• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Hasil dan Pembahasan

2. Analisis Regresi Linear Berganda

Untuk mengetahui hubungan dua atau lebih independen variabel dengan satu dependen variabel, misalnya dalam penelitian ini penulis menggunakan Return On Equity, Return On Asset dan Economic Value Added terhadap Return Saham. Berdasarkan pada pengolahan data, menggunakan Software SPSS 16.0 maka didapatkan suatu model regresi linear berganda dalam tabel 4.6 sebagai berikut:

Tabel 4.6

Uji Regresi Linier Berganda Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients

Model B Std. Error Beta

(Constant) 5.441 2.445

ROE (X1) .002 .006 .085

ROA (X2) .026 .012 .454

1

EVA (X3) .207 .089 .585

a. Dependent Variable: RETURN (Y) Sumber: data diolah, 2010

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai koefisien dari persamaan regresi. Dalam kasus ini, persamaan regresi berganda yang digunakan adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + ε

Keterangan: a = konstanta b = koefisien regresi Y = Return Saham X1 = Return On Equity X2 = Return On Asset

X3 = Economic Value Added

ε = standar error

Dari output didapatkan model persamaan regresi: Persamaan model Y =5,441 + 0,002 X1+ 0,026 X2 + 0,207 X3

Pada persamaan regresi diatas menunjukkan nilai konstanta sebesar 5,441.hal ini menyatakan bahwa jika variabel Return On Equity, Return On Asset dan Economic Value Added dianggap konstan, maka Return

Saham akan konstan sebesar 5,441.

Koefisien regresi pada variabel Return On Equity sebesar 0,002, hal ini berarti jika variabel Return On Equity naik sebesar satu satuan maka variabel return saham akan naik sebesar 0,002. Koefisien regresi pada variabel Return On Asset sebesar 0,026, yang berarti jika variabel Return On Asset naik sebesar satu satuan maka variabel Return saham naik sebesar 0,026.

Koefisien regresi pada variabel Economic Value Added sebesar 0,207, hal ini berarti jika variabel Economic Value Added naik sebesar satu satuan maka variabel return saham akan naik sebesar 0,207.

a. Uji Koefisien Determinasi

Uji ini dilakukan untuk mengukur kemampuan variabel-variabel independen, yaitu Return On Equity, Return On Asset dan Economic Value Added dalam menjelaskan variasi variabel dependen, yaitu

Return Saham. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada kolom R square, yang ditampilkan pada tabel berikut:

Tabel 4.7

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Durbin-Watson Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .480a .230 .190 .9349569 1.579

a. Predictors: (Constant), EVA (X3), ROA (X2), ROE (X1) b. Dependent Variable: RETURN (Y)

Sumber: data diolah, 2010

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai koefisien

Adjusted R Square yang dihasilkan oleh variabel-variabel independen sebesar 0.19 yang artinya adalah 19% variabel dependen Return

Saham dijelaskan oleh variabel independen Return On Equity, Return On Asset dan Economic Value added dan sisanya sebesar 81% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel independen yang digunakan. Pada penelitian ini nilai R Square sebesar 19 %, nilai tersebut merupakan tingkat pengaruh dengan kategori yang rendah ini disebabkan karena jumlah tahun yang terlalu singkat dengan nilai koefisien yang rendah.

Masih banyak variabel lain yang dapat mempengaruhi variabel

return saham, seperti (1) Price Earning Ratio, Semakin besar PER

memungkinkan harga pasar dari setiap lembar saham akan semakin baik, demikian pula sebaliknya (Purnomo, 1998). Oleh karena itu, nilai PER yang besar akan menghasilkan return yang besar pula bagi para pemegang saham. (2) Debt Equity Ratio yang merupakan perhitungan sederhana yang membandingkan total hutang perusahaan dari modal pemegang saham. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Ross et al,.2003:66) yang menyatakan bahwa “debt to equity ratio is dividing total debt with total equity”. (3) Firm Size, perusahaan besar cenderung melakukan diversifikasi usaha lebih banyak daripada perusahaan kecil. Oleh karena itu kemungkinan kegagalan dalam menjalankan usaha atau kebangkrutan akan lebih kecil. Ukuran perusahaan sering dijadikan indikator bagi kemungkinan terjadinya kebangkrutan bagi suatu perusahaan, dimana perusahaan dengan ukuran lebih besar dipandang lebih mampu menghadapi krisis dalam menjalankan usahanya. Hal ini akan mempermudah perusahaan dengan ukuran lebih besar untuk memperoleh pinjaman atau dana eksternaldan lain-lain.

Angka koefisien korelasi (R) pada tabel 4.7 sebesar 0.480 menunjukkan bahwa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen adalah sedang karena memiliki nilai koefisien korelasi diatas 0.05 Standart Error of Estimate (SEE) sebesar 0.93

makin kecil nilai SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen.

b. Uji F (Simultan)

Untuk menunjukkan apakah semua variabel independen yang digunakan dalam model regresi mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen maka digunakan uji F, hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Sumber : data diolah, 2010

Tabel 4.8 Hasil Uji F Statistik

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Regression 15.138 3 5.046 5.773 .002a

Residual 50.700 58 .874

1

Total 65.839 61

a. Predictors: (Constant), EVA (X3), ROA (X2), ROE (X1) b. Dependent Variable: RETURN (Y)

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan sebesar 0.002 atau lebih kecil dari nilai probabilitas (p-value) 0.05 (0.002< 0.05), ini berarti bahwa variabel independen yaitu Return On Equity, Return On Asset dan Economic Value Added mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap Return

Saham.

Hal ini menunjukkan bahwa:

H1 :Return On Equity, Return On Asset dan Economic Value Added berpengaruh signifikan terhadap Return Saham.

c. Uji t (Parsial)

Pengujian regresi secara parsial (uji t) berguna untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat dilihat dengan membandingkan nilai probabilitas (p-value) dari masing-masing variabel dengan tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0.05 jika p-value lebih kecil dari 0.05 maka dapat dikatakan bahwa variabel-variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji regresi secara parsial (uji t) dapat dilihat pada tabel berikut:

Sumber : data diolah, 2010

Tabel 4.9 Hasil Uji T Statistik Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF

(Constant) 5.441 2.445 2.225 .030

ROE (X1) .002 .006 .085 .328 .744 .195 5.117

ROA (X2) .026 .012 .454 2.136 .037 .198 5.061 1

EVA (X3) .207 .089 .585 2.340 .023 .896 1.116

a. Dependent Variable: RETURN (Y)

1. Pengaruh Return on Equity terhadap Return Saham

Dari tabel diatas terlihat bahwa thitung koefisien Return on

Equity adalah 0,328, sedangkan ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0.05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel, nilai α dibagi 2 menjadi 0.025 dan df = 90 (didapat dari rumus n-2, dimana n adalah jumlah data, 90-2 = 88). Didapat ttabel adalah 2.00.

Variabel Return on Equity memiliki nilai p-value 0.744 (0.744 > 0.05). sedangkan thitung > ttabel (0.328 < 2.00) maka hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima, berarti secara parsial tidak ada pengaruh variabel independen

Return on Equity (X1) terhadap variabel dependen Return Saham (Y).

2. Pengaruh Return On Asset terhadap Return Saham

Dari tabel diatas terlihat bahwa thitung koefisien Return On

Asset adalah 2.136, sedangkan ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0.05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel, nilai α dibagi 2 menjadi 0.025 dan df = 90 (didapat dari rumus n-2, dimana n adalah jumlah data, 90-2 = 88). Didapat ttabel adalah 2.00.

Variabel Return On Asset memiliki nilai p-value 0.037 (0.037 < 0.05). sedangkan thitung > ttabel (2.136 > 2.00) maka hipotesis alternatif (Ha) diterima, dan hipotesis nol (H0) ditolak,

berarti secara parsial ada pengaruh variabel independen Return On Asset (X2) terhadap variabel dependen Return Saham (Y).

3. Pengaruh Economic Value added terhadap Return Saham

Dari tabel diatas terlihat bahwa thitung koefisien Return On

Asset adalah 2,340, sedangkan ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0.05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel, nilai α dibagi 2 menjadi 0.025 dan df = 88 (didapat dari rumus n-2, dimana n adalah jumlah data, 90-2 = 88). Didapat ttabel adalah 2.00

Variabel Economic Value Added memiliki nilai p-value 0.023 (0.023< 0.05). sedangkan thitung > ttabel (2.340> 2.00) maka hipotesis alternatif (Ha) diterima, dan hipotesis nol (H0) ditolak, berarti secara parsial ada pengaruh variabel independen Economic Value Added (X3) terhadap variabel dependen Return Saham (Y).

D. Interpretasi

Hasil uji regresi berganda diperoleh bahwa Return on Asset dan

Economic Value Added secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap

return saham. Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Hakim (2006), menemukan bahwa secara simultan EVA dan ROA berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Namun secara parsial hanya ROA saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap return saham, sedangkan EVA tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil ini menunjukkan pengukuran

kinerja keuangan dengan metode ROA lebih baik dibandingkan dengan metode EVA dalam pengaruhnya terhadap return saham. Hal ini disebabkan karena para investor masih menganggap bahwa metode perhitungan ROA masih efektif dalam memperkirakan tingkat keuntungan saham di masa yang akan datang.

Lain halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Panggabean (2005) mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang analisis perbandingan korelasi EVA dan ROE terhadap Harga Saham pada 20 perusahaan di Bursa Efek Jakarta dapat disimpulkan beberapa hal pokok sebagai berikut: Economic Value Added (EVA) perusahaan dalam LQ-45 mempunyai korelasi yang signifikan dengan harga sahamnya, Namun Return on Equity (ROE) perusahaan dalam LQ-45 tidak mempunyai korelasi yang signifikan dengan harga saham. Dalam penelitian Taufik (2007), melakukan pengujian asumsi klasik yang pada dasarnya untuk melihat apakah data-data dalam penelitian ini dapat digunakan untuk meregresikan antara variabel bebas (ROE, ROA dan EVA) dan variabel terikat (Stock Return). Berdasarkan hasil uji ANOVA terlihat bahwa antara variabel independent (ROE, ROA dan EVA) dengan variabel dependent (stock return) mempunyai pengaruh yang signifikan. Namun demikian dominasi variabel independent terhadap variabel

dependent tersebut tidak terlalu besar yaitu hanya 27,9 sedangkan sebagian besar (72,1) didominasi oleh faktor lain.

Dalam hal ini perbedaan antara hasil pengujian sebelumnya dengan pengujian ini dikarenakan adanya perbedaan waktu penelitian, sektor yang

diteliti, merubah variabel terikat menjadi return saham, dan merubah variabel bebas menjadi Return On Equity, Return On Asset dan Economic Value Added. Karena pada penelitian sebelumnya menggunakan variabel terikat dengan return, sehingga adanya perbedaan hasil analisis.

Sedangkan untuk return saham, bila dikaitkan dengan variabel yang berpengaruh dan signifikan yaitu Return On Equity, Return On Asset dan

Economic Value Added merupakan variabel yang mempengaruhi return saham dan return saham adalah salah satu patokan dari para pemegang saham untuk menanamkan modalnya dalam berinvestasi. Untuk memprediksi return dapat dilihat berdasarkan hasil Return On Equity, Return On Asset dan Economic Value Added. Maka para pemegang saham harus memperhitungkan Return On Equity, Return On Asset dan Economic Value Added sehingga akan mendapat keuntungan yang lebih baik lagi. Return On Equity, Return On Asset dan

Economic Value Added menjadi suatu alat analisis dalam mencapai return

yang baik pada saat ini.

BAB V

Dokumen terkait