• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Y) Free Cash

ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Sejarah dan Struktur Peusahaan

C. Analisis Hasil Penelitian 1) Analisis Statistik Deskriptif

3) Analisis Regresi

Berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang telah dilakukan di atas, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan layak untuk dilakukan analisis statistik selanjutnya, yaitu melakukan pengujian

79

hipotesis. Adapun hasil pengolahan data dengan analisis regresi dapat dilihat pada tabel 4.6 dibawah ini.

Tabel 4.7 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.596 .268 5.965 .000

Free Cash Flow 1.647E-13 .000 .235 .449 .661 Return On

Investment

-1.192 .976 -.638 -1.222 .244

a. Dependent Variable: Debt to Total Equity Ratio

Sumber : Data yang diolah Penulis, 2010

Berdasarkan tabel 4.7 pada kolom Unstandardized Coefficients bagian B diperoleh model persamaan regresi linier berganda yaitu :

Y= 1.596 + 1.647X1 - 1.192X2 + e Dimana :

Y = Debt to Equity Ratio X1 = Free Cash Flow

80 X2 = Return on Investment

e = Tingkat kesalahan pengganggu

Penjelasan dari nilai a, b1, b2 dan b3 pada Unstandardized Coefficients tersebut dapat dijelaskan dibawah ini.

• β0 = 1.596

Nilai konstanta ini menunjukkan bahwa apabila tidak ada nilai variabel Free Cash Flow dan Return on Investment, maka Debt To Equity Ratio adalah sebesar 1.596

• β1 = 1.647

Koefisien regresi β1 ini menunjukkan bahwa setiap variabel Free Cash Flow

meningkat satu satuan, maka Debt to Equity Ratio akan bertambah sebesar 1.647 dengan asumsi variabel lainnya dianggap tetap atau sama dengan nol. • β2 = - 1.192

Koefisisen regresi β2 menunjukkan bahwa setiap variabel Return on Investment meningkat sebesar satu satuan, maka perubahan Debt to Equity Ratio yang dilihat dari nilai Y akan bertambah sebesar - 1.192 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.

81 4) Pengujian Hipotesis

Dalam penelitian ini hipotesis diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program statistik, maka diperoleh hasil yang dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.8 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .446a .199 .075 .22793875 1.657

a. Predictors: (Constant), Return On Investment, Free Cash Flow b. Dependent Variable: Debt to Total Equity Ratio

Sumber : Data yang diolah Penulis, 2010

Nilai koefisien korelasi R menunjukkan seberapa besar korelasi atau hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen. Koefisien korelasi dikatakan kuat apabila nilai R berada di atas 0,5 dan mendekati 1. Koefisian determinasi (R square) menunjukkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependennya. Nilai R square adalah 0 sampai dengan 1. Apabila nilai R square semakin mendekati satu, maka variabel-variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sebaliknya, semakin kecil nilai R square, maka kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen

82

semakin terbatas. Nilai R square memiliki kelemahan yaitu nilai R square akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel independen meskipun variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Pada model summary diatas di atas, angka R sebesar 0,446 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara Debt to Equity Rario (Y) dengan Free Cash

Flow (X1) dan Return on Investment (X2) mempunyai hubungan yang rendah

karena < 0,5 (50%) yaitu 44,6 %. Angka adjusted R Square atau koefisien determinasi adalah 0,075 atau 7,5%. Angka ini mengindikasikan bahwa variasi dari kedua variabel independennya hanya mampu menjelaskan variasi variabel dependen sebesar 7,5 % dan sisanya 92,5 % (100% - 7,5%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Kemudian standard error of the estimate adalah sebesar 0,22793875, di mana semakin kecil angka ini akan membuat model regresi semakin tepat untuk memprediksi Debt to Equity Ratio.

Untuk mengetahui apakah masing – masing variabel yaitu FCF dan ROE yang dianggap secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap DER, dilakukan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis secara statistik dilakukan dengan menggunakan uji t dan uji F.

a. Uji t (t-test)

Uji –t dilakukan untuk mengetahui signifikan tidaknya pengaruh masing- masing variabel independen terhadap variabel dependen atau dengan kata lain untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. H1 : free cash flow dan H2 : profitabilitas di uji masing – masing dengan

83

menggunakan uji –t, dalam hal ini adapun kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut :

Ho diterima apabila t hitung < t table Ha diterima apabila t hitung > t table

Tabel 4.9. Hasil uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.596 .268 5.965 .000

Free Cash Flow 1.647 .000 .235 .449 .661

Return On Investment

-1.192 .976 -.638 -1.222 .244

a. Dependent Variable: Debt to Total Equity Ratio

Sumber : Data yang diolah Penulis, 2010

Tabel 4.9 menunjukkan hasil pengujian statistik t sehingga dapat menjelaskan pengaruh variabel independen secara parsial. Dari table regresi dapat dilihat besarnya t hitung untuk variabel free cash flow sebesar 0.449 dengan nilai signifikansi 0.661. hasil uji statistic tersebut dapat menyimpulkan t hitung adalah

84

0.449, sedangkan t table adalah 2.1199, sehingga t table > t hitung (2.1199 > 0.449), maka free cash flow secara individual tidak mempengarui Debt to Equity Ratio. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka > 0,05 (0.661 > 0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya free cash flow tidak berpengaruh terhadap debt to equity ratio. Tabel diatas juga menunjukkan besarnya t hitung untuk variabel Return on Investment sebesar -1.222 sedangkan t table 2.1199, sehingga t table > t hitung (2.1199 > 0.244), maka return on investment tidak berpengaruh terhadap debt to equity ratio secara individual. Signifikansi 0.244 menyimpulkan bahwa signifikansi penelitian > 0,05 (0.244 > 0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya return on investment tidak berpengaruh terhadap debt to equity ratio.

c.Uji f (f- test)

Uji –F dilakukan untuk menentukan apakah semua variabel independen mempunyai pengaruh secara bersama- sama (simultan) terhadap variabel dependen Pembuktian dilakukan dengan cara membandingkan nilai kritis, F(tabel) dengan F(hitung) yang terdapat pada tabel analisis df variance.

Dalam uji F digunakan hipotesis yang disebutkan dibawah ini :

Ho : b1,b2 = 0, artinya Free Cash Flow dan Return on Investment tidak berpengaruh signifikan terhadap Debt to Total Equity Ratio secara simultan pada PT Perkebunan Nusantara III Medan. Ha : b1,b2 0, artinya Free Cash Flow dan Return on Investment berpengaruh

signifikan terhadap Debt to Equity Ratio secara simultan pada PT Perkebunan Nusantara III Medan.

85 Kriteria:

Ho diterima dan Ha ditolak jika F hitung < F tabel untuk α = 5% Ha diterima dan Ho ditolak jika F hitung > F tabeluntuk α = 5%

Tabel 4.10 Hasil uji f ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression .167 2 .084 1.611 .237a

Residual .675 13 .052

Total .843 15

a. Predictors: (Constant), Return On Investment, Free Cash Flow b. Dependent Variable: Debt to Total Equity Ratio

Sumber : Data yang diolah Penulis, 2010

Hasil uji F yang ditampilkan dalam tabel 4.10 menunjukkan bahwa nilai F hitung adalah 1.611 dengan tingkat signifikansi 0,237 yang lebih besar dari 0,05. Dengan menggunakan tabel F diperoleh nilai F tabel sebesar 3.8055. Hal tersebut menunjukkan bahwa F hitung sebesar 1.611 lebih kecil dari F tabel sebesar 3,8055 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, artinya variabel bebas yaitu Free Cash Flow dan Return on Investment tidak berpengaruh signifikan terhadap Debt to Equity Ratio secara simultan pada PT Perkebunan Nusantara III.

86 5) Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil pengujian variabel penelitian secara parsial, diketahui bahwa variabel independen yang diukur dengan Free Cash Flow tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Debt to Equity Ratio. Hal ini sesuai dengan nilai signifikansi t sebesar 0,661 yang lebih besar dari 0,05.

Dari hasil pengujian variabel penelitian secara parsial, diketahui bahwa variabel independen yang diukur dengan Return on Investment tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Debt to Equity Ratio. Hal ini sesuai dengan nilai signifikansi t sebesar 0,244 yang lebih besar dari 0,05.

Dari hasil pengujian variabel penelitian secara simultan, Free Cash Flow dan Return on Investment tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap Debt to Equity yang ditunjukkan oleh signifikansi F 0.237 > 0,05. Nilai adjusted R

square atau koefisien determinasi menunjukkan angka 0,075 yang

mengindikasikan bahwa hanya 7,5% variasi atau perubahan dalam likuditas dapat dijelaskan oleh variasi variabel-variabel perputaran kas dan piutang. Sedangkan sisanya sebesar 92,5% dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.Free Cash Flow memiliki koefisien regresi bertanda positif sebesar 1,647, Debt to Equity Ratio memiliki koefisien regresi bertanda negatif sebesar -1.192%.

87 BAB V

Dokumen terkait