BAB V: HASIL PENELITIAN 5.2 Analisis dan Pembahasan 5.2.1 Evaluasi Efektifitas Profit 5.2.1.4 Mutual Benefit Untuk mengetahui keuntungan yang diterima oleh perusahaan dan peserta, penulis mendapatkan data dari wawancara dengan Manajer Keuangan PT. Bringin Life Syariah- Surabaya ( hasil wawancara dilampirkan dihalaman lampiran ). Pembahasan berikut juga untuk membuktikan proposisi yang ke-3 yaitu konsep profit pada perusahaan tersebut ternyata memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi peserta dana. Informasi yang didapatkan, dijelaskan dalam pembahasan berikut ini. Ukur mengukur efektifitas profit diantaranya digunakan indikator mutual benefit atau keuntungan yang saling timbal balik. Keuntungan yang dirasakan oleh kedua belah pihak, yaitu perusahaan dan peserta asuransi adalah sebuah nilailebih dari konsep yang diterapkan oleh perusahan. Berikut ini penulis memeberikan ilustrasi produk dari asuransi konvensional dan asuransi syariah sebagai tolok ukur perbandingan keuntungan yang didapatkan peserta dan perusahaan. Data berikut didapat dai dokumentasi perusahaan berupa polis nasabah PT. AJB Bumi Putera 1912. 2) Asuransi Konvensional Jenis Produk : Tahapan Prima ( tanpa pemeriksaan dokter dengan hak pembagioan laba ) Nama : Ny. Siti Chalimah Usia : 50 tahun Mulai Kontrak : 1 Maret 1999 Masa Kontrak : 12 tahun Uang pertanggungan : Rp 10.000.000,- Premi dasar : Rp 306.280,- Cara pembayaran : Dibayar secara triwulan selama 12 tahun Manfaat asuransi : jika tertanggug hidup sampai dengan 01/03/2011 dana bertahap dibayarkan pada tanggal: 01/03/2005: Rp 2.000.000,- 01/03/2008: Rp 3.000.000,- 01/03/2011: Rp 10.000.000,- Jika tertanggung meninggal duni sebelum 01/03/2011, dibayar santunan sebesar Rp 16.000.000,- Nilai tunai : Jumlah yang akan dibayarkan ke peserta jika mengundurkan diri sebelum kontrak selesai adalah sebagai berikut; TABEL 5.8 NILA TUNAI AKHIR TAHUN KE NILAI TUNAI ( Rp ) 1. 0 2. 220.000,- 3. 1.500.000,- 4. 1.790.000,- 5. 3.190.000,- 6. 4.730.000,- 7. 4.210.000,- 8. 5.820.000,- 9. 7.600.000,- 10. 6.230.000,- 11. 8.020.000,- 12. 10.000.000,- Sumber : Polis nasabah PT. AJB Bumi Putera 1912. c) Ausuransi Syariah ( PT. Bringin Life Syriah- Surabaya ) Jenis produk : Bringin Dana Siswa Syariah Nama : Bpk. Hidayat Usia : 36 tahun Masa Kontrak : 14 tahun Uang Pertanggungan : Rp 70.000.000,- Premi Dasar : Rp 5.000.000,- Tabarru’ : 1,75 % dari premi Biaya Pengelolaan : Rp 700.000,- ( 30% dari premi tahun pertama ) - Perusahaan 20% Tingkat Investasi : 12% per tahun ( *asumsi ) Cara Bayar : Dibayar per tahun. Manfaat Asuransi : a) Jika tertanggung meninggal dalam masa kontrak, ataupun hidup sampai akhir kontrak maka dibayarkan uang pertanggungan dan bagi hasil investasi. b) Jika tertanggung mengundurkan diri sebelum kontrak berakhir maka dibayarkan nilai tunai ( premi yang telah disetor ditambah bagi hasil investasi ) Sumber: Data Produk PT. Bringin Life Syariah. Secara manfaat asuransi/ keuntungan yang diterima peserta jumlah manfaat pada asuransi konvensional tidak berbeda jauh dengan asuransi syariah. Namun manfaat ini tergantung pada produk yang dipilih. Ada juga produk asuransi konvensional yang menawarkan manfaat berpuluh-puluh kali lipat dari premi yang dibayar peserta. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan wawancara dan dokumentasi di atas adalah sebagai berikut : TABEL 5.9 PERBANDINGAN KEUNTUNGAN/ KERUGIAN ASURANSI SYARIAH DENGAN ASURANSI KONVENSIONAL TERKAIT DENGAN PROFITABILITAS ASURANSI KONVENSIONAL ASURANSI SYARIAH a) Manfaat asuransi ditentukan jumlahnya diawal kontrak sehingga berapapun hasil investasi perusahaan keuntungan yang diterima peserta tetap. Jika hasil investasi besar, perusahaan untung dan peserta tidak mendapat bagian keuntungan itu. Jika hasil investasi rugi maka perusahaan rugi dan peserta tidak ikut menanggung kerugian tersebut. Disini terjadi ketidak adilan. a) Manfaat asuransi ditentukan dalam rasio bagi hasil. Nominal yang ditawarkan peserta hanya berdasarkan asumsi. Jika hasil investasi tinggi bagi hasilpun menjadi tinggi. Jika hasil investasi mengalami penurunan maka bagi hasil menjadi rendah. Ini mencerminkan keadilan bagi kedua belah pihak. b) Perusahaan membayar sejumlah uang uang jumlahnya tetap, meskipun hasil investasi perusahaan rugi. Sehingga jika tingkat bunga perusahaan lebih rendah dari bunga teknik, perusahaan b) Perusahaan tidak berkewajiban membayar bagi hasil kepada peserta dalam jumlah tetap, tetapi disesuaikan dengan pendapat/ hasil investasi perusahaan sehingga tidak terjadi mengalami nehative spread. negative spread. c) Tidak ada dana tabarru’ atau dana kebajikan, sehingga jika ada peserta lain yang tertimpa musibah dana untuk klaim diambil dari premi peserta yang telah disetor dan dikelola perusahaan tanpa sepengetahuan peserta. c) Peserta menerapkan prinsip saling membantu/ tolong menolong dengan peserta lain yang tertimpa musibah dengan adanya dana tabrru’ yang diambil dari premi dengan sepengetahuan peserta. d) Manfaat yang ditawarkan sangat besar jauh melebihi premi yang dibayarkan ke peserta. Selisih lebih dana yang dibayar ke peserta tersebut tidak jelas sumbernya dan kehalalnya. d) Manfaat yang ditawarkan ke peserta sesuai dengan jumlah yang disetor. Perhitungan bagi hasil transparent yang diberitahukan kepada peserta. Perusahaan juga lebih hati-hati dalam mencari usaha yang halal dan menguntungkan. e) Ada dana hangus. Dalam artian pada tahun pertama dana peserta hangus untuk biaya operasional. Begitu pula tahun ke- 2. Dan jika peserta mengambil dananya diluar kontrak, diakui sebagai pinjaman polis dengan dikenakan bunga 1,25% flat tiap bulan. Sehingga peserta bukan e) Tidak ada dana hangus. Kapanpun peserta mengambil dananya jumlah yang ia dapatkan sama dengan jumlah yang telah ia setor. Hal ini karena rekening peserta terpisah dengan perusahaan. mendapat keuntungan melainkan justru sangat dirugikan. Ketidakadilan terjadi jika keuntungan/ kerugian hanya ditanggung oleh salah satu pihak saja. Akan sangat memberatkan bagi perusahaan yang mengalami kerugian investasi masih diharuskan membayar klaim nasabahnya yang jumlahnya tidaklah kecil. Hal inilah yang membuat beberapa perusahaan asuransi konvensional tidak bisa bertahan akibat tingkat likuiditas dan solvabilitasnya rendah. Dibandingkan sistem bunga pada asuransi konvensional, sistem mudharabah pada asuransi syariah terbukti mampu memberikan mutual benefit/ keuntungan yang saling timbal balik. Keuntungan dan kerugian yang dialami perusahaan akan ditanggung bersama oleh perusahaan dan peserta. Dari segi keuntungan memang lebih kecil dibandingkan dengan asuransi konvensional. Namun jelas sekali bahwa uasaha seperti ini lebih aman, adil dan memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Ada satu hal yang perlu dicatat dari sistem mudharabah yang dilakukan di perusahan asuransi syariah. Mudharabah yang diterapkan belum sepenuhnya profit and loss sharing namun masih profit sharing. Kerugian yang dialami perusahaan tidak dibagi dengan para peserta melainkan ditanggung oleh pemegang saham, hal ini dikarenakan : 1. Kerugian yang terjadi adalah akibat dari kesalahan perusahaan. Yang telah terjadi dalam perusahaan ini adalah kesalahan memilih instrument investasi sehingga tidak memberikan hasil sesuai yang diharapkan. Kerugian lain yang terjadi adalah akibat tingginya biaya operasional untuk memperkenalkan produk ke pasar. 2. Iklim asuransi di Indonesia masih belum berkembang dengan bagus. Masyarakat belum sadar sepenuhnya akan pentingnya asuransi dan asuransi syariah pun belum berkembang sepesat asuransi konvensional. Jika asuransi syariah menerapkan sistem mudharabah sepenuhnya, dengan membebankan kerugian kepada peserta, maka bisa dipastikan konsumen akan lari dan lebih memilih asuransi konvensional. Sehingga penerapan sistem mudharabah ini dilaksanakan secara bertahap oleh PT. Bringin Life Syariah- Surabaya. Dari ketiga indikator kualitatif diatas, yaitu profit target, syariah compliencce dan mutual benefit menunjukan bahwa PT. Bringin Life Syariah- Surabaya telah efektif menerapkan sistem mudharabah dan memberikan Dalam dokumen EVALUASI TERHADAP EFEKTIFITAS SISTEM MUDHARABAH MENURUT PSAK NO.105 DAN SISTEM PROFITABILITAS PADA ASURANSI JIWA SYARIAH ( STUDI KASUS PT.BRINGIN LIFE SYARIAH – Cabang SURABAYA ). (Halaman 143-153)