BAB V: HASIL PENELITIAN
5.2 Analisis dan Pembahasan
5.2.1 Evaluasi Efektifitas Profit
5.2.1.1 Profit Target
Berdasarkan wawancara dengan Manager Keuangan PT. Bringin Life
Syariah- Surabaya, diperoleh informasi dan penjelasan yang dikembangkan
oleh penulis dalam bahan pembahasan berikut ini ( wawancara dilampirkan di
halaman lampiran ). Stabilitas profit merupakan salah satu indikator
efektifitas. Stabilitas profit asuransi ditandai dengan kestabilan profit dalam
kondisi banyak klaim dan pencapaian profit yang sesuai target.
a).
Stabilitas profit dalam kondisi banyak klaim.
Membayar klaim merupakan kewajiban perusahaan kepada
tertanggung. Kapanpun klaim tersebut diajukan oleh peserta maka perusahaan
harus membayarnya. Pada PT. Bringin Life Syariah- Surabaya, dana yang
dipergunakan untuk membayar klaim peserta diambilkan dari dana tabrru’.
Jika dilihat dari prosentasenya, dana tabarru’ memang sangat kecil. Namun
dengan pertambahan jumlah peserta dan klaim yang tidak terjadi secara
bersamaan, akan menambah jumlah dana tabarru’
yang terkumpul.
dipertanggungkan tidak terjadi. Hal ini sangat menguntungkan perusahaan
karena disamping menambah dana tabrru’ yang bisa diinvestasikan juga akan
menambah peluang mendapatkan hasil investasi yang lebih besar.
Mekanisme klaim secara umum pada PT. Bringin Life Syariah-
Surabaya adalah sebagai berikut:
GAMBAR 5.3
MEKANISM KLAIM PT. Bringin Life Syariah- Surabaya
Pemeriksaan
Penutupan
Pengenalan
Tolak
Minta Dokumen
Lapor
Proses
Tolak
Tawarkan
Voucher
Pengambilan
Pembayaran
Dengan mekanisme klaim seperti ini, memungkinkan perusahaan bisa
menyelesaikan proses klaim dengan cepat, tanpa prosedur yang berbelit-belit.
Berbeda sekali dengan asuransi konvensional yang seringkali memakan waktu
yang lama dalam proses klaimnya. Itu dikarenakan dana yang digunakan
untuk membayar klaim pada perusahaan asuransi konvensional yang diambil
dari dana perusahaan yang besarnya tergantung pada tingkat bunga pasar yang
fluktuatif.
Volume klaim yang besar tidak akan mengurangi profit yang diterima
perusahaan. Hanya saja, premi yang disetor oleh peserta berkurang untuk dana
tabarru’ yang prosentasenya bekisar 0,75% s/d 12% dari premi. Inii terbukti
pada tahun 2008 saat bunga SBI turun samapai kurang dari 6 % sebagai akibat
turunnya bunga deposito dan bunga kredit. Pada saat itu, perusahaan asuransi
konvensional mengalami negative spread karena selisih anatara bunga ,teknik
dan bunga di pasar sangan tipis sehingga tidak cukup untuk menutupi biaya-
biaya operasional.
Namun PT. Bringin Life Syariah- Surabaya tidak mengalami negative
spread karena dalam PT. Bringin Life Syariah- Surabaya tidak terdapat unsur
bunga sehingga tidak terjadi salah kalkulasi akibat tingkat bunga SBI, bunga
deposito atau bunga kredit. Pada saat itu, perusahaan asuransi konvensional
mengalami negative spread karena dalam PT. Bringin Life Syariah- Surabaya
tidak terdapat unsur bunga, sehingga tidak terjadi salah kalkulasi akibat
tingkat bunga SBI, bunga deposito atau bunga kredit turun. Dari laporan
bussines performance dalam annual report 2008, diperoleh data bahwa pada
tahun 2008 ditengah penurunan tajam suku bunga deposito dari 10% sampai
12 % menjadi 6% sampai 8% PT. Bringin Life Syariah- Surabaya masih dapat
menikmati kenaikan pendapatan investasi 37,2% dari Rp 6, 27 Milyar menjadi
Rp 8,6 Milyar. Kemampuan PT. Bringin Life Syariah- Surabaya untuk
bertahan dalam kondisi banyak klaim , dicerminkan dalam tingkat RBC yang
berhasil dicapai. RBC ( Risk Based Capital ) merupakan rasio yang digunakan
untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menganggung segala resiko
klaim. RBC dihitung dengan membandingkan selisih kekayaan yang
diperkenankan dan kewajiban dengan batas minimum tingkat solvensi. Perlu
diketahui bahwa ketentuan RBC minimum dari Departemen Keuangan adalah
100% untuk tahun 2008 dan 120% untuk tahun 2009.
Berikut ini perbandingan RBC PT. Bringin Life Syariah- Surabaya
dengan asuransi konvensional lainnya:
TABEL 5.4
PERBANDINGAN RBC PT. Bringin Life Syariah- Surabaya
DENGAN ASURANSI LAIN
NO.
NAMA PERUSAHAAN
RBC TAHUN
2009
( % )
RBC TAHUN
2008
( % )
1. ADI SARANA WANAARTA 128 121
3. AIG LIFE 267 220
4. ALLIANZ LIFE INDONESIA 216 129
5. ANNUGRAH LIFE INSURANCE 612 227
6. ASIH GREAT EASTERN 105 308
7. ASKRIDA 124 109
8. ASTRA CMG LIFE 159 136
9. BAKRIE 127 120
10. BNI JIWA SRAYA 210 110
11. PT. Bringin Life Syariah 378 104
12. BUMI ASIH JAYA 125 220
13. BUMI MASYRAKAT MANDIRI 153 455
14. CENTRAL ASIA RAYA 377 963
15. CIGNA 178 201
16. CREDIT SUISSE LIFE&PENSION 121 134
17. EKA LIFE 135 140
18. PRATAMA INSURANCE 377 963
19. EQUITY FINANCIAL SOLUTION 208 166
20. HEKSA EKA LIFE 133 185
21. INDOLIFE PENSION 177 131
22. JAMINAN 1962 124 41
23. JIWASRAYA 137 138
25. MAA LIFE INSURANCE 144 154 26. METLIFE 181 677 27. MIRA LIFE 123 443 28. MLC LIFE 213 554 29. MUBARAKAH LIFE 140 220 30. MANULIFE 179 418 31. PASARAYA 488 344 32. PRUDENTIAL 228 141 33. SUNLIFE FINANCIAL 179 152 34. SEQUISE LIFE 334 234
Sumber: Laporan Keuangan Publikasi Materi milik PT. Bringin Life Syariah
Dari tabel 5.4 terbukti bahwa meskipun tergolong asuransi yang masih
baru, PT. Bringin Life Syariah- Surabaya berhasil mencapai RBC yang cukup
tinggi. Bahkan melampaui perusahaan-perusahaan asuransi konvensional lain
yang telah lama berdiri dan mempunyai asset triliunan rupiah. Hal ini
membuktikan bahwa PT. Bringin Life Syariah- Surabaya mempunyai
kemampuan yang sangat bagus dalam membayar kewajiban klaimnya.
Penerima premi perusahaan pada tahun 2009 dan RP 98, 02 milyar
lebih dari cukup untuk menutup pembayaran klaim Rp 50,53 Milyar dan biaya
operasional Rp 39, 39 Milyar ( dari data laporan keuangan 2008-2009)
Profit target ditandai dengan pencapaian profit yang sesuai dengan target.
Dari dokumentasi PT. Bringin Life Syariah- Surabaya berhasil diperoleh data laba/
rugi perusahaan tahun 2008-2009 sebagai berikut:
TABEL 5.5
LABA ( RUGI ) PT. Bringin Life Syariah- Surabaya
( dalam jutaan rupiah )
Tahun
2005 2006 2007 2008 2009
Laba ( rugi
)
770,167
( 555,656 )
( 3,224 )
( 2,324 )
( 18, 368 )
Target profit dari PT. Bringin Life Syariah- Surabaya adalah 1%-2%
dari premi per tahun. Pada tahun 2007, perusahaan berhasil mencapai propfit
sebesar Rp 770,167,000 atau 1,5% dari pendapatan premi. Kemudian pada
tahun 2008 sampai dengan 2009, terjadi kerugian yang disebabkan
peningkatan cadangan teknis dan penghapusan beberapa instrument investasi
yang tidak menghasilkan. Dalam jangka pendek, upaya ini lebih terlihat
sebagai peningkatan biaya, sehingga untuk sementara menekan bottom line
perusahaan. Hal ini wajar terjadi pada perusahaan yang masih dalam tahap
perkenalan. Karena dengan pendapatan premi yang masih kecil perusahaan
harus mengeluarkan biaya besar untuk mengenalkan produknya ke pasar
dengan berbagai macam strategis. Berikut ini perbandingan laba/ rugi PT.
Bringin Life Syariah- Surabaya dibandingkan perusahaan asuransi lain yang
mempunya premi bruto dibawah 90 milyar pada tahun 2008:
TABEL 5.6
PERBANDINGAN LABA/ RUGI PT. Bringin Life Syariah- Surabaya dengan
ASURANSI LAIN
NO.
NAMA PERUSAHAAN
PREMI
BRUTO
( dalam jutaan
rupiah )
LABA ( RUGI )
( dalam jutaan
rupiah )
1. ADISARANA WANAARTA 72.862 2.835 2. ASKRIDA 44.474 1.590 3. BUMIARTA 2.279 245 4. MUKJIZAT UTAMA 547 123 5. ANUGRAH LIFE 2.527 48 6. MIRA LIFE 1.156 ( 75 )
7. ASIH GREAT EASTERN 16.855 ( 174 )
8. RAMA LIFE 770 ( 203 )
9. PRATAMA LIFE 92 ( 402 )
10. PASARAYA LIFE 8.510 (1.402 )
11. PT. Bringin Life Syariah- Surabaya
84.330 ( 1.729 )
12. UOB LIFE INSURANCE 1.678 ( 1.805 )
13. JOHN HANCOCK 81.990 ( 2.859 )
14. HEKSA EKA LIFE 40.030 ( 4.420 )
15 SYARIAH MUBARAKAH 8.392 ( 5.285 )
16. AXA MANDIRI 11.137 ( 19.821 )
17. MAA LIFE 26.644 ( 20.580 )
18. METLIFE SEJAHTERA 61.745 ( 44.483 )
Sumber: Laporan Keuangan Prihal, diolah oleh Biro Riset InfoBank.