Pengolahan dan Analisis Data
B. Deskripsi Hasil Stud
2. Analisis rasio keuangan non LKM dan LKM.
a. Analisis Rasio Keuangan non LKM
Pada periode tahun 2001 – 2003, program PEMP di Kabupaten Cirebon menggunakan sistem revolving atau pola perguliran. Hanya pada pada Kecamatan Mundu sistem revolving masih berjalan. Sistem revolving
atau Non LKM di Kecamatan Mundu dimulai pada tahun 2003 dan berlanjut sampai sekarang.
Tabel 12 berikut menyajikan kondisi keuangan penyaluran Dana Ekonomi Produktif Kabupaten Cirebon pada tahun 2001 hingga 2005 berdasarkan Laporan Akhir pelaksanaan program PEMP.
Tabel 12. Data program PEMP Kabupaten Cirebon TA. 2000-2005 No Tahun Kecamatan/Desa Jumlah DEP
(Rp)
Jumlah (Orang)
% KMP
1 2000 Babakan/Gebang 498.000.000 366 23,5% nelayan tangkap, 25,5% (Budidaya kerang hijau), 51% (Pembuat perahu, pengrajin jaring dan Tambak)
2. 2001 Cirebon Utara/Kapetakan
813.750.000 70 100% nelayan 3. 2002 Pangenan/Gebang 800.000.000 181 60% budidaya tambak,
40% (nelayan, pengolah dan pengrajin perahu) 4. 2003 Mundu/Losari 744.625.000 445 15% nelayan, 85%
pengolah, pedagang ikan dan petambak 5. 2004 Mundu/Gebang (Swamitra Mina) 435.848.000 240 6. 2005 Mundu/Gebang (Swamitra Mina) 537.025.000 382 Sumber : DKP Kab. Cirebon , 2006
Dana awal perguliran diambilkan dari DEP program PEMP dan dibagikan kepada KMP. Dana Ekonomi Produktif ini bersumber dari APBN. Adapun pembagiannya seperti yang dimuat pada Tabel 13.
Tabel 13. Data kelompok masyarakat pemanfaat di Kec. Mundu
No Nama KMP Jenis Usaha Desa Jumlah
Anggota (orang)
Jumlah Pinjaman
(Rp)
1. Lumba - Lumba Dagang Ikan Mundu Pesisir 92 220.225.000 2. Bawal Dagang Ikan
4. Arker Dagang Ikan 5. Mina Mandiri Dagang Ikan
6. Nelayan Penangkapan Citemu 80 156.800.000
7. Makmur Penangkapan 8. Kembung Jaya Pengolah Ikan 9. Maju Jerbung Dagang Ikan 10. Sampit Jaya Dagang Ikan
Lanjutan Tabel 13.
No Nama KMP Jenis Usaha Desa Jumlah
Anggota (orang) Jumlah Pinjaman (Rp) 11. Teri Kupas rajungan Bandengan 88 128.250.000
12. Layang Dagang Ikan
13. Tanjan Pengolah pindang 14. Teri Pengolah pindang 15. Kembung Pengolah pindang Waruduwur 127 159.500.000 16. Subur Makmur Pengolah Ikan asin 17. Tunas Jaya Kupas rajungan 18. Maju Lancar Kupas rajungan 19. Inti Laut Dagang rajungan Total 387 664.775.000
Seiring dengan waktu, maka perkembangan keuangan dari LEPP- M3 di Kecamatan Mundu sampai Desember 2006 disajikan padaTabel 14.
Tabel 14. Angsuran dari awal pinjaman s/d Desember 2006
Desa Jumlah Pinjaman (Rp) Tanggal Pinjaman
Angsuran s/d Desember 2006 (Rp) Sisa
Pinjaman (Rp) Pokok Jasa Jumlah
Mundu
Citemu 156.800.000 28/07/2003 72.681.375 12.826.127 85.507.500 84.118.625 Bandengan 128.250.000 28/07/2003 43.028.700 7.593.300 50.622.000 85.221.300 Waruduwur 159.500.000 28/07/2003 52.176.443 9.207.608 61.384.050 94.488.808
Berdasarkan data tentang kondisi keuangan maka dapat diketahui tingkat kesehatan LEPP-M3 Kecamatan Mundu pada tahun 2003 dan 2006. Tingkat kesehatan keuangan Non LKM tersebut tercermin pada nilai beberapa rasio keuangan yang digunakan. Adapun nilai-nilai rasio keuangan tersebut disajikan pada Tabel 15.
Tabel 15. Kinerja keuangan Non LKM berdasarkan beberapa rasio-rasio keuangan, Tahun 2004-2006 (per 31 Desember)
No. Kinerja Keuangan/ Jenis Rasio
Nilai Rasio Keuangan (%)
Tahun 2006 Tahun 2005 Tahun 2004 1. Struktur Keuangan
- Rasio total modal terhadap
simpanan pihak ketiga 297,28 357,64 517,17 2. Aktiva Produktif
- Rasio total pembiayaan bermasalah terhadap total
pembiayaan diberikan 62,32 68,68
-
3. Likuiditas
- Rasio total pembiayaan terhadap total dana yang
diterima dari anggota 66,8 78,1 74,8
4. Efisiensi
- Rasio biaya operasional terhadap pendapatan
operasional 212,3 272,48 496,28
5. Rentabilitas
- Rasio laba tahun berjalan
terhadap aset 15,36 24,47 29,79
- Rasio laba tahun berjalan
terhadap total modal 1,11 1,77 2,16
Sumber : LEPP-M3, 2006. (Data diolah kembali).
Penjelasan tentang perkembangan kinerja keuangan LEPP-M3 (Non LKM) berdasarkan perbandingan nilai rasio-rasio keuangan antara tahun 2004 - 2006 yang tersaji dalam Tabel 15 dipaparkan sebagai berikut : 1) Struktur keuangan.
Secara keseluruhan struktur keuangan LEPP-M3 tergolong “Baik”. Nilai rasio struktur keuangan dari tahun 2004(517,17%), tahun 2005 (357,64%) hingga tahun 2006 (297,28%) menunjukkan modal yang dimiliki mampu menjamin kondisi keuangan tetap stabil apabila terjadi penarikan simpanan pihak ketiga secara besar-besaran. Di sisi lain, menurunnya nilai rasio keuangan ini secara beruntun dan dalam jumlah yang cukup signifikan perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan modal yang dimiliki sebagian besar masih berasal dari hibah dan bukan dari peningkatan modal internal.
2) Aktiva produktif
Berdasarkan kecenderungan nilai rasio yang diperoleh, tampak bahwa pengelola LEPP-M3 mengalami kendala didalam menjamin kelancaran pengembalian pinjaman atau terjadinya ketidaklancaran didalam angsuran anggota. Nilai rasio di tahun 2005 (68,68%) yang tergolong “Buruk” mulai menurun menjadi di tahun 2006 (62,32%). Pembiayaan bermasalah dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Permasalahan ini timbul, terutama pada anggota yang berprofesi sebagai nelayan. Hal ini terkait dengan rendahnya pendapatan akibat alam yang tidak bersahabat dan akibat teknologi penangkapan yang masih tradisional yang menyebabkannya tidak mampu mendapatkan hasil tangkapan yang optimal. Pembiayaan yang diberikan pada kalangan pedagang atau bakul atau anggota yang berprofesi di pekerjaan yang berorientasi daratan tampaknya tidak menjadi suatu permasalahan (angsuran tetap lancar).
3) Likuiditas
Berdasarkan kecenderungan yang terjadi diketahui bahwa kinerja keuangan LEPP-M3 cukup memprihatinkan. Nilai rasio pada tahun 2004 (74,8%), tahun 2005 (78,1%) dan tahun 2006 (66,8%) tergolong
“Buruk”. Namun demikian tampak adanya upaya pengelola koperasi untuk memperbaiki kinerja.
4) Efisiensi
Berdasarkan nilai rasio keuangan yang digunakan tampak bahwa pengelolaan dana semakin efisien. Pada tahun 2004 (496,28%) menunjukkan kinerja “Buruk” dan 2005 (272,48%) meningkat tetapi masih dalam kategori “Buruk”. Namun demikian pada tahun 2006 pengurus koperasi mampu meningkatkan nilai sebesar 212,3%, tetapi masih masih dikategorikan “Buruk”. Kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan dana untuk menghasilkan pendapatan tidak efisien.
5) Rentabilitas
Kemampuan LEPP-M3 dalam memperoleh laba berdasarkan aset (nilai Return On Asset atau ROA) maupun modal (nilai Return On Equity atau REO) yang dimiliki semakin meningkat. Nilai ROA sebesar 29,79% pada tahun 2004 atau tergolong “Baik”, tetapi menurun hingga mencapai nilai 24,47% pada tahun 2005 atau tergolong “Cukup Baik”. Pada tahun 2006 (15,36%) masih tergolong “Cukup Baik” tetapi lebih menurun lagi. Untuk ROE nilai pada tahun 2004 (2,16%) yang tergolong “Buruk” dan semakin memburuk pada tahun 2005 (1,77%) dan tahun 2006 (1,11%).
b. Analisis rasio keuangan LKM
Berdasarkan data-data tentang kondisi keuangan maka dapat diketahui tingkat kesehatan LKM Swamitra Mina Kecamatan Gebang pada tahun 2005 dan 2006. Tingkat kesehatan LKM tersebut tercermin pada nilai beberapa rasio keuangan yang digunakan. LKM Swamitra Mina yang baru berjalan pada akhir tahun 2004 sehingga baru dapat dianalisis pada tahun 2005. Data laporan keuangan LKM Swamitra Mina pada tahun 2005 dan 2006 disajikan pada Tabel 16 dan 17.
Tabel 16. Laporan keuangan LKM Swamitra Mina Kec.Mundu/Gebang pada tahun 2005
BULAN TOTAL ASET PINJAMAN YG DISALURKAN SIMPANAN SWAMITRA SIMPANAN BERJANGKA
NOMINAL DEBITUR NOMINAL NASABAH NOMINAL NASABAH
JANUARI 1.490.826.547,18 922.592.498,00 145 193.678.458,52 309 22.000.000,00 1 FEBRUARI 1.475.954.096.,33 931.870.676,37 147 115.134.053,86 316 22.000.000,01 1 MARET 2.100.009.799,52 1.027.120.365,55 152 198.396.617,51 321 22.000.000,02 1 APRIL 2.243.376.412,25 1.175.218.811,80 176 164.872.594.,00 344 0.00 0 MEI 2.393.749.277,54 1.316.541.497,36 190 149.759.537,00 367 0.00 0 JUNI 2.381.138.043,62 1.329.458.442,55 203 114.567.251,66 394 6.000.000,00 1 JULI 2.399.882.124,76 1.336.090.890,23 212 115.312.715,71 419 25.000.000,00 5 AGUSTUS 2.413.650.890,65 1.367.980.750,65 223 123.675.890,75 421 25.000.000,00 5 SEPTEMBER 2.465.673.445,78 1.398.546.211,43 234 117.234.212,89 435 25.000.000,00 5 OKTOBER 2.456.210.423,90 1.443.456.897,54 246 112.129.687,22 478 49.000.000,00 5 NOPEMBER 2.489.398.500,56 1.478.200.780,55 259 124.890.453,65 501 49.000.000,00 5 DESEMBER 2,510,696,314,07 1,506,075,132,78 266 114,297,907,74 525 49,000,000,00 5 TARGET S/D DESEMBER 1.312.978.000,00 1.265.803.000,00 250 306.900.000,00 700 98.000.000,00 12
Tabel 17. Laporan keuangan LKM Swamitra Mina Kec.Mundu/Gebang pada tahun 2006
BULAN TOTAL ASET PINJAMAN YG DISALURKAN SIMPANAN SWAMITRA SIMPANAN BERJANGKA
NOMINAL DEBITUR NOMINAL NASABAH NOMINAL NASABAH
DESEMBER 2004 405.259.000,00 285.415.106,05 73 55.036.749,35 146 4.500.000,00 1 JANUARI 974.601.729,14 362.312.590,63 84 72.031.131,48 166 4.500.000,00 1 FEBRUARI 1.331.401.451,95 423.268.243,67 92 75.386.007,65 175 9.400.000,00 2 MARET 1.008.146.521,00 501.233.520,48 129 90.424.007,61 195 18.900.000,00 4 APRIL 1.135.381.084,66 530.154.629,10 106 87.978.910,16 203 14.400.000,00 3 MEI 1.202.665.217,28 617.825.442,12 117 86.129.652,93 216 14.400.000,00 3 JUNI 1.442.263.191,40 749.072.130,54 126 89.020.783,40 227 19.500.000,00 3 JULI 1.450.092.153,35 817.776.283,65 129 157.312.079,85 246 19.500.000,00 3 AGUSTUS 1.458.037.680,15 860.078.802,00 135 145.516.596,36 253 19.500.000,00 3 SEPTEMBER 1.499.417.183,00 930.195.551,96 145 154.382.343,85 269 70.500.000,00 6 OKTOBER 1.454.581.202,35 945.812.387,44 146 187.045.476,17 285 32.000.000,00 2 NOPEMBER 1.451.024.022,74 906.379.437,77 148 196.587.287,00 298 32.000.000,00 2 DESEMBER 1.510.173.933,16 978.303.139,57 151 186.900.249,05 309 22.000.000,00 1 TARGET S/D DESEMBER 949.386.000,00 960.000.000,00 150 420.000.000,00 700 60.000.000,00 12
Tabel 18. Kinerja keuangan LKM Swamitra Mina berdasarkan beberapa rasio- rasio keuangan pada tahun 2005-2006 (per 31 Desember)
No. Kinerja Keuangan/
Jenis Rasio
Nilai Rasio Keuangan (%) Tahun 2006 Tahun 2005 1. Struktur Keuangan
- Rasio total modal terhadap simpanan
pihak ketiga 851,11 233,17
2. Aktiva Produktif
- Rasio total pembiayaan bermasalah
terhadap total pembiayaan diberikan 15,24 3,06 3. Likuiditas
- Rasio total pembiayaan terhadap total dana yang diterima dari
anggota 76,60 86,61
4. Efisiensi
- Rasio biaya operasional terhadap
pendapatan operasional 74,97 80,86 5. Rentabilitas
- Rasio laba tahun berjalan terhadap
aset 15,76 18,61
- Rasio laba tahun berjalan terhadap
total modal 21,63 23,54
Sumber : LEPP-M3, 2006 (Data diolah kembali)
Penjelasan tentang perkembangan kinerja keuangan LKM Swamitra Mina Kecamatan Gebang berdasarkan perbandingan nilai rasio-rasio keuangan antara tahun 2005 - 2006 tersaji dalam Tabel-18 dengan paparan sebagai berikut :
1) Struktur keuangan.
Secara keseluruhan struktur keuangan Swamitra Mina tergolong “Baik”. Nilai rasio struktur keuangan dari tahun 2005(233,17%) dan tahun 2006 meningkat menjadi (851,11%). Kondisi ini menunjukkan modal yang dimiliki mampu menjamin kondisi keuangan tetap stabil, apabila terjadi penarikan simpanan pihak ketiga secara besar-besaran. Naiknya nilai rasio keuangan ini dan dalam jumlah yang cukup nyata ini dikarenakan peningkatan modal internal.
2) Aktiva produktif.
Berdasarkan kecenderungan nilai rasio yang diperoleh tampak bahwa pengelola Swamitra Mina mengalami kendala didalam
69
menjamin kelancaran pengembalian pinjaman atau terjadinya ketidaklancaran didalam angsuran anggota. Pada awalnya nilai rasio di tahun 2005 (3,06%) yang tergolong “Cukup Baik” namun mulai menurun menjadi di tahun 2006 (15,24%) dan tergolong “Buruk”. Pembiayaan bermasalah dari tahun 2005 ke tahun 2006 cenderung meningkat.
Permasalahan ini timbul terutama pada anggota yang berprofesi sebagai nelayan. Hal ini terkait dengan rendahnya pendapatan akibat alam yang tidak bersahabat dan akibat teknologi penangkapan yang masih tradisional yang menyebabkannya tidak mampu mendapatkan hasil tangkapan yang optimal. Pembiayaan yang diberikan pada kalangan pedagang atau bakul atau anggota yang berprofesi di pekerjaan yang berorientasi daratan tampaknya tidak menjadi suatu permasalahan (angsuran tetap lancar).
3) Likuiditas
Berdasarkan kecenderungan yang terjadi diketahui bahwa kinerja keuangan Swamitra Mina cukup baik. Nilai rasio pada tahun 2005 (86,61%), tahun 2006 (76,60%) tergolong “Cukup Baik”. Namun pihak LKM terus berupaya untuk meningkatkan ke arah yang baik.
4) Efisiensi
Berdasarkan nilai rasio keuangan yang digunakan tampak bahwa pengelolaan dana semakin efisien. Pada tahun 2005 (80,86%) menunjukkan kinerja “Cukup Buruk” namun pada tahun 2005 (74,97%) meningkat menjadi “Baik”.
5) Rentabilitas
Kemampuan Swamitra dalam memperoleh laba berdasarkan aset (nilai ROA) maupun modal (nilai ROE) yang dimiliki semakin menurun. Namun nilai ROA 18,61% pada tahun 2005 atau tergolong “Cukup Baik” tetapi menurun hingga mencapai nilai 15,76% pada tahun 2006 tetapi masih tergolong “Cukup Baik”.
70
Untuk ROE nilai pada tahun 2005 (23,54%) dan tahun 2006 (21,63) yang tergolong “Cukup Baik”.
Kedua lembaga keuangan tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. Struktur keuangan keduanya cenderung baik, tetapi pada LKM lebih baik (prosentasenya lebih besar). Kondisi aktiva produktif keduanya cenderung buruk. Likuiditas pada non LKM buruk sedangkan pada LKM cukup baik. Efisiensi pada non LKM justru memburuk sedangkan pada LKM justru membaik. Rentabilitas (Rasio laba tahun berjalan terhadap aset) pada keduanya cukup baik, sedangkan (Rasio laba tahun berjalan terhadap total modal) pada non LKM memburuk dan pada LKM cukup baik. Secara keseluruhan analisis keuangan pada LKM lebih baik dibandingkan pada non LKM, terutama pada tingkat pengembalian. Tetapi perbedaan keduanya tidak terlalu nyata..
3. Analisis Strategi Pemasaran