HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil
4.1.3 Analisis Tabel Tunggal
Karakteristik Jenis Kelamin Responden
Berdasarkan hasil dari data yang telah diperoleh dan diolah dengan baik dan benar, terlihat bahwa sebagian besar responden merupakan pria. Hal ini tidak terlepas dari penelitian yang berdasarkan atas iklan rokok yang lebih identik dengan pria. Walaupun pengambilan sampel dilakukan dengan cara diundi, jumlah pria tetap lebih banyak dari wanita. Namun begitu, seluruh responden wanita dari penelitian ini merupakan penikmat dari iklan Djarum 76 versi jin ini. Hal ini terbukti dari hasil bahwa keseluruhan nya merupakan responden primer yang telah memenuhi syarat-syarat sebagai responden sehingga peneliti tidak perlu untuk menggunakan responden cadangan lagi.
52 Tabel 4.1
Indikator Jumlah Persentase
Pria 46 54.12
Wanita 39 45.88
85 100
Sumber: P1/FC3
Karakteristik Usia Responden
Menilik dari masalah yang diteliti yaitu mengenai iklan rokok, maka usia responden tentu memiliki andil dalam hal penilaian mengenai iklan. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa usia rata-rata seluruh responden yaitu 20-22 tahun. Dengan usia yang sudah cukup produktif tersebut, tentu pemberian jawaban mengenai penelitian akan lebih maksimal mengingat kemampuan berpikir dan menilai sesuatu yang sudah cukup baik.
Tabel 4.2
Usia Jumlah Persentase
17-19 tahun 31 36.47
20-22 tahun 53 62.35
Lebih dari 22 tahun 1 1.18
85 100
Sumber: P2/FC4
Karakteristik Stambuk Responden
Stambuk adalah sebuah tingkatan tahun yang berada di universitas. Berbeda dengan sekolah yang dibagi berdasarkan kelas dan angka, di perkuliahan pembagian dilakukan berdasarkan tahun masuk dan terus berlaku sampai selesai perkuliahan. Dari hasil penarikan data, diperoleh hasil bahwa responden terbanyak berasal dari stambuk 2014 yaitu 30 orang. Hal ini tidak terlepas dari jumlah
53 mahasiswa stambuk 2014 yang paling besar diantara stambuk yang lain sehingga memperoleh porsi responden terbanyak.
Tabel 4.3
Stambuk Jumlah Persentase
2011 11 12.94 2012 20 23.53% 2013 24 28.23% 2014 30 35.29% 85 100 % Sumber: P3/FC5
Sebanyak 35,29% responden penelitian ini merupakan mahasiswa stambuk 2014. Sedangkan stambuk 2011 merupakan responden paling sedikit dengan 12,94%. Stambuk 2012 menyumbang sebanyak 23,53% responden dan stambuk 2013 dengan 28,23% responden
Pengetahuan Responden mengenai Iklan Djarum 76
Dalam proses nya iklan Djarum 76 sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Awalnya terkenal dengan sebutan Djarum 76 untuk Indonesia, kini iklan Djarum 76 telah bertransformasi ke sebuah iklan lucu nan menghibur yang ditunjukan oleh jin 76. Penelitian ini juga memfokuskan kepada iklan Djarum 76 versi Jin yang telah ada sejak 2009, namun untuk lebih memastikan dan juga memberikan hasil yang maksimal, maka peneliti kembali mencoba untuk membuat pertanyaan pembuka mengenai pengetahuan responden mengenai iklan rokom Djarum 76. Hal ini tidak terlepas dari sudah banyak nya iklan rokok yang beredar di televisi sehingga menurut peneliti cukup baik untuk ditanyakan kembali. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa hampir seluruh responden cukup mengetahui iklan rokok Djarum 76.
54 Tabel 4.4
Indikator Jumlah Persentase
Sangat mengetahui 32 37.65% Mengetahui 40 47.06% Kurang mengetahui 13 15.29% Tidak mengetahui 0 0% 85 100% Sumber: P4/FC6
Hal ini dibuktikan melalui persentase jawaban mengetahui yang memiliki jumlah terbanyak sebesar 47.06% dan diikuti oleh jawaban sangat mengetahui yang berada di urutan kedua sebesar 37,65% . Kemudian 15,29% respinden menjawab kurang mengetahui dan tidak ada responden yang tidak tahu iklan Djarum 76 versi Jin. Tingginya persentase responden yang mengetahui iklan Djarum 76 versi Jin tidak terlepas dari cukup menariknya iklan tersebut. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa humor yang diselipkan di dalam iklan Djarum 76 versi Jin tersebut telah menarik perhatian para penonton untuk menonton iklan tersebut.
Frekuensi Menonton Tayangan Iklan Djarum 76 versi Jin
Setelah mengetahui pengetahuan responden mengenai iklan Djarum 76 versi Jin. Maka pada tahap ini peneliti memberikan pertanyaan mengenai frekuensi responden dalam menonton tayangan iklan Djarum 76 versi Jin. Hal ini sangat berhubungan dengan penelitian ini mengingat peneliti melakukan penelitian tentang seluruh iklan Djarum 76 versi Jin sehingga diperlukan seorang responden yang telah cukup banyak menonton iklan ini agar dapat memberikan jawaban maupun penilaian mengenai iklan Djarum 76 versi Jin ini.
55 Tabel 4.5
Indikator Jumlah Persentase
Sangat sering 29 34.12% Sering 31 36.47% Kurang sering 25 29.41% Tidak sering 0 0% 85 100% Sumber: P5/FC7
Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa responden dari penelitian ini sudah sangat sering menonton iklan Djarum 76 versi Jin yang tayang di televisi. Hal ini dibuktikan melalui persentase jawaban antara sangat mengetahui dan mengetahui yang sangat tipis perbedaannya yaitu 36,47% dan 34,12%. Hal ini tentu berdampak cukup besar kepada penelitian ini dimana dengan rata-rata responden yang sangat sering menonton tayangan iklan Djarum 76 versi Jin di televisi akan dapat mendukung penelitian ini secara maksimal.
Dengan hasil tersebut pula peneliti kemudian berusaha untuk mencari tahu faktor apa yang menyebabkan responden cukup sering menonton iklan Djarum 76 versi Jin yang tayang di televisi melalui pertanyaan-pertanyaan selanjutnya dari penelitian ini.
Iklan-iklan Djarum 76 Jin Yang Sudah Pernah Di Tonton
Iklan Djarum 76 versi Jin pertama hadir di tahun 2009 dengan iklan pertama berjudul "Pengen Ganteng". Melihat banyak nya respon positif dan juga perhatian dari masyarakat, maka pihak Djarum kembali mengeluarkan iklan-iklan Djarum 76 versi Jin yang baru sampai sekarang. Dan satu hal yang sama dari keseluruham iklan tersebut terletak pada pemeran tokoh utama yaitu Jin yang tetap dipertahankan mulai dari iklan pertama hingga iklan yang terbaru saat ini.
56 Sebenarnya ada 17 versi iklan Djarum 76 versi Jin yang dibuat oleh pihak Djarum tetapi 5 iklan hanya ditayangkan lokal di satu kota/provinsi saja sehingga tidak banyak yang mengetahui beberapa iklan nya. Namun terlepas dari semua itu, peneliti bermaksud ingin kembali me-recall ingatan responden untuk kembali mengingat iklan-iklan Djarum 76 versi Jin yang sudah pernah mereka tonton.
Tabel 4.6
Indikator Versi Iklan Pernah Tidak Pernah
Djarum 76 Pengen Ganteng 23 62
Djarum 76 Jangkrik 12 73
Djarum 76 Wani Piro 54 31
Djarum 76 Kena Tipu 27 58
Djarum 76 Kontes Jin 47 38
Djarum 76 Terdampar 19 66
Djarum 76 Kampanye Jujur 13 72
Djarum 76 Matre 8 77
Djarum 76 Versi Gayus 12 73
Djarum 76 Pengen Eksis 37 48
Djarum 76 Teman Hidup 23 62
Djarum 76 Fokusnya Ke Aku 14 71
Sumber:
P6/FC-Dari hasil jawaban yang diberikan, seluruh responden tidak ada yang pernah menonton seluruh iklan Djarum 76 versi Jin dari pertama tayang sampai yang terbaru. Rata-rata responden hanya pernah melihat sekitar 7-8 versi iklan nya saja. Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa frekuensi penonton yang menonton dan tidak menonton tidak seimbang. Hal ini terjadi lantaran semua responden tidak ada yang menonton seluruh versi iklan Djarum 76 versi Jin yang tayang di televisi dikarenakan banyaknya versi iklan yang tayang dan ketidaksesuaian waktu untuk menonton iklan tersebut. Namun dengan rata-rata penonton yang telah menonton lebih dari setengah versi iklan telah cukup bagi peneliti untuk memberikan tanggapan mengenai iklan Djarum 76 versi Jin yang tayang di televisi.
57 Sejak pertama kelahiran iklan Djarum 76 versi Jin ini hingga sekarang, adegan yang ada dalam iklan nyaris sama. Adegan dalam iklan Djarum ini pada dasarnya hanya mengenai kemunculan seorang jin secara tidak disengaja lalu mengabulkan permintaan secara aneh ataupun lucu. Namun yang membedakan iklan ini dengan versi-versi selanjutnya adalah mengenai tema iklan tersebut. Terkadang iklan Djarum 76 versi Jin ini mengikuti permasalahan sosial yang ada di masyarakat kemudian mentransformasikan nya kedalam sebuah iklan yang lucu dan menyindir. Namun melalui beberapa tema tersebut pula lah iklan ini meraup kesuksesan yang cukup besar. Terlepas dari semua itu, tidak semua orang menyukai adegan iklan dari Djarum 76 versi Jin ini. Terkadang kontroversi yang diangkat dianggap menyindir ataupun menyudutkan salah satu pihak sehingga tidak jarang protes sering terjadi. Namun terlepas dari hal tersebut, peneliti sangat tertarik untuk mengetahui bagaimana pendapat dari mahasiswa yang dikenal sebagai akademisi yang cukup kritis terhadap masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat.
Tabel 4.7
Indikator Jumlah Persentase
Sangat menarik 34 40% Menarik 45 52.94% Kurang menarik 6 7.06% Tidak menarik 0 0% 85 100% Sumber: P7/FC8
Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa 52,94 % responden yang merupakan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU menyatakan adegan yang ada di dalam iklan Djarum 76 versi Jin menarik. Dan semakin dikuatkan dengan persentase mahasiswa yang menjawab sangat menarik yaitu mencapai 40%. Dan hanya 7,06% responden yang menjawab kurang menarik. Dari hasil tersebut dapat peneliti peroleh kesimpulan bahwa adegan-adegan iklan di Djarum 76 versi jin yang tayang di televisi sangat menarik bagi mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi USU.
Hal ini tentu tidak mengeherankan dimana sudah banyak pendapat yang dilontarkan oleh masyarakat mengenai iklan Djarum 76 versi Jin yang tayang di
58 televisi. Karakter Jin yang cukup melekat dan melakukan berbagai adegan lucu dan kocak telah berhasil menghipnotis penonton untuk terus menonton iklan Djarum 76 versi Jin yang tayang di televisi.
Karakteristik Humor Dalam Iklan Djarum 76 versi Jin
Humor didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan seseorang senang/bahagia/ceria terhadap sesuatu yang menghiburnya. Dalam sejarahnya humor telah ada sejak lama. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya para humoris (orang yang memberikan humor kepada penontonnya) yang sudah ada sejak tahun 1930-an dengan hadirnya humoris legendaris dunia Charlie Chaplin. Walaupun tidak menghibur melalui kata-kata, namun Chaplin sukses menghibur para penonton nya dengan gerakan-gerakannya yang lucu dan menghibur. Di Indonesi sendiri humoris mulai dikenal sejak lahirnya grup lawak Srimulat dan Warkop DKI.
Seiring berkembangnya zaman, humor kini tidak lagi hanya ditampilkan olehbpara humoris atau pelawak diatas panggung namun sudah mulai diterapkan kedalam bidang lain seperti gambar, suara ataupun perpaduan antar keduanya yang digabung kedalam sebuah iklan. Iklan Djarum 76 versi Jin sendiri dianggap merupakan salah satu iklan yang mengadaptasi humor ke dalam materi iklan nya. Hal ini dapat dengan jelas dilihat melalui adegan maupun dialog yang ada didalam iklan tersebut yang berusha untuk menghibur penonton nya. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti berusaha untuk mencari tahu apakah memang benar humor yang ada di dalam iklan Djarum 76 versi Jin menarik atau tidak. Terlebih lagi responden yang akan diberikan pertanyaan ini adalah mahasiswa.
Tabel 4.8
Indikator Jumlah Persentase
Sangat menarik 13 15.29%
Menarik 63 74.12%
59
Tidak menarik 0 0%
85 100%
Sumber: P8/FC9
Dari penelitian diperoleh hasil bahwa 74,12% responden menganggap humor yang ada di dalam iklan Djarum 76 versi Jin adalah menarik. Kemudian 15,29% responden menjawab sangat menarik dan 10,59% responden menjawab kurang menarik. Besarnya persentase responden yang menjawab menarik telah membuktikan bahwa iklan Djarum 76 versi Jin telah berhasil mengadaptasi humor ke dalam iklan nya dan dapat menarik bagi mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi USU. Walaupun hanya memasukkan humor yang tergolong sederhana namun dianggap segar dan layak untuk ditonton oleh para penonton sehingga penonton merasa nyaman untuk menonton iklan Djarum 76 versi Jin yang tayang di televisi.
Waktu Penayangan Iklan Djarum 76 versi Jin di Televisi
Saat ini televisi sudah dijejali oleh banyak sekali iklan. Setiap produsen berlomba-lomba mempromosikan produknya agar diketahui oleh masyarakat luas. Tidak jarang banyak produsen yang berani membayar mahal kepada pihak televisi agar iklannya ditayangkan di jam-jam strategis atau lazim disebut Primetime. Hal ini dilakukan agar persentase penonton yang melihat iklan akan lebih banyak ketimbang memasang iklan di jam-jam kurang strategis. Tidak jarang banyak iklan-iklan yang cukup bagus malah tidak diketahui oleh penonton akibat tidak pernah tayang di jam-jam tertentu.
Hal ini pula lah yang menyebabkan hanya iklan-iklan dari produsen terkenal saja yang ada di jam Primetime tersebut. Dan sebagian besar iklan yang hadir di jam strategis tersebut adalah iklan dari produsen rokok. Namun belakangan ini masyarakat sudah mulai kritis terhadap bahaya dari merokok dan mulai menghindari menonton iklan produk rokok bahkan sampai pemerintah membuat peraturan untuk tidak boleh secara terang-terangan memunculkan produk rokok mereka di dalam iklan. Hal tersebut membuat para pembuat iklan mulai berpikir ulang untuk mengkonsep sebuah iklan rokok yang baik serta memenuhi aturan. Hal tersebut pulalah yang menantang peneliti untuk mengetahui
60 pendapat reesponden oenelitian ini mengenai jam tayang iklan rokok Djarum 76 versi Jin di televisi.
Tabel 4.9
Indikator Jumlah Persentase
Sangat tepat 4 4.71% Tepat 61 71.76% Kurang tepat 20 23.53% Tidak tepat 0 0% 85 100% Sumber: P9/FC10
Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa 71,76% responden menjawab penayangan iklan rokok Djarum 76 versi Jin di televisi sudah tepat. Namun perlu dicatat bahwa 23% responden menjawab kurang tepat. Hal ini tentu dapat menjadi sebuah acuan untuk kembali melihat bahwa penayangan iklan Djarum 76 versi Jin masih belum sepenuhnya dapat dikatakan tepat oleh responden penelitian. Banyak responden yang cukup menyayangkan penayanga iklan rokok pada saat anak-anak sedang menonton televisi sehingga dianggap tidak baik untuk ditayangakan di jam-jam tertentu.
Namun dengan adanya peraturan pemerintah yang telah memberikan rincian mengenai jam tayang produk rokok membuat para responden nampaknya telah menganggap penayangan iklan rokok Djarum 76 versi Jin yang tayang di televisi sudah lebih tepat dan aman. Bahkan kini iklan Djarum 76 versi Jin lebih sering ditayangkan saat jam 10 keatas. Hal ini merupakan dampak dari peraturan pemerintah tersebut sehingga produsen harus mengikuti aturan jam yang telah dibuat.
Pemahaman Mengenai Pesan Dalam Iklan Djarum 76 versi Jin
Dalam pembuatan sebuah iklan, salah satu aspek pentinganya adalah pesan yang dikandung didalam iklan tersebut. Penyampaian sebuah pesan di dalam iklan
61 tidaklah mudah mengingat keterbatasan waktu dalam penayangan yang membuat pembuat iklan harus berpikir keras untuk menciptakan iklan yang dapat melekat di pikiran para penontonnya. Hal ini pula yang berusaha dilakukan oleh Djarum di dalam iklan Djarum 76 versi Jin. Dengan banyaknya versi iklan yang telah ada membuat banyak pula pesan yang berusaha disampaikan si pembuat iklan kepada penonton nya. Namun apakah seluruh penontonya dapat membaca atau memahami isi pesan iklan tersebut masih belum diketahui secara rinci.
Tabel 4.10
Indikator Jumlah Persentase
Sangat paham 26 30.59% Paham 36 42.35% Kurang paham 21 24.71% Tidak paham 2 2.35% 85 100% Sumber: P10/FC11
Dari hasil penelitian yang diperoleh terlihat bahwa 42,35% responden paham mengenai isi pesan dari iklan Djarum 76 versi Jin di televisi. Kemudian 30,59% responden menjawab sangat paham dengan pesan dari iklan Djarum 76 versi Jin dan hanya 2,35% responden saja yang tidak paham dengan pesan dari iklan Djarum 76 versi Jin Hal ini membuktikan bahwa iklan djarum 76 versi Jin telah berhasil memberikan pesan yang dapat dipahami para penontonnya dalam adegan atau dialog yang ditayangkan di dalam iklan.
Kebanyakan iklan Djarum 76 versi Jin berisi pesan yang menyindir atau mengangkat isu-isu yang sedang hangat-hangatnya di tengah masyarakat. Sebagai contoh yaitu iklan Djarum 76 versi Jin Wani Piro yang saat itu menyindir kasus penyuapan yang dilakukan oleh pegawai Direktorat Pajak Gayus Tambunan. Iklan tersebut seolah-olah menunjukan bahwa jika ingin sesuatu harus ada uangnya. Hal tersebut kembali diperkuat dengan hadirnya iklan Djarum 76 versi Jin Gayus yang mengekspos seseorang yang cukup mirip dengan Gayus di dalam iklan tersebut.
Kemunculan Iklan Dari Produsen Terkenal
Tak bisa dipungkiri bahwa semakin sering iklan muncul di televisi, maka semakin terkenal produk yang diiklankan tersebut. Hal ini terjadi lantaran
62 penonton tentu akan ingat kepada iklan yang paling sering mereka lihat di televisi apalagi iklan tersebut tayang cukup sering di berbagai stasiun televisi. Kini iklan-iklan yang muncul di televisi dapat dikatakan sudah di kuasai oleh produsen-produsen besar. Hal ini terjadi karena biaya yang dikeluarkan untuk menampilkan iklan di televisi cukup besar sehingga perusahaan-perusahaan kecil yang memiliki budget untuk iklan tidak besar maka hanya memasang iklan nya sesekali saja. Produsen-produsen iklan rela membayar sangat mahal agar produknya dapat diiklankan di televisi agar produk baru yang mereka keluarkan dapat segera di ketahui dan menarik perhatian dari masyarakat luas. Namun apakah benar iklan dari produsen terkenal akan mempengaruhi penonton nya untuk menonton ? Jawaban nya adalah benar.
Tabel 4.11
Indikator Jumlah Persentase
Sangat mempengaruhi 11 12.94% Mempengaruhi 45 52.94% Kurang mempengaruhi 24 28.23% Tidak mempengaruhi 5 5.88% 85 100% Sumber: P11/FC12
Hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan responden pada pertanyaan ini. Sekitar 52,94% responden menyatakan bahwa kemunculan iklan dari produsen besar mempengaruhi mereka untuk menonton iklan tersebut. Lalu 12,94% responden menjawab sangat mempengaruhi mereka untuk menonton. 28,23% responden menjawab kurang mempengerahu mereka untuk menonton dan hanya 5,88% responden yang menjawab tidak berpengaruh. Hasil tersebut telah menunjukan dimana semakin seringnya seorang penonton terpapar iklan maka semakin mempengaruhi mereka untuk terus menonton iklan tersebut. Hal tersebut pula lah yang terjadi pada iklan Djarum 76 versi Jin yang tayang di televise yang cukup sering muncul di berbagai stasiun televisi.
63 Pemasangan iklan di televisi adalah salah satu strategi yang cukup lazim digunakan para produsen agar produk mereka dapat cepat diketahui masyarakat luas. Walaupun secara visual lebih menarik daripada memasang pamflet, billboard ataupun melalui iklan di media lain, tetapi masalah yang dihadapi dari memasang iklan di televisi adalah durasi yang dibutuhkan. Semakin lama durasi iklan tersebut maka akan semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan agar iklan tersebut dapat ditayangkan. Dan jika ingin iklan tersebut di tayangkan beberapa kali dalam sehari dan di beberapa stasiun televisi maka tentu biayanya akan semakin besar lagi. Sehingga banyak produsen berusaha membuat iklan dengan durasi yang tepat baik itu singkat maupun panjang tetapi yang terpenting dapat diingat oleh penonton nya. Dalam penelitian ini peneliti juga menyelipkan pertanyaan mengenai durasi iklan kepada responden penelitian.
Tabel 4.12
Indikator Jumlah Persentase
Sangat mempengaruhi 7 8.24% Mempengaruhi 50 58.82% Kurang mempengaruhi 22 25.88% Tidak mempengaruhi 6 7.06% 85 100% Sumber: P12/FC13
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 58,82% responden setuju durasi iklan dapat mempengaruhi mereka untuk tertarik pada suatu iklan. Lalu ada 8,24% responden menjawab sangat mempengaruhi. Kemudian ada 25,88% responden menjawab durasi iklan kurang mempengaruhi mereka dalam menonton iklan dan hanya 7,06% yang tidak terpengaruh dengan durasi sebuah iklan. Hal ini tentu saja dapat menjadi sebuah jawaban dari pertanyaan peneliti mengenai hubungan antara durasi iklan dan ketertarikan penonton.
Humor Dalam Iklan Djarum 76 versi Jin
Seperti fakta yang sudah peneliti jabarkan dalam penelitian ini, iklan Djarum 76 versi Jin adalah salah satu iklan yang mengadaptasi humor ke dalam iklan nya. Mengadaptasi humor ke dalam iklan bukanlah hal gampang mengingat
64 jika salah dalam menerapkan, iklan tersebut akan menjadi membosankan dan malah akan tidak menarik bagi penonton. Kunci dari pengadaptasian humor ke dalam iklan ini adalah tentang bagaimana menggabungkan humor melalui dialog ataupun adegan tokoh dengan keinginan penonton.
Berbicara kesuksesan pengadaptasian humor ke dalam iklan, peneliti sekali lagi memuji keberhasilan Djarum 76 versi Jin dalam melakukan nya. Dengan konsep dasar iklan yang sama dari awal hingga sekarang ditambah iklan yang sudah ada sejak lama, iklan Djarum 76 versi Jin tetap dapat menarik perhatian dan mungkin memiliki penikmat iklan nya sendiri. Tidak sedikit masyarakat yang tentu menantikan iklan terbaru dari Djarum 76 dan melihat hal apalagi yang akan dilakukan si tokoh utama yaitu jin di dalam iklannya nanti.
Namun yang peneliti cari bukanlah hanya tentang ketertarikan penonton terhadap iklan Djarum 76 versi Jin. Tetapi poin utama ataupun inti dari jawaban yang ingin peneliti cari adalah apakah iklan Djarum 76 versi Jin ini menghibur atau tidak. Ketertarikan terhadap iklan kemungkinan dapat terjadi bukan dengan iklan nya tetapi mungkin si tokoh utama dalam iklan ataupun adegan dalam iklan saja. Sehingga secara keseluruhan dibutuhkan sebuah penjelasan mengenai apakah iklan tersebut menghibur atau tidak.
Namun sebelum mendapatkan jawaban inti ini, peneliti tidak langsung menanyakan nya tetapi secara perlahan dengan mencari tahu apa yang menjadi ketertarikan responden melalui pertanyaan-pertanyan sebelumnya. Sehingga dengan menggunakan pendekatan seperti ini peneliti tidak hanya dapat mengetahui responden terhibur atau tidak tetapi juga mengetahui apa yang dapat menghibur responden dari iklan ini dan juga kunci-kunci kesuksesan yang membuat iklan ini sukses menghibur responden.
Tabel 4.13
Indikator Jumlah Persentase
Sangat menghibur 29 34.12%
Menghibur 49 57.65%
Kurang menghibur 7 8.23%
Tidak menghibur 0 0%
65 Sumber: P13/FC14
Dari hasil penelitian diperoleh sebuah jawaban bahwa 57,65% responden menjawab bahwa iklan Djarum 76 versi Jin menghibur. Hal tersebut diperkuat dengan jawaban kedua terbanyak yaitu sangat menghibur sebesar 34,12%. Dan hanya 8,23% responden menjawab kurang menghibur dan bahkan tidak ada responden yang menjawab tidak menghibur tentang humor dalam iklan Djarum 76 versi Jin. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa iklan djarum 76 versi Jin cukup menghibur para penontonnya terlepas dari berbagai versi iklan yang sudah tayang.
Satire sebagai salah satu jenis humor
Secara garis besar, Satire menurut Jalaludin Rakhmat adalah humor yang mengungkapkan kejelekan, kekeliruan atau kelemahan orang, gagasan, atau satu