METODOLOGI PENELITIAN
2. Jenis Kelamin Responden
4.4 Analisis Tabel Silang
Pada bagian ini peneliti akan melakukan analisis data dalam bentuk tabel silang. Analisis tabel silang merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan yang lainnya.
Analisis tabel silang ini bukan dijadikan sebagai penentu utama untuk melihat
hubungan variabel yang diteliti, akan tetapi dimaksudkan untuk melihat bagaimana penilaian data yang satu dengan hubungannya dengan data yang lain.
Tabel 4.28
Tabel Silang Bersikap Ramah Melayanai dengan Hasil Pelayanan
Hasil Pelayanan
Hasil penelitian tabel silang bersikap ramah melayani dengan hasil pelayanan diatas menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 32 orang menyatakan setuju bahwa perangkat kelurahan telah menampilkan sikap yang ramah dalam melayani masyarakat juga menyatakan setuju bahwa perangkat kelurahan telah memberikan hasil pelayanan sesuai yang diharapkan masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa perangkat kelurahan telah berhasil memuaskan keinginan dan harapan masyarakat pada umumnya. Berikutnya terdapat pula sebanyak 18 orang responden yang menyatakan setuju bahwa perangkat kelurahan telah menampilkan sikap yang ramah dalam melayani masyarakat namun mereka juga menyatakan tidak setuju bahwa perangkat kelurahan telah memberikan hasil pelayanan yang sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.
Hasil penelitian tabel silang ini juga menunjukkan terdapat sebanyak 17 orang responden yang menyatakan sangat setuju bahwa perangkat kelurahan telah menampilkan sikap yang ramah dalam melayani masyarakat juga menyatakan setuju bahwa perangkat kelurahan telah memberikan hasil pelayanan sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.
Tabel 4.29
Tabel Silang Melayani dengan Cepat dengan Selesai Tepat Waktu
Selesai Tepat Waktu
Total Sangat
Tidak Setuju
Tidak Setuju
Setuju Sangat Setuju
Melayani dengan
Cepat
Sangat Tidak Setuju 0 2 0 0 2
Tidak Setuju 1 10 10 0 21
Setuju 3 16 33 5 57
Sangat Setuju 3 2 11 2 18
Total 7 30 54 7 98
Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu sebnayak 33 orang menyatakan setuju bahwa perangkat kelurahan telah melayani masyarakat dengan cepat juga menyatakan bahwa perangkat kelurahan dapat menyelesaikan pelayanan tepat waktu. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat kelurahan telah memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif dan efisien terutama dalam hal waktu pelayanan dan jangka waktu penyelesaiannya.
Berikutnya terdapat responden sebanyak 16 orang yang menyatakan setuju bahwa perangkat kelurahan telah melayani masyarakat dengan cepat namun mereka menyatakan bahwa perangkat kelurahan tidak mampu menyelesaikan pelayanan tepat waktu.
Hasil tabel silang juga menunjukkan terdapat 11 orang yang menyatakan sangat setuju bahwa perangkat kelurahan telah melayani masyarakat dengan cepat dan menyatakan setuju bahwa perangkat kelurahan dapat menyelesaikan pelayanan tepat waktu.
4.5 Hipotesis
Pengujian hipotesis adalah pengujian statistik untuk mengetahui hipotesis data yang diajukan diterima atau ditolak. Sebelum melakukan, uji hipotesis peneliti terlebih dahulu melakukan uji tingkat hubungan antara kedua variabel yang dilakukan dengan menggunakan tes statistik spearman (Sperman’s Rho Rank-Order Correlation). Rumus koefisiennya adalah:
Tabel 4.30
<0,005. Nilai signifikansi dari tabel di atas adalah 0,000<0,005 maka Ho ditolak.
Dengan begitu Ha diterima, maka terdapat hubungan antara strategi komunikasi perangkat kelurahan dengan tingkat kepuasan masyarakat. Untuk melihat tinggi rendahnya korelasi (derajat hubungan) digunakan skala Guilford atau koefisien asosiasi, sebagai berikut (Kriyantono, 2016:173):
<0,20 : hubungan rendah sekali;
0,20–0,40 : hubungan rendah tapi pasti;
0,41–0,70 : hubungan yang cukup berarti;
0,71–0,91 : hubungan yang tinggi;
>0,91 : hubungan sangat tinggi.
Berdasarkan hasil korelasi Spearman pada tabel sebelumnya, diketahui besar korelasi koefisien Spearman (rs/rho) adalah 0,755. Dengan menggunakan skala Guilford, hasil 0,755 menunjukkan hubungan yang tinggi.
Tanda korelasi pada koefisien korelasi yaitu 0,592, yang menunjukkan arah hubungan yang sama antara variabel x dan variabel y. Hal ini berarti semakin baik strategi komunikasi perangkat kelurahan maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan masyarakat. Signifikansi hasil korelasi dapat di lihat berdasarkan perbandingan nilai probabilitas dan tanda ** (flag of significant) diberikan spss.
Jika probabilitas > 0,005 maka Ha ditolak, jika probabilitas < 0,005 maka Ha diterima.
Berdasarkan analisis di atas dapat dirangkum bahwa hasil hipotesis hubungan antara strategi komunikasi perangkat kelurahan dengan tingkat kepuasan masyarakat adalah 0,755. Sesuai ketentuan dalam Spearman r koefisien bahwa jika r>0 maka hipotesis diterima. Signifikansi korelasi diketahui dari probabilitas yang lebih kecil dari 0,005 (0,000<0,005) dan tanda ** (flag of significant) yang menunjukkan hasil signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini diterima dan hubungannya signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi perangkat kelurahan sangat mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat. Tahap terakhir adalah mencari besarnya kekuatan pengaruh hubungan antara variabel X terhadap variabel Y, dengan rumus Kp, yaitu:
Kp = (rs)2 x 100%
Dari hasil uji hipotesis di atas didapat nilai r = 0,755 maka dengan menggunakan rumus Kp di atas dapat diperoleh hasil berikut:
Kp = (rs)2 x 100%
Kp = (0.755)2 x 100%
Kp = 57%
Hasil tersebut menunjukan bahwa kekuatan pengaruh variabel X terhadap variabel Y dalam penelitian ini adalah sebesar 57% dan terdapat 43% faktor-faktor lain yang tidak dapat diukur pada penelitian ini.
4.6 Pembahasan
Strategi komunikasi merupakan panduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen (communications management) untuk mencapai suatu tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung dari situasi dan kondisi (Effendi, 1981:84). Salah satu bentuk penerapan strategi komunikasi adalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pelayanan publik yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah penelitian publik yang dilakukan oleh penyelenggara pemerintahan dalam hal ini kelurahan.
Penelitian ini sendiri membahas tentang bagaimana pengaruh strategi komunikasi pelayanan administrasi kelurahan Bukit Sofa terhadap kepuasan masyarakat yang bertempat di kota Pematangsiantar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ha penelitian diterima dan Ho ditolak yang berarti bahwa terdapat pengaruh strategi komunikasi pelayanan administrasi kelurahan Bukit Sofa terhadap kepuasan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa strategi kumunikasi yang diterapkan perangkat kelurahan Bukit Sofa mempengaruhi langsung tingkat kepuasan masyarakat. Berikutnya untuk mengetahui pengaruh dari strategi komunikasi pelayanan administrasi kelurahan Bukit Sofa maka indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagaimana perangkat kelurahan melayani dengan cepat, bersikap ramah dalam melayani, penggunaan bahsa yang sopan, kesiapan dan kecakapan perangkat kelurahan, kesesuaian prosedur yang diterapkan perangkat kelurahan, sarana yang mempermudah,
ketersediaan data dan informasi, kemempuan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, pengetahuan tentang pelayanan publik, kemampuan memberikan tanggapan yang baik kepada masyarakat, serta penampilan yang rapi.
Dari hasil penelitoan tabel tunggal dapat dirangkum bahwa mayoritas menyatakan bahwa perangkat kelurahan Bukit Sofa mampu melayani masyarakat dengan cepat, artinya perangkat kelurahan telah melakukan tugasnya dengan mengutamakan efisiensi waktu. Hasil penelitian juga menemukan bahwa masyarakat merasa bahwa perangkat kelurahan Bukit Sofa telah menggunakan bahasa yang sopan pada saat penyelenggaraan pelayanan administrasi.
Selanjutnya masyarakat juga menyatakan bahwa perangkat kelurahan telah menggunakan bahasa yanhg sopan pada saat penyelenggaraan pelayanan.
Mengenai hal kesiapan dan kecakapan perangkat kelurahan dalam memberikan pelayanan terdapat keadaan yang nyaris seimbang namun masyarakat cenderung menyatakan bahwa perangkat kelurahan telah memiliki kesiapan dan kecakapan.
Berikutnya untuk hal kesesuaian prosedur masyarakat terbelah menjadi dua kelompok besar yakni yang menyatakan bahwa perangkat kelurahan Bukit Sofa telah melakukan pelayanan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan sebagian lagi menyatakan bahwa perangkat kelurahan belum melakukan pelayanan yang sesuai dengan prosedur yang berlaku. Berikutnya untuk sarana yang mempermudah masyarakat menyatakan bahwa perangkat kelurahan telah menyediakan sarana yang bertujuan untuk mempermudah proses penyelenggaraan pelayanan admnistrasi. Selanjutnya adalah mengenai ketersediaan data dan informasi, masyarakat mengatakan bahwa mereka telah memperoleh data dan informasi yang diperlukan dari perangkat kelurahan untuk menerima layananan.
Berikutnya hasil penelitian juga menemukan bahwa masyarakat merasa nyaman pada saat proses penyelenggaraan pelayanan administrasi. Artinya perangkat kelurahan telah berhasil memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dimana terdapat sebanyak 71 orang yang menyatakan mereka merasa nyaman pada saat menerima pelayanan. Selanjutnya untuk pengetahuan mengenai pelayanan publik, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat
yakni sebanyak 67 orang myakini bahwa perangkat kelurahan telah memiliki pengetahuan yang baik dan cukup mengenai pelayanan publik yang baik.
Berikutnya adalah mengenai tanggapan yang baik, hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pada umumnya menyatakan bahwa mereka telah menerima tanggapan yang baik dari perangkat kelurahan Bukit Sofa pada saat penyelenggaraan pelayanan administrasi. Hasil penelitian juga menemukan bahwa mayoritas responden yakni sebanyak 83 orang mengatakan bahwa perangkat kelurahan telah berpenampilan rapi dan dilengkapi dengan tanda pengenal.
Hasil peneltian tabel silang mengenai perangkat kelurahan bersikap ramah melayani dengan hasil pelayanan mayoritas responden menyatakan bahwa perangkat kelurahan telah menunjukkan sikap yang ramah dalam melayani masyarakat juga memberikan hasil pelayanan yang sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Sementara itu terdapat juga sebanyak 18 orang responden yang menyatakan bahwa perangkat kelurahan telah menunjukkan sikap yang ramah dalam melayani masyarakat namun responden mengatakan mereka belum menerima hasil pelayanan yang sesuai dengan yang diharapkan.
Selanjutnya untuk tabel silang mengenai perangkat kelurahan Bukit Sofa melayani dengan cepat dengan selesai tepat waktu, mayoritas responden yaitu sebanyak 33 orang menayatakan setuju bahwa perangkat kelurahan telah berhasil melayani masyarakat dengan cepat juga menyatakan bahwa hasil pelayanan yang diberikan perangkat kelurahan kepada masyarakat dapat selesai tepat waktu.
Sementara itu terdapat pula sebanyak 11 orang responden yang menyatakan setuju bahwa perangkat kelurahan telah berhasil melayani dengan cepat namun tidak mampu memberikan hasil pelayanan selesai tepat pada waktunya.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN