• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kompetensi Sumber Daya Manusia

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: Muhammad Mujihal Fikri Jalil (Halaman 36-40)

TINJAUAN TEORETIS A. Technology Acceptance Model Theory

F. Kompetensi Sumber Daya Manusia

SDM atau yang lebih dikenal dengan Sumber Daya Manusia adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai asset sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Sumber daya manusia juga merupakan kemampuan seseorang atau individu, suatu organisasi (kelembagaan), atau suatu sistem untuk melaksanakan fungsi-fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien (Hullah dan Pontoh, 2017).

Penyusunan Laporan Keuangan yang berkualitas membutuhkan SDM yang kompeten dan memahami aturan penyusunan laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintah.

27

Menurut Ihsanti (2014) kompetensi SDM adalah kemampuan untuk melaksanakan fungsi-fungsi untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.

SDM merupakan faktor penting demi terciptanya laporan keuangan yang berkualitas. Dalam hal ini adanya komepetensi SDM mendasari seseorang mencapai kinerja yang tinggi dalam pekerjaannya memiliki peranan yang sangat penting untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan entitas yang bersangkutan. Menurut Kiranayanti dan Erawati (2016) tingginya kualitas laporan keuangan pemerintahan juga ditentukan oleh seberapa baik pengendalian internal yang dimiliki institusi pemerintah. Pengendalian intern yang lemah menyebabkan sulitnya mendeteksi kecurangan/ketidakakuratan proses akuntansi sehingga bukti audit yang diperoleh dari data akuntansi menjadi tidak kompeten (Winidyaningrum, 2009).

Kompetensi Sumber Daya Manusia merupakan kemampuan yang dimiliki seorang pegawai yang berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dalam menyelesaikan kinerjanya sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akan dapat menyelesaikan pekerjaanya secara efisien dan efektif. Adanya kompetensi sumber daya manusia maka akan mendukung ketepatan waktu pembuatan laporan keuangan (Pujanira dan Taman, 2017). Sumber daya manusia (human resources) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi (Arfan, 2010). Sumber daya manusia adalah pilar penyangga utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam usaha mewujudkan visi dan misi tujuannya (Judisuseno, 2008). Sumber daya manusia sebagai sesuatu yang mempunyai nilai strategis khusus bagi organisasi (Sedarmayanti, 2014).

Sumber daya manusia adalah faktor penting demi terciptanya laporan keuangan yang berkualitas. Keberhasilan suatu entitas bukan hanya dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang dimilikinya melainkan kompetensi sumber daya manusia yang dimilikinya (Wati, 2014). Kualitas sumber daya manusia adalah kemampuan sumber daya manusia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dengan bekal pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang cukup memadai Kompetensi sumber daya manusia mencakup kapasitasnya, yaitu kemampuan seseorang atau individu, suatu organisasi (kelembagaan), atau suatu sistem untuk melaksanakan fungsi-fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya secara efektif (Syahadatina dan Fitriyana, 2016).

G. Transparansi

Good governance merupakan peran pemerintah yang baik dalam

mengelola keuangan daerah. Pemberlakuan kewajiban kepada seluruh pemerintah daerah untuk menyusun laporan keuangan pemerintah daerah sesuai dengan sistem akuntansi pemerintahan baik sarana maupun prasarana pengelolaan keuangan daerah selain dari bentuk yang dituangkan SAP sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel kepada seluruh penggunaan laporan keuangan pemerintah daerah (Yusniar dkk., 2016). Penyelenggaraan pemerintah daerah tidak lepas dari masalah akuntabilitas dan tranparansi dalam pengelolaan keuangan daerah sebagai acuan untuk menghasilkan laporan keuangan pemerintah berkualitas, secara konseptual pengertian tata kelola pemerintahan yang baik mengandung dua pemahaman yaitu, nilai yang menjunjung tinggi keinginan/kehendak rakyat, dan

29

nilai-nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam pencapaian tujuan kemandirian, pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial.

Kualitas laporan keuangan pemerintah daerah saat ini dan kedepan ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan yang baik, dan inti dari kualitas pemerintah daerah sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan keuangannya (Nugraeni dan Budiantara, 2015). Good governance merupakan suatu proses dan strukur yang digunakan oleh organisasi untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas oganisasi guna mewujudkan nilai-nilai atau tata kelola keuangan pemerintahan yang baik dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan publik berlandaskan peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika. Indikator yang meliputi elemen-elemen penting dalam good governance adalah transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, dan keadilan (Yusniar dkk., 2016).

Transparansi merupakan keterbukaan atas segala kebijakan dan tindakan yang dilakukan oleh suatu entitas maupun instansi. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintah menjelaskan bahwa transparansi berarti memberikan informasi keuangan yang jujur dan terbuka kepada masyarakat luas. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui secara menyeluruh dan terbuka atas pertanggungjawaban pemerintah dalam mengelola kebijakan dan sumber daya yang telah dipercayakan kepadanya serta ketaatannya atas perundang-undangan yang berlaku (Saputra dkk, 2017).

Erlanda dan Khairudin (2016) menyatakan asas keterbukaan merupakan salah satu unsur guna mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan

bebas dari KKN. Asas keterbukaan yang dimaksud disini adalah asas untuk membuka diri berkaitan dengan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang jujur, benar serta tidak diskriminatif tentang proses penyelenggaraan negara yang tetap memperhatikan perlindungan atas rahasia negara, golongan dan hak asasi pribadi. Andrianto (2007) mengungkapkan beberapa manfaat penting adanya transparansi anggaran dalam pemerintahan, yaitu mencegah korupsi, meningkatkan akuntabilitas pada pemerintahan sehingga masyarakat lebih mampu untuk mengukur kinerja pemerintah, lebih mudah dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kebijakan, dapat meningkatkan kepercayaan untuk merumuskan kebijakan terhadap komitmen pemerintah, dapat membentuk kepercayaan publik, meningkatkan kepastian dalam usaha dan iklim investasi yang lebih baik.

Transparansi bertujuan untuk membangun keyakinan dan kepercayaan kepada pemerintah daerah bahwa pemerintah daerah merupakan instansi pelayanan publik yang profesional dan bersih dari tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (Kusuma, 2012). Logos (2003) dalam Kusuma (2012) mengatakan bahwa akuntabilitas dan transparansi adalah komponen yang saling berkaitan satu sama lain, karena transparansi tidak akan bermanfaat tanpa dilengkapi akuntabilitas.

H. Hubungan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah dengan Kualitas

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: Muhammad Mujihal Fikri Jalil (Halaman 36-40)

Dokumen terkait