• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Obyek Penelitian

Kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang kesehatan dalam

rangka peningkatan gizi masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan

keberadaan PT. Abattoir Surya Jaya. Hal ini kemudian menjadi suatu

dukungan yang kemudian direalisasikan dalam bentuk pinjaman asing dari

pemerintah Belgia, melalui perjanjian yang ditandatangani oleh pemerintah

Republik Indonesia dengan pemerintah Belgia pada tanggal 5 April 1971.

Selanjutnya pinjaman tersebut dipergunakan oleh PT. Abattoir Surya Jaya

untuk membangun sarana kegiatan di Surabaya dan Pulogadung, Jakarta.

Saham-saham PT. Abattoir Surya Jaya di awal pendiriannya di miliki

oleh dua pemerintah daerah yaitu pemerintah daerah khusus ibukota Jakarta

dan pemerintah daerah tingkat II Kotamadaya Surabaya serta dua perusahaan

swasta dalam hal ini PT. Bhirawa Incorp dan PT. Wirontono. Namun, sejak

tahun 1985 di ambil alih seluruhnya oleh Induk Koperasi Unit Desa

(INKUD). Pengambilalihan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi tim

penyehatan perusahaan yang di bentuk secara khusus oleh pemerintah dalam

Sesuai dengan keputusan rapat umum luar biasa para pemegang saham

pada tanggal 19 Desember 1998, modal dasar perusahaan terdiri dari 30.000

lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp. 100.000,00. Seluruh modal

dasar tersebut telah di tempatkan dan di setor secara penuh oleh para

pemegang saham sebagai berikut:

1. Induk Koperasi Unit Desa (INKUD), sebanyak 15.000 lembar saham atau

sebesar Rp. 1.500.000.000,00.

2. Pemerintah Daerah Tingkat II Kota Surabaya, sebanyak 9.000 lembar

saham atau sebesar Rp. 900.000.000,00.

3. Badan Pengelola Investasi dan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah

Khusus Ibukota Jakarta, sebanyak 6.000 lembar saham biasa atau sebesar

Rp. 600.000.000,00.

Sejak tahun 2003, saham perusahaan yang dikuasai oleh pemerintah

Propinsi DKI Jakarta telah dialihkan kepada perusahaan daerah (PD) Dharma

Jaya, Jakarta.

Sebagai badan usaha yang bergerak di bidang industry dan

perdagangan, PT. Abattoir Surya Jaya telah memiliki kelengkapan baik yang

menyangkut legalitas usaha maupun sertifikasi. Beberapa dokumen yang

menyangkut legalitas usaha maupun sertifikasi. Beberapa dokumen yang

1. Ijin industri : No. 535/041/436.4.12/2005

2. SIUP : No. 192/13/SIUP-B/IX/2000

3. NPWP : No. 01.122.205.6-615.000

4. TDP : No. 13.01.1.51.10374

5. Sertifikasi nomor Kantor

Verteiner : No. B-357815-46 6. Sertifikasi Halal : No. 07020000220505

7. Jenis Industri : − Pengolahan dan Pengawetan Daging

− Pembekuan Ikan dan Perairan Lainnya

8. Luas Lahan : 1,3 hektar

9. Alamat Perusahaan : Jl. Raya Banjarsugihan No.74 Tandes, Surabaya

4.1.2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi ini diperlukan untuk memberi uraian dan

penjelasan tentang garis dan pedoman kerja untuk semua perusahaan mulai

pimpinan sampai dengan karyawan biasa. Tujuan struktur organisasi

perusahaan yaitu untuk membantu menyusun dan mengatur pembagian kerja

yang sesuai dengan keahlian dari masing-masing karyawan.

Struktur organisasi untuk PT.Abattoir Surya Jaya Surabaya adalah

Gambar 4.1

STRUKTUR ORGANISASI PT. ABATTOIR SURYA JAYA

RUPS DEWAN KOMISARIS DIREKTUR (H. Tamadoy Thamrin) SEKRETARIS MANAJER KEUANGAN (Adang Sudirman, SE) MANAJER OPERASIONAL (Drs. Subagio) KEPALA SEKSI AKUNTANSI & KEUANGAN (Dikerjakan Manajer) KEPALA SEKSI SDM & UMUM (Indra Alfinus) KEPALA SEKSI OPERASI MESIN (Aliyanto) KEPALA SEKSI PELAYANAN&JASA (Santono

4.1.3. Susunan Organisasi

Struktur organisasi PT. Abattoir Surya Jaya Surabaya ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan yang susunan organisasinya terdiri dari :

1. Dewan Komisaris

2. Direktur 3. Sekretaris

4. Manajer Operasional

5. Kepala Seksi Pelayanan dan Jasa 6. Kepala Seksi Operasi Mesin

7. Manajer Keuangan

8. Kepala Seksi SDM dan Umum

9. Kepala Seksi Akuntansi dan Keuangan

Deskripsi jabatan dan posisi-posisi diatas yang terkait dengan penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Dewan Komisaris

Melakukan pengawasan atau kebijakan Direksi dalam menjalankan perseroan serta memberi nasehat kepada direksi.

2. Direktur

Sebagai pelaksana dan penanggung jawab utama atas pengurusan perseroan secara komprehensif serta berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili perseroan.

3. Sekretaris

a. Melakukan aktifitas bidang kesekretariatan dan rumah tangga b. Melakukan adminitrasi legalitas kendaraan perusahaan c. Melakukan aktifitas pengelolaan inventaris kantor

d. Mengawasi, mengarahkan dan mengkoordinasikan pelaksanaan

4. Manajer Operasional

a. Membuat rencana kerja dan rencana anggaran di bidang pengelolaan sarana pabrik dan seluruh aktifitas perusahaan untuk disampaikan ke direktur

b. Mengawasi, mengarahkan dan mengkoordinasikan tugas satuan

kerja/staf di bawahnya sesuai rencana kerja dan rencana anggaran yang telah ditetapkan oleh direktur

5. Kepala Seksi Pelayanan dan Jasa

a. Melakukan aktifitas penjualan dan jasa sarana pendingin (jasa penyimpanan di cold storage atau container berpendingin, jasa pembekuan di blast freezer kepada pembeli/pemakai jasa.

b. Mengawasi, mengarahkan dan mengkoordinasikan pelaksanaan

penjualan jasa gudang berpendingin dengan staf di bawahnya. 6. Kepala Seksi Operasi Mesin

a. Melakukan aktifitas pengoperasian dan perawatan mesin-mesin

pabrik.

b. Mengawasi, mengarahkan dan mengkoordinasikan pelaksanaan

pengoperasian dan perawatan mesin-mesin pabrik beserta instalasinya dengan staf di bawahnya.

7. Manajer Keuangan

a. Membuat rencana kerja dan rencana anggaran di bidang pengelolaan keuangan dan akuntansi perusahaan untuk disampaikan kepada direktur.

b. Mengawasi, mengarahkan dan mengkoordinasikan tugas satuan/staf di bawahnya, yang berkaitan dengan bidang keuangan dan akuntansi seluruh satuan kerja perusahaan.

8. Kepala Seksi SDM dan Umum

a. Membuat rencana kerja dan rencana anggaran di bidang umum dan sumber daya manusia untuk di sampaikan kepada direktur.

b. Mengawasi, mengarahkan dan mengkoordinasi tugas satuan kerja / staf di bawahnya sesuai rencana anggaran yang telah ditetapkan oleh drektur.

9. Kepala Seksi Akuntansi dan Keuangan

a. Membuat rencana kerja dan rencana anggaran di bidang pengelolaan akuntansi perusahaan untuk disampaikan ke manajer divisi keuangan.

b. Mengawasi, mengarahkan dan mengkoordinasikan tugas satuan

kerja/staf di bawahnya yang berkaitan dengan bidang akunatansi perusahaan.

4.1.4. Visi dan Misi Perusahaan 4.1.4.1 Visi

PT. Abattoir Surya Jaya Surabaya dalam rangka meningkatkan kinerjanya sebagaimana penjelasan di bawah ini :

“Tumbuh dan berkembang menjadi pelaku utama dalam bisnis penyedia sumber protein hewani yang halal dan higienis guna peningkatan gizi masyarakat”.

4.1.4.2 Misi

Untuk dapat merealisasi visi tersebut maka disusunlah misi sebagai berikut:

1. Mengusahakan dan mengembangkan ternak potong baik ternak besar

maupun unggas.

2. Mengusahakan usaha pengembangan perikanan baik ikan laut maupun

tambak.

3. Menjalankan usaha perdagangan hasil peternakan dan perikanan termasuk didalamnya perdagangan ternak potong baik ternak besar maupun unggas serta ikan laut.

4. Menjalankan usaha pengolahan makanan dengan bahan baku yang berbasis pada komoditi pertanian, khususnya peternakan dan perikanan.

Dokumen terkait