• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisis Tabel Tunggal

4.3.1 Karakteristik Responden

4.3.2.2 Komunikasi ke Atas

Tabel 4.24

Bawahan Menjelaskan Laporan Kerja

Respon F % Sangat Jelas 4 18,2 Jelas 18 81,8 Kurang Jelas 0 0 Tidak Jelas 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.24/FC.26

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 18 pegawai atau 81,8 % menyatakan bahwa pegawai menyampakan laporan hasil kerja mereka dengan jelas dan 4 pegawai atau 18,2 % menyatakan sangat jelas. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pegawai menyampaikan laporan hasil kerja mereka dengan jelas. Hal tersebut karena pekerjaan dapat dilihat secara langsung oleh atasan sehingga pegawai tidak harus memaparkan tugas mereka secara konkrit.

2. Saran-saran dan Rekomendasi

Tabel 4.25

Bawahan Memberi Anjuran

Respon F % Sangat Jelas 1 4,5 Jelas 20 90,9 Kurang Jelas 1 4,5 Tidak Jelas 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.25/FC.27

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 20 pegawai atau 90,9 % menyatakan bahwa pegawai memberikan anjuran secara jelas kepada atasan, 1 pegawai atau 4,5 % menyatakan sangat jelas, dan 1 pegawai atau 4,5 % menyatakan kurang jelas. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam memberi anjuran, bawahan dapat menyampaikannya dengan jelas. Hal tersebut dapat dilihat dari pegawai dapat memaparkan dampak positif dan negatif suatu pekerjaan, baik secara informal maupun pada saat rapat staff. Pegawai diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah meski pada akhirnya keputusan tetap pada otoritas atasan.

Tabel 4.26

Apakah Anjuran Dimengerti

Respon F % Sangat Dimengerti 3 13,6 Dimengerti 19 86,4 Kurang Dimengerti 0 0 Tidak Dimengerti 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.26/FC.28

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 19 pegawai atau 86,4 % menyatakan bahwa anjuran yang disampaikan bawahan dapat dimengerti oleh atasan dan 3 pegawai atau 13,6 % menyatakan

disampaikan oleh bawahan dapat dimengerti oleh atasan. Hal ini dapat terlihat ketika atasan memanggil bawahan dan akhirnya bekerjasama untuk membahas ataupun menyelesaikan sesuatu demi melakukan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Atasan juga dapat dengan muda mengerti karena kegiatan pemberian anjuran seperti itu dilakukan secara rutin.

3. Usulan Anggaran

Tabel 4.27

Bawahan Menjelaskan Perkiraan

Respon F % Sangat Jelas 3 13,6 Jelas 17 77,3 Kurang Jelas 2 9,1 Tidak Jelas 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.27/FC.29

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 17 pegawai atau 77,3 % menyatakan bahwa pegawai menjelaskan perkiraan kepada atasan dengan jelas, 3 pegawai atau 13,6 % menyatakan sangat jelas, dan 2 pegawai atau 9,1 % menyatakan kurang jelas.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pegawai menjelaskan perkiraan mereka kepada atasan dengan jelas. Hal tersebut dapat dilihat dari penjelasan pegawai mengenai blanko yang mereka gunakan. Di satu bagian, usulan anggaran juga dibuat dalam bentuk RKA apabila hendak melakukan suatu penyuluhan kepada masyarakat dimana kegiatan tersebut membutuhkan anggaran. Sedangkan pegawai yang menyatakan kurang jelas karena pada bagian pegawai tersebut hampir semua pekerjaan menggunakan server sehingga kejelasan perkiraan tergantung ketersediaan data yang akurat pada server.

Tabel 4.28

Bawahan Menjelaskan Taksiran Periode Mendatang

Respon F % Sangat Jelas 2 9,1 Jelas 17 77,3 Kurang Jelas 3 13,6 Tidak Jelas 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.28/FC.30

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 17 pegawai atau 77,3 % menyatakan bahwa pegawai dalam menjelaskan taksiran untuk periode mendatang adalah jelas, 2 pegawai atau 9,1 % menyatakan sangat jelas, dan 3 pegawai atau 13,6 % menyatakan kurang jelas.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pegawai menyampaikan taksiran periode yang akan datang adalah jelas. Hal tersebut dapat dilihat dari pegawai memperkirakan berapa blanko yang akan diperlukan untuk periode mendatang. Sedangkan pegawai yang menyatakan kurang jelas adalah karena menganggap taksiran penerimaan sudah jelas karena sudah ada PERDA yang mengatur, misalnya setoran dan akta. Namun untuk pengeluaran tergantung kebutuhan yang dipakai kanto dalam kurun waktu empat tahun.

4. Pendapat dan Opini

Tabel 4.29

Bawahan Menyampaikan Pendapat

Respon F % Sangat Terbuka 2 9,1 Terbuka 19 86,4 Kurang Terbuka 1 4,5 Tidak Terbuka 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.29/FC.31

pendapat kepada atasan mereka dengan terbuka, 2 pegawai atau 9,1 % menyatakan sangat terbuka, dan 1 pegawai atau 4,5 % menyatakan kurang terbuka.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penyampaian pendapat dari pegawai kepada atasan adalah terbuka. Hal ini dilihat dari percakapan pada saat forum maupun percakapan ringan di kantor yang bersifat tidak resmi. Dalam hal ini atasan pegawai menerima dan merespon pendapat bawahannya dengan terbuka. Pegawai dan atasan menganggap bahwa keterbukaan sangat diperlukan untuk membangun kerjasama yang baik. Sedangkan pegawai yang menyatakan kurang jelas karena terkadang ide yang diberikan oleh pegawai tidak dapat diterima sehingga membatasi pegawai untuk terbuka di hari selanjutnya.

Tabel 4.30

Apakah Pendapat Dimengerti Atasan

Respon F % Sangat Dimengerti 2 9,1 Dimengerti 18 81,8 Kurang Dimengerti 1 4,5 Tidak Dimengerti 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.30/FC.32

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 18 pegawai atau 81,8 % menyatakan bahwa pendapat yang disampaikan pegawai dapat dimengerti oleh atasan, 2 pegawai atau 9,1 menyatakan sangat dimengerti, dan 1 pegawai atau 4,5 % menyatakan kurang dimengerti.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendapat yang disampaikan oleh pegawai kepada atasan dapat dimengerti. Hal ini dapat dilihat ketika pendapat yang disampaikan oleh pegawai dan diterima oleh atasan akhirnya diterapkan dengan baik di kantor. Sedangkan pegawai yang menyatakan kurang dimengerti karena ide yang diberikan tidak dijalankan di kantor.

5. Keluhan

Tabel 4.31

Bawahan Menyampaikan Kendala

Respon F % Sangat Leluasa 2 9,1 Leluasa 18 81,8 Kurang Leluasa 2 9,1 Tidak Leluasa 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.31/FC.33

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 18 pegawai atau 81,8 % menyatakan bahwa pegawai dapat menyampakan pendapat dengan leluasa kepada atasan, 2 pegawai atau 9,1 % menyatakan sangat leluasa, dan 2 pegawai atau 9,1 % menyatakan kurang leluasa.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pegawai dapat secara leluasa menyampaikan kendala kepada atasan. Hal ini terjadi karena atasan bersifat terbuka dan bersedia menerima masukan, akhirnya pegawai pun dapat menyampaikannya secara leluasa, terbuka, dan jelas. Sedangkan pegawai yang berpendapat tidak leluasa karena penyampaian kendala mereka sering diabaikan sehingga mereka memilih menyimpannya dalam hati saja.

Tabel 4.32

Apakah Penyampaian Keluhan Jelas

Respon F % Sangat Jelas 2 9,1 Jelas 19 86,4 Kurang Jelas 1 4,5 Tidak Jelas 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.32/FC.34

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 19 pegawai atau 86,4 % menyatakan bahwa pegawai menyampaikan

keluhan dengan jelas, 2 pegawai atau 9,1 % menyatakan sangat jelas, dan 1 pegawai atau 4,5 % menyatakan kurang jelas.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pegawai dapat menyampaikan keluhan kepada atasan mereka dengan jelas. Hal ini dapat dilihat ketika keluhan yang disampaikan oleh pegawai mendapatkan solusi dari atasan dan membantu pola kerja agar mudah mencapai tujuan akhir dari suatu tugas yaitu pelayanan prima. sedangkan pegawai yang menyatakan kurang jelas karena membatasi diri menyampaikan keluhan karena canderung diabaikan.

6. Permohonan

Tabel 4.33

Bawahan Menyampaikan Permohonan

Respon F % Sangat Jelas 3 13,6 Jelas 19 86,4 Kurang Jelas 0 0 Tidak Jelas 0 0 Total 22 100,0 Sumber: P.33/FC.35

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 19 pegawai atau 86,4 % menyatakan bahwa pegawai menyampaikan permohonan mereka kepada atasan dengan jelas dan 3 pegawai atau 13,6 % menyatakan sangat jelas.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pegawai menyampaikan permohonan mereka kepada atasan dengan jelas. Hal ini dapat dilihat dari penyampaian permohonan secara tertulis maupun lisan, dimana pegawai menyampaikan keperluan pekerjaan yang kurang agar dipenuhi dengan baik.

7. Instruksi

Tabel 4.34

Apakah Masukan Dipertimbangkan

Respon F % Sangat Dipertimbangkan 1 4,5 Dipertimbangkan 20 90,9 Kurang Dipertimbanngkan 0 0 Tidak Dipertimbangkan 1 4,5 Total 22 100,0 Sumber: P.34/FC.36

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 22 orang pegawai yang menjadi subjek penelitian, 20 pegawai atau 90,9 % menyatakan bahwa masukan yang disampaikan oleh pegawai dipertimbangkan oleh atasan, 1 pegawai atau 4,5 % menyatakan sangat dipertimbangkan, dan 1 pegawai atau 4,5 % menyatakan tidak dipertimbangkan.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa masukan yang disampaikan oleh pegawai dipertimbangkan oleh atasan. Hal ini dapat dilihat ketika masukan-masukan yang diberikan akhirnya ditindaklanjuti dan ada beberapa dari masukan tersebut yang diterapkan di kantor. Apalagi jika terdapat kendala yang sudah menghambat kerja maka sebuah masukan akan lebih diperhatikan untuk dipertimbangkan. Sedangkan pegawai yang menyatakan tidak dipertimbangkan karena ide-ide yang diberikan pegawai tidak tampak diterapkan di kantor.

Dokumen terkait