• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Deskripsi Konseptual

2.1.2 Karakter Sopan Santun

Secara etimologis, istilah karakter berasal dari Bahasa Yunani yaitu Kharassein atau Bahasa Latin yaitu Kharakter yang artinya memberi tanda (to mark), atau bahasa perancis karakter, yang artinya membuat tajam. Nuryanti (2008: 19) mengatakan dalam bahasa inggris yaitu character, memiliki arti watak, karakter, sifat, peran, dan huruf. Menurut pendapat Azzet (2011: 16) karakter berarti a distinctive differentiating mark ( tanda atau sifat yang membedakan seseorang dengan orang lain).

Karakter tidak diwariskan, namun sesuatu yang dibangun secara berkesinambungan hari demi hari melalui pikiran dan perbuatan, pikiran demi pikiran, dan tindakan demi tindakan. Asmani (2014: 41) mengatakan bahwa karakter yakni sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Karakter ada dua pengertian yaitu yang pertama bersifat deterministik yang berarti sekumpulan kondisi rohaniah pada diri kita yang sudah di anugerahi sejak lahir (given), yang kedua bersifat dinamis yaitu sebagi tingkat kekuatan atau ketangguhan seorang dalam upaya mengatasi kondisi rohaniah yang sudah given menurut pendapat Saptono (2011: 18).

Sejalan dengan pendapat para ahli tersebut, maka peneliti menyimpulkan bahwa karakter yaitu cara berpikir dan berperilaku yang dimikili setiap individu yang terbentuk dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Dapat juga diartikan sebagai watak atau ciri khas seseorang yang sudah melekat dalam diri yang dapat membuatnya bersikap dan bertindak secara otomatis.

2.1.2.2 Macam-Macam Karakter Anak

Menurut Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional (2010: 9-10), macam-macam bentuk karakter sebagai berikut:

1) Religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan agama lain.

2) Jujur adalah perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3) Toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4) Disiplin adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5) Kerja keras adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagi hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

6) Kreatif adalah berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7) Mandiri adalah sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8) Demokratis adalah cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya serta orang lain.

9) Rasa ingin tahu adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, serta didengar.

10) Semangat kebangsaan adalah cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri serta kelompoknya.Percaya diri adalah sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.

11) Cinta tanah air adalah cara berpikir, bersikap, serta berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, maupun politik bangsa.

12) Menghargai prestasi adalah sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13) Bersahabat atau komunikatif adalah tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

14) Cinta damai adalah sikap, perkataan, atau tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

15) Gemar membaca adalah kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif adalah berpikir serta melakukan sesuatu berdasarkan kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara baru dari apa yang telah dimiliki.

16) Peduli lingkungan adalah sikap atau tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, serta mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17) Peduli sosial adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18) Tanggung jawab adalah sikap atau perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara maupun Tuhan Yang Maha Esa.

Berdasarkan pendapat tersebut disimpulkan bahwa karakter setidaknya memiliki delapan belas macam. Delapan belas karakter yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Dari karakter-karakter tersebut harus diterapkan atau ditanamkan pada setiap individu sehingga akan berdampak positif pada kehidupan sehari-hari.

2.1.2.3 Pengertian Sopan Santun

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sopan santun berasal dari dua kata yakni sopan dan santun. Sopan yang berarti hormat dengan tak lazim (akan, kepada) tertib menurut adab yang baik. bisa juga dikatakan sebagai cerminan kognitif (pengetahuan). Sementara itu santun artinya halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya), sopan sabar, dan tenang. Bisa juga diartikan cerminan psikomotorik (penerapan pengetahuan sopan ke dalam suatu tindakan).

Sunarty (2016: 143) sopan santun bermakna bahwa seseorang bukan saja tidak menganggap dirinya lebih tinggi daripada orang lain, melainkan mengganggap orang lain lebih baik dari dirinya.

Sopan santun merupakan peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok seseorang menurut pendapat Adisusilo (2014: 54). Sopan santun bisa terbentuk dari pembiasaan masyarakat di daerah tertentu yang pada umumnya tidak tertulis, namun menjadi kebiasaan lisan, jika mana dilanggar akan mendapat cemooh dari masyarakat, namun bila ditaati akan mendapat pujian dari masyarakat. Sejalan dengan pendapat Oetomo (2012: 20) sopan ialah sikap hormat dan beradap dalam perilaku, santun dalam tutur kata, budi bahasa dan kelakuan yang baik sesuai dengan adat istiadat dan budaya setempat yang harus kita lakukan. Sementara menurut pendapat Mustari (2014: 129) santun ialah sifat yang halus dan baik hati dari sudut pandang tata bahasa maupun tata

perilakunya ke semua orang. Kesantunan bisa mengorbankan diri sendiri demi masyarakat atau orang lain. Demikian karena orang-orang itu sudah mempunyai aturan solid, yang setiap kita hanya kebagian untuk itu saja. Itulah inti bersifat santun, yaitu perilaku interpersonal sesuai tata norma dan adat istiadat setempat.

Zuriah (2007: 71) mengemukakan bahwa sopan santun yakn suatu tata cara atau aturan yang turun-temurun dan berkembang dalam suatu budaya masyarakat, yang bermanfaat dalam pergaulan dengan orang lain, agar terjalin hubungan yang akrab, saling pengertian , hormat-menghormati menurut adat yang telah ditentukan. Istilah dalam bahasa jawa sopan santun memiliki arti yaitu perilaku seseorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai ungah-ungguh.

Dari beberapa pendapat-pendapat ahli disimpulkan bahwa sopan santun ialah perilaku atau sikap seseorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai, menghargai, menghormati dan berakhlak mulia yang biasanya sebagai norma tidak tertulis namun mengatur bagaiman kita bersikap dan berperilaku. Sopan santun merupakan sifat lemah lembut yang di miliki seseorang yang dapat dilihat dari sudut pandang tingkah laku maupun bahasa yang diperlihatkan dalam kehidupan sehari-harinya.

2.1.2.4 Indikator Sopan Santun

Wahyudi dan I made Arsana (2014: 295) mengemukakan bahwa karakter sopan santun ialah sikap dan perilaku yang tertib sesuai dengan adat atau norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Norma sopan santun adalah suatu peraturan hidup yang timbul dari pergaulan sekelompok orang. Norma kesopanan bersifat relatif, yang berarti apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda diberbagai tempat, waktu, dan lingkungan.

Contoh beberapa norma kesopanan atau yang sering dinamakan dengan indikator karakter sopan santun menurut pendapat Wahyudi dan I made Arsana (2014: 295), meliputi:

1. Menghormati orang yang lebih tua.

2. Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan sombong.

3. Menerima segala sesuatu selalu dengan menggunakan tangan kanan.

4. Tidak meludah disembarang tempat.

5. Memberikan salam setiap berjumpa dengan guru.

6. Menghargai pendapat orang lain.

Dalam kehidupan bersosialisasi antar sesama manusia sudah tentu memiliki norma-norma dalam melakukan hubungan dengan orang lain. Sehingga hal ini sopan satun dapat memberikan banyak pengaruh maupun manfaat yang baik terhadap diri sendiri serta kehidupan orang lain. Menurut pendapat Suryani (2017: 119) indikator sopan santun sebagai berikut:

1. Berbicara tidak lantang atau keras.

2. Bersikap baik pada saat bersama orang lain saat bertingkah laku maupun berbicara.

3. Tidak berkata kotor.

4. Tidak menyela saat orang lain sedang berbicara.

5. Penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Jadi dapat di simpulkan bahwa indicator sopan saantun dalam penelitian ini ialah menhargai dan menghormati orang lebih tua, jika bertemu dengan tentangga maupun guru bertegur sapa sambil tersenyum, jika menerima segala sesuatu menerimanya dengan tanggan kanan, makan dan minum menggunakan tanggan kanan, menyayangi yang lebih muda, berbicara dengan menggunakan kata-kata yang baik atau tidak berkata kotor, jika berjalan melewati orang yang lebih tua harus sambil membungkukkan badan dan mengucapkan “amit pak/bu atau permisi”, serta dapat berbicar dengan unggah-ungguh dengan orang lebih tua. Baik buruknya sikap seseorang juga dapat mempengaruhi perilaku sopan santun orang lain. Perilaku sopan santun dapat memperlihatkan pribadi yang baik serta menghormati siapa saja. Apalagi dari cara tutur bicaranyapun orang bisa

melihat kesopanan itu. Untuk itu sikap sopan santun harus diterapkan sejak dini pada setiap diri individu, akan tetapi tergantung cara mereka dalam mengembangkan.

Dokumen terkait