• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Analisis Struktural

Berikut akan disajikan analisis structural yang dibatasi hanya unsur tema, tokoh, dan penokohan, alur, serta latar dalam novel Dunia Kecil.

1. Tema

Tema merupakan makna yang terkandung di dalam cerita.Tema adalah pokok pembicaraan dalam sebuah cerita.Cerita bukan hanya sekedar bagan, tetapi susunan bagan itu sendiri harus mempunyai maksud tertentu.3Setelah melalui beberapa tahap penelusuran fakta-fakta dalam mempelajari novel, kadangkala kita merasa bahwa pengalaman yang didapatkan secara keseluruhan akan memperjelas masalah yang kita coba untuk di lacak. Fakta-fakta dalam cerita itu nampak berperan sebagai model tentang problem-problem universal yang dihadapi oleh manusia.Bahkanhasil analisis fakta-fakta cerita dapat memberikan saran untuk memecahkan problem yang ada.4Pengarang meleburkan fakta dan temanya ke dalam satu pengalaman.Secara tidak langsung pengarang menceritakan pengalaman-pengalamannya ke dalam cerita. Tema memberi kekuatan dan menegaskan kebersatuan kejadian-kejadian yang diceritakan sekaligus mengisahkan kehidupan dalam konteksnya yang paling umum. Pengarang memanfaatkan tema sejauh tema memberi makna pada pengalaman.Tema bisa berwujud satu fakta dari pengalaman kemanusiaan yang digambarkan atau dieksplorasi oleh cerita seperti keberaniaan, ilusi, dan masa tua.Bahkan, tema juga dapat berupa gambaran kepribadian salah satu tokoh.5

Kisah Dunia Kecil bercerita tentang perjalanan hidup yang penuh dengan semangat perjuangan dimasa kecil para siswa SD Koto Taratak yang terletak di Padang.Mereka menjalani masa-masa kecil mereka dengan penuh cerita yang pernah dilakukan anak kecil dimasanya. Seperti bertengkar sesama teman sekelas, tinggal kelas karena masalah sepele, dan masih banyak lagi kejadian yang pernah dilakukan pada saat berada di masa itu. Para tokoh Dunia Kecil mempunyai semangat belajar yang tinggi dengan disertai bakat mereka masing-masing yang

3

Jakob Sumardjo, Memahami Kesusastraan (Bandung: Penerbit Alumni, 1984), h. 57.

4

B. Rahmanto, Metode Pengajaran Sastra (Yogyakarta: Kanisius, 1988),h.75.

5

sangat luar biasa. Setiap anaknya memiliki bakatnya tersendiri seperti Ikal yang sangat terobesi dan menguasai mata pelajaran IPA, Ijap dan Idul sangat terobsesi dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka selalu menciptakan akronim yang tidak sesuai.Akibat kelakukan mereka yang sering membuat akronim ditegur oleh Bu Ema, guru Bahasa Indonesia.Empus yang sangat menguasai pelajaran Matematika.Dia bisa mngerjakan soal tanpa lelah atau pusing.Terakhir, Awir seoarang siswa yang sangat terobsesi dengan lagu nasional, hampir seluruh lagu nasional dia hapal.Pada saat upacara bendera Awir tidak sanggup menahan haru saat lagu Indonesia Raya dinyayikan. Ada tetes bening melumuri bola matanya yang hitam, matanya berkaca-kaca menatap kibaran sang merah putih. Kecintaannya kepada Indonesia tidak hanya dia tunjukkan dengan hapal semua lagu nasional saja tapi dia juga hapal pembukaan UUD 1945.Dia selalu mendapat nilai sembilan untuk bidang studi kesenian.

Semangat perjuangan dapat dilihat dari kerja keras mereka dalam latihan gerak jalan, berkat kerja keras mereka mendapatkan hasil yang tidak sia-sia.SD Koto mendapat juara tiga sebagai peserta terbaik.Dan pertandingan sepak bola persahabatan melawan SD Pasir yang cukup tenar.SD Koto dapat mengalahkan SD Pasir dengan skor 4-3.Semua itu juga tidak lepas berkat Pak Ruslan yang melatih mereka.Pak Ruslan juga tidak lupa memberi semangat dan nasehat untuk mereka.“Semua Geliat yang sedang berlangsung itu adalah satu bentuk aplikasi nyata dari sikap cinta tanag air.Menurut Pak Ruslan, dengan menyambut 17 Agustus, diharapkan semua siswa bisa memahami dan memaknai dengan baik arti dari kerja sama, kera keras, disiplin, dan tawakal.”6 “Sesungguhnya dalam meraih kesuksesan hidup empat hal itulah kuncinya,” begitu lanjut Pak Ruslan, guru kelas kami.7

2. Tokoh dan Penokohan (Perwatakan)

Tokoh yang ditampilkan dalam cerita bertujuan untuk mengetahui karakter apa yang dimiliki si tokoh dan menghidupkan cerita. Terma „karakter‟ biasanya dipakai dalam dua konteks.Konteks pertama, karakter merujuk pada

6

Yoyon Indra Joni, Dunia Kecil ( Jogjakarta: Diva Press, 2012), h. 227.

7

individu yang muncul dalam cerita.Konteks kedua, karakter merujuk pada pencampuran dari berbagai kepentingan, keinginan emosi, dan prinsip moral dari individu-individu tersebut.

Berikut akan disebutkan tokoh berserta karakternya masing-masing: a. Asrul (Aku)

Asrul (Aku) adalah tokoh yang pintar di kelas, terhadap neneknya di sangat patuh dan sayang karena dia dibesarkan oleh neneknya karena ibunya bekerja di Malaysia.Terkadang emosinya tidak bisa dikontrol, dikarenakan dia masih anak-anak yang belum bisa mengontrol emosi, akibat emosi yang tidak terkontrol membuat dia berkelahi dengan teman sekelasnya dan dia bersama temannya itu dihukum oleh kepala sekolah, tinggal kelas.Salah satu karakternya dapat dilihat dari kutipan “Aku ranking satu, bukan rangking lima seperti yang diteriakkan Aan yang tercenung di sudut bangku.”8

b. Gunendra (Igun)

Gunendra (Igun) adalah tokoh yang tidak bisa menyebutkan R. Dia anak laki-laki yang terkenal jujur. Raut wajahnya polos dan berkulit lebih dekat ke warna kuning.Dia juga anak yang percaya diri.Salah satu karakternya dapat dilihat dari kutipan “Hanya sepuluh soal, Ghul,” jawabnya pelan, jujur luar biasa.9“Bukan, Bu. MTK pelajaghan kita sekahgang,” bantah Igun dengan percaya diri.10

c. Ijal

Ijal dideskripsikan sebagai tokoh yang memiliki badan padat berisi serta bermata elang.Tatapannya berapi-api.Rambut tersisir rapi ke belakang seirama dengan keningnya yang sedikit menonjol ke dapan.Dia adalah anak yang tekun dan pantang menyerah.Pada cerita bagian keempat, dia diceritakan memiliki kemapuan dalam bidang IPS.Dia membuat suatu karya besar yaitu gambar peta Sumatera yang dipajang di dinding kelas.

8 Ibid., h. 31. 9 Ibid., h. 71. 10 Ibid., h. 74.

d. Dani

Dani dideskripsikan sebagai tokoh yang memiliki tatapan yang beringas namun dingin.Walaupun sikapnya lentur karena tubuhnya kurus tinggi, namun tatapan mata tajam menusuk ulu hati. Alisnya sedikit lebat ke samping, sepadan dengan wajah santainya yang dingin

e. Ikal

Ikal adalah siswa yang memiliki kemampuan dalam mata pelajaran IPA.Dia juga siswa yang pintar, baik hati, dan tidak banyak bicara.Dia sosok teman yang selalu memberikan masukan.

f. Deli

Deli adalah siswa yang memiliki jiwa sebagai seorang pemimpin, pintar, berwibawa, bertanggung jawab, sabar dan tegas.Dia ditunjuk Pak Ruslan untuk memimpin lomba gerak jalan.Pada saat latihan gerak jalan kesabarannya diuji oleh kelakuaan teman-temannya yang sulit diatur. Suara Deli paling keras dan tegas dibandingkan suara anggota kelas yang lain. Dia juga seorang yang pekerja keras, berkat kerja kerasnya ia sukses menjadi ketua kelas panutan.

g. Nenek

Nenek adalah seorang wanita yang sudah tua dan memiliki banyak pengalaman. Dia seorang nenek yang memiliki kepribadian yang tegas,penyayang, taat beragama, dan berdisplin tinggi. Nenek sangat menyayangi cucunya terutama Asrul.Beliau juga selalu memberi petuah yang bermakna.Selain itu, nenek pandai bertutur ketika memberi pelajaran hidup. Sebagian petuah yang disampaikan nenek tersisip dalam dogeng pengantar tidur, dan pesan moral yang disampaikan nenek sangatlah luar biasa indah.

…kilat cermin sampai ke muka, kilat beliung sampai ke kaki (pikirkan masak-masak apa yang akan diucapkan. Tertib saat sedang makan, suap nasi usah diperbesar. Jangan sepantun bak orang sebulan tak makan (jangan makan seperti orang kelaparan).Tertib saat berjalan, jangan sperti orang memanah langit biru (jangan melangkah di muka bumi ini dengan angkuh sehingga tidak lagi melihat orang di sekeliling).Jangan angkuh dan sombong saat berjalan, bak ayam jantan panjang ekor (jangan berjalan

melenggak-lenggok karena merasa dirinyalah yang paling tampan, gagah, dan rupawan). Jangan menyerobot masuk dalam acara helat orang, tidak sopan! Jangan lama-lama bermain yang menyita waktu, pikiran jadi tumpul! Jangan lupa pada ayam sekandang yang harus diberi makan pagi dan petang.Jangan lupa pada sapi yang mesti dipindahkan tambatannya. Dan tentu saja, yang paling sering yang kudengar, tidak boleh duduk berlama-lama di lapau!11

h. Pak Mawardi

Pak Mawardiadalah bapak kepala sekolah.Beliau memiliki kepribadian yang tegas, teguh pendirian, dan disiplin. Perawakannya tinggi sekitar seratus enam puluh lima sentimeter dengan badan sedikit gemuk. Beliau juga memiliki aura wibawa yang membuat takut para siswa.Beliau sangat mudah tersenyum tapi tawanya sangat irit.Seirit kata-kata yang beliau ucapkan. Makanya tidak heran mayoritas siswanya sangat ingin mendengar suara tawa beliau. Oleh karena itu, tertanam di memori setiap siswa tentang Pak Mawardi adalah aura kening yang mengkilap, wajah bercahaya penuh simpati dan begitu mempesona, serta raut senyum yang terang dengan gigi depan tertata rapi. Garis senyum itu tegas, tulus, santun, dan penuh daya magis yang dapat membuat seluruh siswa tenteram. Senyumnya itu sedikit melebar ke samping kiri, terlihat berseri-seri

“Semua siswa diharap tenang.”Suara Pak Mawardi membuat seluruh siswa terdiam.Pak Mawardi menyampaikan kedatangan guru dari Padang.Pemberitahuan yang tidak lama.Namun cukup untuk membuat barisan kembali tenang.Ternyata bukan tukang suntik yang datang.“Namanya Bu Asmanizar, cukup kalian panggil Bu Ema,” ucap Pak Mawardi berwibawa. Semua bernapas lega.Tak lama setelah perkenalan singkat, giliran guru baru itu yang berbicara.12

Pak Mawardi memiiki sikap nasionalis, beliau menyuruh anak didiknya untuk menghafal pembukaan UUD‟45.“Bapak cemas.Kalau tidak dihafal, maka suatu saat kelak, isinya akan diubah-ubah orang.”13

Itu adalah alasan mengapa Pak Mawardi menyuruh anak didiknya menghafal UUD‟45, karena beliau takut suatu saat isinya akan diubah. Beliau menanamkan cinta tanah air kepada anak didiknya. 11 Ibid., h. 33-34. 12 Ibid., h. 51. 13 Ibid., h. 216.

i. Pak Muaz

Pak Muaz adalah guru agama dan PMP yang disenangi oleh anak didiknya karena beliau sering bercerita dan pembawaannya yang santai.Beliau selalu mendidik agar anak didiknya memiliki disiplin tinggi.Beliau juga memiliki kharisma yang membuat siswa segan dengannya.Kharismanya terlihat pada kumis lebatnya yang melintang rapi.Dalam menyampaikan cerita, beliau selalu menceritakan ceritanya runut mulai dari awal sampai akhir.

“Coba ingat kisah Nabi Sulaiman dengan segerombolan semut di lembah an-Naml, tepatnya di Askalan.Raja semut waktu itu berpidato di hadapan rakyatnya karena Nabi Sulaiman dan balatentaranya akan melewati tempat itu,” ucap Pak Muaz menjawab keraguan menggelayut dibenakku.14

“Kemudian, bukankah burung Hud-hud yang bernama Anbar itu yang memberitahukan pada Nabi Sulaiman bahwa ada seorang ratu bernama Bilqis dari negeri Saba‟ yang menyembah matahari?” sambung Pak Muaz.15

Lalu Pak Muaz pun melanjutkan ceritanya mengenai kisah Nabi Sulaiman setelah Ikal bertanya mengani burung Hud-hud kepada Pak Muaz.

“Burung Hud-hud itu memiliki paruh yang runcing dan panjang, Kal.Burung Hud-hud sangat cantik.Di kepelanya bertengger mahkota dari bulu dihiasi garis-garis puith hitam.Kepala dan lehernya berwarna cokelat.Paruh dan kakinya berwarna hitam.Sementara, di tengah-tengah bulu ekornya ada garis puith kecil.Salah satu keahliannya adalah saat makan bisa melemparkan makanan ke udara, kemudian meraihnya lagi dengan paruh.Nah, sampailah ke tembolok yang berfungsi melunakkan biji-bijian tadi sebelum masuk lambung yang disebut empedal atau verticulus,” urai Pak Muaz.16

Begitulah Pak Muaz bercerita secara runut mengenai cerita Nabi Sulaiman dan penjelasan mengenai burung Hud-hud.Beliau adalah guru yang suka memuji siswanya, selain itu beliau merupakan sosok guru yang selalu memberikan nasihat kepada siswanya.Setiap perkataannya memiliki pengaruh yang sangat besar, karena kata-kata yang disampaikannya mengandung arti yang dapat dimengerti siswa. 14 Ibid., h. 135 15 Ibid. 16 Ibid., h. 136.

Kata petuah/ nasihat yang diberikan Pak Muaz menggambarkan karakter seorang guru yang sangat bijaksana dan arif dalam mengajar dan mendidik anak didiknya untuk selalu memberikan semangat dan dukungan sebagai seorang guru atau pendidik yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan murid-muridnya.

j. Bu Sal

Bu Sal yang bernama lengkap Salmaniar adalah wali kelas satu.Beliau adalah guru yang sangat penyayang, perhatian, jarang marah, dan selalu memanggil siswa-siswanya dengan “Ananda”.Apabila siswa-siswanya melakukan kesalahan beliau hanya mengusap kepala siswanya dengan penuh sayang.Beliau juga adalah guru yang sabar dalam mendidik anak didiknya, karena kesabarannya itulah makanya beliau jarang marah kepada siswanya dan siswanya pun menjadi menganggap remeh beliau.Walaupun begitu Bu Sal tetap sabar mendidik anak didiknya.

Ketika itu, wali kelas kami Bu Sal. Lengkapnya, Salmaniar. Tingginya sekitar seratus enam puluh sentimenter dengan kulit hitam dan rambut hitam sebahu.Beliau sangat penyayang, jarang marah, dan selalu memanggil kami dengan “Ananda”.Kalau kami ketahuan berbuat salah, beliau selalu mengusap kepala kami penuh kasih.Entah disadari atau tidak, dengan perlakuan seperti itu tingkah kami berempat malah membandel dan sering menganggap sepele aturan sekolah.17

Saat itu, tanganku masih sussah memegang pensil.Jadi, aku lebih memilih menjawab pertanyaan Bu Sal secara langsung.Ketika disuruh mengerjakan di buku catatan, butuh perhatian khusus dari Bu Sal agar aku mau memegang pensil.Begitu tidak mendapat perhatian khusus lagi, pensil yang sudah diarut runcing itu kembali tergeletak di atas buku.18

Bu Sal memiliki karakter yang sangat perhatian dalam mengajarkan siswanya agar bisa menulis, beliau lakukan dengan penuh kasih dan tulus.Beliau mencurahkan semua perhatiannya untuk anak didiknya yang belum bisa menulis agar bisa menulis.Beliau dengan sabar membimbing dan menghadapi kelakukan anak didiknya yang bandel.

17

Ibid., h. 20.

18

k. Bu It

Bu It, lengkapnya Farida Witmi adalah guru yang dideskripsikan “berbadan padat, tinggi sekitar seratus enam puluh sentimeter, wajah putih membujur telur, raut muka tegas, rambut hitam sebahu, dan selalu memakai sepatu yang runcing seukuran kelingking di bagian tumit.”19

Beliau adalah guru yang disiplin dan tegas, karena karakternya itu tak heran jika beliau akrab di hati dan mulut anak didiknya sebagai guru sekaligus orang tua.Setiap hal-hal yang tidak berkenan selalu lapor kepada Bu It. Meskipun itu kejadiannya berada di luar lingkungan sekolah.Apabila ada salah satu anak didiknya yang ketahuan berbuat salah Bu It hanya mengucapkan “Jadilah anak baik.” “Diiringi sebuah cubitan kecil yang dapat ditentukan di tiga tempat berbeda: bahu, paha, atau pantat.”20

Tak heran jika beliau akrab di hati dan mulut kami sebagai guru sekaligus orang tua. ada yang berkelahi, lapor Bu It. Ada yang belum mandi pagi, lapor Bu It. Ada yang au buang hajat, lapor Bu It. Ada yang tidak membawa buku gambar, lapor Bu It. Pokoknya, semua, lapor Bu It. Tiga kata itu menjadi satu kata utuh yang dapat terucap secara reflex ketika ada yang melakukan hal-hal yang tidak berkenan. Meskipun, kejadiannya terjadi di luar lingkungan sekolah.Misal, terjadi adu mulut ketika sedang berjalan pulang sekolah.Atau, pengambilan buah rambutan yang menjulur ke jalan.Atau, ketika asyik main kelereng petang hari dan ada yang berlaku curang.Maka, lapor Bu It adalah kata-kata ampuh yang dapat mengamankan dan menenteramkan situasi.21

Dalam memberikan nilai Bu It termasuk konsisten.Beliau sulit sekali memberikan nilai delapan kepada anak didiknya.Angka delapan merupakan angka yang keramat bagi anak didiknya.Pemberian angka delapan sangat irit diberikan oleh Bu It sehingga bisa dihitung dengan jari bagi yang mendapatkan nilai delapan. “Hal yang paling aku sukai dari Bu It adalah angka delapan yang terlihat indah dan paling bisa menambah motivasi dibanding angka lain. Di mataku, angka itu sungguh keramat.Angka itu terpatri di alam pikiranku.Apa pun tugas yang dikumpulkan, selain matematika, angka itulah yang aku usahakan.”22

19 Ibid., h. 23. 20 Ibid., h. 24. 21 Ibid. 22 Ibid., h. 25.

l. Bu Ema

Bu Ema adalah guru baru yang datang dari Padang.Nama lengkapnya Asmanizar.Beliau ditunjuk langsung oleh kepala sekolah sebagai guru kelas empat.Beliau adalah guru yang ramah, adil, dan menghargai pendapat yang disampaikan oleh anak didiknya.Setelah perkenalan selesai Bu Ema meminta anak didiknya untuk merubah posisi tempat duduk, alasan beliau membuat kebijakan itu karena beliau menganggap tidak bagus dilihat dan tidak bernilai seni.Tapi anak didknya tidak ingin pindah posisi duduk.Akhirnya Bu Ema pun minta penjelasan dari anak didiknya mengapa mereka tidak ingin pindah posisi duduknya.“Karena, kami kemarin subuh sudah ke sini menentukan tempat duduk,” jawab Ija jujur.23Bu Ema menghargai pendapat yang disampaikan oleh anak didiknya.Beliau memahami kondisi kelas.Akhirnya tempat duduk pun tidak diubah. Karena Bu Ema paham sekali kalau “Posisi tempat duduk menentukan seberapa kuat keinginan untuk pintar. Manusia pemalaslah yang mencari celah utuk dapat duduk di belakang orang lain.”24

Masalah tidak hanya sampai disitu.Muncul lagi masalah yang disebabkan oleh kedua anak didik Bu Ema yang memperebutkan posisi duduk di sebelah kanan.Terjadi keributan antara Ijal dan dani yang memperebutkan posisi duduk di sebelah kanan.Bu Ema memberikan ususlan untuk mereka berdua agar keributan dapat diselesaikan.“Atau, siapa yang bisa menjawab pertanyaan Ibu lebih dulu, dialah yang berhak untuk duduk di bagian kanan,” kata Bu Ema lagi.25

Bu Ema berusaha adil untuk masalah yang terjadi antara Ijal dan Dani.Agar permasalahan mereka cepat terselesaikan, Bu Ema memberi usulan yang disepakati oleh mereka.Apa yang telah Bu Ema lakukan adalah cerminan seorang guru yang harus bersikap adil dalam menyelesaikan maslah. Bu Ema juga merupakan guru yang cerdas dalam memberikan usulan untuk mereka.Usulan itu tidak hanya untuk menentukan siapa yang berhak duduk di bagian kanan saja tetapi juga dapat melatih dan mengetahui kemampuan anak didiknya dalam pelajaran Matematika.Bu Ema sangat suka dengan kesenian.“Siapa yang mau

23 Ibid., h. 55. 24 Ibid., h. 56. 25 Ibid., h. 57.

menyanyi?”Bu Ema kembali menawarkan.26

Beliau menawarkan anak didiknya untuk menyanyi, di samping itu Bu Ema ingin melatih kepercayaan diri anak didiknya agar mau tampil ke depan untuk menyanyi. Bu Emajuga ingin melihat sikap percaya diri yang dimiliki anak didiknya.

Kini, Bu Ema sering menyuruh kami tampil dengan satu lagu untuk dibawakan di depan kelas. Semuanya, setiap dua minggu sekali, dengan jadwal yang tidak baku. Kebijakan baru itu membuat seluruh kelas pontang-panting menghafal lagu untuk dibawakan sebaik mungkin di depan Bu Ema. Minimal,empat lagu nasional yang harus dihafal.Sejak kebijakan itu dibuat, kemampuan kami dalam lagu nasional meroket.27

Secara diam-diam Bu Ema menanamkan sikap nasionalisme kepada anak didiknya dengan menyuruh mereka menghapal empat lagu nasional.Kebijakan yang dilakukan Bu Ema sangatlah baik karena untuk menumbuhkan sikap nasionalisme mereka terhadap tanah air.Bu Ema tidak ingin anak didiknya melupakan lagu nasional.Maka dari itu, beliau membuat kebijakan seperti itu.

m. Pak Ruslan

Pak Ruslan adalah guru olah raga dan wali kelas enam.Pak Ruslan merupakan tokoh yang memiliki sifat disiplin, tegas, bertanggung jawab.Beliau tidak lupa memberikan kata-kata dan nasehat yang dapat membangun semangat dan percaya diri sisiwa.Kata-kata beliau selalu diingat oleh siswanya.Pak Ruslan memberikan nasehat pada saat Asrul diberi kepercayaan oleh Deli untuk membuat pribahasa, kemudian Pak Ruslan datang memberikan nasehat kepada Asrul agar amanah yang telah diberikan kepadanya dapat dilaksanakan.

Kulihat Pak Ruslan sedang menantapku.Lalu, beliau berkata, “Amanah Itu harus dilaksanakan.Kalau teman-temanmu menjatuhkan pilihan pada mu berarti kamu dianggap sanggup mengembannya.Jangan kecewakan mereka.”“Kau harus paham, Rul. Kalau seandainya kau tahu mau mengemban tugas yang telah diamanahkan dan dipercayakan itu, berarti kau telah membunag satu kesempatan emas untuk bisa melangkah lebih maju. Percayalah, Rul, kesempatan itu jarang datang untuk kedua kalinya.

26

Ibid., h. 58

27

Sekali kesempatan itu kau buang percuma, kadang, selamanya tak akan kembali lagi. Pikirkan itu baik-baik, Rul,” ucap Pak Ruslan28

Beliau memberikan masukan kepada Asrul bahwa amanah yang telah diberikan kepadanya sebaiknya harus dilaksanakan karena kesempatan itu tidak akan datang kembali apabila tidak dipergunakan sebaik-baiknya. Begitulah Pak Ruslan memberikan motivasi dan masukan kepada Asrul.

Sebagai tokoh protagonis yang merupakan tokoh yang sangat dikagumi, Pak Mawardi, Pak Muaz, Pak Ruslan, Bu It, dan Bu Ema harsulah memberikan nilai-nilai dan norma-norma yang positif kepada para pembacanya, kelima tokoh ini berfungsi untuk menghidupkan cerita dan mempengaruhi seluruh peristiwa dan

Dokumen terkait