HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Kabupaten Wajo
2. Analisis Statistik Deskriptif a) Statistik Deskriptif Variabel
Tabel 4.4 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Variabel
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Kompetensi SDM 32 102,00 135,00 116,8125 7,84296 Penerapan SAP 32 112,00 140,00 123,5000 11,42719 Sistem Informasi Keuangan Daerah 32 100,00 130,00 114,3438 10,88239
Transparansi 32 32,00 45,00 40,4688 4,00793
Kualitas Laporan Keuangan 32 40,00 55,00 48,6875 4,50403
Valid N (listwise) 32
Sumber: Output Analisis via SPSS
Merujuk sajian data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa skor minimum terendah adalah untuk variabel transparansi (32.00) dan tertinggi adalah untuk variabel penerapan SAP (112.00). Untuk skor maksimum terendah adalah untuk variabel transparansi dengan skor 45.00, sedangkan untuk skor tertinggi untuk variabel penerapan SAP (140.00). Untuk skor rata-rata (mean) terendah adalah variabel transparansi (40.4688) dan
tertinggi adalah variabel penerapan SAP (123.5000). Selanjutnya untuk standar deviasi, skor terendah untuk variabel pemanfaatan teknologi informasi (4.00793) dan tertinggi untuk variabel kompetensi SDM (11.42719).
b) Statistik Deskriptif Variabel
Tabel 4.5 Statistik Deskriptif Pernyataan Y
Pernyataan Skor
Sum.
1 2 3 4 5
Y1 72 70 142
Y2 6 60 60 126
Y3 76 65 141
Y4 3 64 75 142
Y5 3 60 80 143
Y6 3 56 85 144
Y7 3 88 45 136
Y8 3 76 60 139
Y9 64 80 144
Y10 56 90 146
Y11 80 60 140
Rata-rata 48.2188
Sumber: Rekapitulasi peneliti (2021)
Merujuk sajian data pada tabel di atas, skor keseluruhan tertinggi ada pada pernyataan kesepuluh (146) dan terendah ada pada pernyataan kedua (126). Skor rata-rata sebesar 48.2188 merepresentasikan bahwa responden sangat setuju bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus dibuat secara berkualitas sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
55
Tabel 4.6 Statistik Deskriptif Pernyataan X1
Pernyataan Skor merepresentasikan bahwa responden sangat setuju bahwa sumber daya yang berkualitas sangat memengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Tabel 4.7 Statistik Deskriptif Pernyataan X2
Pernyataan Skor
X2.9 72 70 142 pernyataan keempatbelas (139). Skor rata-rata sebesar 62.2188 merepresentasikan bahwa responden sangat setuju bahwa pemahaman dan penerapan SAP yang baik akan membuat laporan keuangan menjadi lebih berkualitas.
Tabel 4.8 Statistik Deskriptif Pernyataan X3
Pernyataan Skor
57
ketujuh (139). Skor rata-rata sebesar 57.5313 merepresentasikan bahwa responden sangat setuju bahwa dengan adanya SIKD maka pembuatan laporan dapat menjadi lebih berkualitas.
Tabel 4.9 Statistik Deskriptif Pernyataan M
Pernyataan Skor
Sum.
1 2 3 4 5
M1 3 48 95 146
M2 3 48 95 146
M3 76 65 141
M4 3 64 75 142
M5 60 85 145
M6 56 90 146
M7 3 56 85 144
M8 3 68 70 141
M9 3 56 85 144
Rata-rata 40.4688
Sumber: Rekapitulasi peneliti (2021)
Merujuk sajian data pada tabel di atas, skor keseluruhan tertinggi ada pada pernyataan pertama pertama, kedua, dan keenam (146) dan terendah ada pada pernyataan ketiga dan kedelapan (141). Skor rata-rata sebesar 40.4688 merepresentasikan bahwa dengan adanya tuntutan transparansi maka aparatur akan bersungguh dalam membuat laporan keuangannya secara berkualitas.
3. Uji Asumsi Klasik
a) Uji Kenormalan Data Penelitian
Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas – Kolmogorov Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 32
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 1,47658357
Most Extreme Differences
Absolute ,159
Positive ,070
Negative -,159
Kolmogorov-Smirnov Z ,899
Asymp. Sig. (2-tailed) ,393
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Merujuk pada sajian data tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa data yang ditabulasi dalam penelitian ini berdistribusi secara normal dikarenakan skor asymp. Sig (2-tailed) lebih besar dari probabilitas 0.05 (0.393 > 0.05).
Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas dengan Grafik P-Plot
59
Merujuk pada sajian data pada gambar di atas, diketahui sebaran titik-titik sepanjang sumbu 0 secara teratur, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi secara normal.
b) Uji Multikolinearitas
Tabel 4.11 Hasil Uji Moltikolinearitas
Coefficientsa
Sistem Informasi Keuangan Daerah ,169 5,926
Transparansi ,814 1,228
a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Merujuk pada sajian data tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel yang diujikan merupakan variabel yang bebas dari gejala multikolinearitas (memiliki data yang sama) karena skor tolerance-nya lebih dari 0.1 (> 0.1) dan skor VIF lebih kecil dari 10 (< 10).
c) Uji Autokorelasi
Tabel 4.12 Hasil Uji Autokorelasi
Runs Test
Asymp. Sig. (2-tailed) ,590 a. Median
Merujuk pada sajian data tabel di atas, diketahui bahwa variabel yang dianalisis dalam penelitian bebas dari autokorelasi karena skor asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari probabilitas 0.05 (0.590 > 0.05)
d) Uji Heterokedastisitas
Tabel 4.13 Hasil Uji Heterokedastisitas
Coefficientsa yang dianalisis dalam penelitian ini memenuhi syarat heterokedastisitas dikarenakan skor probabilitas signifikansi tiap variabelnya lebih besar dari 0.05 secara keseluruhan.
Gambar 4.2 Hasil Uji Heterokedastisitas dengan Grafik Scatterplot
Merujuk pada sajian data gambar di atas, dapat diperhatikan bahwa titik-titik tersebar secara menyeluruh tanpa membuat suatu pola tertentu, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi syarat heterokedastisitas.
61
a. Predictors: (Constant), Sistem Informasi Keuangan Daerah, Kompetensi SDM, Penerapan SAP
Merujuk pada sajian data tabel di atas, diketahu bahwa skor R2 (R Square) adalah 0.892, yang dapat dimaknai bahwa tiga variabel
independen dalam penelitian ini (kompetensi SDM, penerapan SAP, dan SIKD) mampu memengaruhi variabel dependen (Kualitas Laporan Keuangan) sebesar 89.2%, sedangkan sisanya sebesar 10.8% bisa jadi dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.
b) Uji Hubungan Parsial (t-parsial) untuk H1, H2, dan H3
a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Merujuk pada sajian tabel di atas, peneliti kemudian menurunkan formulasi sebagai berikut:
Berdasarkan formulasi yang telah dibentuk, dapat dibuat suatu penafsiran sebagai berikut:
1. Skor -4.741 merepresentasikan bahwa jika konstanta bernilai 0, maka variabel dependen (kualitas laporan keuangan) akan memiliki skor koefisien -4.741.
2. Skor 0.165 merepresentasikan bahwa jika variabel kompetensi SDM bernilai 0, maka akan mengelevasi kualitas laporan keuangan sebesar 16.5%.
3. Skor 0.149 merepresentasikan bahwa jika variabel penerapan SAP bernilai 0, maka akan mengelevasi akuntabilitas dana desa sebesar 14.9%.
4. Skor 0.138 merepresentasikan bahwa jika variabel penerapan SAP bernilai 0, maka akan mengelevasi akuntabilitas dana desa sebesar 13.8%.
Dari tabel di atas juga, dapat dibuat penafsiran terkait dengan hipotesis yang telah dirumuskan sebagai berikut:
1. Skor koefisien 0.165 dan probabilitas signifikansi 0.020 merepresentasikan bahwa kompetensi SDM memengaruhi kualitas laporan keuangan secara positif dan signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika hipotesis yang dirumuskan dinyatakan diterima.
2. Skor koefisien 0.149 dan probabilitas signifikansi 0.010 merepresentasikan bahwa penerapan SAP memberikan pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
63
Dengan demikian, dapat dsimpulkan jika hipotesis yang dirumuskan dinyatakan diterima.
3. Skor koefisien 0.138 dan probabilitas signifikansi 0.034 merepresentasikan bahwa SIKD memberikan pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Dengan demikian, dapat dsimpulkan jika hipotesis yang dirumuskan dinyatakan diterima.
c) Uji Koefisien Determinan (R2) untuk H4, H5, dan H6 Tabel 4.16 Hasil Uji R2 untuk H4, H5, dan H6
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,956a ,913 ,888 1,50799
a. Predictors: (Constant), X3_M, Kompetensi SDM, Penerapan SAP, Transparansi, Sistem Informasi Keuangan Daerah, X1_M, X2_M
Merujuk pada sajian tabel di atas, diketahui skor R2 (R square) sebesar 0.913. Hal ini dapat dimaknai bahwa dengan adanya variabel transparansi sebagai pemoderasi, pengaruh kompetensi SDM, penerapan SAP, dan SIKD terhadap kualitas laporan keuangan mengalami peningkatan menjadi 91.4%.
d) Uji Hubungan Parsial (t-parsial) untuk H4, H5, dan H6 a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas, dapat dibuat suatu formulasi sebagai berikut:
Dari formulasi yang telah dibentuk tersebut, dapat diturunkan penafsiran sebagai berikut:
1. Skor konstanta 72.870 merepresentasikan bahwa dengan adanya transparansi maka kualitas laporan keuangan akan mengalami peningkatan sebesar 72.870.
2. Skor koefisien 0.044 merepresentasikan bahwa dengan penambahan variabel transparansi sebagai pemoderasi maka akan menjadikan pengaruh kompetensi SDM bertambah sebesar 4.4% terhadap kualitas laporan keuangan.
65
3. Skor koefisien -0.002 merepresentasikan bahwa dengan penambahan variabel transparansi sebagau pemoderasi maka akan menjadikan pengaruh penerapan SAP berkurang sebesar 0.2% terhadap kualitas laporan keuangan.
4. Skor koefisien -0.027. merepresentasikan bahwa dengan penambahan variabel transparansi sebagau pemoderasi maka akan menjadikan pengaruh SIKD berkurang sebesar 0.27% terhadap kualitas laporan keuangan
Dari tabel di atas juga dapat dibuat penafsiran terkait dengan hipotesis yang dibentuk sebelumnya sebagai berikut:
1. Skor koefisien 0.044 dan probabilitas signifikansi 0.031 yang merepresentasikan bahwa kehadiran transparansi sebagai pemoderasi mampu memoderasi pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi SDM dan kualitas laporan keuangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang dirumuskan diterima.
2. Skor koefisien -0.002 dan probabilitas signifikansi 0.914 merepresentasikan bahwa kehadiran transparansi sebagai pemoderasi tidak mampu memoderasi pengaruh positif dan signifikan antara penerapan SAP dan kualitas laporan keuangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang dirumuskan ditolak.
3. Skor koefisien -0.027 dan probabilitas signifikansi 0.201 merepresentasikan bahwa kehadiran transparansi sebagai pemoderasi tidak mampu memoderasi pengaruh positif dan signifikan antara SIKD
dan kualitas laporan keuangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang dirumuskan ditolak.