Moleong (2007: 248) mengemukakan bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya dengan menjadikannya satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan apa yang dipelajari dan memutuska apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Pada analisis data kualitatif harus dilakukan dengan cara interatif serta berlansung terus menerus sehingga datanya sudah jenuh atau sampai tuntas. Menurut pendapat Sugiyono
(2009: 246) aktivitas analisis data yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion (kesimpulan).
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan tenik analisis data model Miles dan Huberman (dalam Sugiyono 2018: 246) yang membagi analisis data menjadi tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan.
Ketiga alur tersebut meliputi berikut:
1) Reduksi Data (Data Reduction)
Arikunto (2006: 216) menyatakan bahwa reduksi data yakni merangkum,memilih hal-hal yang pokok, memfokuska pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian penelitian ini peneliti akan mencari data- data yang sesuai dengan yang dibutuhkan peneliti dan dat-data yang akurat yakni berasal dari berbagai sumber, yang meliputi data primer dan sekunder.
2) Penyajian Data (Data Display)
Sugiyono (2009: 249) penyajian data dalam bentuk uraian singkat, bagan hubungan antar kategori dan sejenisnya. Sejalan dengan hal tersebut peneliti dalam menyajikan data dengan menggunakan teks yang bersifat naratif.
3) Kesimpulan (Conclusion)
Penarikan kesimpulan atau verifikasi dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan suatu obyek yang sebelumnya masih gelap atau remang-remang kemudian setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan yang interaktif atau kasual, teori atau hipotesis.
Dengan demikian peneliti akan memilah-milah menjadi satuan yang dapat dikelola, mengorganisasikan data, mencari, menemukan, dan kemudian merangkum serta menjadikan data secara singkat dan menverifikasi data tersebut untuk mengetahui pola asuh orang tua dalam
membentuk karakter sopan santun anak usia sekolah dasar di Desa Mangunrekso.
43
DAFTAR PUSTAKA
Adek. (2008). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Karakteristik Anak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, Vol 4, No. 3.
Adisusilo, S. (2014). Pembelajaran Nilai Karakter. Jakarta : Rajawali Press.
Agustiawan. (2014). Peran Keluarga dalam Membina Sopan Santun Anak.
Yogyakarta: Erlangga.
Ahmad. (1991). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
AL-Gazali, I. (2014). Membentuk Karakter Anak dari Rumah. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Asmani, J. (2012). Buku Panduan Internasional Pendidikan Karakter di Sekolah.
Yogyakarta: DIVA Press.
Azzet, A. M. (2011). Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Daradjat, Z. (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Djamarah, S. B. (2014). Pola Asuh Orang Tua dan Komunikasi dalam Keluarga.
Upaya Membangun Citra Membentuk Pribadi Anak. Jakarta: Rineka Cipta.
Jurnal Kreatif Februari 2017.
Edwards. (2012). Pola Asuh dalam Keluarga. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Euis, S. (2004). Mengasuh anak dengan Hati. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.
Pesona PAUD, Vol I, No 1.
Gunawan. (2005). Mengembangkan Pola Asuh Keluarga. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Hakim, A. (2017). Metodologi Penelitian. Bandung: CV Jejak.
Hamzah, B. (2006). Pengaruh Keterlibatan Orang Tua dan Pola Asuh terhadap di Siplin Anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia. Vol. 12, (12): 221.
Hasan. (2009). Model Pendidikan Karakter Dalam Keluarga. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Helmawati. (2014). Pendidikan Keluarga. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hurlock, E. B. (1997). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Rentang Kehidupan Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Jannah. (2007). Pola Asuh Orang Tua. Jakarta: Rineka Cipta.
Jonathan. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kay, J. (2013). Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Kanisius.
Lexy, J. M. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Lutvita. (2008). Mendidik Hati Membentuk Karakter. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Maccoby. (2007). Mengembangkan Pola Asuh Demokratis. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Moelong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda.
Mulyana, D. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Munandar, U. (1992). Pemandu Anak Berbakat Suatu Studi Penjajakan. Jakarta: CV Rajawali.
Munid , A. (2012). Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UPT UNNES Press.
Jurnal Kreatif Februari 2017.
Mustari, M. (2014). Nilai Karakter Refleksi Untuk Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.
Nuryanti, L. (2008). Psikologi Anak. Jakarta: PT Indeks.
Oetomo. (2012). Pedoman Dasar Pendidikan Budi Pekerti. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya.
Rosyandi. (2013). Pola Asuh Orangtua dan Implikasinya terhadap Pendidikan Anak.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Vol. 7, No. 1, 23-24.
Santrock, J. (2002). Perkembangan Masa Hidup Edisi ke-5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Pesona PAUD, Vol I, No 1.
Saptono. (2011). Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter: Wawasan, Strategi, dan Langkah Praktis. Yogyakarta: Erlangga.
Shapiro. (1999). Pengaruh Pola Asuh Orangtua terhadap Kemandirian dan Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia Dini. Jurnal Diskursus Islam, 28.
Shochid. (2014). Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R dan D. . Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sukmawati, D. (2017). Sopan Santun Dalam Bergaul. Jakarta: CV Indrajaya Anggota IKAPI.
Sunarty. (2016). Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter: Wawasan, Strategi, dan Langkah Praktis. Yogyakarta: Erlangga.
Suwandi, M. (2013). Nilai Karakter Refleksi Untuk Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.
Wahyudi, d. I. (2014). Peran Keluarga dalam Membina Sopan Santun Anak di Desa Galis Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan, No 2, Vol 1, 295.
Yusuf, S. (2008). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosda Karya.
Zuriah, N. (2007). Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan.
Jakarta: Bumi Aksara.
46
LAMPIRAN
JADWAL PELAKSANAAN No. Jadwal
Kegiatan
Bulan
Nov 20 Des 20 Jan 21 Feb 21 Mar 21 Apr 21 Mei 21 Jun 21 Jul 21 Agu 21 A. Persiapan 1. Observasi 2. Pengajuan
Judul
3. Penyusunan Skripsi
4. Penyusunan Intrumen
5. Seminar Proposal
6. Mengurus Perizinan
B. Pelaksanaan 1. Wawancara
dengan anak
dengan keluarga 3. Wawancara
dengan tetangga
C. Laporan 1. Penyusunan
Laporan
2. Penyusunan hasil
penelitian
3. Sidang skripsi
Lampiran 2
PEDOMAN OBSERVASI
Nama Anak :
Nama Orang Tua : Hari/tanggal :
Waktu :
No. Komponen yang Diamati Terlaksana Keterangan Ya Tidak
1. Orang tua mendidik dengan cara yang baik dan penuh dengan ketulusan.
2. Orang tua mendidik dengan keteladanan.
3. Orang tua mendidik dengan hukuman.
4. Orang tua membiasakan anak dengan sikap sopan santun.
5. Orang tua memberikan contoh sikap sopan santun.
6. Orang tua menggunakan bahasa yang sopan di depan anak.
7. Orang tua membuat peraturan dalam setiap rutinitas di rumah.
8. Anak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
9. Anak menerima segala sesuatu dengan tangan kanan.
10. Anak tidak berkata-kata kotor atau kasar.
11. Anak makan dengan menggunakan tangan kanan
12. Anak memberi salam setiap berjumpa dengan guru.
13. Anak bertegur sapa sambil tersenyum ketika berjumpa dengan tetangga.
14. Anak berbicara menggunakan unggah-ungguh dengan orang yang lebih tua.
15. Anak membungkukkan badan ketika lewat di depan orang yang lebih tua.
KONSEP PERTANYAAN
NO. KONSEP
1. Definisi pendidikan karakter 2. Arti penting pendidikan karakter 3. Definisi sopan santun
4. Sikap yang mencerminkan sopan santun
5. Cara orang tua mengajari anaknya sopan santun
6. Peranan orang tua dalam membentuk karakter sopan santun pada anaknya 7. Waktu yang tepat dalam memberikan pemahaman sopan santun
8. Aturan yang diterapkan di dalam rumah 9. Implementasi sikap sopan santun 10. Reward yang diberikan orang tua
11. Arti penting pola asuh keluarga dalam pembentukan karakter sopan santun anak
12. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter sopan santun anak
Lampiran 2A
PEDOMAN WAWANCARA (Untuk Orang Tua)
Nama Anak :
Nama Orang Tua :
Profesi :
Pendidikan Terakhir :
Usia :
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
NO. Pertanyaan Jawaban
1. Apa yang anda ketahui tentang pendidikan karakter?
2. Menurut anda seberapa pentingkah pendidikan karakter bagi anak?
3. Bagaimana upaya yang anda lakukan dalam membentuk karakter sopan santun pada anak?
4. Apa saja yang terlebih dahulu anda ajarkan kepada anak untuk menjadi
pribadi yang sopan santun?
5. Kegiatan apa saja yang anda lakukan saat berada di dalam rumah untuk upaya pembentukan karakter sopan santun pada anak?
6. Apa saja bentuk peranan yang anda berikan dalam membentuk karakter sopan santun anak?
7. Apakah anda memberikan motivasi pada anak dalam rangka membentuk karakter sopan santun?
8. Sejak kapan anda mulai menanamkan sikap sopan santun pada anak?
9. Apa saja penanaman intelektual yang anda berikan sebagai pendukung pembentukan karakter sopan santun pada anak?
10. Aturan-aturan apa saja yang anda terapkan kepada anak untuk membina karakter sopan santun?
11. Apakah anda sering sharing dengan anak dalam hal pembentukan karakter sopan santun?
12. Menurut anda, kapan waktu yang tepat dalam memberikan pemahaman pada anak tentang
karakter sopan santun?
13. Karakter sopan santun seperti apa yang anda inginkan dari diri anak anda?
14. Apa yang anda lakukan ketika anak sedang enggan untuk melakukan apa yang anda arahkan?
15. Apa yang anda lakukan agar anak mau menuruti anda?
16. Adakah reward atau hadiah yang anda berikan jika anak melakukan perbuatan yang mencerminkan sopan santun yang berkelanjutan?
Jika ada, reward atau hadiah apa yang anda berikan?
17. Menurut anda, apakah cara yang anda lakukan dalan membentuk karakter sopan santun pada anak sudah tepat untuknya?
18. Sebagai panutan, sikap sopan santun apa saja yang sudah anda ajarkan?
19. Menurut anda, seberapa penting pola asuh keluarga dalam
pembentukan karakter sopan santun pada anak?
20. Apa sajakah faktor- faktor yang mempengaruhi
pembentukan karakter sopan santun pada anak?
Lampiran 2B
PEDOMAN WAWANCARA (Untuk Anak)
Nama Anak :
Nama Orang Tua :
Kelas :
Usia :
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
NO. Pertanyaan Jawaban
1. Apa yang anda ketahui tentang sopan santun?
2. Apakah kamu sudah melakukan sikap sopan santun?
3. Sikap sopan santun seperti apa yang sudah kamu lakukan?
4. Kapan kamu mulai mengerti dan melakukan perbuatan yang mencerminkan karakter sopan santun?
5. Apakah orang tuamu mengajarimu sopan santun?
6. Aturan-aturan seperti apa yang orang tuamu terapkan di dalam rumah?
7. Kebiasaan-kebiasaan seperti apa yang orang tuamu lakukan dalam membentuk karakter sopan santun?
8. Apakah kamu senang dengan kebiasaan atau aturan yang
diterapkan di dalam rumahmu?
9. Apa yang membuatmu mau menuruti kemauan orang tuamu?
10. Apakah kamu meneladani sikap yang dilakukan oleh orang tuamu?
Lampiran 2C
PEDOMAN WAWANCARA (Untuk Tetangga Sekitar)
Nama :
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
NO. Pertanyaan Jawaban
1. Bagaimana pendapat anda mengenai keluarga ...?
2. Seperti apakah interaksi mereka dengan lingkungannya?
3. Menurut anda, apakah
keluarga ... mempunyai anak yang sopan santun?
4. Sikap sopan santun seperti apa yang pernah anda lihat pada diri anak tersebut?
5. Bagaimana interaksi anak tersebut dengan lingkungannya?
Lampiran 3
LEMBAR PENCATATAN
NO. Kegiatan Penelitian Keterangan
Kesimpulan
Lampiran 4
DAFTAR NAMA INFORMAN
NO. Nama Anak Nama Orang Tua Nama Tetangga
Sekitar 1.
Ketua RT Bapak Suwarno 2.
3.
4.