• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Univariat

Dalam dokumen TESIS. Oleh S U H E R N I /IKM (Halaman 106-113)

BAB 4. HASIL PENELTIAN

4.3 Analisis Data

4.3.1. Analisis Univariat

Analisis univariat dalam penelitian ini dititikberatkan pada penggambaran atau deskripsi data yang telah diperoleh. Analisis univariat dalam penelitian ini dilakukan melalui pendekatan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel independen dan variabel dependen, sehingga didapat gambaran tentang program pelayanan KB dan pembinaan keluarga dengan pencapaian PLKB.

1. Program Pelayanan KB

Deskripsi program Pelayanan KB di Kabupaten Simalungun dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini.

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Program pelayanan KB di Kabupaten Simalungun

No Pelayanan Program KB SS S N TS STS

1. Melakukan pelayanan berupa pengenalan alat-alat kontrasepsi dengan alat-alat peraga KIE – KIT

5 10 10 12 3 2. Memberikan pengetahuan kepada para peserta

KB agar menjadi peserta aktif dengan KIE

2 8 12 10 8 3. Melakukan kerjasama dengan klinik-klinik

persalinan yang ada di tempat kerja untuk mempromosikan program KB

4 6 12 12 6

4. Mengarahkan masyarakat dalam memilih alat kontrasepsi

2 5 8 18 7 5. Menghimbau para PUS untuk menjadi peserta

KB

3 10 17 7 3 6. Membuat selebaran-selebaran mengenai

alat-alat kontrasepsi

2 6 14 13 5

Tabel 4.2 (Lanjutan)

No Pelayanan Program KB SS S N TS STS

7. Melakukan lokakarya mengenai cara-cara membangun keluarga bahagia

2 7 17 10 4 8. Mempromosikan cara-cara merawat alat

repoduksi untuk tercapai kesehatan reproduksi

2 5 18 10 5 9. Membagi informasi mengenai kegunaan

alat-alat reproduksi

6 11 14 6 3 10. Membagikan pil KB ke puskesmas wilayah

kerja setiap bulannya

8 20 8 2 2 11. Membagikan kondom gratis kepada masyarakat

sebagai sarana himbauan untuk menggunakan alat kontrasepsi

4 20 6 6 4

12 Menyiapkan alat kontrasepsi sebagai layanan dalam kegiatan tim KB keliling

5 12 13 7 3 13. Menanyakan keluhan-keluhan dari akseptor KB

sesuai dengan alat kontrasepsi yang dipakai oleh akseptor KB

3 8 19 8 2

14. Untuk mengajak ibu-ibu setempat agar menggunakan KB maka menjelaskan terjadinya proses kehamilan

4 7 21 6 2

15. Mengontrol persediaan KB suntik di puskesmas wilayah kerja

3 6 15 10 6 16 Membuat “handbook” sebagai buku petunjuk

program pelayanan dan pembinaan KB untuk pegangan para tokoh yang ajak untuk bekerjasama

2 4 22 8 6

17 Mengajak ibu-ibu pengajian untuk melakukan seminar kecil mengenai manfaat KB aktif

2 7 16 10 5 18 Menanyakan alasan-alasan pasangan usia subur

yang tidak memakai alat kontrasepsi tetapi tidak ingin memiliki anak lagi

7 14 10 6 3

19 Memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil tentang keluarga kecil bahagia sejahtera

3 7 18 8 4 20 Mendatangi sekolah-sekolah khususnya remaja putri

untuk memperkenalkan sistem reproduksi sehat

2 4 21 10 3

Dari Tabel 4.2 diatas dapat dilihat dari 20 pernyataan mengenai program pelayanan KB di Kbupaten Simalungun memiliki pelayanan yang sudah cukup dalam mendukung pencapaian peserta KB aktif

Tabel 4.3. Distribusi Program pelayanan KB oleh PLKB di Kabupaten Simalungun

Tingkat Program pelayanan KB

Program Pelayanan KB Frekuensi Persentase (%)

Baik 7 17.5

Cukup 23 57.5

Kurang 10 25

Total 40 100.0

Berdasarkan variabel program pelayanan KB diperoleh hasil bahwa sebagian besar yaitu 23 responden (57,5%) memberikan program pelayanan KB yang cukup terhadap target KB. Sedangkan sebagian kecil 25% (10 responden) masih memberikan pelayanan KB yang kurang. Bentuk-bentuk program pelayanan KB meliputi: pelayanan alat kontrasepsi, pelayanan tribina keluagra, pelayanan kesehatan reproduksi dan pelayanan Keluarga Berencana.

2. Pembinaan Keluarga

Deskripsi Pembinaan Keluarga di Kabupaten Simalungun dapat dilihat pada Tabel 4.4 di bawah ini.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pembinaan Keluarga di Kabupaten Simalungun

Pembinaan Keluarga KB SS S N TS STS 1. Merangkul kembali para keluarga target KB

untuk memastikan bahwa mereka bersedia menjadi peserta KB

4 8 11 12 5

2. Mencoba membentuk tim kerja dengan individu-individu yang sudah menjadi peserta KB

2 9 12 13 4

3. Melakukan pendekatan pribadi ke Alim ulama setempat agar dapat mendukung program KB

4 7 14 10 5 4. Mengajari para kader KB mengenai manfaat

dan penggunaan alat KB untuk meningkatkan keterampilan kader KB

5 8 12 10 5

5. Membimbing calon peserta KB untuk kelayakan menjadi peserta KB

4 9 13 8 6 6. Berusaha agar para tenaga kesehatan terkait

mau turun langsung membantu pekerjaan

2 10 16 8 4 7. Melakukan kunjungan ke rumah warga yang

memiliki anak lebih dari 2 untuk memotivasi agar menggunakan alat kontrasepsi

3 6 16 9 6

8. Menyiapkan sarana yang mendukung untuk pembinaan keluarga seperti transportasi

6 12 12 6 4 9. Mengadakan secara rutin setiap bulannya

diskusi bebas untuk membahas informasi yang keliru mengenai alat-alat kontrasepsi

6 6 14 9 3

10. Mengadakan lokakarya kecil untuk komunikasi informasi kepada ibu-ibu rumah tangga

5 8 20 3 4 11. Mengajak ibu-ibu PKK yang sudah menjadi

peserta KB aktif untuk menjadi model bagi ibu-ibu yang lainnya

4 7 10 12 7

12 Melakukan pertemuan dengan Camat daerah bekerja untuk membicarakan rencana kerja

8 12 10 8 2 13 Berkoordinasi dengan kepala

pengajian-pengajian wanita untuk mengajak para ibu-ibu menjadi peserta KB aktif

6 8 13 10 3

Tabel 4.4 (Lanjutan)

Pembinaan Keluarga KB SS S N TS STS 14 Mengajak RW untuk untuk menggalakkan

grogram KB

5 7 20 6 2 15 Melakukan kunjungan pada kelompok tri bina

untuk memberikan penyuluhan mengenai program KB

3 10 11 10 6

16 Membuat pemetaan mengenai daerah yang akan kunjungi terlebih dahulu yang berpotensi besar untuk menjadi peserta pembinaan KB

2 14 12 8 6

17 Mengajak PPKBD untuk melakukan pembinaan ke sub PPKBD dan kelompok-kelompok KB

5 9 15 8 3 18 Memberikan target kepada PPKBD dan Sub

PPKBD untuk pencapain peserta aktif

7 14 9 6 4 19 Mendatangi keluarga unmeet need untuk

menanyakan kendala yang dihadapi dengan pemakaian alat kontrasepsi

3 11 14 9 3

20 Mendatangi pengajian pria setempat bersama tokoh agama untuk mengimbau agar menjadi peserta KB

2 8 21 6 3

Dari Tabel 4.4 dapat dilihat dari 20 pernyataan yang diberikan mengenai pembinaan keluarga diperoleh bahwa mayoritas data tersebar di jawaban netral, dengan demikian pembinaan keluaga oleh PLKB mayoritas tergolog cukup

Tabel 4.5 Distribusi Pembinaan Keluarga oleh PLKB di Kabupaten Simalungun Tingkat Program Pembinaan Keluarga

Pembinaan Keluarga Frekuensi Persentase (%)

Baik 7 17.5

Cukup 20 50

Kurang 13 32.5

Total 40 100.0

Berdasarkan variabel pembinaan keluarga diperoleh hasil bahwa mayoritas responden yaitu 20 orang (50%) tergolong cukup dalam memberikan pembinaan terhdap keluarga di wilayah kerja. Sedangkan hanya 13 orang (32.5%) yang tergolong kurang dalam memberikan pembinaan keluarga. Responden yang dikatakan memiliki pembinaan yang kurang berarti kurang mampu menjalin kerjasama atau kurang mampu mengajak untuk berpartisipasi secara aktif para tokoh masyarakat, tokoh informal maupun formal seperti : Lurah, Camat, tokoh Agama, Ibu-Ibu yang terlibat dalam organisasi kelompok dan para lembaga masyarakat setempat.

3. Pencapaian PLKB

Deskripsi pencapaian oleh PLKB di Kabupaten Simalungun dapat dilihat pada Tabel 4.6 bawah ini.

Tabel 4.6 Pencapaian peserta KB Kabupaten Simalungun Tahun Januari-Desember 2012 s/d Januari- Maret 2013

No Wilayah Kerja

Tabel 4.6 (Lanjutan)

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pencapaian PLKB di Kabupaten Simalungun

Tingkat Pencapaian PLKB

Pencapaian Frekuensi Persentase (%)

Tidak Tercapai 24 60

Tercapai 16 40

Total 40 100.0

Dari Tabel 4.7 dapat dilihat perolehan hasil bahwa mayoritas responden belum mampu mencapai target kerja yaitu sebesar 60% (24 responden) sedangkan yang telah mampu mencapai target kerja hanya sebesar 40% (16 responden).

Pencapaian target kerja oleh PLKB dilihat dari hasil evaluasi pencapaian peserta KB dari masing-masing wilayah kerja pada bulan Januari dan Februari.

Dalam dokumen TESIS. Oleh S U H E R N I /IKM (Halaman 106-113)