• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.4 Uji Hipotesis

4.4.1 Analisis Regresi Variabel Penelitian

Uji hipotesis berguna untuk mengetahui pengaruh masing-masing independent variable terhadap dependent variable dalam penelitian ini, analisisnya digunakan

dengan menggunakan teknik Multiple Regression Analysis dengan menggunakan software SPSS versi 23.Dalam melakukan analisis regresi, mengukur 3 hal yaitu

besaran R-Square untuk mengetahui seberapa besar varian dependent variable dijelaskan oleh independent variable.Kedua, melihat keseluruhan independent variable berpengaruh secara signifikan terhadap dependent variable.Terakhir,

melihat signifikan atau tidaknya koefisien regresi dari masing-masing independent variable.Tabel di bawah melihat besaran R-Square untuk mengetahui berapa

varian dependent variable yang dapat dijelaskan oleh IV. Tabel R-Square dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut :

Tabel 4.5 R-Square Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change df 1 df 2 Sig. F Cha nge 1 .664 a .442 .421 7.18996 .442 21.085 9 24 0 .000 a. Predictors: (Constant), Commit, Instrumental, Achievement, Rcoping, Power,

Forgive, Affiliation, Emosional, Values

Pada tabel 4.5 dapat dilihat bahwa perolehan nilai R-Square dalam penelitian ini sebesar 0.442 atau 44.2%. Artinya, proporsi pengaruh variabel motivasi kerja (need for achievement, need for affilation, dan need for power), dukungan rekan kerja (dukungan emosional dan dukungan instrumen), dan religiusitas (value, forgiveness, religious/spiritual coping, dan commitment) adalah sebesar 44.2%

sedangkan 55,8% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Langkah kedua, peneliti melakukan uji F untuk mengetahui pengaruh seluruh independent variable motivasi kerja, dukungan rekan kerja, dan religiusitas

memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dependent variable yaitu kepuasan kerja. Adapun hasil uji F dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut:

Tabel 4.6

Anova Signifikansi Pengaruh Seluruh Independent Variable TerhadapDependent Variable

ANOVAa

Model

Sum of Squares

Df Mean Square F Sig.

1

Regression 9810.080 9 1090.004 21.085 .000b Residual 12406.921 240 51.696

Total 22216.945 249 a. Dependent Variable: Kepuasan_Kerja

b. Predictors: (Constant), Commit, Instrumental, Achievement, Rcoping, Power, Forgive, Affiliation, Emosional, Values

Berdasarkan uji F pada tabel 4.6, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi dari keseluruhan independent variable terhadap dependent variable sebesar 0.000. Adapun nilai Sig.<0.05 menunjukkan bahwa pengaruh yang ada signifikan. Artinya, ada pengaruh yang signifikan dari variabel motivasi kerja, dukungan rekan kerja, dan religiusitas, dan terhadap kepuasan kerja.

Langkah selanjutnya yang peneliti lakukan adalah dengan melihat nilai koefisien regresi tiap independent variable. Jika nilai Sig.<0.05, maka koefisien regresi tersebut signifikan. Hal ini dapat diartikan bahwa independent variable memiliki dampak yang signifikan terhadap dependent variable. Adapun analisis nilai koefisien regresi pada tiap variabel penelitian ditampilkan pada tabel 4.7 sebagai berikut:

Tabel 4.7 Koefisien regresi Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.608 5.341 .301 .764 Achievement -.018 .058 -.018 -.317 .751 Affiliation .347 .069 .313 5.011 .000 Power .084 .060 .077 1.412 .159 Emosional .341 .066 .335 5.187 .000 Instrumental .110 .064 .104 1.711 .088 Value .069 .074 .057 .803 .423 Forgiveness .099 .069 .100 1.429 .154 Religious_Coping -.066 .061 -.062 -1.052 .294 Commitment .010 .051 .009 .194 .846

a. Dependent Variable: Kepuasan_kerja

Berdasarkan koefisien regresi pada tabel 4.7, dapat disimpulkan persamaan regresi sebagai berikut:

Kepuasan kerja = 1.608 – 0.018 Need for achievement + 0.347 Need for

affiliation + 0.084 Need for power + 0.341 Dukungan emosional + 0.110

Dukungan instrumental + 0.069 Values + 0.099 Forgiveness – 0.066

Religious/spiritual coping + 0.010 Commitment.

Untuk melihat apakah signifikan atau tidaknya koefisien regresi yang dihasilkan dapat dilihat pada nilai Sig. pada kolom di atas. Apabila Sig.<0.05, maka pengaruh koefisien regresi yang dihasilkan bernilai signifikan terhadap kepuasan kerja dan begitupun sebaliknya. Pada tabel 4.7, terdapat dua koefisien regresi yang signifikan yaitu need for affiliation dan dukungan emosional. Adapun variabel lainnya menghasilkan koefisien regresi yang tidak signifikan. Penjelasan dari nilai koefisien regresi yang diperoleh pada masing-masing independent variable adalah sebagai berikut:

1. Variabelmotivasi kerja dimensi need for achievement

Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -0.018 dengan nilai signifikansi sebesar 0.764 (Sig>0.05), yang berarti bahwa need for achievementsecara negatif tidakberpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai koefisien regresi sebesar -0.018, hal ini menunjukkan kecenderungan need for achievement yang tinggi akan diikuti dengan kepuasan kerja yang

rendah. Hanya saja pengaruh tersebut tidak signifikan. 2. Variabel motivasi kerja dimensi need for affiliation

Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.347 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (Sig<0.05), yang berarti bahwa need for affiliation secara positif memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Artinya, semakin tinggi need for affiliation, maka semakin tinggi juga kepuasan kerja.

3. Variabel motivasi kerja dimensi need for power

Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.084 dengan nilai signifikansi sebesar 0.159 (Sig>0.05), yang berarti bahwa need for power secara positif tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai koefisien regresi sebesar 0.084, hal ini menunjukkan kecenderungan need for power yang tinggi akan diikuti dengan kepuasan kerja yang tinggi.

Hanya saja pengaruh tersebut tidak signifikan.

4. Variabel dukungan rekan kerja dimensi dukungan emosional

Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.341 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (Sig<0.05), yang berarti bahwa dukungan emosional secara

positif memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.Artinya, semakin tinggi dukungan emosional, maka semakin tinggi juga kepuasan kerja.

5. Variabel dukungan rekan kerja dimensi dukungan instrumental

Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.110 dengan nilai signifikansi sebesar 0.088 (Sig>0.05), yang berarti bahwa dukungan instrumental secara positif tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai koefisien regresi sebesar 0.110, hal ini menunjukkan kecenderungan dukungan instrumental yang tinggi akan diikuti dengan kepuasan kerja yang tinggi. Hanya saja pengaruh tersebut tidak signifikan.

6. Variabel religiusitas dimensi value

Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.069 dengan nilai signifikansi sebesar 0.423 (Sig>0.05), yang berarti bahwa value secara positif tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai koefisien regresi sebesar 0.069 hal ini menunjukkan kecenderungan value yang tinggi akan diikuti dengan kepuasan kerja yang tinggi. Hanya saja pengaruh tersebut tidak signifikan.

7. Variabel religiusitas dimensi forgiveness

Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.099 dengan nilai signifikansi sebesar 0.154 (Sig>0.05), yang berarti bahwa forgiveness secara positif tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai koefisien regresi sebesar 0.099, hal ini menunjukkan kecenderungan

forgiveness yang tinggi akan diikuti dengan kepuasan kerja yang rendah.

Hanya saja pengaruh tersebut tidak signifikan.

8. Variabel religiusitas dimensi religious/spiritual coping

Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -0.66 dengan nilai signifikansi sebesar 0.294 (Sig>0.05), yang berarti bahwa religious/spiritual coping secara positif memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai koefisien regresi sebesar -0.65, hal ini menunjukkan kecenderungan religious/spiritual copingyang tinggi akan diikuti dengan kepuasan kerja

yang rendah. Hanya saja pengaruh tersebut tidak signifikan. 9. Variabel religiusitas dimensi commitment

Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.010 dengan nilai signifikansi sebesar 0.846 (Sig>0.05), yang berarti bahwa commitment secara positif memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai koefisien regresi sebesar 0.010, hal ini menunjukkan kecenderungan commitment yang tinggi akan diikuti dengan kepuasan kerja yang rendah. Hanya saja pengaruh tersebut tidak signifikan.

Berdasarkan tabel 4.7, dapat diketahui independent variable yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Dalam penelitian ini, independent variable yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja yaitu

4.4.2 Pengujian Proporsi Varian Masing-masing Independent Variable terhadap Dependent Variable

Hal selanjutnya yang dilihat dalam analisis regresi adalah proporsi varians dari masing-masing independent variable (need for achievement, need for affiliation, need for power, dukungan emosional, dukungan instrumental, value, forgiveness,

religious/spiritual coping, dan commitment) terhadap dependent variable yaitu

kepuasan kerja. Proporsi varians masing-masing independent variable dilihat dari nilai Sig. F Change.Apabila Sig. F Change < 0.05, maka sumbangan proporsi varians signifikan. Adapun nilai dari proporsi varians masing-masing independent variable terdapat pada tabel 4.8 sebagai berikut:

Tabel 4.8

Proporsi Varians Masing-masing Indepedent Variable

Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .275a .076 .072 9.10018 .076 20.278 1 248 .000* 2 .534b .285 .279 8.02052 .209 72.261 1 247 .000* 3 .417c .295 .286 7.97917 .010 3.567 1 246 .060 4 .649d .422 .412 7.24147 .127 53.674 1 245 .000* 5 .654e .428 .417 7.21523 .007 2.786 1 244 .096 6 .660f .436 .422 7.18236 .008 3.238 1 243 .073 7 .663g .439 .423 7.17681 .003 1.376 1 242 .242 8 .664h .441 .423 7.17559 .003 1.082 1 241 .299 9 .664I .421 .421 7.18996 .000 .038 1 240 .846 a. Predictors: (Constant), Achievement

b. Predictors: (Constant), Achievement, Power

c. Predictors: (Constant), Achievement, Power, Emosional

d. Predictors: (Constant), Achievement, Power, Emosional, Instrumental e. Predictors: (Constant), Achievement, Power, Emosional, Instrumental f. Predictors: (Constant), Achievement, Power, Emosional, Instrumental, Values

g. Predictors: (Constant), Achievement, Power, Emosional, Instrumental, Values, Forgive h. Predictors: (Constant), Achievement, Power, Emosional, Instrumental, Values, Forgive, Rcoping

Berdasarkan tabel 4.8, proporsi varians masing-masing independent variable dan signifikansinya dijelaskan sebagai berikut:

1. Variabel need for achievement memberikan sumbangan proporsi varian sebesar 0.076 atau 7.6% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan variable need for achievement pengaruhnya signifikan dengan F Change = 20.278,

df1 = 1, df2 = 248 dan Sig. F Change = 0.000 (P Value < 0.05).

2. Variabel need for power memberikan sumbangan proporsi varian sebesar 0.209 atau 2.09% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan variabel need for power pengaruhnya signifikan dengan F Change = 72.261, df1 = 1, df2 =

247 dan Sig. F Change = 0.000 (P Value < 0.05).

3. Variabel need for affiliation memberikan sumbangan proporsi varian sebesar 0.010 atau 1.0% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan variabel need for affiliation pengaruhnya tidak signifikan dengan F Change =

3.567, df1 = 1, df2 = 26 dan Sig. F Change = 0.060 (P Value > 0.05) 4. Variabel dukungan emosional memberikan sumbangan proporsi varian

sebesar 0.127 atau 1.27% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan variabel dukungan emosional pengaruhnya signifikan dengan F Change = 53.674, df1 = 1, df2 = 245 dan Sig. F Change = 0.000 (P Value < 0.05)

5. Variabel dukungan instrumental memberikan sumbangan proporsi varian sebesar 0.007 atau 0.7% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan variabel dukungan instrumental pengaruhnya tidak signifikan dengan F Change = 2.786, df1 = 1, df2 = 244 dan Sig. F Change = 0.096 (P Value > 0.05)

6. Variabel value memberikan sumbangan proporsi varian sebesar 0.008 atau 0.8% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan variabel value pengaruhnya tidak signifikan dengan F Change = 3.238, df1 = 1, df2 = 243 dan Sig. F Change = 0.073 (P Value > 0.05)

7. Variabel forgiveness memberikan sumbangan proporsi varian sebesar 0.003 atau 0.3% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan variabel forgiveness pengaruhnya tidak signifikan dengan F Change = 1.376, df1 = 1 , df2 = 242 dan Sig. F Change = 0.242 (P Value > 0.05)

8. Variabel religious/spiritual coping memberikan sumbangan proporsi varian sebesar 0.003 atau 0.3% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan variabel religious/spiritual coping pengaruhnya tidak signifikan dengan F Change = 1.082, df1 = 1, df2 = 241 dan Sig. F Change = 0.299 (P Value > 0.05)

9. Variabel commitment memberikan sumbangan proporsi varian sebesar 0.000 atau 0% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan variabel commitment pengaruhnya tidak signifikan dengan F Change = 0.038, df1 = 1, df2 = 240 dan Sig. F Change = 0.846 (P Value > 0.05)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa independent variable yang signifikan memberikan sumbangan terhadap kepuasan kerja yaitu need for achievement, need for achievement, dan dukungan emosional.

87 BAB 5

KESIMPULAN, DISKUSI, SARAN

Dokumen terkait