• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1. Analisis Struktur Biaya Usahaternak Ayam Ras Pedaging

Komponen biaya-biaya usahaternak ayam ras pedaging terdiri dari biaya

tunai dan biaya tidak tunai. Komponen biaya tunai terdiri dari biaya tetap dan

biaya variabel. Komponen biaya tidak tunai terdiri dari biaya tetap dan biaya

variabel. Analisis struktur biaya usahaternak ayam ras pedaging dalam penelitian

ini dibedakan menurut tipe peternak dan skala usaha. Tipe peternak dibedakan

menjadi dua, yaitu peternak plasma dan peternak mandiri yang dilihat secara

keseluruhan tanpa membedakan skala usaha. Skala usaha dibedakan menjadi dua,

yaitu skala usaha I dan skala usaha II. Struktur biaya usahaternak ayam ras

pedaging menurut tipe peternak dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Struktur Biaya Usahaternak Ayam Ras Pedaging Menurut Tipe Peternak di Kecamatan Pamijahan Tahun 2012

Komponen Biaya Peternak Mandiri Peternak Plasma (Rp/Kg) (%) (Rp/Kg) (%) A. Biaya Tunai Biaya Tetap - Pemeliharaan kandang 22 0,19 15 0,11 Sub Total 22 0,19 15 0,11 Biaya Variabel - DOC 4.664 39,60 5.417 41,80 - Pakan 6.021 51,12 6.598 50,91 - OVK 218 1,85 217 1,68 - Sekam 83 0,71 61 0,47 - Listrik 14 0.12 10 0,08 - Bahan bakar 196 1,67 195 1,50

- Tenaga kerja luar keluarga 135 1,15 35 0,27

Sub Total 11.331 96,20 12.533 96,71

Total Biaya Tunai 11.353 96,39 12.548 96,82 B. Biaya Tidak Tunai

Biaya Tetap

- Penyusutan kandang 145 1,23 89 0,69

- Penyusutan peralatan 13 0,11 11 0,08

- Tenaga kerja dalam keluarga 268 2,27 312 2,14

Total Biaya Tidak Tunai 425 3,61 412 3,18

Total Biaya 11.778 100,00 12.959 100,00

Sumber: Data Primer, 2012

Berdasarkan Tabel 6, total biaya tunai yang dikeluarkan peternak mandiri

44 peternak mandiri sebesar Rp 11.353/kg atau 96,39 persen dan peternak plasma

sebesar Rp 12.548/kg atau 96,82 persen dari total biaya yang dikeluarkan masing-

masing peternak. Tingginya total biaya tunai masing-masing peternak

dikarenakan terdapat komponen biaya tunai terbesar yaitu biaya pakan. Hal ini

diketahui dari proporsi biaya pakan yang dikeluarkan peternak mandiri sebesar

51,12 persen dan peternak plasma sebesar 50,91 persen. Selain itu, biaya tunai

terbesar kedua yang dikeluarkan adalah biaya Day Old Chick (DOC) dengan persentase masing-masing peternak sebesar 39,60 persen dan 41,80 persen.

Total biaya tunai peternak mandiri yang lebih kecil dibanding peternak

plasma disebabkan biaya pakan dan Day Old Chick (DOC) yang dikeluarkan peternak mandiri lebih rendah dari peternak plasma. Peternak mandiri bebas

membeli pakan dan DOC dengan harga yang lebih murah sedangkan peternak

plasma membeli pakan dan DOC yang ditetapkan oleh inti. Umumnya harga

pakan dan DOC yang diterima peternak plasma lebih tinggi karena peternak

plasma melakukan pembayaran terhadap inti secara kredit dan biaya yang

dikeluarkan mencakup biaya transportasi pengantaran pakan dan DOC.

Biaya tidak tunai yang dikeluarkan peternak mandiri lebih besar

dibandingkan peternak plasma. Hal ini ditunjukkan dengan persentase peternak

mandiri sebesar 3,61 persen dan peternak plasma sebesar 3,18 persen. Komponen

biaya tidak tunai terbesar yang dikeluarkan masing-masing peternak adalah tenaga

kerja dalam keluarga.

Penyebab biaya tidak tunai yang dikeluarkan peternak mandiri lebih besar

dibandingkan peternak plasma yaitu tingginya biaya penyusutan kandang dan

peralatan yang dikeluarkan oleh peternak mandiri.

Biaya tenaga kerja dalam keluarga yang dikeluarkan peternak mandiri

45 banyak menggunakan tenaga kerja luar keluarga. Tenaga kerja dalam keluarga

pada peternak mandiri umumnya peternak itu sendiri atau keluarga yang bertugas

mengontrol kondisi kandang dan ayam ras pedaging. Rata-rata waktu yang

digunakan untuk mengontrol kondisi kandang dan ayam ras pedaging sekitar satu

sampai tiga jam dalam sehari. Peternak plasma umumnya menggunakan tenaga

kerja dalam keluarga lebih banyak dari tenaga kerja luar keluarga karena ada

keterbatasan dalam membayar tenaga kerja luar keluarga.

Biaya total yang dikeluarkan peternak mandiri lebih kecil daripada

peternak plasma Hal ini ditunjukkan dari biaya total peternak mandiri sebesar Rp

11.778/ kg dan peternak plasma sebesar Rp 12.959/kg. Penyebab biaya total yang

dikeluarkan peternak mandiri lebih kecil daripada peternak plasma yaitu biaya

tunai yang dikeluarkan peternak mandiri lebih rendah. Selain melihat struktur

biaya berdasarkan tipe peternak, struktur biaya usahaternak ayam ras pedaging

juga dibedakan menurut skala usaha. Struktur biaya usahaternak ayam ras

Tabel 7. Struktur Biaya Usahaternak Ayam Ras Pedaging Menurut Skala Usaha di Kecamatan Pamijahan Tahun 2012

Komponen Biaya

Peternak Mandiri Peternak Plasma

< 5000 ≥ 5000 < 5000 ≥ 5000 (Rp/Kg) (%) (Rp/Kg) (%) (Rp/Kg) (%) (Rp/Kg) (%) A. Biaya Tunai Biaya Tetap - Pemeliharaan kandang 19 0,16 25 0,22 11 0,08 18 0,14 Sub Total 19 0,16 25 0,22 11 0,08 18 0,14 Biaya Variabel - Bibit DOC 4.425 36,79 4.903 42,52 5.469 41,17 5.364 42,46 - Pakan 6.392 53,15 5.650 49,00 6.816 51,31 6.380 50,50 - OVK 248 2,07 187 1,62 226 1,70 209 1,65 - Sekam 95 0,79 71 0,62 65 0,49 57 0,45 - Listrik 20 0,16 9 0,08 14 0,11 6 0,05 - Bahan bakar 200 1,66 193 1,67 204 1,54 185 1,47

- Tenaga kerja luar keluarga 126 1,05 144 1,25 50 0,38 21 0,17

Sub Total 11.505 95,66 11.157 96,76 12.844 96,69 12.222 96,74

Total Biaya Tunai 11.524 95,82 11.182 96,98 12.855 96,77 12.223 96,88

B. Biaya Tidak Tunai Biaya Tetap

- Penyusutan kandang 211 1,75 79 0,69 126 0,95 52 0,42

- Penyusutan peralatan 17 0,14 9 0,08 13 0,10 8 0,07

- Tenaga kerja dalam keluarga 275 2,29 260 2,26 290 2,18 334 2,65

Total Biaya Tidak Tunai 503 4,18 348 3,02 429 3,23 394 3,12

Total Biaya 12.027 100,00 11.530 100,00 13.284 100,00 12.617 100,00

Sumber: Data Primer, 2012

47 Tabel 7 menunjukkan struktur biaya usahaternak berdasarkan skala usaha.

Skala usaha I adalah peternak yg memiliki populasi ayam ras pedaging kurang

dari 5000 ekor. Skala usaha II adalah peternak yg memiliki populasi ayam ras

pedaging lebih dari sama dengan 5000 ekor. Pada skala usaha I, total biaya tunai

yang dikeluarkan peternak mandiri lebih kecil dibandingkan peternak plasma. Hal

ini diketahui dari total biaya tunai peternak mandiri sebesar Rp 11.524/kg atau

95,82 persen dan peternak plasma sebesar Rp 12.855/kg atau 96,77 persen dari

total biaya yang dikeluarkan masing-masing peternak. Komponen biaya tunai

terbesar pada masing-masing peternak adalah biaya pakan. Hal ini diketahui dari

persentase pakan pada peternak mandiri sebesar 53,15 persen dan peternak plasma

sebesar 51,31 persen. Selain itu, biaya tunai terbesar kedua yang dikeluarkan

adalah biaya DOC dengan persentase masing-masing peternak sebesar 36,79

persen dan 41,17 persen.

Biaya tidak tunai pada skala I yang dikeluarkan peternak mandiri lebih

besar dibandingkan peternak plasma. Hal ini ditunjukkan dengan persentase

peternak mandiri sebesar 4,18 persen dan peternak plasma sebesar 3,23 persen

dari total biaya masing-masing peternak. Komponen biaya tidak tunai terbesar

yang dikeluarkan adalah tenaga kerja dalam keluarga. Total biaya peternak

mandiri lebih kecil daripada total biaya peternak plasma pada skala I. Hal ini

diketahui dari biaya total yang dikeluarkan peternak mandiri sebesar Rp

12.027/kg dan peternak plasma sebesar Rp 13.284/kg.

Total biaya tunai pada skala II yang dikeluarkan peternak plasma lebih

besar dibandingkan peternak mandiri. Hal ini diketahui dari Tabel 7, dimana total

biaya tunai peternak plasma sebesar Rp 12.223/kg atau 96,88 persen sedangkan

peternak mandiri sebesar Rp 11.182/kg atau 96,98 persen. Komponen biaya tunai

48 pakan dengan persentase masing-masing peternak sebesar 50,50 persen dan 49,00

persen. Selain itu, biaya DOC juga merupakan komponen biaya tunai terbesar

kedua dengan persentase masing-masing peternak sebesar 42,46 persen dan 42,52

persen dari total biaya usahaternak ayam ras pedaging.

Total Biaya tidak tunai skala II yang dikeluarkan peternak mandiri lebih

kecil daripada peternak plasma. Hal ini ditunjukkan dengan persentase masing-

masing peternak mandiri dan plasma, yaitu sebesar 3,02 persen dan 3,12 persen

dari total biaya usahaternak ayam ras pedaging. Tingginya total biaya tunai

menyebabkan biaya total yang dikeluarkan peternak plasma lebih besar

dibandingkan peternak mandiri. Biaya total yang dikeluarkan peternak plasma

sebesar Rp 12.617/kg dan peternak mandiri sebesar Rp 11.530/kg.

Berdasarkan Tabel 7, peternak mandiri pada skala II mempunyai total

biaya terkecil dengan biaya total sebesar Rp 11.530/kg. Peternak plasma pada

skala I mempunyai total biaya terbesar dengan biaya total sebesar Rp 13.284/kg.

Total biaya yang dikeluarkan peternak plasma lebih besar dibandingkan peternak

mandiri. Umumnya harga sarana produksi yang ditetapkan inti kepada peternak

plasma lebih mahal terutama harga pakan dan DOC, sehingga biaya produksi

yang dikeluarkan lebih besar. Hal ini disebabkan peternak plasma membayar

sarana produksi secara kredit kepada inti dan biaya sarana produksi mencakup

biaya tranportasi. Manajemen usahaternak ayam ras pedaging pada peternak

mandiri lebih baik (economies of scale) dibandingkan performa manajemen usahaternak ayam ras pedaging pada peternak plasma. Hal ini terlihat dari biaya

pakan peternak plasma yang besar. Total biaya produksi pada skala usaha I lebih

tinggi dibandingkan skala usaha II. Hal ini disebabkan semakin besar skala usaha

maka akan semakin kecil unit cost.

Dokumen terkait