STRATEGI W – T Ciptakan strategi yang
7.4 Analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM)
Tahap akhir dari analisis formula strategi adalah pemilihan strategi tebaik dengan menggunakan analisis QSPM. Sumber dalam analisis ini adalah pimpinan perusahaan. Tujuh alternatif strategi yang diperoleh dalam analisis SWOT kemudian disederhanakan menjadi lima strategi yang benar-benar relevan dengan kondisi Restoran Canary dan kemungkinan mampu dilaksanakan oleh perusahaan dengan sumberdaya yang dimiliki saat ini.
Penyederhanaan ini bertujuan agar memudahkan semua pihak perusahaan dalam menentukan strategi yang terbaik berdasarkan analisis QSPM, karena selama ini strategi Restoran Canary belum memfokuskan pada pendapatan individu. Hal ini
dapat diketahui event-event atau promosi belum menenkankan untuk tamu individu atau masyarakat umum, berbagai promosi yang dilakukan misalnya : meeting package, weekend promo, executive floor, berbeque party, dimsum dan mongolian party, serta promosi lain yang lebih menekankan pendapatan pada tamu grup. Selain itu belum dipisahkannya laporan keuangan antara tamu individu dengan tamu grup, sehingga belum diketahui keuntungan optimal yang bisa diperoleh dari pendapatan tamu individu saja. Berdasarkan hasil penilaian manajemen Restoran Canary, maka ketujuh strategi yang dapat dapat diliah pada Tabel 12.
Tabel 12. Tujuh Alternatif Strategi Restoran Canary
No Alternatif Strategi
Nilai TAS Peringkat
1
Meningkatkan variasi menu dan mempertahankan cita rasa masakan. Hal ini dapat dilakukan dengan
mempertahankan kualitas produk dan cita rasa,
sehingga memberikan nilai tambah pada pelanggan dan meningkatkan jumlah pembelian
4.932 III
2 Menyajikan berbagai menu sesuai permintaan gaya hidup konsumen
3.724 VI
3
Meningkatkan promosi Restoran Canary terutama pada tamu hotel. Saat ini yang berkunjung di Restoran Canary sebagian besar tamu yang menginap di Hotel Mirah. Promosi sangat penting dilakukan untuk memperluas pangsa pasar
5.534 II
4 Mengoptimalkan perkembangan Restoran Canary untuk membangkitkan bisnis restoran di Hotel Mirah.
3.804 V
5
Meningkatkan karyawan yang terlatih dan
berpengalaman, serta mempertahankan kerjasama dan manajemen yang solid dalam menghadapi ancaman persaingan yang relatif tinggi
3.515 VII
6
Meningkatkan pendapatan tamu individu dan mempertahankan pendapatan tamu grup untuk menghadapi kenaikan harga BBM dan bahan baku makanan.
5.761 I
7
Memisahkan pencatatan keuangan antara pendapatan tamu grup (banquette sales) dengan tamu individu (ala carte sales), untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi ancaman persaingan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan Restoran Canary dalam menghadapi persaingan tanpa adanya tamu grup.
Berdasarkan peringkat dari ketujuh strategi alternatif hasil analisis QSPM, maka strategi tersebut dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Meningkatkan pendapatan tamu individu dan mempertahankan pendapatan tamu
grup untuk menghadapi kenaikan harga BBM dan bahan baku makanan. a. Dengan memberikan menu masakan tradisional.
b. Menyajikan berbagai paket menu makanan, terutama untuk tamu individu, yang disesuaikan dengan kondisi dan bulan-bulan tertentu, misalnya dimsum party, barbeque party, dan lain-lain.
c. Tetap mempertahankan tamu grup dengan terus meningkatkan promosi yang sudah berjalan (sales call) terutama pada segmentasi pasar terbesar misalnya instansi pemerintahan.
d. Memaksimalkan sajian makanan tamu grup yang bisa juga disajikan untuk tamu individu.
2. Meningkatkan promosi Restoran Canary terutama pada tamu hotel. Saat ini yang berkunjung di Restoran Canary sebagian besar tamu yang menginap di Hotel Mirah. Promosi sangat penting dilakukan untuk memperluas pangsa pasar.
a. Membuat promosi Restoran Canary untuk masyarakat secara umum, dengan menggunakan media cetak atau media elektronik.
b. Membuat paket makan untuk tamu hotel oleh Restoran Canary, tetapi tetap dengan menambahkan biaya bahan restoran pada harga paket makan.
3. Meningkatkan variasi menu dan mempertahankan cita rasa masakan. Hal ini dapat dilakukan dengan mempertahankan kualitas produk dan cita rasa, sehingga memberikan nilai tambah pada pelanggan dan meningkatkan jumlah pembelian.
a. Menjaga bahan baku makanan tetap higienis, sehingga tidak merubah cita rasa masakan.
b. Memiliki juru masak yang terlatih dan berpengalaman. c. Menyediakan makanan dengan mengutamakan selera tamu.
4. Memisahkan pencatatan keuangan antara pendapatan tamu grup (banquette sales) dengan tamu individu (ala carte sales), untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi ancaman persaingan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan Restoran Canary dalam menghadapi persaingan tanpa adanya tamu grup.
a. Dengan menggunakan software accounting untuk memisahkan pencatatan keuangan.
b. Menambah satu divisi yang mencatat keuangan Restoran Canary secara terpisah.
5. Mengoptimalkan perkembangan Restoran Canary untuk membangkitkan bisnis restoran di Hotel Mirah.
a. Menambah fasilitas tamu individu yang datang di Restoran Canary. b. Promosi yang dilakukan lebih fokus terhadap Restoran Canary 6. Menyajikan berbagai menu sesuai permintaan gaya hidup konsumen.
a. Gaya hidup konsumen yang salah satunya menuntut keparaktisan, sehingga menu yang disajikan praktis dan tidak membutuhkan waktu yang lama saat penyajiannya.
b. Memberikan pilihan menu rendah kalori, menu vegetarian dan menu-menu khusus yang lain.
7. Meningkatkan karyawan yang terlatih dan berpengalaman, serta mempertahankan kerjasama dan manajemen yang solid dalam menghadapi ancaman persaingan yang relatif tinggi.
a. Memberikan pelatihan kepada karyawan baru serta meningkatkan kerjasama yang solid dengan selalu mengevaluasi kinerja karyawan.
b. Memberikan penghargaan, bonus, dan promosi jabatan bagi karyawan yang berprestasi.
c. Menerima karyawan dengan kualifikasi sesuai bidang restoran, baik dalam pelayanan dan penyajian produk
Berdasarkan analisis QSPM pada Lampiran 6, strategi-strategi tersebut dapat diperingkatkan sesuai dengan jumlah total nilai daya tarik. Semakin tinggi total nilai daya tarik menunjukkan strategi itu semakin menarik dengan mempertimbangkan semua faktor sukses kritis eksternal dan internal relevan yang dapat mempengaruhi keputusan strategi.
Meningkatkan pendapatan tamu individu dan mempertahankan pendapatan tamu grup untuk menghadapi kenaikan harga BBM dan bahan baku makanan merupakan prioritas utama perusahaan dalam melaksanakan alternatif strategi yang telah diformulasikan dengan jumlah Total Alternatif Strategi (TAS) sebesar 5.761. Meningkatkan promosi Restoran Canary terutama pada tamu hotel. Promosi sangat penting dilakukan untuk memperluas pangsa pasar. Menempati urutan kedua sebagai prioritas strategi perusahaan dengan nilai TAS 5.534.
Manajemen keuangan digunakan oleh pengambil keputusan untuk mengetahui peluang yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan internal maupun eksternal. Pengambilan keputusan dalam melakukan suatu kegiatan, maka harus mengetahui efek terhadap pendapatan dan biaya. Efek tersebut merupakan perubahan pendapatan dan biaya yang akan dipertimbangkan oleh beberapa parameter yaitu Margin Contribution, Break Event Point, Margin of Safety, Shut Down Point, dan Degree of Operating Leverage.
Perubahan pendapatan dan biaya yang dipengaruhi kondisi lingkungan internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan, serta faktor eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman, akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategi terbaik. Keempat faktor tersebut saling berkaitan erat dan tidak dapat berdiri sendiri serta saling mempengaruhi satu dengan lainnya.
Berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal yang telah dilakukan, dibangun pula sebuah matriks SWOT yang bertujuan untuk mengembangkan alternatif strategi untuk Restoran Canary yaitu : menyesuaikan kekuatan internal dengan peluang eksternal untuk memperoleh strategi S – O. Menyesuaikan kelemahan internal dengan peluang eksternal untuk memperoleh strategi W – O. Menyesuaikan kekuatan internal dengan ancaman eksternal untuk memperoleh strategi S – T. Terakhir dengan menyesuaikan kelemahan internal dan ancaman eksternal untuk memperoleh strategi W – T. Hasil tersebut yang nantinya akan diperoleh strategi terbaik untuk pengambilan keputusan melalui Analisis QSPM, yang disesuaikan dengan interpretasi dari analisis keuangan laba
jangka pendek Restoran Canary Strategi. Hasil analisis strategi tersebut dituangkan sebagai implikasi kebijakan untuk pengembangan Restoran Canary sebagai berikut :
8.1 Strategi S-O
Hasil analisis QSPM strategi alternatif meningkatkan variasi menu dan mempertahankan cita rasa masakan untuk mempertahankan pelanggan. Strategi ini menempati urutan ketiga yaitu dengan nilai TAS 4.932. Strategi ini sebaiknya dilakukan untuk semua tamu, baik tamu individu maupun tamu grup, karena pendapatan dari tamu individu maupun grup sudah dapat menutupi biaya-biaya yang telah dikeluarkan. Sedangkan peningkatan variasi menu dan menyajikan berbagai menu sesuai permintaan dan gaya hidup konsumen menempati urutan keenam yaitu dengan nilai TAS 3.724. Variasi menu dan citarasa menjadi kekuatan dari Restoran Canary, sehingga yang dapat dilakukan oleh Restoran Canary dapat menambah menu masakan sunda atau tradisional lainnya, karena berdasarkan laporan Restoran Canary lebih banyak menyajikan menu masakan internasional.
8.2 Strategi S-T
Hasil analisis QSPM strategi S-T bukan merupakan strategi alternatif yang harus dilakukan oleh Restoran Canary. Adapun strategi tersebut adalah meningkatkan karyawan yang terlatih dan berpengalaman, serta mempertahankan manajemen yang solid dalam menghadapi ancaman persaingan usaha restoran yang relatif tinggi. Strategi ini menempati urutan ketujuh yaitu dengan nilai TAS 3.515. Selama ini karyawan yang terlatih dan berpengalaman merupakan kekuatan
dalam menciptakan produk yang berkualitas dan manajemen yang solid merupakan kekuatan yang harus terus dilaksanakan dan dipertahankan, dengan cara memberikan pelatihan kepada karyawan baru serta meningkatkan kerjasama yang solid dan hasil yang berkualitas yaitu dengan selalu mengevaluasi kinerja dan hail kinerja, sehingga Restoran Canary dapat berjalan dengan baik dalam produksi. Hasil analisis keuangan jangka pendek menunjukkan DOL dari tamu Grup lebih besar dari pada tamu individu. Hal ini menunjukkan bahwa laba yang diperoleh dari tamu grup dapat digunakan untuk melakukan pelatihan kepada karyawan-karyawan Restoran Canary.
8.3 Strategi W-O
Hasil analisis QSPM Strategi W-O yang harus dilakukan Restoran Canary adalah Meningkatkan Promosi Restoran Canary terutama pada tamu hotel. Saat ini yang berkunjung di Restoran Canary sebagian besar tamu yang menginap di Hotel Mirah. Promosi sangat penting dilakukan untuk memperluas pangsa pasar. Strategi ini menempati urutan kedua yaitu dengan nilai TAS 5.534.
Kegiatan promosi termasuk ke dalam biaya variabel. Hasil analisis keuangan jangka pendek menunjukkan DOL dari tamu Grup lebih besar dari pada tamu individu. Hal ini menunjukkan bahwa setiap satu persen kenaikan pendapatan penjualan tamu individu akan mengakibatkan kenaikan 1.15 persen laba bersih usaha, sehingga laba yang diperoleh dari tamu grup dapat digunakan untuk melakukan promosi yang berorientasi pada tamu individu. Promosi yang dilakukan Restoran Canary ini sebaiknya pada lebih menekankan kepada masyarakat umum dengan menggunakan media massa atau pemasangan spanduk.
Strategi berikutnya yaitu mengoptimalkan perkembangan Restoran Canary untuk membangkitkan bisnis restoran di Hotel Mirah. Hasil analisis QSPM strategi ini merupakan urutan yang ke lima yaitu dengan nilai TAS 3.804. Mengoptimalkan perkembangan restoran dapat dilakukan dengan melihat titik impas yang kecil, karena pengembalian laba yang cepat dapat digunakan untuk pengembangan restoran Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan dan menambah perlengkapan sarana untuk tamu individu, selain memanfaatkan fasilitas dari tamu grup. Menambah beberapa fasilitas merupakan investasi bagi Restoran Canary itu sendiri. Penambahan investasi tersebut berpengaruh terhadap nilai akumulasi penyusutan pada laporan keuangan. Hal ini dapat diketahui dari nilai titik impas. Titik impas yang terkecil pada tamu grup sebesar Rp. 59.163.725,- yang menunjukkan bahwa kondisi Restoran Canary untuk tamu grup pada saat itu semakin mudah dalam merealisasikan laba, sehingga dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dan kelengkapan sarana untuk investasi bagi Restoran Canary.
8.4 Strategi W-T
Meningkatkan pendapatan tamu individu dan mempertahankan pendapatan tamu grup untuk menghadapi kenaikan harga BBM dan bahan baku makanan. Hasil analisis QSPM strategi ini merupakan strategi utama yaitu dengan nilai TAS 5.761, Hal ini dapat dilakukan dengan mempertahankan paket meeting dan meningkatkan pelayanan pada tamu individu yang datang untuk makan. Meningkatkan pendapatan tamu individu dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas produksi lama, dalam hal ini fasilitas untuk tamu grup dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan usaha yang berorientasi pada tamu individu.
Memisahkan pencatatan keuangan antara pendapatan tamu grup (banquette sales) dengan tamu individu (ala carte sales), untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi ancaman persaingan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan Restoran Canary dalam menghadapi persaingan tanpa adanya tamu grup. Hasil analisis QSPM strategi ini merupakan urutan ke empat yaitu dengan nilai TAS 4.827. Restoran Canary merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar yang diberikan kepada Hotel Mirah, sehingga untuk mengetahui perkembangan Restoran Canary salah satunya dengan mengetahui laporan keuangan. Pemisahan laporan keuangan tersebut merupakan salah satu dasar yang digunakan manajemen untuk mengetahui perolehan laba, yang merupakan salah satu kekuatan dalam menghadapi persaingan.
Kedua strategi alternatif tersebut berhubungan dengan pendapatan penjualan dan biaya variabel. Pendapatan penjualan dipengaruhi dari pendapatan tamu grup dan pendapatan tamu individu, sedangkan biaya variabel dipengaruhi oleh adanya proses pemisahan laporan keuangan yang memerlukan tambahan perlengkapan. Pendapatan penjualan dan biaya variabel mempengaruhi nilai laba kontribusi. Nilai laba kontribusi terbesar pada tamu grup sebesar Rp. 186,033,244,- hal itu berpengaruh terhadap laba Restoran Canary, sehingga peningkatan laba tersebut dapat dialokasikan untuk penambahan perlengkapan dalam pemisahan pencatatan keuangan, misalnya penambahan software accounting.
9.1 Kesimpulan
a. Kinerja keuangan Restoran Canary yang terintegrasi dengan manajemen keuangan Hotel Mirah menunjukkan bahwa pendapatan dari tamu individu bagus, sehingga kegiatan untuk memisahkan tamu individu dengan tamu grup dapat terus dilanjutkan. Strategi yang digunakan Restoran Canary adalah meningkatkan pendapatan tamu individu dan mempertahankan pendapatan tamu grup dengan memanfaatkan fasilitas produksi lama, dalam hal ini fasilitas untuk tamu grup.
b. Strategi alternatif utama yang dapat diterapkan Hotel Mirah untuk pengembangan Restoran Canary yaitu meningkatkan pendapatan tamu individu dan mempertahankan pendapatan tamu grup untuk menghadapi kenaikan harga BBM dan bahan baku makanan. Hasil matriks IE, menunjukkan posisi Restoran Canary berada pada posisi growth and build strategi yang dapat dikembangkan adalah strategi strategi intensif yaitu strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. c. Implikasi kebijakan yang dapat dilakukan oleh Hotel Mirah untuk
pengembangan Restoran Canary berdasarkan analisis laporan keuangan jangka pendek dan analisis manajemen strategi adalah :
• Strategi S-O adalah meningkatkan variasi menu dan mempertahankan cita rasa masakan yang dapat mempertahankan pelanggan. Hasil analisis QSPM Strategi ini menempati urutan ketiga yaitu dengan nilai TAS 4.932. Sedangkan peningkatan variasi menu dan menyajikan berbagai menu sesuai permintaan dan gaya hidup konsumen menempati urutan keenam
yaitu dengan nilai TAS 3.724. Strategi ini dapat dilakukan dengan menambah menu masakan sunda atau tradisional lainnya. Sedangkan Promosi perlu ditingkatkan selain untuk masyarkat umum dengan menggunakan media massa atau pemasangan spanduk.
• Strategi S-T adalah meningkatkan karyawan yang terlatih dan berpengalaman, serta mempertahankan manajemen yang solid dalam menghadapi ancaman persaingan usaha restoran yang relatif tinggi. Strategi ini menempati urutan ketujuh yaitu dengan nilai TAS 3.515. DOL dari tamu Grup lebih besar dari pada tamu individu. Hal ini menunjukkan bahwa laba yang diperoleh dari tamu grup dapat digunakan untuk melakukan pelatihan kepada karyawan-karyawan Restoran Canary.
• Hasil analisis QSPM Strategi W-O adalah Meningkatkan Promosi Restoran Canary terutama pada masyarakat umum, dengan nilai TAS 5.534. Kegiatan promosi termasuk ke dalam biaya variabel. Hasil analisis keuangan jangka pendek menunjukkan DOL dari tamu Grup lebih besar yaitu 1.15 persen, sehingga laba yang diperoleh dari tamu grup dapat digunakan untuk melakukan promosi yang berorientasi pada tamu individu. Strategi berikutnya yaitu mengoptimalkan perkembangan Restoran Canary untuk membangkitkan bisnis restoran di Hotel Mirah. Hasil analisis QSPM strategi memperoleh nilai TAS 3.804. Pengembangan restoran dapat dilakukan dengan melihat titik impas yang kecil, karena pengembalian laba yang lebih cepat yaitu pada tamu grup sebesar Rp. 59.163.725,-,. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan
perbaikan dan menambah perlengkapan sarana untuk tamu individu, selain memanfaatkan fasilitas dari tamu grup.
• Strategi W-T adalah Meningkatkan pendapatan tamu individu dan mempertahankan pendapatan tamu grup untuk menghadapi kenaikan harga BBM dan bahan baku makanan. Hasil analisis QSPM strategi ini memeperoleh nilai TAS 5.761. Hal ini dapat dilakukan dengan mempertahankan paket meeting dan meningkatkan pelayanan pada tamu individu yang datang untuk makan. Strategi berikutnya memisahkan pencatatan keuangan antara pendapatan tamu grup dengan tamu individu. Kedua strategi tersebut berhubungan dengan pendapatan penjualan dan biaya variabel Restoran Canary, sehingga mempengaruhi nilai laba kontribusi. Nilai laba kontribusi terbesar pada tamu grup sebesar Rp.186,033,244,-. Peningkatan laba pada tamu grup dapat dialokasikan untuk penambahan perlengkapan dalam pemisahan pencatatan keuangan, misalnya penambahan software accounting.
9.2 Saran
a. Meningkatkan laba kontribusi, titik penutupan usaha, dan DOL dari tamu individu Restoran Canary sebaiknya meningkatkan promosi dan menambah variasi menu khususnya untuk tamu individu. Biaya variabel ditekan dengan cara mengurangi biaya operasional restoran untuk tamu individu, dengan tidak mengurangi mutu produk yang disajikan kepada tamu individu.
b. Meningkatkan rasio laba kontribusi, titik impas, dan MoS dari tamu grup Restoran Canary sebaiknya terus mempertahankan pendapatan tamu grup dengan melakukan promosi dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang ada,
serta menekan biaya variabel bahan baku dengan memperhatikan proporsi permintan tamu, sehingga tidak banyak membuang bahan baku yang sudah diolah atau masakan yang disajikan.
c. Meningkatkan variasi menu Restoran Canary sebaiknya dengan menambah masakan sunda
d. Promosi Restoran Canary sebaiknya dilakukan dengan menggunakan media massa atau spanduk.
e. Pengembangan Restoran Canary sebaiknya dilakukan dengan mengadakan perbaikan dan kelengkapan sarana untuk investasi bagi Restoran Canary. f. Memisahkan pencatatan keuangan antara pendapatan tamu grup dan tamu
individu Restoran Canary sebaiknya dengan penambahan perlengkapan software accounting.
g. Strategi terbaik Restoran Canary yang sebaiknya dilakukan dengan meningkatkan pendapatan tamu individu dan mempertahankan pendapatan tamu grup untuk menghadapi kenaikan harga BBM dan bahan baku makanan
Agusnawar, A. Md., Par. 2004. Resepsionis Hotel. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Andrew, K. 1971. The Concepts of Corporate Strategy. Irwin, Homewood.
Andrikus, Rymberthus A. Amakora. 2000. Pelaksanaan Standard Operations Procedure di Departemen Food & Beverage Gramedia, Jakarta.
Ardi, Fitria Laksmi. 2003. Analisis Preferensi Konsumen dan Atribut Ideal Makanan Khas Belanda. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Assauri, S. 1987. Manajemen Pemasaran. Dasar Konsep dan Strategi. Rajawali Press, Jakarta.
Atmadja, Marsum Widjojo, 1995. Restoran dan Segala Permasalahannya. ANDI, Yogyakarta.
Caesarani, A. 2005. Analisis Strategi Pemasaran Hotel New Mirah Bogor dalam Meningkatkan Pangsa Pasar. Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Chandler, A. 1962. Strategy and Structure. MIT Press, Cambridge. David. 2004. Manajemen Strategis. PT. Prenhallindo, Jakarta.
Engel, James F., Roger D. Blackwell, and Paul W. Miniard. 1994. Perilaku Konsumen Jilid 1. Binarupa Aksara, Jakarta.
Glueck, William F. Dan Jauch, Lawrence R. 1992. Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Jain, S. C. 1997. Marketing Planning and Strategy. 3rd Edition. South Western Publishing, Cincinnati.
Kartajaya, H. dkk.. 2002. MarkPlus on Strategy. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Khotijah, Siti. 2004. Smart Strategy of “Marketing” Persaingan Pasar Global Alfabeta, Bandung.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol. Jilid 1. PT. Prenhalindo, Jakarta.
___________ . 2000. Manajemen Pemasaran. Jilid 1 dan 2. Edisi Milenium. PT. Prenhallindo, Jakarta.
Lovelock, Christopher. H. 1991. Services Marketing Prentice Hall, International Edition, Inc. Englewood. Cliffs. New Jersey. USA.
Manurung, H dan T. Taermoezi. 2002. Management Front Office Hotel. Cetakan Kedua. Kesain Blanc, Jakarta.
Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen. Cetakan ketiga. Universitas Gadjah Mada. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Nazir, Mohammad. 1998. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta.
Okta, D. W. 2004. Analisis Formulasi Strategi Bersaing Minuman Sari Buah Sirsak PT. Minuman SAP dalam Menghadapai Persaingan Industri Minuman Ringan. Skripsi S1 Program Sarjana Ekstensi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Pambudi, S. 1995. Analisis Kinerja Keuangan dan Konsep Manajemen Strategi PT (Persero) Asuransi Jasa Indonesia. Dalam Pengembangan Produk Asuransi Tanaman. Skripsi S1 Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Payne, A. 1993. The Essence of Services Marketing. Diterjemahkan oleh : Fandy Tjiptono. Penerbit : ANDI, Yogyakarta.
Pearce dan Robinson. 1997. Manajemen Strategik. Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Jilid Satu. Diterjemahkan oleh : Ir. Agus Maulana. Penerbit : Binarupa Aksara, Jakarta.
Purnawarman, Trioso. 2001. Strategi Pemasaran dan Pengendalian Mutu Produk. Makalah Falsafah Sains Program Pasca Sarjana/S3. Institut Pertanian Bogor.
Rangkuti, F. 2001. Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Rangkuti, Freddy. 2003. Measuring Customer Satisfaction. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Sihite, R. 2000. Hotel Management. Penerbit SIC, Surabaya.
Sumarwan, Ujang. 2003. Perilaku Konsumen Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Ghalia Indonesia, Jakarta.
Surahmad, H. 2003. Analisis Strategi Pemasaran Restoran sunda Saung Mirah Bogor. Skripsi S1 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Susanti, Lina. 2004. Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan (Studi Kasus : Hotel Sofyan Betawi, Menteng Jakarta). Skripsi S1 pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Tanuwidjaya. Liem. 2004. Kiat Membuka Rencana Pemasaran dalam 30 Menit. Progress, Jakarta.
Tjiptono, F. 2004. Pemasaran Jasa. Bayumedia Publishing. Malang, Jawa Timur. Umar, Husein, 2001. Strategic Management in Action. PT. Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
Umar, Husein. 2003. Metode Riset Perilaku Konsumen Jasa. Ghalia. Indonesia, Jakarta.