BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2. Landasan Teori
2.2.5. Analisis Rasio Keuangan …
2.2.5.1.Pengertian Analisis Rasio Keuangan
Perencanaan adalah kunci kesuksesan bagi manajer keuangan.
suatu rencana yang baik harus dihubungkan dengan keadaan dan kelemahan
perusahaan. Oleh karena itu, rencana itu harus dimulai dari analisis keuangan
pada perusahaan. Rasio keuangan mengambarkan suatu hubungan atau
pertimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain dan
dengan menggunakan alat analisa berupa rasio yang akan dapat menjelaskan
atau memberikan gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya
keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka rasio
tersebut dibandingkan dengan rasio perbandingan yang digunakan sebagai
standar. (Munawir : 64). Pimpinan perusahaan atau manajemen sangat
berkepentingan terhadap laporan keuangan yang telah dianalisis, karena hasil
tersebut dapat dijadikan sebagai alat dalam pengambilan keputusan lebih
lanjut untuk masa yang akan datang. Dengan menggunakan analisis rasio,
berdasarkan data dari laporan keuangan, akan dapat diketahui hasil-hasil
financial yang telah dicapai di masa lalu, dapat diketahui
kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan, serta hasil-hasil yang dianggap cukup
baik. (Wangi, 2010 : 29).
Rasio keuangan merupakan alat utama dalam analisis keuangan,
karena analisis ini dapat digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan
tentang keadaan keuangan perusahaan. (Muslich, 2003 : 44). Rasio keuangan
dihitung berdasarkan atas angka-angka yang ada dalam neraca saja, dalam
laporan laba atau rugi saja, atau pada neraca dan laba atau rugi. Setiap analisis
aspek tertentu. (Husnan, 1998 : 560). Rasio keuangan digunakan untuk
mengurangi banyaknya informasi relevan pada serangkaian indikator
keuangan yang terbatas dan untuk meniadakan pengaruh ukuran besarnya
(Size Company) sehingga perbandingan antar perusahaan pada skala yang
berbeda dapat dilakukan. (Rees, 1995). Barnes (1987) mengidentifikasikan
aplikasi rasio keuangan menjadi dua yaitu rasio keuangan normative dan rasio
keuangan positif.
Penganalisis keuangan dalam mengadakan analisis keuangan pada
dasarnya dapat dilakukan dengan cara perbandingan, menurut Munawir (2002
: 83), yaitu :
1. Analisis Time Series
2. Analisis Cross Section
2.2.5.2.Tujuan Analisis Rasio Keuangan
Menurut Riyanto (1997 : 25), rasio keuangan ditujukan guna
meningkatkan likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan stabilitas usaha dari
suatu perusahaan.
2.2.5.3.Keunggulan Analisa Rasio Keuangan
Analisis keuangan, yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis
kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam
menilai prestasi manajemen dimasa lalu dan prospeknya dimasa mendatang.
Dengan analisis keuangan ini dapat diketahui kekuatan serta kelemahan yang
indikasi apakah perusahaan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi
kewajiban finansialnya, besarnya piutang yang cukup rasional, efisiensi
manajemen persediaan, perencanaan pengeluaran investasi yang baik, dan
struktur modal yang sehat sehingga tujuan memaksimumkan kemakmuran
pemegang saham dapat tercapai. Dengan menganalisis prestasi keuangan,
seorang analis keuangan akan dapat menilai apakah manajer keuangan dapat
merencanakan dan mengimplementasikan kedalam setiap tindakan secara
konsisten dengan tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham.
Disamping itu analisis semacam ini juga dapat dipergunakan oleh pihak lain
seperti bank, untuk menilai apakah cukup beralasan(layak) untuk memberikan
tambahan dana atau kredit baru, calon investor untuk memproyeksikan
prospek perusahaan dimasa datang. (Sartono, 1994 : 119 – 120).
2.2.5.4. Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan
Disamping kelebihan, analisis rasio keuangan ini juga memiliki
keterbatasan yang harus disadari sewaktu penggunaannya. Keterbatasan
analisis rasio keuangan menurut Harahap (2002 : 298-299), yaitu :
1. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat digunakan untuk kepentingan
pemakainya.
2. Keterbatasan yang dimiliki laporan keuangan juga menjadi keterbatsan
a. Bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak
mengandung taksiran dan judgement yang dapat dinilai bias atau
subyektif.
b. Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dari rasio adalah nilai
perolehan (cost) dan bukan harga pasar.
c. Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio.
d. Metode pencatatan yang tergambar dalam standar akuntansi bisa
dterapkan berbeda oleh perusahaan yang berbeda.
3. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan
kesulitan menghitung rasio.
4. Jika data yang tersedia tidak sinkron maka akan kesulitan dalam
menghitung rasio.
5. Jika dua atau lebih perusahaan dibandingkan teknik dan metode yang
digunakan berbeda maka perbandingan dapat menimbulkan kesalahan.
2.2.5.5.Jenis-jenis Analisis Rasio Keuangan
1. Rasio Likuiditas
Adalah rasio yang mengukur bagaimana perusahaan memenuhi kewajiban
jangka pendeknya. (Sartono, Agus. 2001 : 116). Rasio-rasionya antara
lain, yaitu:
a. Current Ratio
Rasio ini merupakan perbandingan antara aktiva lancer dengan hutang
berarti semakin besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial jangka pendek. Pengukuran ini menggunakan
skala rasio.
b. Cash Ratio
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajiban jangka pendeknya dengan kas yang tersedia dan
disimpan di Bank.
2. Rasio Leverage
Adalah rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan
memenuhi kewajiban jangka panjangnya. (Sartono, Agus. 2001 : 121).
Rasionya antara lain yaitu :
a. Debt Ratio
Rasio ini merupakan perbandingan antara total hutang dengan total
aktiva, yang mengukur prosentase penggunaan dana yang berasal dari
kreditur. Pengukuran ini menggunakan skala rasio.
b. Debt Equity Ratio
Rasio ini merupakan perbandingan antara total hutang dengan modal
sendiri yang mengukur prosentase penggunaan dana yang berasal dari
3. Rasio Profitabilitas
Adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan
mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktva atau modal yang
menghasilkan laba tersebut. (Mamduh, 2005 : 86). Yang termasuk rasio
ini adalah :
a. Gross Profit Margin
Rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah
penjualan.
b. Net Profit Margin
Rasio ini menggambarkan laba bersih yang dapat dicapa dari jumlah
penjualan.
c. Return On Equity
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan.
4. Rasio Aktivitas
Adalah rasio yang mengukur sejauh mana efektivitas penggunaan asset
perusahaan dengan melihat tingkat aktivitas asset.
a. Fixed Asset Turn Over Ratio
Rasio ini menunjukkan bagaimana perusahaan memanfaatkan aktiva
penjualan dengan aktiva tetap. Pengukuran ini menggunakan sakal
rasio.
b. Total Asset Turn Over Ratio
Rasio ini menunjukkan bagaimana efektivitas perusahaan
menggunakan keseluruhan aktiva untuk menciptakan penjualan dan
mendapatkan laba. Pengukuran ini menggunakan skala rasio.
2.2.6. Teori yang Berhubungan dengan Analisis Laporan Keuangan Terhadap