• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Analisis Tabel Silang

Analisis tabel silang berfungsi untuk menganalisa dan mengetahui apakah variabel-variabel yang terdapat dalam komunikasi organisasi memiliki hubungan terhadap varibel-variabel kinerja pegawai sehingga dapat diketahui apakah variabel-variabel tersebut bernilai positif atau negatif (Singarimbun 2008 : 273).

Dalam tahap analisis silang ini, peneliti akan menghubungkan masing-masing empat varibel dari komunikasi organisasi dan kinerja pegawai. Adapun variabel-variabel yang akan disilangkan dalam penelitian ini adalah atasan memberi

perintah terhadap kinerja bawahan dalam menjalankan perintah atasan, bawahan menyampaikan pendapat terhadap keinginan pegawai untuk menciptakan ide-ide baru dalam bekerja, komunikasi antara pegawai sederajat terhadap kemampuan pegawai bekerja dalam satu tim, dan atasan menjelaskan informasi mengenai peraturan-peraturan terhadap kinerja pegawai bekerja sesuai dengan etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependuduka n dan Catatan Sipil Toba Samosir.

4.4.1 Hubungan antara atasan memberi perintah terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir dalam menjalankan perintah atasan

Tabel 4.82

Hubungan antara perintah atasan terhadap menjalankan perintah Atasan

memberi perintah

Menjalankan perintah dengan baik Total Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik

F % F % F % F % Sangat Jelas 1 4,5 2 9,1 0 0 0 0 3 Jelas 1 4,5 17 77,3 0 0 0 0 18 Kurang Jelas 0 0 1 4,5 0 0 0 0 1 Tidak Jelas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 2 9,1 20 90,9 0 0 0 0 22

Tabel diatas menjelaskan hubungan antara pemberian perintah yang dilakukan oleh atasan terhadap kinerja pegawai menjalankan perintah atasan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir. Dari 22 pegawai yang menjadi subjek penelitian, terdapat 18 pegawai yang menyatakan bahwa perintah yang diberikan atasan adalah jelas. Diantara 18 pegawai, 17 pegawai menjalankan perintah atasan dengan baik dan 1 pegawai menjalankan perintah atasan dengan sangat baik.

Jumlah pegawai yang menjalankan perintah atasan dengan baik ada 20 pegawai. Diantara 20 pegawai, 17 pegawai menjalankan perintah atasan dengan baik karena pemberian perintah dari atasan dianggap jelas dan 2 pegawai

sangat jelas. Sedangkan 1 pegawai menjalankan perintah atasan dengan baik meskipun pegawai tersebut mengaanggap perintah atasan kurang jelas.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan antara pemberian perintah oleh atasan terhadap kinerja pegawai untuk menjalankan perintah atasan adalah baik. Karena mayoritas pegawai menyatakan bahwa pegawai menjalankan perintah atasan dengan baik maka akan dijelaskan dalam perhitungan sebagai berikut:

Sangat jelas : 2 22 x 100% = 9,1% Jelas : 17 22 x 100% = 77,3% Kurang jelas : 1 22 x 100% = 4,5%

Berdasarkan data diatas, dapat dilihat persentase pegawai yang menyatakan perintah yang diberikan atasan jelas dan pegawai menjalankan perintah atasan dengan baik adalah 77,3% sementara persentase pegawai yang menyatakan perintah yang diberikan atasan sangat jelas tetapi pegawai menjalankan perintah atasan dengan baik adalah 9,1%. Sedangkan persentase pegawai yang menjalankan perintah atasan dengan baik meskipun pemberian perintah dari atasa kurang jelas adalah 4,5%. Jadi terdapat hubungan antara pemberian perintah yang dilakukan oleh atasan dengan kinerja pegawai menjalankan perintah atasan dengan baik.

4.4.2 Hubungan antara bawahan menyampaikan pendapat terhadap kinerja pegawai menciptakan ide-ide baru saat bekerja di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir

Tabel 4.83

Hubungan antara menyampaikan pendapat dan menciptakan ide-ide baru

Bawahan menyampaikan

pendapat

Menciptakan ide-ide baru Total

Sangat Sering Sering Kurang Sering Tidak Pernah F % F % F % F % Sangat Terbuka 0 0 2 9,1 0 0 0 0 2 Terbuka 0 0 15 68,2 4 18,2 0 0 19 Kurang Terbuka 0 0 0 0 0 0 1 4,5 1 Tidak Terbuka 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 0 0 17 77,3 4 18,2 1 4,5 22

Tabel diatas menjelaskan tentang hubungan antara bawahan menyampaikan pendapat dengan keinginan pegawai menciptakan ide-ide baru dalam menyelesaikan pekerjaan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir. Dari 22 pegawai, terdapat 19 pegawai menyatakan bahwa pegawai bawahan menyampaikan pendapat kepada atasandengan terbuka. Diantara 19 pegawai, 15 pegawai sering menciptakan ide-ide baru di dalam bekerja dan 4 pegawai kurang sering menciptakan ide-ide baru dalam bekerja di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir.

Jumlah pegawai yang sering menciptakan ide-ide baru dalam bekerja adalah 17 pegawai. Diantaranya 15 pegawai yang menyatakan bahwa bawahan dapat menyampaikan pendapat kepada atasan secara terbuka dan 2 pegawai menyatakan dapat menyampaikan pendapat dengan sangat terbuka.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penyampaian pendapat yang dilakukan bawahan terhadap atasan yang terbuka mendorong keinginan pegawai sering menciptakan ide-ide baru dalam menyelesaikan pekerjaan di

Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir. Perhitungannya dapat kita lihat di bawah ini:

Sangat terbuka : 2

22 x 100% = 9,1% Terbuka : 15

22 x 100% = 68,2%

Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat persentase pegawai yang menyatakan bahwa penyampaian pendapat terbuka sehingga pegawai terdorong untuk sering menciptakan ide-ide baru dalam bekerja adalah 68,2 % sementara pegawai yang menyatakan penyampaian pendapat yang sangat terbuka sehingga pegawai terdorong untuk sering menciptakan ide-ide baru dalam beerja adalah 9,1 %. Jadi terdapat hubungan antara penyampaian pendapat yang terbuka dari bawahan kepada atasan terhadap keinginan pegawai untuk sering menciptakan ide-ide baru dalam bekerja.

4.4.3 Hubungan antara komunikasi antara sesama pegawai sederajat dalam berbagi perasaan dan pengalaman terhadap kemampuan pegawai bekerjasama dalam tim

Tabel 4.84

Hubungan antara berbagi pengalaman terhadap bekerjasama dalam tim

Pegawai sederajat berbagi pengalaman dan

perasaan

Bekerja sama dalam tim Total

Sangat Mampu Mampu Kurang Mampu Tidak Mampu F % F % F % F % Sangat Terbuka 0 0 1 4,5 0 0 0 0 1 Terbuka 0 0 17 77,3 2 9,1 0 0 19 Kurang Terbuka 0 0 2 9,1 0 0 0 0 2 Tidak Terbuka 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 0 0 20 90,9 2 9,1 0 0 22

Tabel diatas menjelaskan tentang hubungan antara komunikasi diantara pegawai sederajat dalam berbagi perasaan dan pengalaman terhadap kemampuan

pegawai bekerjasama dalam tim di Kantor Dinas Kependuduk an dan Catatan Sipil Toba Samosir. Dari 22 pegawai, 19 pegawai menyatakan bahwa pegawai terbuka dalam berbagi perasaan dan pengalaman saat bekerja di dalam dinas maupun di luar kantor dinas. Diantaranya 17 pegawai akhirnya mampu bekerjasama dalam sebuah tim sementara 2 pegawai kurang mampu bekerjasama dalam tim.

Jumlah pegawai yang menyatakan mampu bekerjasama dalam tim adalah 20 pegawai. Diantara 20 pegawai, 17 pegawai mampu bekerjasama dalam tim karena terbuka dalam berbagi perasaan dan pengalaman, 1 pegawai mampu bekerjasama dalam tim karena sangat terbuka dalam berbagi perasaan dan pengalaman, sementara 2 pegawai mampu bekerjasama dalam tim meskipun kurang terbuka dalam berbagi perasaan dan pengalaman.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi komunikasi diantara pegawai sederajat dalam berbagi perasaan dan pengalaman dapat membantu pegawai menjadi mampu bekerjasama dalam tim di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir. Perhitungannya dapat kita lihat di bawah ini:

Sangat terbuka : 221 x 100% = 4,5% Terbuka : 1722 x 100% = 77,3% Kurang terbuka : 2

22 x 100% = 9,1%

Berdasarkan data diatas, dapat dilihat persentase pegawai yang menyatakan bahwa komunikasi yang terbuka diantara pegawai sederajat dalam berbagi pengalaman dan perasaan dan memampukan pegawai bekerjasama dalam tim adalah 90,9 %. Jadi terdapat hubungan antara komunikasi yang terbuka diantara pegawai sederajat dengan kemampuan pegawai bekerjasama dalam tim di Kantor Dinas Kependuduka n dan Catatan Sipil Toba Samosir.

4.4.4 Hubungan antara atasan menjelaskan informasi mengenai peraturan-peraturan terhadap kinerja pegawai bekerja sesuai etika profesi yang berlaku di kantor Tabel 4.85 Atasan menjelaskan informasi mengenai peraturan

Bekerja sesuai etika profesi di kantor Total Sangat Sesuai Sesuai Kurang Sesuai Tidak Sesuai F % F % F % F % Sangat Jelas 0 0 1 4,5 0 0 0 0 1 Jelas 0 0 20 90,9 0 0 0 0 20 Kurang Jelas 0 0 1 4,5 0 0 0 0 1 Tidak Jelas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 0 0 22 100,0 0 0 0 0 22

Tabel diatas menjelaskan tentang hubungan antara atasan menjelaskan informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku di kantor terhadapakinerja pegawai untuk bekerja sesuai etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir. Dari 22 pegawai, 20 pegawai menyatakan bahwa atasan menyampaikan informasi mengenai peraturan-peraturan kepada bawahan dengan jelas. Dari 20 pegawai, seluruhnya akhirnya bekerja sesuai dengan etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir.

Jumlah pegawai yang bekerja sesuai etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir adalah seluruh 22 pegawai. Diantaranya 20 pegawai dapat bekerja sesuai dengan etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir karena menganggap bahwa atasan menyampaikan informasi mengenai peraturan-peraturan kepada bawahan dengan jelas, 1 pegawai dapat bekerja sesuai dengan etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir karena atasan menyampaikan informasi mengenai peraturan-peraturan kepada bawahan dengan sangat jelas, dan 1 pegawai dapat bekerja

sesuai dengan etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir meskipun pegawai tersebut menganggap atasan menyampaikan informasi mengenai peraturan-peraturan kepada bawahan kurang jelas.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan dari atasan kepada bawahan dapat membuat pegawai bawahan bekerja sesuai dengan etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir. Perhitungannya dapat kita lihat di bawah ini:

Sangat Jelas : 221 x 100% = 4,5% Jelas : 20

22 x 100% = 90,9% Kurang Jelas : 1

22 x 100% = 4,5%

Berdasarkan data diatas, dapat dilihat persentase pegawai yang menyatakan bahwa penyampaian informasi mengenai peaturan-peraturan yang jelas dari atasan kepada bawahan dapat membantu pegawai bekerja sesuai etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir adalah 100%. Jadi terdapat hubungan antara atasan menyampaikan informasi mengenai peraturan-peraturan dengan keinginan pegawai bekerja sesuai etika profesi yang dianut oleh Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toba Samosir.

Dokumen terkait