatan. Kompetensi 4.0 merupakan kemampuan tenaga kesehatan dalam literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Sedangkan kompetensi interprofesional adalah kemampuan dalam membangun kultur pelayanan kesehatan secara interdisiplin yang dimulai dari dalam kampus melalui Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaborative Practice (IPC).
Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024 selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 yang mempunyai tema Indonesia Berpenghasilan menengah – tinggi yang sejahtera, adil, dan berkesinambungan dengan pengarus-utamaan pada kesetaraan gender, pembangunan berkelanjutan, tata kelola, moda sosial budaya, dan pembangunan transformasi digital. Arah kebijakan RPJMN 2020-2024 adalah “Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care) dan peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi”.
Strategi RPJMN 2020-2024 meliputi 5 hal yakni: 1) Peningkatan kesehatan ibu, anak, KB, dan kesehatan reproduksi; 2) Percepatan perbaikan gizi masyarakat;
3) Peningkatan pengendalian penyakit; 4) Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas); dan 5) Peningkatan pelayanan kesehatan dan pengawasan obat dan makanan. Badan PPSDM Kesehatan sebagai pembina Poltekkes Kemenkes Makassar telah menetapkan 4 (empat) Indikator Kinerja Utama khususnya dalam pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Indikator yang
dimaksud adalah: 1) Persentase puskesmas tanpa dokter; 2) Persentase puskesmas dengan jenis tenaga kesehatan sesuai standar; 3) Persentase RSUD Kelas C dengan 7 jenis dokter spesialis; dan 4) Jumlah SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya.
Poltekkes Kemenkes Makassar sebagai salah satu Satuan kerja dibawah Badan PPSDM Kesehatan memiliki peran penting dalam membantu PPSDM mencapai indikator kinerja utama yang telah ditetapkan. Visi Poltekkes Kemenkes Makassar untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam kesehatan perkotaan memiliki daya ungkit terhadap tercapainya Indikator kedua yakni persentase Puskesmas dengan jenis tenaga kesehatan sesuai standar.
Keikutsertaan Poltekkes Kemenkes Makassar dalam menyukseskan Program Percepatan melalui RPL dan Tugas belajar memiliki daya ungkit terhadap Indikator Kinerja Utama Badan PPSDM Kesehatan khususnya pada indikator keempat, jumlah SDM kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya.
Prioritas RPJMN IV 2020-2024
I. Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas II. Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan
III. Meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing IV. Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan
V. Memperkuat Infrastruktur Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar VI. Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim
VII. Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik
Fokus Pembangunan Prioritas Nasional III
1) Pengendalian pendudukan dan tata kelola kependudukan 2) Penguatan pelaksanaan perlindungan sosial 3) Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan
4) Pemerataan pelayanan pendidikan berkualitas 5) Peningkatan kualitas anak, perempuan, dan pemuda
6) Pengentasan kemiskinan
7) Peningkatan produktivitas dan daya saing
Indikator Kinerja Badan PPSDM 2020-2024 1. Persentase Puskesmas tanpa dokter
2. Persentase Puskesmas dengan jenis tenaga kesehatan sesuai standar 3. Persentase RSUD Kelas C dengan 7 jenis dokter spesialis 4. Jumlah SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya
Visi Poltekkes Kemenkes Makassar
"Menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam kesehatan perkotaan"
Misi Poltekkes Kemenkes Makassar
1. Meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing, unggul dan berintegritas.
2. Meningkatkan pengelolaan sumberdaya melalui penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
3. Meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat, penelitian dan publikasi ilmiah yg berbasis kesehatan perkotaan.
4. Mengembangkan kemitraan & kerjasama dengan institusi di dalam dan luar negeri.
Gambar 2.1 Penjabaran Visi Misi Presiden menjadi Visi Misi Poltekkes Kemenkes Makassar
RPJMN 2020-2024
"Indonesia Berpenghasilan Menengah-Tinggi yang Sejahtera, Adil, dan Berkesinambungan
Visi Poltekkes Kemenkes Makassar sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2020 – 2024 adalah:
Dalam mencapai visi dan misi, Poltekkes Kemenkes Makassar menjabarkan misi ke dalam 7 (tujuh) tujuan berikut:
Untuk mencapai tujuan penyelenggaraan pendidikan di Poltekkes Kemenkes Makassar tersebut, maka perlu kiranya ditetapkan sasaran strategis yang sesuai dengan perkembangan kondisi Poltekkes Kemenkes Makassar berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal.
Tabel 2.1
Keterkaitan Tujuan dan Sasaran-Strategis Tahun 2020 – 2024
TUJUAN SASARAN STRATEGIS
Pertama :
Meningkatkan kualitas lulusan yang berdaya saing, unggul dan berintegritas
1. Peningkatan kapasitas dan kualitas penerimaan mahasiswa baru
2. Peningkatan kualitas dan produktivitas mahasiswa
3. Peningkatan kualitas dan produktivitas lulusan
Kedua :
Meningkatkan penjaminan mutu dan pengawasan penyelenggaraan kegiatan
institusi
1. Meningkatkan kualitas penjaminan mutu 2. Meningkatkan kualitas pengawasan
Ketiga :
Meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan produktivitas dosen dan tenaga
kependidikan
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM Dosen dan Tenaga Kependidikan
2. Meningkatkan Profesionalisme Dosen dan Tenaga Kependidikan
3. Meningkatkan Produktivitas Dosen dan Tenaga Kependidikan
Keempat :
Meningkatkan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, sistem
informasi manajemen dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya secara optimal
1. Meningkatnya Penerapan IPTEKS dalam Sistem Informasi Manajemen dan Layanan Tridharma Perguruan Tinggi
2. Meningkatnya Kinerja Pengelolaan Keuangan Efektif, Efisien, dan Akuntabel 3. Meningkatnya Kinerja Layanan Pendidikan Kelima :
Meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah yg berbasis kesehatan
perkotaan
1. Meningkatnya Kualitas Penelitian Dosen 2. Meningkatnya Kualitas Publikasi Ilmiah
Keenam :
Meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat berbasis riset dan
kewilayahan
1. Meningkatnya Kualitas Pengabdian Kepada Masyarakat
2. Berkembangnya Kelompok Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat Ketujuh :
Meningkatkan Kerjasama dan Kemitraan dengan Institusi di Dalam Negeri dan Luar
Negeri
1. Meningkatkan pertumbuhan kerjasama/kemitraan
2. Meningkatkan kualitas kerjasama/kemitraan
Tabel 2.2
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran 2020-2024 Poltekkes Kemenkes Makassar
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran 2020 - 2024 TUJUAN I
1. Peningkatan kapasitas dan kualitas penerimaan
mahasiswa baru
1. Jumlah pendaftar Sipenmaru 2. Jumlah mahasiswa baru
3. Rasio calon mahasiswa yang ikut seleksi : daya tampung
4. Persentase mahasiswa baru yang
melakukan registrasi ulang terhadap calon yang lulus seleksi
5. Persentase mahasiswa internasional 2. Peningkatan kualitas dan
produktivitas mahasiswa
1. Rata-rata IPK Mahasiswa
2. Persentase mahasiswa yang memiliki prestasi akademik
(provinsi/nasional/internasional) terhadap jumlah mahasiswa aktif
3. Persentase mahasiswa yang memiliki prestasi non akademik
(provinsi/nasional/internasional) terhadap jumlah mahasiswa aktif
3. Peningkatan kualitas dan produktivitas lulusan
1. Persentase lulusan tepat waktu
2. Persentase keberhasilan studi mahasiswa 3. Persentase lulusan yang mendapatkan IPK ≥
3,25
4. Rata-rata IPK lulusan
5. Persentase kelulusan Uji Kompetensi 6. Persentase serapan lulusan di pasar kerja <
1 tahun setelah lulus
7. Persentase kesesuaian bidang kerja lulusan dengan kompetensinya.
8. Persentase lulusan yang bekerja di luar negeri
9. Indeks Kepuasan Pengguna Lulusan 10. Persentase lulusan yang memiliki Sertifikat
TOEFL/TOEIC/IELTS/N2-N4 TUJUAN II
1. Meningkatkan kualitas penjaminan mutu
1. Jumlah program studi terakreditasi A oleh LAM-PTKes
2. Indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap
3. Jumlah program studi terakreditasi Internasional
4. Jumlah program studi dan atau layanan yang tersertifikasi internasional
2. Meningkatkan kualitas pengawasan
1. Tingkat kematangan SPIP TUJUAN III
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM Dosen dan Tenaga Kependidikan
1. Rasio dosen terhadap mahasiswa 2. Persentase jumlah dosen tetap terhadap
jumlah seluruh dosen
3. Persentase dosen tetap berpendidikan S3 4. Persentase dosen tetap yang memiliki
jabatan Lektor Kepala
5. Persentase tenaga kependidikan dengan kualifikasi pendidikan minimal D-3.
2. Meningkatkan
Profesionalisme Dosen dan Tenaga Kependidikan
1. Persentase dosen yang memiliki sertifikat pendidik
2. Indeks penilaian kompetensi dosen oleh mahasiswa
3. Persentase tenaga kependidikan yang
memiliki sertifikat kompetensi/keahlian sesuai jenis pekerjaannya
4. Persentase tenaga kependidikan yang mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi/keahlian sesuai jenis pekerjaannya
3. Meningkatkan Produktivitas Dosen dan Tenaga
Kependidikan
1. Jumlah buku ajar yang diterbitkan
2. Jumlah karya yang memperoleh sertifikat HKI 3. Jumlah kegiatan penelitian yang
dilaksanakan oleh dosen
4. Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen
5. Jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal Ilmiah
6. Jumlah hasil penelitian yang dipublikasikan oleh dosen
7. Jumlah pencapaian prestasi dosen (visiting professor, keynote speaker, staf ahli, editor/mitra bestari, penghargaan) nasional dan internasional
8. Skor PUI/PK
TUJUAN IV 1. Meningkatnya Penerapan
IPTEKS dalam Sistem Informasi Manajemen dan Layanan Tridharma Perguruan Tinggi
1. Persentase matakuliah menggunakan pembelajaran berbasis e-learning 2. Persentase penyelesaian modernisasi
pengelolaan keuangan BLU
3. Jumlah layanan yang telah menggunakan sistem online
2. Meningkatnya Kinerja Pengelolaan Keuangan Efektif, Efisien, dan Akuntabel
1. Persentase penyerapan realisasi keuangan 2. Rata-rata dana penelitian/dosen/ tahun 3. Rata-rata dana pengabdian kepada
masyarakat/dosen/tahun
4. Persentase realisasi pendapatan PNBP/ BLU terhadap biaya operasional
5. Realisasi pendapatan PNBP/BLU
6. Realisasi pendapatan dari optimalisasi asset 3. Meningkatnya Kinerja
Layanan Pendidikan
1. Pertumbuhan program studi baru (vokasi, profesi, dan magister terapan)
2. Jumlah program studi yang
menyelenggarakan Rintisan Kelas Internasional (RKI)
3. Persentase mahasiswa yang menerima beasiswa dari sumber eksternal
4. Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat bantuan dana pendidikan
TUJUAN V 1. Meningkatnya Kualitas
Penelitian Dosen
1. Jumlah penelitian dosen berkompetisi nasional
2. Jumlah penelitian dosen berkompetisi internasional
3. Jumlah penelitian dosen kerjasama dalam negeri
4. Jumlah penelitian dosen kerjasama luar negeri
5. Persentase penelitian dosen yang mendukung Center of Excellent (CoE) 2. Meningkatnya Kualitas
Publikasi Ilmiah
1. Jumlah publikasi dosen pada Jurnal Nasional Terakreditasi
2. Jumlah publikasi dosen pada jurnal Internasional Terindeks Scopus
TUJUAN VI 1. Meningkatnya Kualitas
Pengabdian Kepada Masyarakat
1. Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis kewilayahan
2. Persentase kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian yang dilakukan
3. Jumlah pengabdian kepada masyarakat kerjasama dalam negeri
4. Jumlah pengabdian kepada masyarakat kerjasama luar negeri
5. Pembinaan wilayah yang berkelanjutan 2. Berkembangnya Kelompok
Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat
1. Jumlah kelompok pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat
2. Jumlah produk PkM berdaya saing nasional TUJUAN VII
1. Meningkatkan pertumbuhan kerjasama/kemitraan
1. Jumlah kemitraan nasional 2. Jumlah kemitraan internasional 2. Meningkatkan kualitas
kerjasama/kemitraan
1. Persentase jumlah kemitraan nasional yang ditindaklanjuti dengan kegiatan
2. Persentase jumlah kemitraan internasional yang ditindaklanjuti dengan kegiatan
Tabel 2.3
Target Tahunan Indikator Kinerja Poltekkes Kemenkes Makassar 2020-2024
No. Indikator Kinerja Satuan Baseline 2020 2021 2022 2023 2024
A. Indikator Kinerja Utama (Polkesmas – BPPSDM)
1. Rasio dosen dan
mahasiswa Rasio 1:23 1:22 1:22 1:22 1:22 1: 22
2.
Persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 1 tahun
Persen 40 60 65 70 75 80
3.
Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat
berbasis wilayah dalam 1 tahun
Kegiatan 5 6 7 8 9 10
4.
Karya yang diusulkan
mendapatkan HKI
Nilai 160 176 190 205 220 235
5. Penelitian yang
dipublikasikan Nilai 385 350 395 400 410 420
6.
Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dalam 1 tahun
Kegiatan 84 85 72 75 78 80
7.
Persentase jumlah dosen berkualifikasi S3
Persen 16 18,5 19,0 19,5 20,0 20,5
8.
Dosen yang berprestasi nasional dan internasional
Prestasi
Nasional 8 8 12 14 16 18
Prestasi
Internasional 0 1 4 6 8 10
9. Indeks kepuasan
masyarakat Skor 3,25 3,28 3,31 3,34 3,37 3,40
10.
Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapatkan bantuan dana pendidikan
Persen 3,62 3,62 3,82 3,92 4,02 4,12
11.
Persentase kelulusan uji kompetensi
Persen 43,74 62 70 80 90 100
12.
Jumlah mahasiswa yang mendapatkan penghargaan di tingkat
Internasional, Nasional dan regional
(Prov/Kab/Kota)
Prestasi - 50 60 65 70 75
13.
Persentase pendapatan PNBP terhadap biaya operasional
Persen 35 35 38 39 40 41
14. Jumlah pendapatan
PNBP Rupiah 26,6 M 29.055.400.000 35 38 40 43
15.
Realisasi pendapatan dari optimalisasi aset
Rupiah 1,7 M 1.800.000.000 2,0 4,0 5,0 5,0
16.
Persentase penyelesaian modernisasi pengelolaan keuangan BLU
Persen 90 100 105 110 115 120
B. Indikator Kinerja Utama (Polkesmas – BLU)
1. Persentase realisasi
pendapatan BLU terhadap biaya operasional
Persen 35 37 38 39 40 41
2. Realisasi
pendapatan BLU Milyar 26,6 29.055.400.000 35 38 40 43
3. Realisasi pendapatan dari optimalisasi aset
Milyar 1,7 1.800.000.000 2,0 4,0 5,0 5,0 4. Persentase
penyelesaian pengelolaan BLU
Persen 90 100 105 110 115 120
5. Rasio dosen terhadap mahasiswa
Rasio 1:23 1:22 1:22 1:22 1:22 1: 22
6. Serapan lulusan ≤
1 tahun Persen 40 60 65 70 75 80
7. Pembinaan wilayah
yang berkelanjutan Kegiatan 5 6 7 8 9 10
8. Karya yang diusulkan dan/atau mendapatkan HAKI dan/atau Produk Inovasi
Nilai 160 176 190 205 220 235
9. Jumlah penelitian
yang dihasilkan Kegiatan 84 85 72 75 78 80
10. Penelitian yang
dipublikasikan Nilai 385 350 395 400 410 420
11. Persentase dosen tetap berkualifikasi S3
Persen 16 18,5 19,0 19,5 20,0 20,5
12. Dosen yang berprestasi nasional dan internasional
Prestasi 8 8 12 14 16 18
13. Indeks Kepuasan
Masyarakat (IKM) Skor 3,25 3,28 3,31 3,34 3,37 3,40
14. Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah
Persen 3,62 3,62 3,82 3,92 4,02 4,12
15. Persentase kelulusan uji kompetensi
Persen 43,74 62 70 80 90 100
16. Prestasi
mahasiswa Prestasi - 50 60 65 70 75
C. Indikator Kinerja Penunjang
1. Jumlah pendaftar
Sipenmaru Orang 6496 5278 5383 5517 5682 5880
2. Jumlah mahasiswa
baru Orang 1259 1320 1380 1440 1500 1560
3. Rasio calon mahasiswa yang ikut seleksi : daya tampung
Rasio 5,2 4,05 4,09 4,14 4,20 4,27
4. Persentase mahasiswa baru yang melakukan
Persen 97,60 97,65 97,70 97,75 97,80 97,85
registrasi ulang terhadap calon yang lulus seleksi 5. Persentase
mahasiswa internasional
Persen 0,0 0 0,1 0,2 0,3 0,4
6. Rata-rata IPK
mahasiswa Nilai 3,33 3,34 3,35 3,36 3,37 3,38
7. Persentase mahasiswa yang memiliki prestasi akademik (provinsi/nasional/internasional) terhadap jumlah mahasiswa aktif
Provinsi/Wilayah Persen - 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4
Nasional Persen - 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6
Internasional Persen - 0,01 0,01 0,02 0,02 0,03
8. Persentase mahasiswa yang memiliki prestasi non akademik (provinsi/nasional/internasional) terhadap jumlah mahasiswa aktif
Provinsi/Wilayah Persen - 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4
Nasional Persen - 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8
Internasional Persen - 0,01 0,01 0,02 0,02 0,03
9. Persentase keberhasilan studi
mahasiswa Persen - 92,0 92,2 92,5 92,8 93,0
10. Persentase kesesuaian bidang kerja lulusan dengan
kompetensinya
Persen - 65 68 72 76 80
11. Persentase lulusan yang
bekerja di luar negeri Persen - 0 0,01 0,02 0,03 0,04
12. Indeks kepuasan pengguna
lulusan Skor - 3,00 3,05 3,10 3,15 3,20
13. Persentase lulusan yang memiliki Sertifikat
TOEFL/TOEIC/IELTS/N2-N4
Persen 0 0 2 4 6 8
14. Jumlah program studi
terakreditasi Unggul oleh LAM- PTKes
Prodi 0 5 5 5 10 10