BAB II KAJIAN PUSTAKA KAJIAN PUSTAKA
ALPHA CRONBACH
4.3.2 Analisis Tingkat Kepuasan Rekanan
Dalam mengukur tingkat kepuasan Rekanan dilakukan dengan membandingkan antara tingkat kenyataan Rekanan terhadap pelayanan yang diterima dengan tingkat harapannya dari pelayanan yang dimaksud. Sehubungan
dengan hal tersebut, peneliti mengajukan 31 pertanyaan untuk harapan dan kenyataan Rekanan terhadap pelayanan yang diterima. Setelah data diolah, diperoleh nilai harapan dan nilai kenyataan untuk masing–masing variabel seperti tertera dalam Lampiran 17 untuk Harapan Layanan dan Lampiran 18 untuk Kenyataan Layanan yang selanjutnya terangkum pada tabel di bawah ini :
4.3.2.1 Tingkat Kepuasan Rekanan pada dimensi Tangible
Tabel 4.19 menunjukkan data nilai kenyataan, harapan, dan tingkat kepuasan Rekanan pada kelompok tangible. Dilihat dari item pertanyaan yang diajukan, tingkat kepuasan Rekanan tertinggi adalah aspek penampilan tenaga ULP yakni sebesar 87,75%, sedangkan tingkat kepuasan Rekanan terendah adalah aspek kelengkapan peralatan kerja ULP yakni sebesar 82,96%.
Tabel 4.19
Kenyataan dan Harapan Rekanan Terhadap Dimensi Tangible
Nomor Nilai Nilai Kepuasan
Rekanan (%)
Pertanyaan Kenyataan Harapan
1 260 305 85,25
2 258 311 82,96
3 265 302 87,75
4 260 305 85,25
5 264 308 85,71
4.3.2.2 Tingkat Kepuasan Rekanan pada dimensi Empathy
Tabel 4.20 menunjukkan data nilai Kenyataan, harapan, dan tingkat kepuasan Rekanan pada kelompok Empathy. Dilihat dari item pertanyaan yang diajukan, tingkat kepuasan Rekanan tertinggi adalah aspek waktu yang disiapkan ULP untuk rapat penjelasan yakni sebesar 87,17%, sedangkan
tingkat kepuasan Rekanan terendah adalah aspek ULP bebas dari intervensi pihak lain yakni sebesar 83,07%.
Tabel 4.20
Kenyataan dan Harapan Rekanan Terhadap Dimensi Empathy
Nomor Nilai Nilai Kepuasan
Rekanan (%)
Pertanyaan Kenyataan Harapan
1 265 305 86,89
2 265 304 87,17
3 265 319 83,07
4 272 316 86,08
5 265 305 86,89
4.3.2.3 Tingkat Kepuasan Rekanan pada dimensi Reliability
Tabel 4.21 menunjukkan data nilai kenyataan, harapan, dan tingkat kepuasan rekanan pada kelompok Reliability. Dilihat dari item pertanyaan yang diajukan, tingkat kepuasan Rekanan tertinggi adalah aspek pemahaman ULP terhadap ketentuan yang berlaku dan pemahaman ULP terhadap paket yang dilelangkan yakni sebesar 87,01%, sedangkan tingkat kepuasan Rekanan terendah adalah aspek kemampuan ULP memberikan penjelasan saat rapat penjelasan yakni sebesar 86,08%.
Tabel 4.21
Kenyataan dan Harapan Rekanan Terhadap Dimensi Reliability
Nomor Nilai Nilai Kepuasan
Rekanan (%)
Pertanyaan Kenyataan Harapan
1 268 308 87,01 2 268 308 87,01 3 275 317 86,75 4 266 309 86,08 5 267 310 86,13 6 268 311 86,17
4.3.2.4 Tingkat Kepuasan Rekanan pada dimensi Responsiveness
Tabel 4.22 menunjukkan tentang ketanggapan (Responsiveness) ULP Pemerintah Kabupaten Badung. Tingkat kepuasan Rekanan tertinggi adalah aspek kecepatan ULP dalam memeriksa dokumen penawaran yakni sebesar 86,60%. Sementara itu tingkat kepuasan Rekanan terendah adalah aspek kecepatan ULP memberikan jawaban terhadap sanggahan yakni sebesar 84,42%.
Tabel 4.22
Kenyataan dan Harapan Rekanan Terhadap Dimensi Responsiveness
Nomor Nilai Nilai Kepuasan
Rekanan (%)
Pertanyaan Kenyataan Harapan
1 265 306 86,60
2 265 308 86,04
3 266 308 86,36
4 260 308 84,42
4.3.2.5 Tingkat Kepuasan Rekanan pada dimensi Assurance
Tabel 4.23 menunjukkan data nilai kenyataan, harapan, dan tingkat kepuasan Rekanan pada kelompok Assurance. Dilihat dari item pertanyaan yang diajukan, tingkat kepuasan Rekanan tertinggi adalah aspek SOP yang dimiliki ULP yakni sebesar 89,60%, sedangkan tingkat kepuasan Rekanan terendah adalah aspek kepatuhan ULP dalam mengikuti waktu pelaksanaan proses lelang yang telah disusun yakni sebesar 85,71%.
Tabel 4.23
Kenyataan dan Harapan Rekanan Terhadap Dimensi Assurance
Nomor Nilai Nilai Kepuasan
Rekanan (%)
Pertanyaan Kenyataan Harapan
1 270 313 86,26 2 269 307 87,62 3 267 307 86,97 4 267 298 89,60 5 266 307 86,64 6 268 304 88,16 7 268 306 87,58 8 268 306 87,58 9 264 308 85,71 10 267 309 86,41 11 271 313 86,58
Dengan membandingkan tingkat kepuasan Rekanan berdasarkan data pada Tabel 4.19 sampai dengan Tabel 4.23, berikut ini pada Tabel 4.24 ditampilkan nilai Kenyataan, Harapan dan tingkat kepuasan Rekanan atas layanan yang diberikan oleh ULP Pemerintah Kabupaten Badung.
Tabel 4.24
Kenyataan dan Harapan Rekanan Masing – Masing Variabel
Indikator Nilai Nilai Kepuasan
Pertanyaan Kenyataan Harapan Rekanan (%)
Tangible 1307 1531 85,37 Empathy 1332 1549 85,99 Reliability 1612 1863 86,53 Responsiveness 1056 1230 85,85 Assurance 2945 3378 87,18 Total 8252 9551 86,4
Untuk mengetahui tingkat kepuasan Rekanan secara umum berdasarkan Tabel 4.24 di atas dari kelima kelompok yang telah dianalisis,
keseluruhan aspek kepuasan memiliki tingkat kepuasan Rekanan sebesar 86,4% dari hasil analisis berdasarkan kuisioner yang telah disebarkan kepada 79 responden.
Penetapan X dan Y untuk diagram kartesius dapat dilihat sesuai tabel berikut.
Tabel 4.25
Hasil perhitungan X dan Y dari penilaian kenyataan dan penilaian harapan
No Dimensi Kenyataan Harapan X Y
1 Kebersihan dan Kerapian Ruang Kerja ULP 260 305 3,662 4,296 2 Kelengkapan Peralatan Kerja ULP 258 311 3,634 4,380 3 Penampilan Tenaga ULP 265 302 3,732 4,254 4 Papan petunjuk di ULP 260 305 3,662 4,296 5 Kondisi Ruang tunggu 264 308 3,718 4,338 6 Waktu yang disiapkan ULP untuk konsultansi 265 305 3,732 4,296 7 Waktu yang disiapkan ULP untuk rapat penjelasan 265 304 3,732 4,282 8 ULP bebas dari intervensi pihak lain 265 319 3,732 4,493 9 Kerahasiaan proses lelang oleh ULP 272 316 3,831 4,451 10 Waktu yang disiapkan ULP untuk melakukan
sanggahan/sanggahan banding
265 305 3,732 4,296 11 Pemahaman ULP terhadap ketentuan yang berlaku 268 308 3,775 4,338 12 Pemahaman ULP terhadap paket yang dilelangkan 268 308 3,775 4,338 13 Ketelitian ULP dalam memeriksa dokumen
penawaran
275 317 3,873 4,465 14 Kemampuan ULP memberikan penjelasan saat
rapat penjelasan
266 309 3,746 4,352 15 Kemampuan ULP memberikan penjelasan saat
konsultasi
267 310 3,761 4,366 16 Kemampuan calon pemenang yang ditetapkan oleh
ULP dalam memenuhi persyaratan dokumen lelang
268 311 3,775 4,380 17 Kecepatan ULP dalam memeriksa dokumen
penawaran
265 306 3,732 4,310 18 Ketelitian ULP dalam memeriksa dokumen
penawaran
265 308 3,732 4,338 19 Kecepatan dan ketelitian ULP melakukan evaluasi 266 308 3,746 4,338 20 Kecepatan ULP memberikan jawaban terhadap
sanggahan
260 308 3,662 4,338 21 Pengumuman lelang 270 313 3,803 4,408 22 Persyaratan oleh ULP dalam mengajukan dokumen
penawaran
269 307 3,789 4,324 23 Perlakuan dari ULP terhadap semua penawaran 267 307 3,761 4,324 24 SOP yang dimiliki ULP 267 298 3,761 4,197 25 Kepatuhan ULP dalam mengikuti SOP 266 307 3,746 4,324 26 Kecepatan ULP memberikan hasil pelelangan 268 304 3,775 4,282
27 Kelengkapan dan Kejelasan Dokumen akhir lelang 268 306 3,775 4,310 28 Kejelasan ULP dalam memberikan waktu
pelaksanaan proses lelang
268 306 3,775 4,310 29 Kepatuhan ULP dalam mengikuti waktu
pelaksanaan proses lelang yang telah disusun
264 308 3,718 4,338 30 Kepatuhan ULP pada dokumen lelang dan aturan 267 309 3,761 4,352 31 Transparansi ULP dalam proses lelang 271 313 3,817 4,408
Rata-rata ( X dan Y ) 3,749 4,339
Selanjutnya hasil perhitungan tersebut diplot ke dalam diagram kartesius X dan Yyang dibatasi oleh grafik dan yang akan menjadi empat kuadran (kuadran A, kuadran B, kuadran C dan kuadran D) sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 4.2.
Dari diagram kartesius yang terbagi menjadi empat bagian terlihat letak dimensi yang mempengaruhi kepuasan Rekanan. Interpretasi dari diagram kartesius tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Gambar 4.2 Diagram Kartesius dari Dimensi yang mempengaruhi kepuasan Rekanan B Pertahankan Prestasi A Prioritas Utama D Berlebihan C Prioritas Rendah = 3,749 = 4,339
1. Kuadran A ( Prioritas Utama )
Adapun dimensi yang termasuk dalam kuadran A adalah: a. Dimensi 2, kelengkapan peralatan kerja ULP.
b. Dimensi 8, ULP bebas dari intervensi pihak lain.
c. Dimensi 14, kemampuan ULP memberikan penjelasan saat rapat penjelasan.
2. Kuadran B ( Pertahankan Prestasi )
Adapun dimensi yang termasuk dalam kuadran B adalah : a. Dimensi 9, kerahasiaan proses lelang oleh ULP.
b. Dimensi 13, ketelitian ULP dalam memeriksa dokumen penawaran. c. Dimensi 15, kemampuan ULP memberikan penjelasan saat konsultasi. d. Dimensi 16, kemampuan calon pemenang yang ditetapkan oleh ULP
dalam memenuhi persyaratan dokumen lelang. e. Dimensi 21, pengumuman lelang.
f. Dimensi 30, kepatuhan ULP pada dokumen lelang dan aturan. g. Dimensi 31, transparansi ULP dalam proses lelang.
3. Kuadran C ( Prioritas Rendah )
Adapun dimensi yang termasuk dalam kuadran C adalah : a. Dimensi 1, kebersihan dan kerapian ruang kerja ULP. b. Dimensi 3, penampilan tenaga ULP.
c. Dimensi 4, papan petunjuk di ULP. d. Dimensi 5, kondisi ruang tunggu.
f. Dimensi 7, waktu yang disiapkan ULP untuk rapat penjelasan.
g. Dimensi 10, waktu yang disiapkan ULP untuk melakukan sanggahan/sanggahan banding.
h. Dimensi 17, kecepatan ULP dalam memeriksa dokumen penawaran. i. Dimensi 18, ketelitian ULP dalam memeriksa dokumen penawaran. j. Dimensi 19, kecepatan dan ketelitian ULP melakukan evaluasi. k. Dimensi 20, kecepatan ULP memberikan jawaban terhadap. l. Dimensi 25, kepatuhan ULP dalam mengikuti SOP.
m. Dimensi 29, kepatuhan ULP dalam mengikuti waktu pelaksanaan proses lelang yang telah disusun.
4. Kuadran D ( Berlebihan )
Adapun dimensi yang termasuk dalam kuadran D adalah :
a. Dimensi 11, pemahaman ULP terhadap ketentuan yang berlaku. b. Dimensi 12, pemahaman ULP terhadap paket yang dilelangkan. c. Dimensi 22, persyaratan oleh ULP dalam mengajukan dokumen
penawaran.
d. Dimensi 23, perlakuan dari ULP terhadap semua penawaran. e. Dimensi 24, SOP yang dimiliki ULP.
f. Dimensi 26, kecepatan ULP memberikan hasil pelelangan. g. Dimensi 27, kelengkapan dan Kejelasan Dokumen akhir lelang. h. Dimensi 28, kejelasan ULP dalam memberikan waktu pelaksanaan
Berdasarkan hasil analisa yang sudah dilakukan, penilaian Rekanan terhadap ULP menunjukkan beberapa dimensi yang sebaiknya perlu mendapatkan perhatian yang serius karena keberadaan dimensi inilah yang dinilai sangat penting oleh Rekanan, sedangkan pelaksanaannya dinilai belum memuaskan sehingga penanganannya harus dijadikan prioritas utama. Dimensi pertama adalah kelengkapan peralatan kerja ULP dengan tingkat kepuasan 82,96%. Untuk meningkatkan dimensi ini ULP diharapkan menambah atau memperbaharui kelengkapan peralatan yang digunakan oleh personilnya. Dimensi berikutnya adalah ULP bebas dari intervensi pihak lain dengan tingkat kepuasan 83,07%. Setiap Rekanan yang mengikuti proses pengadaan pasti menginginkan suatu proses yang terbuka, transparan dan bebas intervensi sehinga mereka mendapat kesempatan yang sama untuk memenangkan suatu paket pengadaan. Untuk mewujudkan hal ini maka ULP harus memperbanyak dan juga meningkatkan SOP yang dimiliki. Standar operasional tersebut harus diumumkan secara terbuka agar semua orang mengetahui dan mempelajari SOP tersebut sehingga dapat memberikan saran kearah yang lebih baik. Dengan SOP yang jelas dan terbuka maka intervensi dan kecurangan lain dapat ditekan seminimal mungkin. Dimensi terakhir adalah kemampuan ULP memberikan penjelasan saat rapat penjelasan dengan tingkat kepuasan 86,08%. ULP diharapkan untuk mengirimkan para personilnya untuk mengikuti berbagai pelatihan yang berhubungan dengan tugas pokoknya dibidang pengadaan barang/jasa untuk meningkatkan kemampuan karena dengan meningkatnya pemahaman ULP terhadap ketentuan yang berlaku maka kemampuan dalam memberikan penjelasan saat rapat penjelasan juga akan
meningkat. Apabila dimensi yang berada pada Kuadran A sudah dilaksanakan maka prioritas berikutnya adalah meningkatkan dimensi-dimensi yang berada pada Kuadran C yaitu dimensi yang kurang penting pengaruhnya bagi Rekanan, pelaksanaannya biasa saja dan dianggap kurang memuaskan.
4.3.3 Analisis Terhadap Hubungan Antara Dimensi
4.3.3.1 Hubungan antara dimensi yang mempengaruhi Kepuasan Rekanan Setelah mendapatkan model persamaan regresi sederhana kemudian dilakukan interpretasi terhadap model tersebut yang dilanjutkan dengan pengujian statistik yaitu terdiri dari Uji F, Uji t, dan Koefisien Determinasi ( ).
Tabel 4.26
Analisis Regresi Berganda X Terhadap Y
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta Constant 0,258 0,185 1,394 0,168 Tangible 0,097 0,016 0,458 6,085 0,000 Empathy 0,014 0,016 0,068 0,909 0,367 Reliability 0,037 0,013 0,214 2,888 0,005 Responsiveness 0,027 0,020 0,104 1,352 0,181 Assurance 0,020 0,008 0,211 2,485 0,016
Kolom kedua dari kiri merupakan konstanta dan koefisien dari masing–masing variabel sehingga diperoleh model persamaan regresi sebagai berikut :
Y = 0,258 + 0,097X1 + 0,014X2 + 0,037X3 + 0,027X4 + 0,020X5
Dimana : Y = Kepuasan Rekanan X1 = Variabel Tangible
X2 = Variabel Empathy X3 = Variabel Reliability X4 = Variabel Responsiveness X5 = Variabel Assurance
Interpretasi dari model regresi yang diperoleh adalah :
1. Pengaruh aspek Tangible (X1) terhadap Kepuasan Rekanan (Y).
Variabel Tangible memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan Rekanan. Peningkatan Tangible sebesar 1 satuan akan meningkatkan kepuasan Rekanan sebesar 0,097 dengan asumsi variabel bebas yang lain dalam model regresi ini adalah tetap. Mengingat pengaruh variabel ini paling tinggi, maka untuk meningkatkan kepuasan Rekanan, variabel ini harus lebih diperhatikan.
2. Pengaruh aspek Empathy (X2) terhadap Kepuasan Rekanan (Y ).
Variabel Empathy juga memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan Rekanan. Peningkatan variabel ini sebanyak 1 satuan akan meningkatkan kepuasan Rekanan sebanyak 0,014 dengan asumsi variabel bebas yang lain dalam model regresi ini adalah tetap.
3. Pengaruh aspek Reliability (X ) terhadap Kepuasan Rekanan (3 Y ).
Variabel Reliability memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan Rekanan. Peningkatan variabel Reliability sebanyak 1 satuan akan meningkatkan kepuasan Rekanan sebanyak 0,037 dengan asumsi variabel bebas yang lain dalam model regresi ini adalah tetap.
Variabel Responsiveness memberikan pengaruh yang positif terhadap kepuasan Rekanan. Peningkatan variabel Responsiveness sebanyak 1 satuan akan meningkatkan kepuasan Rekanan sebanyak 0,027 dengan asumsi variabel bebas yang lain dalam model regresi ini adalah tetap. 5. Pengaruh aspek Assurance (X ) terhadap kepuasan Rekanan (5 Y).
Variabel Assurance memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan Rekanan. Peningkatan pelayanan dari sisi Assurance sebanyak 1 satuan akan meningkatkan kepuasan Rekanan sebanyak 0,020 dengan asumsi variabel bebas yang lain dalam model regresi ini adalah tetap.
Uji statistik terhadap hasil pengolahan data yaitu : 1. Uji F
Uji F adalah uji untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan/serentak.
Tabel 4.27
Ringkasan ANOVA Untuk Uji Signifikansi
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 58,893 5 11,779 69,118 0,000
Residual 11,077 65 0,170
Total 69,970 70
Nilai F hitung diperoleh sebesar 69,118 dan F tabel untuk N(1) = 5 dan N(2) = 71 diperoleh nilai sebesar 2,34. Berdasarkan hasil perhitungan di atas berarti nilai F hitung lebih besar dari nilai F table (69,118> 2,34), dengan nilai probabilitas untuk F statistik (signifikansi) adalah 0,000000 < α = 0,05. Sehingga keputusan yang diambil adalah ditolak dan diterima. Hal ini
berarti seluruh variabel bebas yakni Tangible, Empathy, Reliability,
Responsiveness dan Assurance secara simultan/serentak signifikan mempengaruhi variabel terikat yaitu kepuasan pelanggan pada tingkat signifikansi α = 5%.
2. Uji t
Uji t adalah uji secara individual semua koefisien regresi yang bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari masing–masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Dimana t tabel dengan taraf signifikan sebesar 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (df) = (n – k) = (71 – 5) = 66 maka didapat t tabel = 1,997.
Tabel 4.28
Hasil Uji t dan Tingkat Signifikan Masing–Masing Variabel
Variabel t hitung t tabel Signifikansi
Tangible 6,085 1,997 Signifikan Empathy 0,909 1,997 Tidak Signifikan Reliability 2,888 1,997 Signifikan Responsiveness 1,352 1,997 Tidak Signifikan Assurance 2,485 1,997 Signifikan
Berdasarkan hasil uji t diatas diperoleh t hitung dari variabel tangible,
reliability dan assurance lebih besar dari t tabel, dengan demikian maka
berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel terikat yaitu kepuasan Rekanan sedangkan variabel empathy dan responsiveness tidak berpengaruh signifikan.
3. Koefisien Determinasi (
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui berapa persen perubahan variabel bebas dapat menjelaskan perubahan variabel terikatnya. Dari pengujian yang dilakukan, nilai sebesar 0,830 sehingga dapat
dikatakan bahwa sebesar 83% variasi variabel terikat (dalam hal ini kepuasan Rekanan) dapat dijelaskan oleh variabel bebas Tangible, Empathy, Reliability,
Responsiveness dan Assurance. Sedangkan sisanya sebesar 17% dijelaskan
oleh variabel lain diluar model.
Tabel 4.29 Koefisien Determinasi (
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 0,917 0,842 0,830 0,41281
4.3.3.2 Uji Asumsi Klasik untuk Model Regresi Kepuasan SKPD a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel terikat, variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.
Tabel 4.30
Uji Kolmogorov – Smirnov
Unstandardized Residual
N
Normal Parameters Mean
Std. Deviation 71 0,0000000 0,39779522 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative 0,146 0,145 -0,146 Kolmogorov-Smirnov Z 1,231
Hasil One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test seperti ditunjukkan pada tabel di atas, terlihat bahwa nilai P-value yaitu Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,097 > 0,05. Sehingga disimpulkan bahwa residual telah memenuhi asumsi distribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas adalah untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel–variabel bebas dalam suatu model regresi linear berganda.
Tabel 4.31 Nilai Toleransi dan VIF
Model Statistik Kolinearitas
Toleransi VIF Tangible Empathy Reliability Responsiveness Assurance 0,429 0,437 0,442 0,412 0,338 2,329 2,287 2,261 2,426 2,958
Dari hasil pengolahan data, terlihat bahwa nilai VIF untuk kelima variabel bebas lebih kecil dari 10 dan lebih berada berada disekitar nilai 2, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini tidak terjadi multikolinieritas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi.
Tabel 4.32
Hasil Uji Heterokedastisitas
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta Constant 0,331 0,109 3,040 0,003 Tangible -0.002 0,009 -0,046 -0,251 0,802 Empathy 0,015 0,009 0,286 1,569 0,121 Reliability -0,003 0,008 -0,068 -0,373 0,711 Responsiveness -0,015 0,012 -0,248 -1,320 0,191 Assurance 0,001 0,005 0,051 0,248 0,805
Dari hasil output diatas dapat dilihat nilai t hitung untuk masing-masing variabel. Sedangkan t tabel dapat dicari pada tabel t dengan df = n-2 atau 71-2 = 69 pada pengujian 2 sisi (signifikansi 0,005), atau dapat dicari di MS Excel dengan cara pada cell kosong ketik = tinv(0,05;69) lalu enter dan didapat hasil = 1,995. Karena nilai t hitung berada pada -1,995 < t hitung < 1,995, maka Ho diterima artinya tidak ada gejala heterokedastisitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan masalah heterokedastisitas pada model regresi.
BAB V