BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil Singkat Bank Panin Syariah
D. Analisis Uji Beda Paired-sample t test 1.Uji Beda Paired-sample t test
Input yang digunakan untuk uji beda paired-sample t test dalam penelitian ini adalah rasio keuangan yang mewakili faktor earning dan capital yaitu ROA, NOM dan CAR. Periode yang diambil untuk dijadikan sebagai sampel dalam uji ini yaitu satu tahun sebelum go public dan satu tahun setelah go public dengan mengunakan data yang bersumber dari laporan keuangan triwulan yang dikeluarkan Bank Panin Syariah. Adapun data ROA, NOM dan CAR adalah sebagai berikut.
Tabel 4.7
Rasio Keuangan Bank Panin Syariah Pra Go Public dan Pasca Go Public
Status Bank Periode ROA (%) NOM (%) CAR (%)
Pra Go Public Mar-13 2,72 6,46 27,09 Jun-13 2,34 6,15 23,11 Sep-13 2,18 4,97 19,75 Des-13 1,03 4,26 20,83 Pasca Go Public Mar-14 1,45 4,1 31,15 Jun-14 1,64 5,5 25,52 Sep-14 1,82 5,59 26,16 Des-14 1,99 5,88 25,69
Sumber: Laporan Triwulan Bank Panin Syariah (data diolah)
Hasil paired-sample t test dengan menggunakan SPSS 22, menunjukan tidak adanya perbedaan rata-rata kinerja keuangan pada variabel ROA dan NOM antara pra go public dan pasca go public untuk periode 2013 hingga 2014. Namun ada perbedaan rata-rata yang ditunjukan variabel CAR antara pra go public dan pasca go public untuk periode yang sama.
67
Terllihat pada tabel 4.8, t hitung variabel ROA sebesar 0,724 dan signifikansi 0,521. Dan diperoleh t tabel pada tingkat signifikansi α = 0,05 untuk data penelitian ini sebesar 2,776. Jadi t hitung ROA (0,724) < (2,776) t tabel dan signifikansi 0,724 > 0,05 sehingga H0 diterima, ini berarti tidak ada perbedaan rata-rata rasio ROA pra go public dan pasca go public.
Sama halnya dengan variabel ROA, pada variabel NOM juga tidak ada perbedaan rata-rata kinerja keuangan yang ditunjukan antara satu tahun sebelum go public dan satu tahun setelah go public. Dimana t hitung variabel NOM sebesar 0,224 dan signifikansi 0,837. Dan diperoleh t tabel sebesar 2,776 pada tingkat signifikansi α = 0,05 . Jadi t hitung NOM (0,224) < (2,776) t tabel dan signifikansi 0,837 > 0,05 sehingga H0 diterima.
Pada variabel CAR terdapat hasil yang berbeda. Terlihat dalam tabel 4.8, t hitung variabel CAR sebesar -5,325 dan signifikansi 0.013. Dan diperoleh t tabel 2,776 pada tingkat signifikansi α = 0,05. Jadi t hitung CAR (5,325) > (2,776) dan siginfikansi 0,013 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada perbedaan rata-rata rasio CAR pra go public dan pasca go public.
Tabel 4.8
Output Penghitungan ROA, NOM dan CAR dengan SPSS 22
Variabel t hitung t tabel Signifikansi
ROA 0,724 2,776 0,521
NOM 0,224 2,776 0,837
CAR -5,325 2,776 0,013
2. Interpretasi Hasil Uji Beda Paired-sample t test
Seperti dipaparkan pada bagian sebelumnya, dimana jika dilihat sekilas maka secara kasat mata perkembangan Bank Panin Syariah terjadi sangat signifikan. Dimulai dari berbagai indikator yang ada pada faktor earning, capital hingga pada faktor risk profile dan penerapan GCG serta indikator dalam laporan keuangan lainnya. Namun pada kenyataannya setelah dilakukan uji beda paired-sample t test, terlihat hasil yang berbeda.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji beda rata-rata paired sample t test Bank Panin Syariah, hanya ada perbedaan rata-rata rasio CAR yang mewakili faktor capital. Hal ini berarti bahwa pasca go public modal yang dimiliki Bank Panin Syariah mengalami perubahan. Hal tersebut menjadi lumrah adanya karena kebijakan go public memang menitikberatkan perseroan untuk mendapatkan tambahan modal yang signifikan dari masyarakat (public). Namun kebijakan go public belum menunjukan perubahan yang signifikan terhadap faktor earning yang diwakili oleh rasio ROA dan NOM. Walau demikian, Bank Panin Syariah pasca go public telah mengalami banyak perubahan dalam banyak hal demi mewujudkan visi misinya.
69 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Kondisi kesehatan keuangan Bank Panin Syariah saat menjadi perusahaan tertutup (private) periode 2010 – 2013 secara keseluruhan telah banyak mengalami perubahan ke tingkat yang lebih baik. Terlihat dari jumlah total aset dan penghimpunan dana pihak ketiga yang terus meningkat setiap tahunnya. Kinerja keuangan Bank Panin Syariah dianalisis dengan menggunakan faktor-faktor yang ada dalam risk-based bank rating yakni risk profile, GCG, earning dan capital. Pada faktor risk profile dan GCG peringkat komposit yang diraih selalu dalam kondisi baik dan sangat baik. Sedangkan faktor earning yang diwakili rasio ROA mengalami fluktuasi, bahkan di tahun 2010 dan 2013 berada dibawah standar yang ditetapkan Bank Indonesia yakni 1,25%. Kemudian untuk faktor capital yang diwakili oleh rasio CAR selalu berada diatas 8% yang ditetapkan Bank Indonesia sebagai batas minimal, sehingga Bank Panin Syariah dinyatakan sehat.
2. Kebijakan go public yang diambil Bank Panin Syariah di tahun 2014 membuat bank ini menjadi bank syariah pertama yang menjadi perusahaan terbuka (go public). Dan di tahun 2014, kondisi kesehatan keuangan Bank Panin Syariah menunjukan pertumbuhan yang sangat signifikan. Terlihat dari total aset, total
ekuitas dan laba bersih yang mengalami peningkatan sangat drastis. Total aset meningkat 53,08%, total ekuitas meningkat 104% dan laba bersih meningkat 232% dari tahun 2013. Kemudian untuk faktor-faktor yang ada dalam risk-based bank rating juga mengalami perubahan, terutama pada faktor earning dan capital. Rasio ROA yang mewakili faktor earning mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebesar 1,03% menjadi 1,99% di tahun 2014, hal ini menjadikan Bank Panin Syariah mampu melampaui standar minimal yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 1,25%. Dan rasio CAR yang mewakili faktor capital juga mengalami perubahan dari tahun 2013 sebesar 20,83% menjadi 25,69% di tahun 2014. Sedangkan Pada faktor risk profile dan GCG memperoleh nilai komposit yang sama antara tahun 2013 dan 2014 yakni low to moderate dan Sangat Baik.
3. Berdasarkan analisis kesehatan keuangan yang dilakukan pada Bank Panin Syariah pra go public dan pasca go public menunjukan adanya peningkatan kinerja secara keseluruhan. Namun, untuk lebih memperkuat apakah perubahan yang terjadi ini dipengaruhi oleh kebijakan go public, maka dilakukan uji lanjutan dengan uji beda paired-sample t test pada faktor earning dan capital yang diwakili oleh rasio ROA, NOM dan CAR. Hasil dari paired-sample t test dengan SPSS 22, untuk rasio ROA diperoleh t hitung < t tabel (0,724 < 2,776) dan signifikansi (0,521 > 0,05) sehingga H0 diterima. Kemudian untuk rasio NOM diperoleh t hitung < t tabel (0,224 < 2,776) dan signifikansi (0,837 > 0,05) sehingga H0 diterima. Sedangkan untuk rasio CAR diperoleh t hitung > t tabel (5,325 > 2,776) dan signifikansi (0,013 < 0,05) sehinga H0 ditolak dan Ha
71
diterima. Artinya bahwa pada rasio ROA dan NOM yang mewakili faktor earning, tidak ada perbedaan rata-rata antara pra go public dan pasca go public. Sedangkan pada rasio CAR yang mewakili faktor capital, ada perbedaan rata-rata pra go public dan pasca go public. Maka dapat disimpulkan bahwa go public tidak berpengaruh terhadap faktor earning (ROA dan NOM) namun berpengaruh terhadap faktor capital (CAR) Bank Panin Syariah untuk periode 2013 – 2014. B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya yaitu diperlukan data peneltian yang lebih banyak (lebih dari satu tahun) dan variabel yang juga lebih komprehensif dalam menilai kesehatan keuangan bank syariah (tidak hanya tiga rasio). Hal tersebut guna memberikan kemungkinan yang lebih besar akan terlihatnya pengaruh yang signifikan terhadap faktor selain permodalan.