BAB III METODE PENELITIAN
B. Analisis Hasil Penelitian
3. Analisis Regresi
Dari hasil pengujian asumsi klasik disimpulkan bahwa bahwa model
regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi
yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan layak dilakukan analisis
regresi. Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis regresi
berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS 16,
maka diperoleh hasil sebagai berikut:
a. Persamaan Regresi
Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linear,
dilakukan beberapa tahapan untuk mencari hubungan antara variabel
independen dan variabel dependen, melalui pengaruh manajemen laba,
mekanisme corporate governance, dan kualitas audit terhadap kinerja
Tabel 4.6 Analisis Hasil Regresi
Sumber: Data yang diolah penulis, 2010.
Berdasarkan tabel di atas, didapatlah persamaan regresi sebagai
berikut:
Y = 0,432 + 0,329 X1 + 0,180 X2 - 0,070 X3 + 0,010 X4 – 0,420 X5
+ 0,104 X6
Keterangan :
1) konstanta sebesar 0,432 menunjukkan bahwa apabila tidak ada
variabel independen (X1 = 0, X2 = 0 dan X3 = 0, X4 = 0, X5 = 0 dan
X6 = 0) maka kinerja keuangan sebesar 0,432,
2) β1 sebesar 0,329 menunjukkan bahwa setiap kenaikan manajemen laba sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan kinerja keuangan
sebesar 0,329 dengan asumsi variabel lain tetap,
Coefficientsa .432 .264 1.638 .108 .329 .117 .326 2.820 .007 .956 1.046 .180 .216 .126 .831 .410 .552 1.811 -.070 .165 -.066 -.423 .674 .525 1.906 .010 .164 .007 .059 .954 .970 1.031 -.420 .093 -.572 -4.501 .000 .791 1.265 .104 .046 .272 2.240 .030 .867 1.154 (Constant) MANAJEMEN LABA % SAHAM INSTITUSI % SAHAM MANAJEMEN KOMITE AUDIT KOMISARIS INDEPENDEN KUALITAS AUDIT Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients
t Sig. Tolerance VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: KINERJA KEUANGAN a.
3) β2 sebesar 0,180 menunjukkan bahwa setiap kenaikan persentase saham institusi sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan kinerja
keuangan 0,180 dengan asumsi variabel lain tetap,
4) β3 sebesar -0,070 menunjukkan bahwa setiap kenaikan persentase saham manajemen sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan kinerja
keuangan sebesar -0,070 dengan asumsi variabel lain tetap.
5) Β4 sebesar 0,010 menunjukkan bahwa setiap kenaikan komite audit sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan kinerja keuangan sebesar
0,010 dengan asumsi variabel lain tetap.
6) Β5 sebesar -0,420 menunjukkan bahwa setiap kenaikan komisaris independen sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan kinerja
keuangan sebesar -0,420 dengan asumsi variabel lain tetap.
7) Β6 sebesar 0,104 menunjukkan bahwa setiap kenaikan kualitas audit sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan kinerja keuangan
sebesar 0,104 dengan asumsi variabel lain tetap.
b. Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi
Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa besar korelasi
atau hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel
dependen. Koefisien korelasi dikatakan kuat apabila nilai R berada di
atas 0.5 dan mendekati 1.
Koefisien determinasi (R square) menunjukkan seberapa besar
adalah 0 sampai dengan 1. Apabila nilai R square semakin mendekati
1, maka variabel-variabel independen memberikan semua informasi
yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Sebaliknya, semakin kecil nilai R square, maka kemampuan
variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel-variabel dependen
semakin terbatas. Nilai R square memiliki kelemahan yaitu nilai R square akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel
independen meskipun variabel independen tersebut tidak berpengaruh
signifikan terhadap variabel dependen.
Tabel 4.7
Hasil Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Model Summary(b)
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of
the Estimate Durbin-Watson
1 .612(a) .375 .299 .15988 1.989
a Predictors: (Constant), KUALITAS AUDIT, % SAHAM MANAJEMEN, MANAJEMEN LABA, KOMITE AUDIT, KOMISARIS INDEPENDEN, % SAHAM INSTITUSI
b Dependent Variable: KINERJA KEUANGAN
Sumber: Data yang diolah penulis, 2010.
Pada model summary, nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,612
yang berarti bahwa korelasi atau hubungan antara kinerja keuangan
dengan variabel independennya (manajemen laba, mekanisme corporate
governance, dan kualitas audit) kuat karena berada diatas 0,5. Angka adjusted R square atau koefisien determinasi adalah 0,299. Hal ini
dijelaskan oleh variasi dari manajemen laba, mekanisme corporate
governance, dan kualitas audit sedangkan sisanya (70,1%) dijelaskan
oleh sebab-sebab lain. Standar Error of Estimate (SEE) adalah
0,15988, yang mana semakin besar SEE akan membuat model regresi
kurang tepat dalam memprediksi variabel dependen.
c. Pengujian Hipotesis
Untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model
regresi berpengaruh terhadap variabel dependen, maka dilakukan
pengujian dengan menggunakan uji t (t test) dan uji F (F test).
1) Uji t (t Test)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap
variabel independennya. Berdasarkan hasil pengolahan SPSS versi
16, diperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 4.8 Hasil Uji t
Sumber: Data yang diolah penulis, 2010.
Coefficientsa .432 .264 1.638 .108 .329 .117 .326 2.820 .007 .956 1.046 .180 .216 .126 .831 .410 .552 1.811 -.070 .165 -.066 -.423 .674 .525 1.906 .010 .164 .007 .059 .954 .970 1.031 -.420 .093 -.572 -4.501 .000 .791 1.265 .104 .046 .272 2.240 .030 .867 1.154 (Constant) MANAJEMEN LABA % SAHAM INSTITUSI % SAHAM MANAJEMEN KOMITE AUDIT KOMISARIS INDEPENDEN KUALITAS AUDIT Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients
t Sig. Tolerance VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: KINERJA KEUANGAN a.
Dari tabel regresi dapat dilihat besarnya thitung untuk variabel
manajemen laba sebesar 2,820 dengan nilai signifikan 0, 007,
sedangkan t tabel adalah 2,009575, sehingga thitung > ttabel ( 2,820 >
2,009575), maka manajemen laba secara individual mempengaruhi
kinerja keuangan. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka
<0,05 (0,007 < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya
manajemen laba berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja
keuangan.
Thitung untuk variabel persentase saham institusi sebesar 0,831
sedangkan ttabel adalah 2,009575, sehingga thitung < ttabel (0,831 <
2,009575), maka persentase saham institusi tidak berpengaruh
terhadap kinerja keuangan secara individual. Signifikansi 0,410
menyimpulkan bahwa signifikansi penelitian >0,05 (0,410 > 0,05),
maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya persentase saham institusi
tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan.
Tabel diatas juga menunjukkan besarnya thitung untuk variabel
persentase saham manajemen sebesar -0,423 sedangkan ttabel adalah
2,009575, sehingga thitung < ttabel (-0,423 < 2,009575), maka
persentase saham manajemen tidak berpengaruh terhadap kinerja
keuangan secara individual. Signifikansi 0,674 menyimpulkan
diterima dan Ha ditolak, artinya persentase saham manajemen
tidak berpengaruh terhadap kinerja keauangan.
Tabel diatas juga menunjukkan besarnya thitung untuk variabel
komite audit sebesar 0,059 sedangkan ttabel adalah 2,009575,
sehingga thitung < ttabel (0,059 < 2,009575), maka komite audit
tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan secara individual.
Signifikansi 0,954 menyimpulkan bahwa signifikansi penelitian
>0,05 (0,954 > 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya
komite audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keauangan.
Dari tabel regresi dapat dilihat besarnya thitung untuk variabel
komisaris independen sebesar -4,501 dengan nilai signifikan 0,
000, sedangkan t tabel adalah 2,009575, sehingga thitung < ttabel (
-4,501 < 2,009575), maka komisaris independen secara individual
tidak mempengaruhi kinerja keuangan. Signifikansi penelitian juga
menunjukkan angka <0,05 (0,000 < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha
diterima, artinya komisaris independen berpengaruh signifikan
negatif terhadap kinerja keuangan.
Dari tabel regresi dapat dilihat besarnya thitung untuk variabel
kualitas audit sebesar 2,240 dengan nilai signifikan 0, 030,
sedangkan t tabel adalah 2,009575, sehingga thitung > ttabel ( 2,240 >
2,009575), maka manajemen laba secara individual mempengaruhi
kinerja keuangan. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka
kualitas audit berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja
keuangan.
2) Uji F (F Test)
Untuk melihat pengaruh arus kas dari aktivitas operasi, arus
kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan
terhadap harga saham secara simultan dapat dihitung dengan
menggunakan F test. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan
program SPSS 16, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.9 Hasil Uji F
Sumber: Data yang diolah penulis, 2010.
Dari uji ANOVA atau F test, diperoleh Fhitung sebesar 4,902
dengan tingkat signifikansi 0,000, sedangkan Ftabel sebesar 2,2904
dengan signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat
disimpulkan bahwa manajemen laba, mekanisme corporate
governance, dan kualitas audit berpengaruh secara simultan dan ANOVAb .752 6 .125 4.902 .001a 1.252 49 .026 2.004 55 Regres sion Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), KUALITAS AUDIT, % SAHAM MANAJEMEN, MANAJEMEN LABA, KOMITE AUDIT, KOMISARIS INDEPENDEN, % SAHAM INSTITUSI a.
Dependent Variable: KINERJA KEUANGAN b.
signifikan terhadap kinerja keuangan karena Fhitung > Ftabel (4,902 >
2,2904) dan signifikansi penelitian <0,05 (0,000 < 0,05).