TINJAUAN PUSTAKA
3. Pencegahan Tertier
2.9. Analisis Spasial
Achmadi 2012, Spasial berasal dari kata space, yang pada dasarnya bermakna ruang juga. Namun istilah spasial lebih sering digunakan untuk menggambarkan kata sifat seperti analisis secara spasial dan spatial epidemiology. Istilah spasial diberikan kepada semua benda maupun fenomena yang terjadi di atas permukaan bumi. Selain itu istilah spasial juga menggambarkan hubungan antara sebuah fenomena kejadian dengan sebuah benda dan fenomena yang ada di permukaan bumi yang diperkirakan memiliki hubungan satu sama lain. Dengan demikian, selain memperhatikan tempat, ketinggian, waktu, juga karakteristik ekosistem, seperti suhu dan kelembaban, struktur permukaan tanah, struktur kependudukan dan lain sebagainya.
Achmadi. 2012, Analisis spasial merupakan salah satu metodelogi manajemen penyakit berbasis wilayah, merupakan suatu analisis dan uraian tentang data penyakit secara geografi berkenaan dengan distibusi kependudukan, persebaran faktor risiko lingkungan, ekosistem, sosial ekonomi, serta analisis hubungan antar variabel tersebut.
Analisis spasial berfokus pada telaah tentang lokasi dan persebaran gejala, interaksi, struktur ruang, proses, makna ruang serta perbedaan antar ruang. Suatu proses keruangan tidak selalu ditafsirkan dalam pengertian geometri atau topologi,
melainkan sebagai suatu proses yang melandasi penelitian. Ada dua konsep yang dikenal, yaitu teori matematis dari proses keruangan dan pola keruangan (spatial
pattern). Proses keruangan biasanya digambarkan dalam suatu struktur yang
menggambarkan variabel serta hubungan antar variabel. Sedangkan pola keruangan merupakan gambaran persebaran suatu gejala di atas permukaan bumi yang bisanya disajikan dalam bentuk peta atau gambar (Chandra, 2005).
Ada 4 tingkatan dalam menggambarkan data spasial yaitu; 1. Kenyataan (reality) adalah gejala sebagaimana yang kita lihat.
2. Model data adalah bentuk penggambaran kejadian sehari-hari yang dialami oleh manusia.
3. Struktur data (logical model) menunjukkan model data, merupakan penggambaran kejadian tertentu, biasanya berbentuk diagram
4. File struktur (physical model) adalah bentuk data dalam penyimpanan hardware
Dengan cara berpikir logis secara bertahap dalam menyusun data spasial, maka pengolahan data spasial akan menjadi sebuah informasi yang teratur dan terarah.
Analisis spasial adalah bagian dari manajemen penyakit berbasis wilayah, merupakan suatu analisis dan uraian tentang data penyakit secara geografi berkenaan dengan kependudukan, persebaran, lingkungan, prilaku, sosial ekonomi, kasus kejadian penyakit dan hubungan antar variabel tersebut. (Achmadi 2012)
Analisis spasial juga dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok uatama (Elliot dan Watenberg, 2004) :
a. Pemetaan kasus penyakit
Pemetaan kasus penyakit memberikan informasi kompleks secara visual dan cepat yang mungkin hilang apabila disajikan dalam bentuk tabel.
b. Studi hubungan geografis
Studi hubungan geografis memiliki tujuan, yaitu untuk melihat hasil korelasi kesehatan suatu populasi dengan variabel lingkungan. Faktor demografi dan sosial ekonomi yang diukur pada suatu skala geografi.
c. Pengelompokan penyakit
Adanya pengelompokan suatu penyakit pada suatu wilayah tertentu layak menjadi perhatian, karena kemungkinan ada faktor resiko penyakit didaerah tersebut, oleh karena itu, batuan pemetaan sangat diperlukan dalam melihat kecendrungan kejadian insiden suatu penyakit di suatu wilayah tertentu.
Sebenarnya tidak ada perbedaan jelas di antar ketiganya, saling tumpang tindih dan dibuat-buat. Dalam kenyataanya dilakukan sekaligus, yakni pengelompokan penyakit berdasar peta lalu mengghubungkannya (Achmadi, 2012)
Berdasarkan analisis spasial wilayah Baebunta dan masamba didapati bahwa secara kualitatif didapati kecenderungan kluster TB di daerah yang berdekatan dengan sungai. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dengan membuat zona buffer sungai, bahwa 37,7 % kasus berada < 100 m dari sungai; 45,9 kasus berada dalam range < 250 m dari sungai; (86,8 % kasus terjadi dalam jarak < 500 m dari sungai)
dan hanya 13,11% kasus 11 yang terletak > 500 m dari sungai. Sehingga tampak kesan bahwa kasus TB cenderung tinggi di daerah sekitar sungai. (Hasanuddin, 2010) 2.9.1. Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989). Secara umum pengertian SIG sebagai berikut:
” Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis ”.
Dalam pembahasan selanjutnya, SIG akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer, walaupun pada dasarnya SIG dapat dikerjakan secara manual, SIG yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis merupakan data yang besar (dalam jumlah dan ukuran) dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan.
Perangkat untuk mengumpulkan, menyimpan, menampilkan dan menghubungkan data spasial dari fenomena georafis untuk dianalisis dan hasilnya dikomunikasikan kepada pengguna data, sebagai dasar pengambilan keputusan Geogarphic Information System (GIS) atau dalam bahasa indonesia dikenal sebagai Sistem Informasi Geografis (SIG)
Dengan menggunakan teknologi software GIS (mapping) maka akan terlihat dengan mudah data distribusi alamat penderita, kepadatan, population atrisk, kondisi rumah, sanitasi dasar rumah penderita TB serta bisa ditentukan siapa dan dimana orang-orang bisa melakukan akses terhadap pelayanan kesehatan (Achmadi, 2012).
Sistem informasi geografis dalam kesehatan dapat membantu kecepatan analisis dibandingkan dengan metode yang konvensional. Dengan demikian para pengambil keputusan mudah menganalisis walau dengan data yang besar suatu
monitoring dan manajemen kesehatan. (Johnson, 2001).
Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu hasil perkembangan teknologi yang mampu mengolah data atribut dan data spasial secra efektif dan efisien. Sistem ini juga mampu menjawab spasial dan atribut secara simultan sehingga aplikasi SIG dalam kehidupan diharpakan mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengambil kebijakan. Aplikasi SIG sangat luas di berbagai bidang. Salah satu aplikasi SIG adalah dalam bidang kesehatan. Dalam bidang kesehatan memfasilitasi proses pengolahan data atribut dan data spasial menggambarkan distribusi atau pola spasial penyebaran penderita suatu penyakit, model pola penyebaran penyakit dan distribusi unit-unit pelayanan kesehatan (Prasta, 2005). Aplikasi SIG dalam bidang kesehatan ini dikenal dengan sebutan analisis spasial (Nanda. 2012).
Kusugiarto tahun 2005 melakukan penelitian mengenai Analisis Spasial kejadian tuberkulosis paru BTA(+) menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dimana diperoleh hasil uji statistik untuk
keterjangkauan pelayanan kesehatan diperoleh nilai ρ-value > 0,05 (ρ =0,518) (Bambang, 2011).
Peran SIG untuk kepentingan epidemiologi banyak dimanfaatkan. Analisis keruangan merupakan penggabungan informasi dalam berbagai peta dengan cara tumpang susun (map overlay) untuk menurunkan informasi baru. Sistem Informasi Geografis dibidang kesehatan memeliki arti suatu perangkat program geografis pada komputer dan data kesehatan yang secara teratus saling berkaitan, sehingga membentuk suatu keutuhan keterangan (informasi) dalam bentuk visualisasi atau gamabaran peta yang memudahkan petugas kesehatan untuk menganilisis data situasi kesehatan pada ruang, tempat, wilayah dan waktu tertentu. (Fahmi, 2000)
2.9.2. Komponen Utama
Komponen utama SIG terdiri atas : 1. Hardware
Hardware SIG teridiri dari computer, GPS (Global Poisoning System),
Printer, Plotter, dan lain-lain. Dimana perangkat keras ini berfungsi sebagai media dalam pengolahan/pengerjaan SIG. Mulai dari tahap pengambilan data hingga ke produk akhir baik itu peta cetak, CD, dan lain-lain. (Modul pelatihan SIG 2010). 2. Software
Software SIG merupakan sekumpulan program aplikasi yang dapat
memudahkan kita dalam melakukan berbagai macam pengolahan data, penyimpanan, editing, hingga layout, ataupun analisis keruangan. (Modul pelatihan SIG 2010).
3. Brainware
Brainware atau dalam istilah indonesia disebut sebagai sumberdaya manusia
merupakan manusia yang mengoperasikan Hardware dan Software untuk mengolah berbagai macam data keruangan (data spasial) untuk suatu tujuan tertentu. (Modul pelatihan SIG 2010).