• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4. PROSES MAGANG DI KONSULTAN LANSKAP

4.3 Analisis Proses Perancangan

Menurut Ingels (2004) rangkaian keputusan merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh arsitek lanskap maupun arsitek dalam menafsirkan kebutuhan klien dan keinginannya berikut dengan beragam karakteristik pada tapak sehingga cocok satu sama lain. Proses desain dianalogikan sebagai proses yang memiliki siklus yang terus berlangsung tanpa henti untuk mencapai kepuasan yang lebih dari sebelumnya (Gambar 5).

Proses perancangan proyek pada Konsultan Lanskap Oemardi_zain memiliki kesamaan dengan proses perancangan menurut Booth (1983). Perbedaan diantara keduanya terletak pada perbedaan istilah dan kelengkapan proses pengerjaan (Gambar 6). Pada proses perancangan Booth, studi analisis terdiri atas

Siklus berlanjut

Tahap awal harapan klien

Gambar 5. Siklus Desain Lanskap (proses) (Ingels, 2004)

Siklus berlanjut

Level pertama ekspetasi klien

Kebutuhan dan keinginan

klien tahap berikutnya Proses Lanskap

Lingkungan baru lainnya

Kebutuhan dan keinginan awal klien

tahapan persiapan peta dasar, inventarisasi dan analisis, wawancara dengan klien dan pengembangan program sedangkan pada proses perancangan Oemardi_zain inventarisasi tidak dilakukan langsung ke tapak melainkan bersumber dari data arsitek dan owner. Selain itu metode analisis Konsultan Lanskap Oemardi_zain dilakukan secara quick analysis yang dipimpin oleh direktur beserta project manager dan tim pada studio.

Pada tahap desain Booth melalui proses yang melibatkan diagram fungsi ideal, diagram hubungan tapak, peta konsep, studi bentuk perancangan,

preliminary design, master plan, schematic design dan design development

sedangkan pada Konsultan Lanskap Oemardi_zain berupa konsep yang melibatkan gabungan dari proses Booth.

Pada tahap gambar kerja Booth terdiri atas layout plan, grading plan, planting plan dan contructions detail sedangkan pada Working Drawing

Konsultan Lanskap Oemardi_zain pada Gallery West mencakup semua kecuali

grading plan. Pada tahap implementation, post contruction evaluation dan

maintenance Booth berbeda dengan pelaksanaan dan pemeliharaan Konsultan Lanskap Oemardi_zain. Pada tahap akhir ini Konsultan Lanskap Oemardi_zain sebagai konsultan desain lanskap tidak ikut melakukan proses pemeliharaan langsung ke tapak.

Pada proses perancangan (desain) pada proyek Gallery West terjadi siklus yang sama yaitu terjadi hubungan komunikasi antara pihak klien dan konsultan yang diwakili oleh project manager yang berlangsung secara bertahap pada tiap proses mulai dari penerimaan proyek hingga tahap pengembangan desain secara

intense (rutin) dan terus menerus sehingga tercipta desain yang sesuai dengan kebutuhan klien. Komunikasi antar klien dan arsitek lanskap dilakukan melalui media komunikasi telepon, email, fax maupun meeting sehingga proses desain dapat dipantau oleh klien perkembangannya.

Pada tahap proses perancangan proyek Gallery West terdapat kekurangan atau tahap yang tidak dilakukan oleh Konsultan Lanskap Oemardi_zain yaitu tahap riset dan analisis tapak secara langsung. Tahap riset dan analisis pada proyek Gallery West dilakukan secara quick analysis yaitu proses menganalisis secara cepat pada kondisi tapak yang didapat dari data yang diberikan oleh arsitek

Gambar 6. Perbandingan Proses Perancangan Booth (1983) dan Konsultan Lanskap Oemardi_zain (2012)

dan owner. Hal tersebut dilakukan untuk menghemat tenggat waktu dalam melaksanakan tahapan kerja lainnya. Secara singkat proses perancangan Gallery West meliputi tahap :

1. Penerimaan Proyek (Project Acceptance)

Pada tahap ini AKR Land selaku owner dan pengembang Wisma AKR memilih Konsultan Lanskap Oemardi_zain sebagai konsultan desain lanskap dalam proyek Gallery West. Selanjutnya klien menyampaikan keinginan dan syarat kerja. Pada tahap ini pihak konsultan lanskap merumuskan proposal yang berisi ruang lingkup area perancangan lanskap yang telah disepakati dengan klien berupa produk rencana gambar dan estimasi biaya awal. Selanjutnya klien beserta konsultan lanskap

(Booth) (Oemardi_zain) Project Acceptance Studi Analisis Desain Gambar Kerja (Construction Drawings) Pelaksanaan (implementation) Post construction evaluation Maintenance Penerimaan proyek dan persiapan Inventarisasi dan Analisis Konsep Design Development Working Drawing (detail) Pelaksanaan dan pemeliharaan

merumuskan program kerja dan biaya untuk kegiatan jangka panjang termasuk rapat rutin bersama konsultan lainnya.

2. Riset dan Analisis

Tahap ini merupakan kegiatan survey lokasi dan analisis area tapak. Pada umumnya kegiatan riset tidak dilakukan langsung ke tapak namun mengandalkan data CAD site plan dari arsitek bangunan maupun foto sekunder dari owner. Sedangkan untuk tahap analisis, Konsultan Lanskap Oemardi_zain melakukan quick analysis yang dirumuskan direktur beserta project manager dan tim proyek untuk menghasilkan konsep lanskap dan desain pada tapak.

3. Konsep Desain (Design Concept)

Pada tahap awal ini kegiatan pembuatan konsep desain sudah meliputi tahap quick analysisis pada tapak sehingga tercipta konsep yang sesuai dengan konsep utama dari arsitek. Pembuatan konsep lanskap (desain) disesuaikan dengan konsep dari arsitek dan keinginan dari owner. Pada tahap ini melalui presentasi dan design review dengan pihak klien

sehingga terbentuk Final Design Concept (Report 1) yang didalamnya sudah terbentuk Konsep dan Prinsip Desain (design key drive), Kerangka Desain, Objectives dan Visioning untuk pengerjaan pada tahap selanjutnya.

4. Pengembangan Desain (Design Development)

Design Development merupakan tahap pengembangan dari Design Concept. Pada tahap ini pengerjaan studio dengan menggunakan software AutoCad menyajikan gambar lengkap plan, gambar section (potongan),

gambar detail, pemilihan material hardscape dan softscape yang digambarkan dalam skala yang beragam. Tahap akhir pada DD (Design Development) menghasilkan Final Design Development (Repot 2) yang meliputi Denah Desain Skematik, Diagram Sistematik yang terbagi atas komponen hijau, struktur, air dan sistem sirkulasi, Program dan Aktivitas, Potongan dan Denah Parsial, Image Precedent, Planting Strategy,

Material Strategy. Pada tahap ini, terjadi penyesuaian-penyesuaian desain lebih lanjut oleh pihak-pihak lain yang terkait proyek seperti klien, arsitek,

Civil & structural engineer, MEP engineer, Quantity surveyor dan pihak lainnya.

5. Gambar Kerja (Working Drawing)

Pada tahap Gambar Kerja, pengerjaan gambar di studio merupakan lanjutan dari DD (Design Development). Pada tahap ini, pengerjaan gambar memasuki tahap akhir dan gambar detail dijelaskan secara lebih lengkap. Adapun hasil akhir berupa Final Working Drawing (Report 3)

yang terdiri atas Gambar Denah Lanskap/Referensi, Denah Level dan Grading, Denah Penanaman, Denah Dimensi dan Material, Denah

Lighting, Denah Drainasi dan Irigasi, Denah Parsial, Tampak dan Potongan dan Detail.

6. Dokumentasi

Pada tahap akhir terdapat penyerahan dokumentasi tender oleh Konsultan Lanskap Oemardi_zain yang terdiri atas keseluruhan gambar kerja sesuai Surat Perintah Kerja, skedul material, spesifikasi teknis, BoQ

(Bill of Quantity). Dokumen tender akan digunakan kemudian oleh kontraktor dalam proses pengerjaan proyek tersebut selanjutnya.

Dokumen terkait