STRUKTUR ORGANISASI DINAS KESEJAHTERAAN DAN SOSIAL PROVINSI SUMATERA UTARA
4.2 Hasil Penelitian
4.2.3 Analisis Regresi Linier Berganda
Hasil dari analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 4.8:
Tabel 4.8
Analisis Regresi Linier Berganda
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) ,620 1,073 ,578 ,564
Motivasi ,407 ,031 ,623 12,943 ,000
Disiplin Kerja ,346 ,036 ,464 9,635 ,000
a. Dependent Variable: Prestasi Kerja Sumber: Lampiran 12
Berdasarkan hasil pengolahan data seperti terlihat pada Tabel 4.8 pada kolom kedua (Unstandartrized coeficient) bagian B pada baris pertama diperoleh model persamaan regresi linier bergandanya adalah :
Y = 0,620 + 0,407 + 0,346
1. Konstanta (a) = 0,620. Ini mempunyai arti bahwa variabel motivasi dan disiplin kerja dianggap konstan maka tingkat variable prestasi kerja pegawai (Y) sebesar 0,620.
2. Koefisien (b1) = 0,407. Variabel motivasi terhadap prestasi kerja pegawai dengan koefisien regresi sebesar 0,407. Ini mempunyai arti bahwa setiap terjadi kenaikan variabel disiplin kerja sebesar 1 satuan, maka prestasi kerja pegawai Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumatera Utara mengalami peningkatan sebesar 0,407.
3. Koefisien (b2) = 0,346. Variabel disiplin kerja terhadap prestasi kerja Pegawai dengan koefisien regresi sebesar 0,346. Ini mempunyai arti bahwa setiap terjadi kenaikan variabel disiplin kerja sebesar 1 satuan, maka prestasi kerja Pegawai Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumatera Utara akan
naik sebesar 0,346.
4.3 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Hasil pengujian normalitas dapat dilihat dengan menggunakan pendekatan grafik dengan uji histogram, p-plot dan Kolmogorov-Smirnov.
a. Histogram
Sumber: Lampiran 13
Gambar 4.2 Histogram
Dari gambar 4.2 dapat dilihat bahwa distribusi data adalah normal karena grafik histogram menunjukkan distribusi data mengikuti garis diagonal tidak menceng kekanan maupun menceng kekiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal.
b. Normal P-P Plot
Pada Gambar 4.3 dapat dilihat bahwa penyebaran data berada pada sekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka nilai residual terstandarisasi. Dengan demikian maka model regresi hipotesis tersebut memenuhi asumsi normalitas.
Sumber: Lampiran 14
Gambar 4.3 PP-Plot c. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov
Tabel 4.9
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardize d Residual
N 112
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation ,72689450 Most Extreme
Differences
Absolute ,081
Positive ,072
Negative -,081
Kolmogorov-Smirnov Z ,852
Asymp. Sig. (2-tailed) ,462
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Lampiran 15
Pada Tabel 4.9 diperoleh nilai Kolmogorov-Smirnov Z hitung lebih kecil dari Z table yaitu 0,852 lebih kecil 1,96 dan nilai Asymp Sig (2-tailed) 0,462 lebih besar dari 0,05, sehingga model regresi yang diperoleh adalah berdistribusi normal.
2. Uji Heteroskedastisitas
Untuk mengetahui ada tidaknya gejala heterokedastisitas dapat dideteksi
dengan dua cara yaitu, scatter plot (nilai prediksi dependen ZPRED dengan residual SRESID) dan uji Gletjer.
a. Grafik Scatterplot
Gejala heterokedastisitas dapat dilihat dengan menggunakan grafik Scatterplot. Apabila data yang berbentuk titik-titik tidak membentuk
suatu pola atau menyebar, maka model regresi tidak terkena heterokedastisitas.
Sumber: Lampiran 16
Gambar 4.4 Scatter Plot
Pada gambar 4.4 terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi. Sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi Prestasi Kerja berdasarkan masukan variabel independennya.
b. Uji Glejser
Pada uji Glejser dapat dilihat jika variabel independen singnifikan
dibawah 5% secara statistik, maka di indikasikan terjadi heteroskedastisitas. Jika probabilitas signifikannya diatas tingkat kepercayaan 5% maka model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.
Berdasarkan hasil pengolahan SPSS hail Uji Glejser dapat dilihat dalam Tabel 4.10:
Pada Tabel 4.10 diketahui bahwa kolom Sig. pada tabel koefisien regresi untuk variabel independen adalah motivasi (0,040) dan disiplin Kerja (0,018) atau probabilitas lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi gangguan heterokedastisitas. Hal ini menunjukkan semua variabel independen yang terdiri motivasi dan disiplin kerja signifikan secara statisik mempengaruhi variabel dependen yaitu prestasi kerja.
3. Uji Multikoliniearitas
Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada Tabel 4.11:
Pada Tabel 4.11 terlihat bahwa nilai tolerance semua variabel bebas adalah lebih besar dari nilai ketetapan 0,1 dan nilai VIF semua variabel bebas adalah lebih kecil dari nilai ketetapan 5. Oleh karna itu, data dalam penelitian ini dikatakan tidak mengalami masalah multikolinearitas.
Tabel 4.11 Uji Multikolonieritas
Model Collinearity Statistics Tolerance VIF
1 Motivasi ,919 1,088
Disiplin Kerja ,919 1,088 a. Dependent Variable: Prestasi Kerja
Sumber: Lampiran 18
4.4 Uji Hipotesis
1. Uji Signifikan Serentak (Uji-F)
Untuk mengambil nilai maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:
diperoleh dengan derajat kebebasan (df) = n-k Keterangan :
n : jumlah sampel
k : jumlah variabel independen
Maka derajat kebebasan (df) = 112-2 = 110 sehingga Uji-F yang dilakukan adalah uji satu arah, maka yang digunakan adalah 0,05 (110) = 3,08.
Berdasarkan Tabel 4.12 diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh motivasi ( ) dan disiplin kerja ( ) secara simultan terhadap prestasi kerja (Y) adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai 180,334 > nilai 3,08, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh motivasi ( ) dan disiplin kerja ( ) secara simultan terhadap prestasi kerja (Y) pegawai Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumatera Utara.
Tabel 4.12
a. Dependent Variable: Prestasi Kerja
b. Predictors: (Constant), Disiplin Kerja, Motivasi Sumber: Lampiran 19
2. Uji Signifikansi (Uji-t)
Untuk mengambil nilai maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:
diperoleh dengan derajat kebebasan (df) = n-k-1 Keterangan :
n : jumlah sampel
k : jumlah variabel independen
Maka derajat kebebasan (df) = 112-2-1 = 109 sehingga Uji-t yang dilakukan adalah uji satu arah, maka yang digunakan adalah 0,05 (109) = 1,981.
a. Dependent Variable: Prestasi Kerja Sumber: Lampiran 20
Pada Tabel 4.13 diperoleh hasil sebagai berikut:
a. Pengujian hipotesis pertama (H1)
Diketahui nilai sig. Untuk pengaruh variabel motivasi ( ) terhadap variabel prestasi kerja (Y) adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai 12,943 > nilai 1,981, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti motivasi ( ) berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja ( ).
b. Pengujian hipotesis kedua (H2)
Diketahui nilai sig. Untuk pengaruh variabel disiplin kerja ( ) terhadap variabel prestasi kerja (Y) adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai 9,635 > nilai 1,981, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti disiplin kerja ( ) berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja ( ).
3. Uji Koefisiensi Determinsi (R²)
Pengujian Koefisien determinan digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas motivasi ( ) dan disiplin kerja ( ) terhadap variabel terikat prestasi kerja (Y). Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R2 ≥ 1).
Jika (R²) semakin besar atau mendekati satu, maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas motivasi ( ) dan disiplin kerja ( ) terhadap variabel terikat prestasi kerja (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya. Hasil pengujian koefisien determinasi
menggunakan SPSS dapat dilihat pada Tabel 4.14:
Tabel 4.14
Uji Koefisiensi Determinasi (R²)
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,876a ,768 ,764 ,73353
a. Predictors: (Constant), Disiplin Kerja, Motivasi b. Dependent Variable: Prestasi Kerja
Sumber: Lampiran 21
Berdasarkan Tabel 4.14 dapat diketahui bahwa:
a. Nilai R sebesar 0,768 sama dengan 76,8% berarti hubungan antara variabel independen (motivasi dan disiplin kerja) terhadap variabel prestasi kerja 76,8%.
b. Nilai Adjusted R Square 0,764 berarti 76,4% prestasi kerja dapat dijelaskan oleh motivasi dan disiplin kerja. Sedangkan sisanya 23,6%
dapat dijelaskan oleh faktor – faktor yang lain yang tidak diteliti.
4.5 Pembahasan