• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Uji Lanjut

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah (Halaman 43-51)

HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Pengujian Hipotesis 1. Hasil Uji Hipotesis

2. Analisis Uji Lanjut

a) Analisis Uji Lanjut Ranah Kognitif ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa. Hasil uji lanjut anava (uji scheffe) untuk hasil belajar ranah kognitif disajikan pada Tabel 18 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7.

Tabel 18. Hasil uji lanjut anava (uji scheffe) untuk hasil belajar ranah kognitif. Sumber Fhitung F tabel (0,05) Kriteria Keputusan Uji H0 Baris (F 1. - 2. ) 0,75 4,12 Fhit < Ftabel Diterima Kolom (F .1 - .2) 25,00 6,54 Fhit > Ftabel Ditolak Kolom (F .1 - .3) 27,70 6,54 Fhit > Ftabel Ditolak Kolom (F .2 - .3) 0,91 6,54 Fhit < Ftabel Diterima Sel

Interaksi

1. (F 11 - 12) 12,29 12,45 Fhit < Ftabel Diterima (F 11 - 13) 11,22 12,45 Fhit < Ftabel Diterima (F 12- 13) 1,47 12,45 Fhit < Ftabel Diterima 2. (F 21- 22) 7,89 12,45 Fhit < Ftabel Diterima (F 21- 23) 11,90 12,45 Fhit <Ftabel Diterima (F 22- 23) 0,98 12,45 Fhit<Ftabel Diterima 3. (F 11 -21) 0,09 12,45 Fhit< Ftabel Diterima (F 12- 22) 0,40 12,45 Fhit < Ftabel Diterima (F 13 - 23) 0,48 12,45 Fhit < Ftabel Diterima Keterangan:

Baris

Sampel 1 = hasil belajar ranah kognitif pada pembelajaran dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar

Sampel 2 = hasil belajar ranah kognitif pada pembelajaran dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar

Kolom

Sampel 1 = hasil belajar ranah kognitif pada aktivitas belajar tinggi Sampel 2 = hasil belajar ranah kognitif pada aktivitas belajar sedang Sampel 3 = hasil belajar ranah kognitif pada aktivitas belajar rendah

Dari tabel di atas didapatkan perbandingan nilai Fobs dengan Ftab (0.05) yang berbeda-beda yaitu:

a) Baris

F1-2 = 0,75 < Ftab (0.05) = 4,12 maka H0 tidak ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata ranah kognitif yang signifikan, antara

44

penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Uraian tersebut menjelaskan bahwa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris mempunyai keefektifan yang sama terhadap hasil belajar ranah kognitif.

b) Kolom

(1) F1-2 = 25,00 > Ftab (0.05) = 6,54 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah kognitif yang signifikan, antara aktivitas belajar tinggi dengan aktivitas belajar sedang. Rataan nilai kognitif pada siswa dengan aktivitas belajar tinggi lebih tinggi dibandingkan rataan nilai kognitif pada siswa dengan aktivitas belajar sedang, sehingga dapat disimpulkan aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada aktivitas belajar sedang.

(2) F1-3 = 27,70 > Ftab (0.05) = 6,54 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah kognitif yang signifikan, antara aktivitas belajar tinggi dengan aktivitas belajar rendah. Rataan nilai kognitif siswa dengan aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada rataan nilai kognitif siswa dengan aktivitas belajar rendah, sehingga dapat disimpulkan aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada aktivitas belajar rendah.

(3) F2-3 = 0,91 < Ftab (0.05) = 6,54 maka H0 tidak ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah kognitif yang signifikan, antara aktivitas belajar sedang dengan aktivitas belajar rendah.

c) Sel Interaksi

Hasil perhitungan menunjukkan H0AB tidak ditolak, sehingga tidak terdapat pengaruh interaksi antara variabel bahasa pengantar dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar ranah kognitif. Hal ini menjelaskan bahwa antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk setiap aktivitas belajar mempunyai perbedaan karakteristik yang sama. Karakteristik tersebut sama dengan karakteristik secara marginal yang dapat dilihat dengan menggunakan grafik interaksi sebagai berikut:

45

Gambar 6. Grafik Interaksi Antara Bahasa Pengantar dan Aktivitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Ranah Kognitif.

Gambar di atas menunjukkan tidak terdapat perpotongan antar grafik. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antara bahasa pengantar dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar ranah kognitif.

b) Analisis Uji Lanjut Ranah Afektif ditinjau dari Aktivitas Belajar.

Hasil uji lanjut anava (uji Scheffe) untuk hasil belajar ranah Afektif disajikanpada Tabel 19 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7.

Tabel 19. Hasil uji lanjut anava (uji Scheffe) untuk hasil belajar ranah afektif. Jenis Komparasi Fhitung F tabel (0,05) Kriteria Keputusan Uji

H0 Baris (F 1. - 2. ) 4,74 4,12 Fhit > Ftabel Ditolak Kolom (F .1 - .2) 10,51 6,54 Fhit > Ftabel Ditolak Kolom (F .1 - .3) 17,03 6,54 Fhit > Ftabel Ditolak Kolom (F .2 - .3) 2,17 6,54 Fhit < Ftabel Diterima Sel

(Interaksi)

1. (F 11 - 12) 0,00 12,45 Fhit < Ftabel Diterima (F 11 - 13) 0,67 12,45 Fhit < Ftabel Diterima (F 12- 13) 0,93 12,45 Fhit < Ftabel Diterima 2. (F 21- 22) 8,98 12,45 Fhit < Ftabel Diterima (F 21- 23) 22,96 12,45 Fhit > Ftabel Ditolak (F 22- 23) 5,44 12,45 Fhit < Ftabel Diterima 3. (F 11 - 21) 10,33 12,45 Fhit < Ftabel Diterima (F 12- 22) 1,32 12,45 Fhit < Ftabel Diterima (F 13 - 23) 0,10 12,45 Fhit < Ftabel Diterima

46

Keterangan: Baris

Sampel 1 = hasil belajar ranah afektif pada pembelajaran dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar

Sampel 2 = hasil belajar ranah afektif pada pembelajaran dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar

Kolom

Sampel 1 = hasil belajar ranah afektif pada aktivitas belajar tinggi Sampel 2 = hasil belajar ranah afektif pada aktivitas belajar sedang Sampel 3 = hasil belajar ranah afektif pada aktivitas belajar rendah

Dari tabel di atas didapatkan perbandingan nilai Fobs dengan Ftab (0.05) yang berbeda-beda yaitu:

a) Baris

F1-2 = 4,74 > Ftab (0.05) = 4,12 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah afektif yang signifikan, antara penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar mempunyai rerata nilai afektif yang lebih tinggi, sehingga dapat disimpulkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar lebih efektif daripada bahasa Inggris.

b) Kolom

(1) F1-2 = 10,51 > Ftab (0.05) = 6,54 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah afektif yang signifikan, antara aktivitas belajar tinggi dengan aktivitas belajar sedang. Rataan nilai afektif siswa dengan aktivitas belajar tinggi lebih tinggi dibandingkan rataan nilai afektif siswa dengan aktivitas belajar sedang, sehingga dapat disimpulkan aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada aktivitas belajar sedang.

(2) F1-3 = 17,03 > Ftab (0.05) = 6,54 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah afektif yang signifikan, antara aktivitas belajar tinggi dengan aktivitas belajar rendah. Rataan nilai afektif siswa dengan aktivitas belajar tinggi lebih tinggi dibandingkan rataan

47

nilai afektif siswa dengan aktivitas belajar rendah, sehingga dapat disimpulkan aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada aktivitas belajar rendah.

(3) F2-3 = 2,17 < Ftab (0.05) = 6,54 maka H0 tidak ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah afektif yang signifikan, antara aktivitas belajar sedang dengan aktivitas belajar rendah. c) Sel Interaksi

Hasil perhitungan menunjukkan H0AB ditolak, sehingga terdapat pengaruh interaksi antara variabel bahasa pengantar dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar ranah afektif. Hal ini menjelaskan bahwa antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk setiap aktivitas belajar mempunyai perbedaan karakterisetik yang berbeda. Perbedaan karakteristik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

(1) Tidak terdapat perbedaan rataan hasil belajar ranah afektif siswa yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pada setiap kriteria aktivitas belajar.

(2) Hasil belajar ranah afektif siswa dengan aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah pada penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Tidak terdapat perbedaan nilai afekif siswa dengan aktivitas belajar tinggi dan aktivitas belajar sedang pada penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Tidak terdapat perbedaan nilai afekif siswa dengan aktivitas belajar sedang dan aktivitas belajar sedang pada penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.

(3) Hasil uji Scheffe menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rataan nilai afektif pada penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar untuk setiap kriteria aktivitas belajar.

48

Interaksi di atas dapat digambarkan secara grafik sebagai berikut:

Gambar 7. Grafik Interaksi Antara Bahasa Pengantar dan Aktivitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Ranah Afektif.

Gambar di atas menunjukkan terdapat perpotongan antar grafik. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara bahasa pengantar dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar ranah afektif.

c) Analisis Uji Lanjut Ranah Psikomotor ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa. Hasil uji lanjut anava (uji scheffe) untuk hasil belajar ranah psikomotor disajikanpada Tabel 20 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7.

Tabel 20. Hasil uji lanjut anava (uji scheffe) untuk hasil belajar ranah psikomotor. Jenis Komparasi Fhitung F tabel (0,05) Kriteria Keputusan Uji H0 Baris (F 1. - 2. ) 6,71 4,12 Fhit > Ftabel Ditolak Kolom (F .1 - .2) 4,08 6,54 Fhit < Ftabel Diterima Kolom (F .1 - .3) 8,75 6,54 Fhit > Ftabel Ditolak Kolom (F .2 - .3) 1,90 6,54 Fhit < Ftabel Diterima Sel (Interaksi) (F 11 - 12) 0,23 12,45 Fhit < Ftabel Diterima Sel (Interaksi) (F 11 - 13) 0,02 12,45 Fhit < Ftabel Diterima Sel (Interaksi) (F 12- 13) 0,50 12,45 Fhit < Ftabel Diterima Sel (Interaksi) (F 21- 22) 0,63 12,45 Fhit < Ftabel Diterima Sel (Interaksi) (F 21- 23) 16,94 12,45 Fhit > Ftabel Ditolak Sel (Interaksi) (F 22- 23) 15,10 12,45 Fhit > Ftabel Ditolak Sel (Interaksi) (F 11 - 21) 5,97 12,45 Fhit < Ftabel Diterima Sel (Interaksi) (F 12- 22) 10,76 12,45 Fhit < Ftabel Diterima Sel (Interaksi) (F 13 - 23) 2,49 12,45 Fhit < Ftabel Diterima

49

Baris

Sampel 1 = hasil belajar ranah psikomotor pada pembelajaran dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Sampel 2 = hasil belajar ranah psikomotor pada pembelajaran dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.

Kolom

Sampel 1 = hasil belajar ranah psikomotor pada aktivitas belajar tinggi. Sampel 2 = hasil belajar ranah psikomotor pada aktivitas belajar sedang. Sampel 3 = hasil belajar ranah psikomotor pada aktivitas belajar rendah.

Dari tabel di atas didapatkan perbandingan nilai Fobs dengan Ftab (0.05) yang berbeda-beda yaitu:

a) Baris

F1-2 = 6,71 > Ftab (0.05) = 4,12 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah psikomotor yang signifikan, antara penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar mempunyai rataan nilai psikomotor yang lebih tinggi, sehingga dapat disimpulkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar lebih efektif daripada bahasa Inggris.

b) Kolom

(1) F1-2 = 4,08 < Ftab (0.05) = 6,54 maka H0 tidak ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah psikomotor yang signifikan, antara aktivitas belajar tinggi dengan aktivitas belajar sedang.

(2) F1-3 = 8,75 > Ftab (0.05) = 6,54 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah psikomotor yang signifikan, antara aktivitas belajar tinggi dengan aktivitas belajar rendah. Rataan nilai psikomotor untuk aktivitas belajar tinggi lebih tinggi jika dibandingkan dengan rataan nilai psikomotor aktivitas belajar rendah, sehingga dapat disimpulkan aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada aktivitas belajar rendah.

(3) F2-3 = 1,90 < Ftab (0.05) = 6,54 maka H0 tidak ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah psikomotor yang signifikan, antara aktivitas belajar sedang dengan aktivitas belajar rendah.

50

c) Sel Interaksi

Hasil perhitungan menunjukkan H0AB ditolak, sehingga terdapat pengaruh interaksi antara variabel bahasa pengantar dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar ranah psikomotor. Hal ini menjelaskan bahwa antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk setiap aktivitas belajar mempunyai perbedaan karakterisetik yang berbeda. Perbedaan karakteristik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

(1) Tidak terdapat perbedaan rataan hasil belajar ranah psikomotor siswa yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pada semua kriteria aktivitas belajar.

(2) Hasil belajar ranah psikomotor siswa dengan aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah pada penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Siswa dengan aktivitas belajar sedang mempunyai nilai afektif yang lebih tinggi daripada siswa dengan aktivitas rendah. Siswa dengan aktivitas belajar tinggi tidak mempunyai perbedaan nilai afektif jika dibandingkan dengan siswa dengan aktivitas sedang.

(3) Hasil uji Scheffe menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rataan nilai psikomotor pada penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk setiap kriteria aktivitas belajar.

Interaksi di atas dapat digambarkan secara grafik sebagai berikut:

Gambar 8. Grafik Interaksi Antara Bahasa Pengantar dan Aktivitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Ranah Psikomotor.

51

Gambar di atas menunjukkan terdapat perpotongan antar grafik. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara bahasa pengantar dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar ranah psikomotor.

D. Pembahasan Hasil Analisi Data

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah (Halaman 43-51)

Dokumen terkait