BAB V: HASIL PENELITIAN
5.3 Analisis Rasio Profitabilitas
Sebagaimana dijelaskan pada Bab 2 bahwa untuk mengukur efektifitas
profit asuransi jiwa syariah disamping digunakan indikator kualitatif profit
target, syariah compliance, mutual benefit juga digunakan indikator kuantitaif
yaitu rasio-rasio profitabilitas, antara lain:
ROA =
Laba Bersih
Total Asset
ROA = Profit Margin x Asset Turn Over
Laba Bersih x Pendapatan Premi Bruto
=
Pendapatan Premi Bruto
Total Aset Rata-rata
Untuk PT. Bringin Life Syariah- Surabaya, perhitungan ROA, profit margin dan asset
turn over nya diambil dari tahun 2005-2008 adalah sebagai berikut :
ROA
2005=
( 555.656.440 )
x
55.837.230.339
55.837.230.339 x 77.770.484.590
ROA
2006=
( 3.493.579.773 )
x
67.453.862.789
67.453.862.789 x 99.248.175.810
= -0,0352
ROA
2007=
( 2.324.420.502 )
x
84.329.786.246
84.329.786.246 x 123.028.743.600
= -0,0190
ROA 2008
=
( 18.368.660.260 )
x
107.390.245.202
107.390.245.202 183.518.958.000
= -0,1009
Jika disusun dalam tabel adalah sebagai berikut:
TABEL 5.10
PT. Bringin Life Syariah- Surabaya
Tahun 2005 2006 2007 2008
ROA -0,68% -3,52% -1,90% -10,09%
PROFIT MARGIN
-0,95% -5,18% -2,76% -17,10%
ASSET TURN OVER
0,72
0,68
0,69
0,59
Sumber: Data Abstraksi milik PT. Bringin Life Syariah- Surabaya.
Dari tabel 5.10 terlihat bahwa mulai tahun 2007-2009, ROA dari PT.
Bringin Life Syariah- Surabaya mengalami minus. Profit margin yang
diperoleh juga minus. Sedang perputaran asetnya menunjukkan nilai positif
meskipun nilainya masih dibawah 1. Analisis dari ROA profit margin dan
asset turn over PT. Bringin Life Syariah dijelaskan berdasarkan product life
cycle sebagai berikut:
Market share perusahaan asuransi jiwa syariah hingga tahun 2007
masih mencapai 1,5 % dari total produksi asuransi yang mencapai Rp 35
triliiun. PT. Bringin Life Syariah- Surabaya yang berdiri pada tanggal 28
Oktober 1987 (yang pada saat pendirian perusahaan masih ikut didalam
perusahaan PT. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera ), hingga saat ini masih
berada pada tahapan perkenalan. Hal ini ditandai dengan upaya-upaya yang
dilakukan perusahaan tersebut yang dicantumkan pada Management Report
1)
Pengembangan kapasitas yang dilakukan dengan pembelian gedung,
penyatuan kantor cabang, sinergi beberapa sistem operasional yang tidak
bersifat teknis, peluncuran identitas korporasi baru yang tunggal dan
pengembangan sistem IT dalam jangka panjang.
2)
Pengembangan portofolio produk yang dilakukan dengan merevitalisasi
produk lama dan meluncurkan produk baru. Pada tahun 2008, perusahaan
mendesain ulang produk asuransi dana pendidikan dan meluncurkan produk
asuransi jiwa syariah kredit dan asuransi jiwa syariah link. Dan mendesain
ulang asuransi kecelakaan syariah serta dana pensiun dan pendidikan.
3)
Pengembangan pasar yang dilakukan dengan menggabungkan fungsi
pemasaran PT. Bringin Life Syariah- Surabaya untuk meningkatkan efisiensi
sumber daya perusahaan. Dibentuk pula sistem berbasis regional dan sistem
teknologi informasi yang lebih canggih untuk membuat proses lebih cepat dan
mudah.
Pada tahapan perkenalan pada saat itu, perusahaan sibuk
mempersiapkan infrastruktur produk baru dengan melakukan investasi pada
pabrik dan peralatan. Ini semua membutuhkan biaya dan mengakibatkan
aliran kas keluar yang besar. Sementara itu penjualan masih sedikit karena
produk tersebut belum dikenal luas oleh pangsa pasar. Akibatnya aliran kas
bersih adalah negative. Inilah yang menyebabkan ROA dan profit margin
perusahaan menjadi negative, akibat investasi yang meningkat tajam
sepanjang tahun.
Untuk menjelaskan penyebab kerugian yang terjadi pada perusahaan,
penulis mencoba menganalisis angka-angka yang tercantum di laporan
laba/rugi. Data yang berhasil ditemukan, dinyatakan dalam prosentase sebagai
berikut :
KENAIKAN ( PENURUNAN ) NILAI AKUN
DALAM LAPORAN LABA/ RUGI
KETERANGAN 2005-2006
2006-2007
2007-2008 2008-2009
Pendapatan Premi
22 21,4 23,75 23,73
Pendapatan Investasi
11,32
( 59,3 )
162,5
36,5
Pendapatan lain-lain
( 100 )
100
( 53,6 )
242
Beban Klaim dan Manfaat Netto
33,4 2,7 30,2 60,5
Biaya Operasional
10,4 45,1 17,2 18,7
Laba ( rugi )
( 175 )
( 433 )
28,1
( 700 )
Sumber: Arsip Personal Milik PT. Bringin Life Syariah- Surabaya.
Rugi yang terjadi pada tahun 2007 disebabkan kenaikan pada beban
klaim dan manfaat netto sebesar 33,4 % dan biaya operasional 10,4 %.
Sedangkan pendapatan premi hanya 22%. Sehingga kenaikan beban tidak
sebanding dengan kenaikan pendapatan.
Rugi yang terjadi pada tahun 2008 disebabkan kenaikan yang cukup
signifikan pada biaya operasional sebesar 46,1 % . Sedangkan pendapatan
premi menurun 21,4% dan pendapatan investasi menurun 59,3%. Pada tahun
ini kenaikan beban diiringi dengan penurunan pendapatan.
Rugi yang terjadi tahun 2009 disebabkan kenaikan yang signifikan
pada beban klaim dan manfaat netto sebesar 60,5%. Sedangkan pendapatan
premi tidak berkembang dibandingkan tahun sebelumnya ( prosentase tetap
yaitu 23,7%).
Kenaikan pada beban klaim dan manfaat pada tahun 2007-2009
dikarenakan adanya beberapa polis yang jatuh tempo serta klaim yang terjadi
secara bersamaan. Kenaikan cadangan teknis menyebabkan penurunan
estimasi klaim dan manfaat polis masa depan yang menambah beban.
Kenaikan pada biaya operasional dikarenakan perusahaan masih perlu
memerlukan biaya yang besar untuk komisi agen, biaya penagih,
pengembangan portofolio produk, pengembangan pasar, pengembangan
sistem TI dan pengembangan pelanggan dengan biaya promosi dan iklan. Hal
ini terkait dengan perusahaan merupakan perusahaan asuransi jiwa syariah
yang baru sehingga belum banyak dikenal masyarakat. Disamping itu, tipe
masyarakat Indonesia yang masih belum menyadari pentingnya berasuransi
terlebih lagi asuransi syariah, yang membuat biaya-biaya yag digunakan untuk
memperkenalkan produk ke pasar semakin besar.
Penurunan ataupun stagnannya dalam kaitan pendapatan premi tahun
2008 dan 2009 dikarenakan strategi pemasaran yang kurang agresif sehingga
menyebabkan kurangnya pertambahan nasabah. Di lain pihak peningkatan
pada cadangan teknis menyebabkan penurunan premi yang belum menjadi
pendapatan yang cukup besar sehingga mengurangi jumlah pendapatan premi
yang diterima pada tahun 2009.
Menurunnya pendapatan investasi pada tahun 2008 dan 2009
dikarenakan adanya kesalahan investasi pada instrument yang tidak
menghasilkan yaitu investasi pada obligasi dan reksadana serta adanya
penurunan investasi pada pembiayaan mudharabah ( 15% ) dan pembiayaan
mudharabah ( 37,6 % ).
Dari analisis ini, menunjukan bahwa kinerja profitabilitas dari perusahaan ini
masih jauh dari sisi kuantitatif yang menggembirakan.
Pada dasarnya untuk menilai kinerja suatu perusahaan asuransi tidak
bisa dilihat dari efektifitas profitnya saja. Namun beberapa indikator lain yang
menentukan kesehatan perusahaan asuransi berdasarkan riet Info Bank pada
bulan Juli 2004 adalah :
1.
Rasio RBC ( Risk Based Capital )
Rasio ini digunakan untuk melihat tingkat solvensi perusahaan asuransi
apakah yang mampu menanggung segala resiko klaim.
2.
Rasio Likuiditas
Rasio ini untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menjalankan
oprasional sehari-hari tanpa hrus mencairkan investasi.
3.
Rasio deposito wajib terhadapa cadangan teknis
Rasio ini untuk melihat ketersediaan dana perusahaan untuk kebutuhan
likuiditas bila terjadi kesulitan.
4.
Rasio investasi terhadap sejumlah cadangan teknis dengan utang klaim
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajibannnya kepada pemegang polis jangka panjang.
5.
Rasio aktiva tetap terhadap modal sendiri
Rasio ini untuk mengukur efeisiensi perusahaan dalam pembelian property
dan aktiva tetap lainnya.
6.
Perubahan Premi Bruto
Rasio ini untuk digunakan melihat sejauh mana perusahaan asuransi mampu
meningkatkan premi.
7.
Rasio pendapatan premi netto terhadap modal sendiri
Rasio ini untuk mengetahui kekuatan modal sendiri terhadap resiko
tanggungan sendiri.
8.
Rasio pendapatan investasi netto terhadap rata-rata investasi
9.
Rasio penjumlahan beban klaim netto, beban usaha dan komisi netto
terhadap pendapatan premi netto.
Rasio ini digunakan untuk mengetahui biaya overhead perusahaan dan beban
klaim.
10.
Rasio laba/ rugi sebelum pajak terhadap rata-rata modal sendiri.
Rasio ini untuk mengetahui tingkat kemampuan modal sendiri dalam
menghasilkan keuntungan.
TABEL 5.12
KRITERIA DAN STANDAR PENILAIAN
NO. KRITERIA STANDART
1. RBC ≥ 100%
3. Deposito wajib/ cadangan teknis ≥ 5%
4. Investasi/ cadangan teknis+ utang
klaim
≥100%
5. Aktiva tetap/ modal sendiri ≤ 25%
6. Perubahan Premi bruto:
*Asuransi jiwa besar *Asuransi jiwa menengah *Asuransi jiwa kecil
≥ 14% ≥ 23%
≥ 25%
7. Pendapatan Premi netto/ modal
sendiri
≤ 280%
8. Pendapatan investasi netto/ modal
sendiri
≥ 8%
9. Beban ( klaim+usaha+komisi)/
pendapatan premi netto
≤ 100%
10. Laba ( rugi ) sebelum pajak/ rata-rata
modal sendiri ≥ 8%