• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil

4.1.2 Sekilas Mengenai Iklan Djarum 76 Versi Jin

merupakan sebuah teknik yang tidak membutuhkan sebuah aplikasi untuk melakukan penghitungan.

Dalam proses nya peneliti melakukan klasifikasi data ke dalam beberapa sub. Dimana klasifikasi tersebut berdasarkan pertanyaan dan juga jawaban yang ada. Setelah data tersebut diklasifikasikan, peneliti kemudian melakukan penghitungan jumlah jawaban yang dberikan peneliti dari setiap pertanyaan kemudian membulatkannya ke dalam hitungan persen sehingga di dapat sebuah gambaran jelas mengenai jumlah responden yang memberikan jawaban di dalam penelitian.

Peneliti akhirnya dapat menyelesaikan pengolahan data seluruh responden tanpa kendala berarti lagi sehingga dapat segera dimasukkan ke dalam skripsi dan melengkapinya dengan penjelasan-penjelasan berdasarkan data yang ada.

4.1.2 Sekilas Mengenai Iklan Djarum 76 Versi Jin

Djarum adalah salah satu brand penghasil rokok yang terkenal di Indonesia. Sebagai brand ternama, Djarum senantiasa melakukan komunikasi pemasaran untuk menjaga eksistensinya, juga untuk mempertahankan hubungan dengan pengguna maupun masyarakat secara umum. Salah satu bentuk kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan brand ini adalah periklanan, baik melalui media televisi maupun cetak. Selain untuk membedakan dengan konsep iklan rokok yang lain, sosok Jin yang lucu dimunculkan sebagai ikon dalam iklan Djarum 76 agar para penonton ini bisa cepat menangkap isi pesan iklan ini, mengingat iklan ini hanya berdurasi 28 detik atau dengan kata lain sebagai reminder. Berdasarkan slogan “Yang Penting Hepiii...”, iklan ini dibuat dengan konsep cerita ringan dan berisi lelucon-lelucon yang bisa didengar di sekitar kita sehari-hari serta disesuaikan dengan sasaran iklan ini yaitu kalangan masyarakat sub-urban.

Konsep cerita yang digunakan dalam iklan Djarum tidak hanya sekedar berisi lelucon saja, tapi juga berisi kritik sosial, seperti dalam iklan Djarum 76 versi Wakil Rakyat ini yang diangkat dari kejadian-kejadian yang terjadi di pemerintahan Indonesia, atau seperti iklan Djarum 76 sebelumnya yang mengangkat isu korupsi dengan memunculkan talent yang mirip tokoh Gayus di

49 dalamnya. Pemunculan Jin sebagai ikon iklan Djarum 76 ternyata mendapat respon yang bagus sehingga sosok Jin lucu ini masih digunakan menjadi icon iklan Djarum 76 sampai saat ini.

Di masa yang sudah sangat modern dan penuh dengan campur tangan teknologi,banyak produsen-produsen produk yang berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi dalam pemasaran produk mereka. Iklan merupakan sebuah kebutuhan primer yang tidak dibantah lagi. Iklan kini tidak lagi hanya mengandalkan gambar-gambar saja namun sudah merambah dunia visualisasi. Iklan televisi kini menjelma sebagai raksasa dari setiap promosi sebuah produk. Berbagai inovasi telah dilakukan agar setiap iklan yang dihasilkan dapat diingat maupun menjadi simbol dari produk tersebut.

Berbicara kesuksesan , Djarum 76 seperti yang telah dijabarkan sebelumnya telah sukses menciptakan branding produk mereka sendiri melalui iklan jin nya. Kini saat kita melihat televisi, sudah ada beberapa iklan yang berusaha mengikuti kesuksesan dari Djarum 76 dengan menyelipkan humor ke dalam iklan nya sendiri. Namun terlepas dari itu semua, Djarum 76 tetaplah menjadi contoh original dari sukses nya inovasi mereka dalam beriklan.

Televisi merupakan salah satu media efektif untuk menyampaikan informasi, dalam hal ini informasi yang dimaksud yaitu iklan. Iklan yang ditayangkan dengan menggunakan jasa televisi sangat beragam, diantaranya adalah iklan rokok Djarum 76. Sejauh ini hampir semua iklan rokok di televise pada umumnya menampilkan laki-laki macho, pemberani, dan pahlawan; iklan rokok pada umumnya terlihat jelas sisi maskulinitasnya, misalnya aktivitas olahraga menantang, memperlihatkan otot, kejantanan, dan kebranian yang kebanyakan dilakukan di alam bebas.

Iklan produk rokok termasuk kedalam kategori iklan yang terbatas dalam menvisualisasi kelebihan produknya dibandingkan iklan lainnya. Iklan rokok hanya boleh menampilkan image atau citra produk tanpa adanya perwujudan dari produk rokok tersebut. Banyak produk iklan rokok yang lari dengan menggunakan pendekatan citra. Peraturan tentang iklan rokok di televisi tercantum dalam Etika Pariwara Indonesia (Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia), sebagai berikut:

50 1. Tidak merangsang atau menyarankan orang untuk merokok;

2. Tidak menggambarkan atau menyarankan bahwa merokok memberikan manfaat bagi kesehatan;

3. Tidak memperagakan atau menggambarkan dalam bentuk gambar, tulisan, atau gabungan keduanya, bungkus rokok-rokok, atau orang sedang

merokok, atau mengarah pada orang yang sedang merokok;

4. Tidak ditujukan terhadap atau menampilkan dalam bentuk gambar atau tulisan, atau gabungan keduanya, anak, remaja, atau wanita hamil; 5. Tidak mencantumkan nama produk yang bersangkutan adalah rokok; 6. Tidak bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Tata krama dan tata cara periklanan Indonesia semakin mempersempit ruang untuk menampilkan ide-ide atau konsep-konsep yang lebih kreatif, sehingga memaksa iklan rokok yang ditayangkan di media televisi tanpa harus menampilkan bentuk dan perwujudan rokok akan tetapi dapat mengetahui jenis produk yang diiklankan. Kreativitas sangat diperlukan dalam beriklan terutama pada media televisi, semakin menarik iklan yang ditampilkan maka akan semakin banyak khalayak yang tertarik dengan iklan tersebut. Beberapa iklan rokok mencoba menampilkan kreativitas dan pencitraan melalui iklannya, bermacam-macam iklan dibuat agar iklan rokok tetap ada di benak konsumen tanpa harus menampilkan produk rokok itu sendiri.

Para pengiklan juga beralih menggunakan humor dengan harapan akan bisa mencapai berbagai tujuan komunikasi untuk memperoleh perhatian, membimbing pemahaman konsumen tentang pernyataanpernyataan produk, mempengaruhi sikap, meningkatkan reliabilitas dari pernyataan yang diiklankan, dan akhirnya menciptakan tindakan pembelian oleh pelanggan. Iklan Djarum 76 sendiri mempunyai kreativitas tersendiri dalam menampilkan iklannya, yaitu dengan cara menampilkan sisi humor serta pesan-pesan realita pada kehidupan masyarakat. Tokoh utama dalam iklan Djarum 76 ditampilkan dengan sesosok jin yang dimana setiap bertemu orang yang menggosok lampunya akan dikabulkan permintaannya, dari sinilah pengembangan ide kreatif dimunculkan sisi humor realita kehidupan masyarakat, yang mampu menarik audiensnya untuk menonton iklan tersebut dan sadar akan adanya produk Djarum 76.

51 Tagline "Yang Penting Hepiii..." merupakan representasi dari ide kreatif yang dihasilkan dengan porsi yang pas dan menghibur kedalam sebuah iklam yang mengusung konsep sederhana dan hanya menggunakan 1 tokoh utama yaitu seorang jin. Namun iklan yang sederhana tersebut telah berhasil membius jutaan rakyat Indonesia setiap kali hadir di layar laca, bukan hanya sekali tetapi bahkan berkali-kali. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan usia iklan Djarum 76 versi Jin yang telah memasuki tahun ke enam (dimulai sejak tahun 2009). Tak pelak berkat iklan tersebut, nama Djarum melalui produk Djarum 76 nya telah berhasil menyasar seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Setiap seri iklan nya bahkan kini dinanti untuk ditonton oleh banyak orang.

Tidak hanya dari sisi komersil, iklan Djarum 76 versi Jin juga telah berhasil menyabet beberapa penghargaan nasional dan masuk ke dalam 5 besar iklan terbaik di Indonesia versi SurveyOne. Jelas hal ini bukan untuk dipandang sebelah mata, mengingat untuk menghasilkan iklan yang bagus kini bukanlah perkara gampang. Masyarakat yang semakin kritis dan cerdas kini telah mampu membedakan dan memilih iklan mana yang bagus saat ini. Maka keberhasilan yang ditorehkan PT.Djarum melalui iklan rokok Djarum 76 versi Jin harus diapresiasi.

Dokumen terkait