AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Capaian kerja organisasi menggambarkan berapa persen target kinerja yang sudah ditetapkan bisa direalisasikan dalam tahun berjalan. Tinggi rendahnya capaian kinerja memberikan informasi seberapa besar kinerja yang ada sudah berjalan. Untuk mengetahui capaian kinerja organisasi di Poltekkes Kemenkes Makassar, maka hasil kinerja kumulatif dari 8 (delapan) Jurusan, 17 (tujuh belas) program studi, 4 (empat) Sub bagian, 3 (tiga) Pusat, 4 (empat) Unit yang ada di Poltekkes Kemenkes Makassar dirangkum menjadi satu menjadi hasil kerja Poltekkes Kemenkes Makassar.
Pengumpulan data kinerja dilaksanakan oleh Tim Monitoring dan Evaluasi LKjIP Tahun 2020 No. PR.05.01/4.1/0044/2020 tanggal 3 Januari 2020 tentang Tim Monitoring dan Evaluasi LKjIP Tahun 2020 di Poltekkes Kemenkes Makassar. Pengukuran Indikator Kinerja dilakukan dengan mengacu pada prosedur mutu Pengukuran Indikator Kinerja Utama Nomor PDR.PKMS.14g tanggal 26 November 2019.
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dilaksanakan oleh Tim Tim Penyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2020 Poltekkes Kemenkes Makassar yang ditetapkan berdasarkan SK Direktur Poltekkes Kemenkes Makassar No. PR.03.01/1.1/6120/2020 tanggal 13 November 2020. Hasil evaluasi capaian kinerja organisasi selanjutnya disajikan secara lengkap pada halaman berikut.
Adapun capaian IKU dan IKP akan dipaparkan pada pembahasan berikut : 1. Indikator Kinerja Utama (IKU)
a. Rasio Dosen Terhadap Mahasiswa Definisi operasional:
Dosen tetap adalah Tenaga Pengajar yang telah NIDN. Sesuai dengan borang BAN PT, rasio dosen terhadap mahasiswa untuk Poltekkes yaitu 1:20 - 1:30.
Formulasi perhitungan:
π ππ ππ π·ππ ππ πππβππππ ππβππ ππ π€π = Jumlah dosen NIDN tahun 2020
total jumlah mahasiswa tahun periode yang sama
Tabel 3.1
Capaian Rasio Dosen Terhadap Mahasiswa
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Rasio Dosen Terhadap
Mahasiswa Rasio 1:22 1:22 1:22 1: 22 1:22 1:21,71 98,69
Rasio ini sudah sesuai dengan rentang dalam borang BAN-PT dan LAM PT-Kes yakni 1:20 β 1:30. Rasio dosen terhadap mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Makassar untuk Tahun 2020 dapat dipertahankan sebesar 1:21,71 atau
dibulatkan menjadi 1:22. Jumlah mahasiswa yang tercatat sampai dengan akhir periode sebesar 4.234 orang dengan jumlah dosen 195 orang. Rasio ini sesuai dengan target yang ditetapkan yakni 1 : 22. Dalam manual Perhitungan Capaian IKU dinyatakan bahwa jika realisasi rasio dosen mahasiswa sesuai dengan range regulasi (1:20 β 1:30, maka nilainya 100%, dan capaian IKU=Nilai (100%) x Bobot IKU (80%). Dengan demikian, capaian IKU untuk indikator ini adalah 100% dengan Bobot IKU 80%.
Jika dibandingkan dengan capaian indikator ini pada Tahun 2019, maka capaian tahun ini sama saja dengan tahun sebelumnya yakni rasio 1:22,08 atau Nilai 100%. Hal ini disebabkan karena penetapan kuota penerimaan mahasiswa baru dilakukan dengan memperhitungkan rasio dosen dan mahasiswa. Selain itu penerimaan dosen baru maupun pindahan dan pengangkatan dosen melalui peralihan jabatan fungsional dilakukan berdasarkan kebutuhan dan peta jabatan yang ada. Hal ini diharapkan dapat terus dipertahankan sehingga kualitas proses pembelajaran dapat terjamin mutunya.
b. Persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 1 tahun
Definisi operasional : Persentase serapan lulusan Poltekkes yang bekerja di bidang kesehatan dan/ atau sesuai bidangnya dalam 1 tahun (T -1) dari keseluruhan lulusan pada tahun yang sama
Formulasi perhitungan :
πππππππ ππ’ππ’π ππ β€ 1 π‘πβπ’π = Jumlah serapan lulusan < 1 tahun
Jumlah lulusan tahun yang sama π 100%
Tabel 3.2
Capaian IKU persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 1 tahun
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 1 tahun
Persen 60 65 70 75 80 60,07 100,12
Lulusan yang dinilai adalah Lulusan Tahun 2019 yang diwisuda pada Bulan Agustus tahun 2019. Bila menghitung masa serapan sampai dengan < 1 tahun, maka data serapan yang dicatat dimulai dari Periode September 2019 s.d Agustus 2020. Data serapan diperoleh melalui kegiatan Tracer study yang dilakukan oleh masing-masing Jurusan dibawah Koordinasi Kasubag Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni. Kegiatan Tracer study dilakukan melalui grup WA, mengedarkan kuesioner dengan menggunakan google formulir serta menggunakan format tertulis.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan capaian indikator ini antara lain kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk pelatihan lulusan bekerja di Jepang, Sosialisasi Kursus Bahasa dengan menghadirkan PT. Jepang Education Academic (JEA) dan testimoni lulusan yang telah bekerja di Jepang, sosialisasi peluang kerja melalui website
kemahasiswaan http://kemahasiswaan.poltekkesmks.ac.id/bursa-kerja-khusus/lowongan-kerja/, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Universitas Hasanuddin dalam pelatihan teknis Tenaga Pendamping Gizi Desa dalam Program Gammara'ta yang akan ditempatkan di 40 desa Lokus stunting Kabupaten Bone dan 30 Desa Lokus stunting Enrekang link: https://makassar.terkini.id/cegah-stunting-dinas-kesehatan-sulsel-bentuk- programgammarata/. Dari 70 orang tenaga pendamping gizi yang diterima, sebanyak 50 orang (71,43%) adalah lulusan tenaga gizi dari Poltekkes Kemenkes Makassar.
Selain karena faktor serapan lulusan, salah satu hal yang juga perlu mendapat perhatian adalah Sistem Tracer Study yang digunakan saat ini. Model tracer study yang digunakan saat ini oleh Jurusan adalah melalui link yang disebarkan dalam WA Group untuk alumni Tahun 2019. Model ini dinilai efektif karena tepat sasaran, namun masih perlu dilakukan monitoring dan evaluasi untuk dapat meningkatkan partisipasi aktif dari alumni untuk mengisi link yang diberikan. Sistem Tracer study perlu dibangun sehingga memudahkan dalam pemantauan lulusan Poltekkes Kemenkes Makassar baik untuk mendapatkan data serapan maupun umpan balik bagi institusi dalam perbaikan dan peningkatan yang berkelanjutan (continuous quality improvement).
Capaian indikator serapan lulusan < 1 tahun untuk Tahun 2020 melampaui target yan ditetapkan yakni 60,06%
dari target 60% di tahun 2020 atau dengan Nilai capaian sebesar 100,1% dengan Bobot IKU 95%. Capaian ini jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya sulit dibandingkan karena indikator sebelumnya diukur dengan
indikator persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan setelah lulus dengan capaian 40%, lebih tinggi dari target yang ditetapkan yakni 35% atau Nilai capaian tahun 2019 sebesar 114,3%.
Perbedaan indikator di Tahun 2019 dengan Tahun 2020 disebabkan karena adanya masukan dari beberapa Poltekkes Kemenkes terkait dengan hambatan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan <6 bulan setelah lulus karena mereka harus mengikuti Uji Kompetensi terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai syarat penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR). STR merupakan salah satu dokumen yang diperlukan oleh lulusan untuk bekerja sebagai tenaga kesehatan. Dari capaian ini terlihat bahwa persentase serapan lulusan meningkat pada tahun 2020 sebesar 20,06% dibandingkan dengan tahun 2019 meskipun dalam kurun waktu yang berbeda.
c. Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun
Definisi operasional : Jumlah Pembinaan Wilayah berkelanjutan yang dilakukan pada tahun 2020.
Formulasi perhitungan : Jumlah absolut pembinaan wilayah berkelanjutan yang dilakukan pada tahun 2020 Tabel 3.3
Capaian IKU Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun
Kegiatan 6 7 8 9 10 8 133,33
Capaian indikator Pembinaan wilayah yang berkelanjutan untuk Tahun 2020 adalah 6 kegiatan/wilayah sesuai dengan target yang ditetapkan yakni 6 kegiatan atau dengan nilai capaian 100,0% dan bobot IKU sebesar 90%
sehingga capaian indikator ini setelah dikalikan dengan Bobot menjadi sebesar 90%. Bila dibandingkan dengan Tahun 2019, capaian untuk indikator ini juga sebanyak 6 kegiatan/wilayah dan pada tahun 2019 Nilai capaian sebesar 120,0%
karena hanya menargetkan 5 kegiatan/wilayah dengan bobot 90% sehingga capaian di Tahun 2019 sebesar 108,0%.
Jika dibandingkan dengan Tahun 2019, maka jumlah kegiatan/wilayah untuk indikator ini sama yakni 6 kegiatan/wilayah. Namun capaian di Tahun 2019 terlihat lebih tinggi karena melampaui target yang ditetapkan.
Keterbatasan institusi dalam meningkatkan kegiatan pembinaan dalam wilayah untuk tahun 2020 disebabkan karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial dan menjaga jarak fisik selama Bulan Maret β Desember Tahun 2020 akibat terjadinya Pandemi Covid-19.
Capaian ini jika dibandingkan dengan peningkatan target setiap tahun sampai dengan Tahun 2024 yang ditetapkan dalam Rencana Aksi Kegiatan Poltekkes Kemenkes Makassar menunjukkan prediksi yang sudah tepat
karena peningkatan kegiatan dimungkinkan dengan semakin bertambahnya program studi yang ada di lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar dan penambahan SDM Dosen dari waktu ke waktu.
d. Karya yang diusulkan mendapatkan HKI
Definisi operasional : Karya yang diusulkan dan/atau mendapatkan HAKI pada tahun berjalan, sesuai dengan UU No 28 Tahun 2014 dan UU No 14 Tahun 2001 dan PP RI No 37 Tahun 2009 tentang Dosen, dapat berupa Hak Cipta dan Hak kekayaan Industri (Hak Paten, Hak Merek, Hak Desain Industri, Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Hak Rahasia Dagang, Hak Indikasi). Sedangkan Produk Inovasi merupakan karya produk yang dihasilkan dari kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan dan/atau perekayasaan oleh lembaga/unit, yang menghasilkan kebaruan yang diterapkan dan bermanfaat secara komersial, ekonomi dan atau sosial budaya.
Formulasi perhitungan : πΎπππ¦π π¦πππ πππ’π π’ππππ ππππππππ‘πππ π»πΎπΌ = π½π’πππβ π»πΎπΌ ππ‘ππ’ πππππ’π πΌπππ£ππ π π₯ πππππ Tabel 3.4
Capaian IKU Karya yang diusulkan mendapatkan HKI
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Karya yang diusulkan
mendapatkan HKI Nilai 176 190 205 220 235 279 158,52
Capaian indikator ini pada Tahun 2020 sebesar 279 skor atau 93 karya yang mendapatkan sertifikat HAKI dengan nilai capaian sebesar 182,3% setelah dikalikan dengan bobot indikator (115%). Capaian ini jauh melampaui target yang ditetapkan pada Tahun 2020 sebesar 176 skor. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, capaian indikator ini pada tahun 2019 sebesar 324 skor atau 108 HAKI ditambah 1 Karya yang masih dalam bentuk Usulan HAKI dengan nilai capaian sebesar 222,8% setelah dikalikan dengan bobot indikator (110%).
Jika dibandingkan dengan Tahun 2019, terlihat bahwa Jumlah karya yang didaftarkan pada Tahun 2020 lebih rendah dari tahun sebelumnya. Hal ini karya pada Tahun 2019 merupakan tahun awal terbentuknya Sentra HAKI di Poltekkes Kemenkes Makassar sehingga beberapa produk pada tahun sebelumnya baru didaftarkan di Tahun 2019 yang menyebabkan jumlah Karya yang mendapat sertifikat HAKI di Tahun 2019 meningkat tajam. Hal ini terlihat dari Karya yang mendapatkan HAKI di Tahun 2018 hanya ada 9 karya yang mendapatkan sertifikat HAKI.
e. Penelitian yang dipublikasikan
Definisi operasional : Jumlah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2020.
Formulasi perhitungan : Jumlah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2020 x Nilai Ketentuan nilai, sebagai berikut:
a. Jenis Penelitian yang menghasilkan PNBP bagi BLU Nilai 10 b. Jenis penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Internasional Bereputasi Nilai 7
c. Jenis penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Internasional Nilai 5 d. Jenis penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Nasional Terakreditasi Nilai 3 e. Jenis penelitian yang dipublikasikan di ProsidingTerindex Nilai 2 f. Jenis penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Nasional/ISSN Nilai 1 g. Jenis penelitian yang diseminarkan dengan melibatkan pihak eksternal Nilai 0,5
Tabel 3.5
Capaian IKU Penelitian yang dipublikasikan
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Penelitian yang
dipublikasikan Nilai 350 395 400 410 420 516 147,43
Indikator penelitian yang dipublikasikan di Tahun 2020 menunjukkan capaian yang menggembirakan sebesar 516 skor dari 350 skor yang ditargetkan atau dengan nilai capaian sebesar 140,1% setelah dikalikan dengan bobot indikator. Nilai capaian ini jika dibandingkan dengan tahun 2019 juga jauh lebih tinggi karena pada Tahun 2019 capaian untuk indikator ini sebesar 490 skor dengan nilai capaian sebesar 146,36% setelah dikalikan dengan bobot indikator. Persentase capaian di Tahun 2019 lebih tinggi akibat perbedaan bobot indikator dimana pada Tahun 2020, bobot indikator ini ditetapkan dari pusat hanya 95% sedangkan di Tahun 2019 bobot indikator sebesar 115%.
Indikator penelitian yang dipublikasikan merujuk pada kualitas publikasi dosen, semakin banyak dan semakin tinggi kualitas publikasi maka akan semakin tinggi skor capaian. Publikasi pada jurnal internasional bereputasi misalnya, bernilai 7 skor jika dibandingkan dengan publikasi pada jurnal nasional ber-ISSN saja yang bernilai 1 skor.
Peningkatan kualitas publikasi dosen ini didorong oleh semakin meningkatnya kemampuan dosen dalam menulis artikel untuk publikasi ilmiah, meningkatnya jumlah jurnal Poltekkes Kemenkes Makassar yang terakreditasi Nasional sebanyak 7 jurnal ilmiah, serta telah masuknya indikator ini dalam penilaian Ekstra Ordinary Dosen sebagai bagian dari sistem remunerasi.
Selain itu upaya lainnya yang dilakukan untuk mencapai target ini antara lain 1) mendorong publikasi hasil penelitian dosen yang telah selesai dilaksanakan pada Tahun 2020 ini untuk segera dipublikasikan, 2) mengupayakan agar media jurnal yang dipublikasikan oleh Poltekkes Kemenkes Makassar dapat terbit tepat waktu, serta 3) memberikan informasi webinar kepada dosen terkait dengan cara penulisan artikel untuk jurnal dan publikasi pada jurnal ilmiah internasional bereputasi.
f. IKU Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dalam 1 tahun
Definisi operasional : Jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen selama 1 tahun.
Formulasi perhitungan : Jumlah penelitian yang dihasilkan oleh dosen selama 1 tahun.
Tabel 3.6 UU Nakes dan Alih Bina, Akreditasi
Capaian IKU Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dalam 1 tahun
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dalam 1 tahun
Kegiatan 85 72 75 78 80 72 84,71
Capaian indikator jumlah penelitian yang dihasilkan pada Tahun 2020 ini berada dibawah target yakni hanya terlaksana 72 penelitian dari target 85 penelitian yang direncanakan dengan nilai capaian sebesar 97,41% setelah dikalikan dengan bobot capaian 115%. Hal ini disebabkan karena penelitian yang dapat dicapai di Tahun 2020 ini hanya penelitian yang dibiayai oleh internal sesuai dengan skema pembiayaan pusat dan anggaran yang tersedia.
Sedangkan penelitian mandiri dari dosen dan penelitian yang bersumber dari eksternal tidak ada pada Tahun 2020.
Sedangkan pada Tahun 2019, jumlah penelitian yang dihasilkan sebanyak 119 penelitian dari 84 penelitian yang ditargetkan dengan nilai capaian sebesar 141,67% setelah dikalikan dengan bobot indikator 100%. Hal ini menunjukkan kualitas capaian indikator ini pada Tahun 2020 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal ini disebabkan karena pembiayaan dan skema penelitian untuk Poltekkes Kemenkes Makassar masih sangat tergantung pada pembiayaan dari Pusat dalam hal ini Badan PPSDMK Kementerian Kesehatan RI. Selain itu dosen Poltekkes Kemenkes Makassar tidak dapat mengakses dan mengusulkan penelitian melalui SIMLITABMAS yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal lain yang mempengaruhi capaian indikator ini adalah belum terbiasanya dosen untuk ikut berkompetisi dalam penelitian yang dibiayai oleh dunia usaha dan dunia industri (DuDi), Pemerintah Daerah, Lembaga penelitian lain di luar kementerian, serta research grant internasional.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong capaian penelitian ini antara lain memotivasi dosen untuk melaksanakan penelitian mandiri, memberikan informasi kepada dosen terkait proyek penelitian yang dibiayai dari sumber eksternal, serta mendorong dosen untuk mengikuti berbagai kegiatan webinar untuk meningkatkan kemampuan menyusun proposal hibah penelitian. Namun demikian, kondisi pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri menghambat dosen dalam melaksanakan penelitian karena sulitnya berinteraksi dengan subjek penelitian selama masa Pandemi Covid-19.
g. IKU Persentase jumlah dosen berkualifikasi S3
Definisi operasional : Persentase Dosen Tetap Berkualifikasi S3.
Formulasi perhitungan : % πππ ππ π‘ππ‘ππ πππππ’ππππππππ π π3 = Jumlah Dosen Tetap Berkualifikasi S3
Jumlah dosen tetap pada tahun yang sama π 100%
Tabel 3.7
Capaian IKU Persentase Jumlah Dosen Berkualifikasi S3
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Persentase jumlah dosen
berkualifikasi S3 Persen 18,5 19,0 19,5 20,0 20,5 18,46 99,79
Capaian indikator ini untuk Tahun 2020 sebesar 18,46% dari target yang ditetapkan yaitu 18,5% dengan nilai capaian setelah dikalikan bobot (95%) menjadi 94,79%. Jumlah Dosen tetap Poltekkes Kemenkes Makassar dengan kualifikasi S3 pada Tahun 2020 sebesar 36 orang dari 195 orang dosen yang ada. Jika dibandingkan dengan Tahun 2019, capaian ini lebih tinggi karena pada Tahun 2019, capaian indikator ini sebesar 17,95% dari target yang ditetapkan 16,06% atau dengan capaian 106,18% setelah dikalikan dengan bobot indikator (95%).
Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan jumlah dosen S3 sebanyak 1 orang karena adanya 2 orang dosen S3 tambahan (1 pindahan dan 1 orang menyelesaikan pendidikan) dan adanya 1 orang yang memasuki masa pensiun. Jika dilihat dari persentase capaian, terlihat bahwa persentase capaian indikator ini lebih tinggi di Tahun 2019 yakni 106,18% dibandingkan dengan capaian di tahun 2020 sebesar 94,79%. Hal ini disebabkan oleh perbedaan target yang ditetapkan setiap tahun.
Namun demikian dapat terlihat bahwa pertumbuhan dosen S3 dari tahun 2019 ke tahun 2020 cukup rendah yakni hanya sebesar 0,51%. Hal ini tentu perlu didorong dengan upaya serius oleh institusi Poltekkes Kemenkes Makassar. Beberapa hal yang telah dilakukan di Tahun 2020 adalah: 1) Pemetaan kebutuhan SDM untuk mengikuti studi lanjut S3 bagi dosen, 2) Sosialisasi beasiswa tugas belajar bagi dosen, dan 3) Sosialisasi beasiswa yang bersumber dari eksternal kepada dosen, serta 4) Meningkatkan jumlah kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri dengan salah satu ruang lingkup kerjasama berupa peningkatan kualitas SDM dosen.
h. IKU Dosen yang berprestasi nasional dan internasional
Definisi operasional : Dosen yang memperoleh prestasi sesuai bidangnya yang didiubktikan dengan dokumen tertulis.
Formulasi perhitungan : Jumlah absolut dosen yang memiliki prestasi nasional dan internasional
Tabel 3.8
Capaian IKU Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Dosen yang berprestasi nasional dan internasional
Prestasi
Nasional 8 12 14 16 18 12 150
Prestasi Internasi
onal
1 4 6 8 10 4 400
Indikator Dosen yang berprestasi nasional dan internasional ini merupakan IKU Baru di Tahun 2020. Capaian indikator ini untuk Tahun 2020 sebesar 16 prestasi dari 9 target yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja (8 prestasi nasional dan 1 prestasi internasional) atau dengan Nilai capaian sebesar 190% setelah dikalikan dengan bobot sebesar 95%. Tahun 2020 Poltekkes Kemenkes Makassar dapat menunjukkan capaian Dosen 4 prestasi internasional dan 12 prestasi nasional.
Untuk Tahun 2021, Poltekkes Kemenkes Makassar menargetkan 4 prestasi internasional dan 12 prestasi nasional berdasarkan capaian di Tahun 2020. Prestasi nasional dan internasional dosen dimungkinkan dengan keterlibatan dosen sebagai mitra bestari dalam beberapa jurnal internasional dan maraknya kegiatan Webinar
internasional selama masa Pandemi Covid-19 yang memungkinkan dosen mulai terlibat dalam kegiatan nasional maupun internasional baik sebagai narasumber/pembicara maupun sebagai reviewer.
Upaya untuk mencapai target ini antara lain 1) mensosialisasikan rencana pembayaran insentif kinerja dosen yang baru dengan salah satu poin penilaian penting adalah prestasi dosen, 2) memberikan kesempatan kepada dosen untuk menjadi narasumber dalam kegiatan yang dilaksanakan di luar institusi.
i. IKU Indeks kepuasan masyarakat
Definisi operasional : Penilaian layanan oleh pihak eksternal yang dilaksanakan sesuai dengan standar (Peraturan Menpan-RB nomor 16 tahun 2014 tentang pedoman survey kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik) dengan sasaran stakeholder.
Formulasi perhitungan : Indeks hasil survey kepuasan masyarakat (skala 1-4) pada tahun 2020.
Tabel 3.9
Capaian IKU Indeks Kepuasan Masyarakat
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Indeks Kepuasan
Masyarakat Skor 3,28 3,31 3,34 3,37 3,40 3,16 96,34
Capaian indikator kepuasan masyarakat Tahun 2020 belum mencapai target yakni hanya sebesar 3,16 dari target yang ditetapkan yakni 3,28 atau dengan nilai capaian sebesar 96,34%. Jika dibandingkan dengan Capaian Indikator ini di Tahun 2019, Capaian Tahun 2019 lebih tinggi yakni 3,26 dengan nilai capaian sebesar 95,29%.
Perbedaan nilai capaian karena perbedaan bobot indikator dimana pada Tahun 2020, bobot indikator ini sebesar 100% sedangkan pada Tahun 2019, bobot indikator ini hanya 95%. Hal ini menunjukkan indeks kepuasan mahasiswa di Tahun 2019 lebih tinggi dari Tahun 2020 atau mengalami penurunan sebesar 0,10 indeks.
Hambatan yang dihadapi dalam memenuhi capaian ini karena Perubahan pembelajaran dari metode Luring ke Daring akibat Pandemi Covid-19 masih memerlukan peningkatan kemampuan SDM Dosen dan kualitas infrastruktur dan sistem informasi. Selain itu, mahasiswa belum terbiasa dengan pola layanan non tatap muka, praktik klinik pola daring, dan Praktek Kerja lapangan (PKL) pola daring. Selain itu institusi belum dapat memenuhi tuntutan mahasiswa terkait dengan pemotongan biaya kuliah selama masa pandemi Covid-19 dan mahasiswa tidak dapat mengakses sarana dan prasarana kampus sejak Bulan Maret 2020 sampai dengan akhir tahun kecuali pada beberapa kegiatan praktikum yang wajib dilaksanakan karena merupakan kompetensi inti yang harus diselesaikan sebelum menyelesaikan pendidikan pada program studinya.
Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan capaian pada indikator ini antara lain 1) Membagikan kuota data untuk mahasiswa sehingga dapat mengikuti pembelajaran online; 2) Memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19; 3) Menyediakan akun zoom premium di setiap Jurusan sebagai fasilitas untuk pembelajaran online; 4) Menyediakan layanan Wifi gratis di setiap kampus yang dapat digunakan untuk mengikuti pembelajaran online yang dapat dimanfaatkan oleh dosen yang bekerja dari kantor; dan 5) Menyediakan website Vilep/e-learning untuk menunjang pembelajaran dan interaksi mahasiswa melalui pembelajaran online.
j. IKU Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapatkan bantuan dana pendidikan Definisi operasional : Persentase mahasiswa yang berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapatkan beasiswa dan/atau potongan tarif utama.
Formulasi perhitungan : Jumlah mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang memperoleh beasiswa pada tahun berjalan
Jumlah total mahasiswa tahun 2020 π₯ 100
Tabel 3.10
Capaian IKU Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat bantuan dana pendidikan
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN
TARGET REALISASI CAPAIAN %
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2020
Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapatkan bantuan dana pendidikan
Persen 3,62 3,82 3,92 4,02 4,12 3,76 103,74
Capaian indikator ini melampaui target yang ditetapkan yakni 3,76% dari target yang ditetapkan yakni 3,62%
dengan nilai capaian setelah dikali dengan bobot indikator (95%) yakni 98,67%. Jumlah mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat beasiswa/potongan tarif sebanyak 159 orang dari 4.234 mahasiswa.
Dibandingkan dengan capaian Tahun 2019, jumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa sebesar 147 orang dari 4.306 mahasiswa atau hanya sekitar 3,41% dengan nilai capaian setelah dikali dengan bobot indikator (110%) sebesar 106,56%.
Peningkatan jumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tahun ini disebabkan karena adanya tambahan pembiayaan untuk beasiswa bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19. Perbedaan persentase capaian
yang terlihat lebih tinggi di Tahun 2019 disebabkan karena perbedaan bobot indikator dimana pada Tahun 2019 bobot indikator ini sebesar 110%, sedangkan pada Tahun 2020, bobot indikator ini ditetapkan oleh Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI sebesar 95%. Indikator ini perlu mendapatkan perhatian serius untuk Tahun 2021, karena dari dalam Manual KPI Tahun 2021, ditetapkan nilai minimal untuk Target indikator ini sebesar 20%..
k. IKU Persentase kelulusan uji kompetensi
k. IKU Persentase kelulusan uji kompetensi