BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.11. Kerangka Konsep
Konsep pokok dalam penelitian ini adalah Pengaruh Pelayanan Program dan Pembinaaan Keluarga oleh PLKB terhadap pencapaian KB aktif di Kabupaten Simalungun 2013. Berdasarkan tujuan penelitian dan landasan teori, maka kerangka konsep penelitian ini dapat di lihat pada Gambar 2.5 berikut :
Variabel Independen Variabel Dependen
Gambar 2.5. Kerangka Konsep Penelitian Karakteristik
PLKB 1. Umur 2. Pendidikan 3. Pelatihan
Program Pelayanan oleh PLKB meliputi : Pembinaan Keluarga oleh PLKB
1. Tokoh Formal/Informal 2. Insitusi Masyarakat 3. Pengelola Kelompok 4. Kader Tingkat
kecamatan,Desa/Kel/
RT/RW
5. KIE KIT/Alat Peraga 6. Alat Kontrasepsi
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah survey explanatory (penjelasan) desain cross sectional adalah satu penelitian untuk menjelaskan hubungan antar variabel penelitian
melalui pengujian hipotesis mengenai pengaruh Pelayanan Program KB dan Pembinaaan Keluarga oleh PLKB terhadap pencapaian Peserta KB Aktif di Badan KB Kabupaten Simalungun 2013.
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Badan KB Kabupaten Simalungun.
3.2.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama Bulan Maret sampai Mei 2013.
3.3. Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Populasi penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh PLKB di Kabupaten Simalungun yaitu sebanyak 40 orang.
3.3.2 Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah PLKB di Kabupaten Simalungun yang berjumlah 40 orang dengan kriteria yaitu tenaga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai PLKB dengan sebaran PLKB dan wilayah kerja sebagai berikut :
Tabel 3.1. Sebaran PLKB dan Wilayah Kerja
No Jumlah Tenaga PLKB Wilayah Kerja
1 1 PLKB Siantar
18 Tidak Ada PLKB Dolok Pardamean
19 2 PLKB Pem.Bandar
29 1 PLKB Pematang Sidamanik
30 Tidak Ada PLKB Pe.Silimakuta
31 Tidak Ada PLKB Har.Horison
3.4. Metode Pengumpulan Data 3.4.1 Data Primer
Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui alat kuisioner yang telah disusun dan akan di bagikan kepada PLKB pada saat Rapat Koordinasi dan Rapat Pembinaan di Badan KB Kab Simalungun.
3.4.2 Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari Badan KB Kabupaten Simalungun Laporan PPLKB sehubungan dengan data para pesetra KB aktif setiap bulannya.
3.4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas
Valid berarti alat ukur dari suatu penelitian dapat mengukur apa yang hendak diukur. Instrumen dapat memiliki validitas internal dan eksternal. Suatu instrumen dikatakan valid secara internal apabila instrumen dikembangkan berdasarkan teori yang relevan sedangkan validitas eksternal dikembangkan berdasarkan data empiris (Sugiyono, 2007).
Instrumen alat ukur ini berupa content validity dengan profesional jugdement yaitu dengan menggunakan pendapat para ahli. Professional judgment dilakukan dengan melihat apakah aitem-aitem dalam tes telah ditulis sesuai dengan batasan domain ukur yang telah ditetapkan semula dan memeriksa apakah masing-masing item telah sesuai dengan indikator perilaku yang hendak diungkap (Azwar, 2004).
Untuk mengukur validitas suatu instrument dilakukan dnegan menghitung korelasi antara skor r-hitung masing-masing pernyataan/ item dalam suatu variabel.
Kolerasi yang digunakan adalah pearson product moment, dengan kriteria : a. Bila r-hitung > r-tabel maka dinyatakan valid (tabel pearson kolerasi) b. Bila r-hitung < r-tabel maka dinyatakan tidak valid
Dalam penelitian ini uji validitas diberikan kepada PLKB Kabupaten Karo sebanyak 30 orang, dan nilai r tabel untuk sampel sebanyak 30 orang yaitu 0,361.
Dengan demikian diperoleh bahwa :
a. Nilai r-hitung > 0,361 = item dinyatakan valid b. Nilai r-hitung < 0,361 = item dinyatakan tidak valid 3.4.3.1 Uji Validitas Variabel Program Pelayanan KB
Tabel 3.2. Uji Validitas Variabel Program Pelayanan KB
Pernyataan Nilai r- hitung Keterangan Revisi yang tidak valid
Dari Tabel 3.2 diperoleh 17 item dinyatakan valid sedangkan 3 item dinyatakan tidak valid. Kemudian item yang tidak valid tersebut dilakukan revisi item dengan mengganti item yang tidak jauh dari pengertian tersebut.
3.4.3.2 Uji Validitas Variabel Pembinaan Keluarga
Tabel 3.3. Uji Validitas Variabel Pembinaan Keluarga
Pernyataan Nilai r- hitung Keterangan Revisi yang Tidak Valid
1 0.371 Valid
Dari Tabel 3.3 diperoleh bahwa pada variabel pembinaan keluarga terdapat 18 item dinyatakan valid. 2 Item yang tidak valid telah di revisi sehingga mendapat item yang valid dengan tidak merubah pengertian tersebut.
Sedangkan untuk realibilitas alat ukur disebutkan bahwa reliabilitas data merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat menunjukkan ketetapan dan dapat dipercaya dengan menggunakan metode cronbach’s Alpha, yaitu menganalisis realibilitas alat ukur dari satu kali pengukuran, dengan ketentuan, jika nilai r Alpha > r Tabel, maka dinyatakan reliabel. Nilai r
reliabel dalam penelitian ini menggunakan critical value of the product moment pada taraf signifikan 95% ( Riduwan, 2007).
Reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2007). Pengukuran yang reliabel tentu akan konsisten dari waktu ke waktu. Reliabilitas alat ukur dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentang dari 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Sebaliknya, semakin rendah koefisien reliabilitas mendekati angka 0 berarti semakin tidak reliabel alat ukur tersebut (Azwar, 2004).
Tabel 3.4. Reliabilitas Alat Ukur
Variabel Cronbach's Alpha Keterangan Program Pelayanan KB 0.818 Reliabilitas tinggi
Pembinaan Keluarga 0.895 Realiabilitas tinggi
3.5. Variabel dan Definisi Operasional
Definisi operasional berisi uraian-uraian indikator variabel sedangkan indikator variabel adalah fakta-fakta kejadian yang digunakan untuk mengukur suatu variabel. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari independen variabel dan dependen variabel (Arikunto, 2003).
3.5.1 Variabel Bebas
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (independen variabel) yaitu pelayanan program dan pembinaan Keluarga oleh PLKB adalah usaha-usaha
yang dilakukan oleh PLKB dalam bentuk-bentuk pelayanan dan pembinaan sehubungan dengan program BkkbN agar masyarakat menggunakan alat kontrasepsi
Program pelayanan KB adalah bentuk-bentuk pelayanan yang diberikan oleh PLKB kepada masyarakat berupa pelayanan alat kontrasepsi, pelayanan ketahanan keluarga dan pelayanan keluarga sejahtera.
Pembinaan Keluarga adalah usaha untuk merangkul keluarga menjadi peserta KB aktif agar berpasrtisipasi aktif mendukung program KB melalui tokoh-tokoh masyarakat maupun kader dalam bentuk kunjungan keluarga, rapat, diskusi ataupun pelatihan.
3.5.2 Variabel Terikat
Pencapaian Peserta KB Aktif adalah jumlah peserta KB yang berhasil diperoleh oleh PLKB selama satu tahun terakhir. Peserta KB Aktif adalah Peserta KB yang menggunakan salah satu jenis alat kontrasepsi tanpa diselingi oleh kehamilan.
3.6. Metode Pengukuran
Tabel 3.5. Variabel, Cara, Alat Skala dan Hasil Ukur
Variabel Alat Ukur Skala Hasil Ukur
Variabel Bebas pilihan jawaban yaitu
1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Netral 4. Tidak setuju 5. Sangat tidak setuju
1.Baik (75-100) 2.Cukup (48-74) 3.Kurang (20-47)
Tabel 3.5 (Lanjutan)
Variabel Alat Ukur Skala Hasil Ukur
Variabel Terikat
3. Pencapaian peserta KB aktif adalah akseptor KB aktif
Kuesioner pilihan jawaban yaitu 1.Sangat setuju
3.6.1. Pengukuran Variabel Bebas (Independent) dan Variabel Terikat (Dependent)
Indikator-indikator dari skala pelayanan dan pembinaan program PLKB diwujudkan dalam jenis pernyataan favourable. Dengan menggunakan skala likert,maka pemberian skor bergerak dari 1 sampai 5 pada tiap-tiap pernyataan
favourable. Penilaian item favourable untuk skor terendah 1 pada jawaban Tidak
Sesuai (TS), skor 2 pada jawaban Kurang Sesuai (TS), skor 3 pada jawaban Netral, skor 4 pada jawaban Sesuai (S) dan skor 5 pada jawaban Sangat Sesuai (SS)
Tabel 3.6. Skor Pilihan Jawaban
Pilihan Jawaban Skor Item Unfavourable
Sangat sesuai 5
Sesuai 4
Netral 3
Kurang sesuai 2
Tidak sesuai 1
3.7. Metode Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan:
1. Analisis Univariat dengan mendeskripsikan setiap variabel penelitian dalam distribusi frekuensi.
2. Analisis Bivariat untuk menganalisis ada tidaknya hubungan variabel bebas dengan variabel terikat dengan menggunakan uji chi-square
3. Analisis Multivariat yaitu analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dan paling dominan dari variabel independen (program pelayanan KB dan pembinaan keluarga) terhadap variabel dependen (pencapaian peserta KB aktif) dilakuka dengan menggunkaan uji regresi logistic berganda, dengan ramalan model persamaan :
yi = ln {1/1-β} = βo + β1 + ρ2x2
Dan nilai peramalan probabilitas individu (unit) untuk menurunkan Pencapaian Peserta KB aktif
P = )
0
( 11 2 2
1
1
x x
e−β +β +ρ +
pada tingkat kepercayaan 95%. Alasan penggunaan uji ini adalah karena variabel independen dan variabel dependen memiliki skala ukur ordinal (Sudigdo, 2006).
BAB 4
HASIL PENELTIAN
4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
Kabupaten Simalungun adalah salah satu kabupaten yang tertelatak di Provinsi Sumatera Utara yang ibukotanya berada di Pematang Raya. Kabupaten Simalungun terdiri dari 31 Kecamatan, 22 Kelurahan dan 345 Desa dengan luas wilayah 4.386.60 km2, jumlah penduduk 875.866 jiwa yang terdiri dari berbagai etnis.
Batas wilayah Kabupaten Simalungun sebagai berikut :
1. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai 2. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Toba Samosir 3. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Karo
4. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Batubara
Dari hasil registrasi penduduk pada akhir tahun 2011 diketahui jumlah penduduk Kabupaten Simalungun berjumlah 875.866 jiwa dimana laki-laki berjumlah 431.611 jiwa dan perempuan 444.275 jiwa.
4.1.1 Tenaga Program
Tenaga yang dimiliki SKPD Badan KB Kabupaten Simalungun dan tenaga pendukung dalam rangka pelaksanaan program Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2011 terdiri dari :
1. pegawai kantor Badan KB : 20 orang
2. Dokter Spesialis : 40 orang
3. Dokter Gigi : 27 orang
4. Apoteker : 2 orang
5. Bidan Desa : 358 orang
6. Sanitarian : 25 orang
7. Kader Posyandu : 6620 orang
8. Kepala UPT KB : 31 orang
9. PLKB : 40 orang
10. Rasio PLKB terhadap Desa : 183 orang 4.1.2 Insitusi Masyarakat Desa
1. PPKBD : 367 orang
2. Sub PPKBD : 1680 orang
3. Kelompok KB : 684 orang
4. rasion PPKBD terhadap Desa : 367 orang 4.1.3 Dukungan Anggaran Tahun 2011
APBN : Rp. 933.556.000,-
APBD : Rp. 652.278.000,-
Dana Alokasi Khusus : Rp.1.196.360.000,- 4.1.4 Capacity Building
1. Pelatihan Insersi IUD bagi Dokter dan Bidan 2. Pelatihan Implan bagi Dokter dan Bidan
3. Pelatihan Refreshing bagi PLKB/PKB Bidan 4. Pelatihan KR bagi Petugas Klinik KB\
5.Pelatihan Orientasi penyuluhan dan Konseling bagi Kader posyandu dan kader PKB 6. Pelatihan dan Orientasi petugas Lini Lapangan bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan Lembaga
4.1.5 Pencapaian Program Tahun 2010 dan 2011 1. Program Keluagra Berencana
a. peserta KB aktif : 97.910 orang b. Peserta KB baru : 18.374 orang c. Un meet Need KB : 42.410 orang
2. Pemberdayaan Ekonomi dan Ketahanan keluarga : 6.627 orang a. Kelompok UPPKS ; 242 kelompok
b. Kelompok BKB : 367 kelompok c. Kelompok BKR : 188 kelompok d. Kelompok BKL : 164 kelompok 3. Program Penguatan Kelembagaan
A. Institusi Masyarakat Pedesaan : 2.833 kelompok
a. PPKBD : 367 kelompok
b. Sub PPKBD : 1.658 kelompok
c. Kelompok KB : 808 kelompok
B. Pembinaan TOGA,TODA,BABINSA : 1.803 orang C. Koordinasi dengan instansi terkait (PKK, BUMN, KODIM)
4.2. Deskripsi Responden Penelitian (PLKB)
Statistik karateristik responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.1 di bawah ini.
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Karateristik Responden Penelitian Karakteristik Frekuensi Persentase (%) Jenis Kelamin
Dari karateristik di atas diketahui bahwa responden terbanyak dengan jenis perempuan yaitu 28 responden (72,5%). Usia responden didominasi oleh responden dengan rentang usia 31-40 tahun, yaitu berjumlah 22 responden (55%), dan yang terkecil berusia 21-30 tahun berjumlah 4 responden (10%).
Dari masa kerja diperoleh bahwa data terbanyak adalah responden yang memiliki masa kerja 11-20 tahun yaitu 24 responden (60%) sedangkan masa kerja terkecil berkisar 5-10 tahun hanya terdiri dari 6 responden(15%). Sedangkan dari faktor pendidikan sebagian besar berasal dari pendidikan diploma 16 responden
(40%) sedangkan sebagian kecil memiliki pendidikan terakhir di SMU 10 responden (25%)
4.3 Analisis Data
4.3.1. Analisis Univariat
Analisis univariat dalam penelitian ini dititikberatkan pada penggambaran atau deskripsi data yang telah diperoleh. Analisis univariat dalam penelitian ini dilakukan melalui pendekatan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel independen dan variabel dependen, sehingga didapat gambaran tentang program pelayanan KB dan pembinaan keluarga dengan pencapaian PLKB.
1. Program Pelayanan KB
Deskripsi program Pelayanan KB di Kabupaten Simalungun dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini.
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Program pelayanan KB di Kabupaten Simalungun
No Pelayanan Program KB SS S N TS STS
1. Melakukan pelayanan berupa pengenalan alat-alat kontrasepsi dengan alat-alat peraga KIE – KIT
5 10 10 12 3 2. Memberikan pengetahuan kepada para peserta
KB agar menjadi peserta aktif dengan KIE
2 8 12 10 8 3. Melakukan kerjasama dengan klinik-klinik
persalinan yang ada di tempat kerja untuk mempromosikan program KB
4 6 12 12 6
4. Mengarahkan masyarakat dalam memilih alat kontrasepsi
2 5 8 18 7 5. Menghimbau para PUS untuk menjadi peserta
KB
3 10 17 7 3 6. Membuat selebaran-selebaran mengenai
alat-alat kontrasepsi
2 6 14 13 5
Tabel 4.2 (Lanjutan)
No Pelayanan Program KB SS S N TS STS
7. Melakukan lokakarya mengenai cara-cara membangun keluarga bahagia
2 7 17 10 4 8. Mempromosikan cara-cara merawat alat
repoduksi untuk tercapai kesehatan reproduksi
2 5 18 10 5 9. Membagi informasi mengenai kegunaan
alat-alat reproduksi
6 11 14 6 3 10. Membagikan pil KB ke puskesmas wilayah
kerja setiap bulannya
8 20 8 2 2 11. Membagikan kondom gratis kepada masyarakat
sebagai sarana himbauan untuk menggunakan alat kontrasepsi
4 20 6 6 4
12 Menyiapkan alat kontrasepsi sebagai layanan dalam kegiatan tim KB keliling
5 12 13 7 3 13. Menanyakan keluhan-keluhan dari akseptor KB
sesuai dengan alat kontrasepsi yang dipakai oleh akseptor KB
3 8 19 8 2
14. Untuk mengajak ibu-ibu setempat agar menggunakan KB maka menjelaskan terjadinya proses kehamilan
4 7 21 6 2
15. Mengontrol persediaan KB suntik di puskesmas wilayah kerja
3 6 15 10 6 16 Membuat “handbook” sebagai buku petunjuk
program pelayanan dan pembinaan KB untuk pegangan para tokoh yang ajak untuk bekerjasama
2 4 22 8 6
17 Mengajak ibu-ibu pengajian untuk melakukan seminar kecil mengenai manfaat KB aktif
2 7 16 10 5 18 Menanyakan alasan-alasan pasangan usia subur
yang tidak memakai alat kontrasepsi tetapi tidak ingin memiliki anak lagi
7 14 10 6 3
19 Memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil tentang keluarga kecil bahagia sejahtera
3 7 18 8 4 20 Mendatangi sekolah-sekolah khususnya remaja putri
untuk memperkenalkan sistem reproduksi sehat
2 4 21 10 3
Dari Tabel 4.2 diatas dapat dilihat dari 20 pernyataan mengenai program pelayanan KB di Kbupaten Simalungun memiliki pelayanan yang sudah cukup dalam mendukung pencapaian peserta KB aktif
Tabel 4.3. Distribusi Program pelayanan KB oleh PLKB di Kabupaten Simalungun
Tingkat Program pelayanan KB
Program Pelayanan KB Frekuensi Persentase (%)
Baik 7 17.5
Cukup 23 57.5
Kurang 10 25
Total 40 100.0
Berdasarkan variabel program pelayanan KB diperoleh hasil bahwa sebagian besar yaitu 23 responden (57,5%) memberikan program pelayanan KB yang cukup terhadap target KB. Sedangkan sebagian kecil 25% (10 responden) masih memberikan pelayanan KB yang kurang. Bentuk-bentuk program pelayanan KB meliputi: pelayanan alat kontrasepsi, pelayanan tribina keluagra, pelayanan kesehatan reproduksi dan pelayanan Keluarga Berencana.
2. Pembinaan Keluarga
Deskripsi Pembinaan Keluarga di Kabupaten Simalungun dapat dilihat pada Tabel 4.4 di bawah ini.
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pembinaan Keluarga di Kabupaten Simalungun
Pembinaan Keluarga KB SS S N TS STS 1. Merangkul kembali para keluarga target KB
untuk memastikan bahwa mereka bersedia menjadi peserta KB
4 8 11 12 5
2. Mencoba membentuk tim kerja dengan individu-individu yang sudah menjadi peserta KB
2 9 12 13 4
3. Melakukan pendekatan pribadi ke Alim ulama setempat agar dapat mendukung program KB
4 7 14 10 5 4. Mengajari para kader KB mengenai manfaat
dan penggunaan alat KB untuk meningkatkan keterampilan kader KB
5 8 12 10 5
5. Membimbing calon peserta KB untuk kelayakan menjadi peserta KB
4 9 13 8 6 6. Berusaha agar para tenaga kesehatan terkait
mau turun langsung membantu pekerjaan
2 10 16 8 4 7. Melakukan kunjungan ke rumah warga yang
memiliki anak lebih dari 2 untuk memotivasi agar menggunakan alat kontrasepsi
3 6 16 9 6
8. Menyiapkan sarana yang mendukung untuk pembinaan keluarga seperti transportasi
6 12 12 6 4 9. Mengadakan secara rutin setiap bulannya
diskusi bebas untuk membahas informasi yang keliru mengenai alat-alat kontrasepsi
6 6 14 9 3
10. Mengadakan lokakarya kecil untuk komunikasi informasi kepada ibu-ibu rumah tangga
5 8 20 3 4 11. Mengajak ibu-ibu PKK yang sudah menjadi
peserta KB aktif untuk menjadi model bagi ibu-ibu yang lainnya
4 7 10 12 7
12 Melakukan pertemuan dengan Camat daerah bekerja untuk membicarakan rencana kerja
8 12 10 8 2 13 Berkoordinasi dengan kepala
pengajian-pengajian wanita untuk mengajak para ibu-ibu menjadi peserta KB aktif
6 8 13 10 3
Tabel 4.4 (Lanjutan)
Pembinaan Keluarga KB SS S N TS STS 14 Mengajak RW untuk untuk menggalakkan
grogram KB
5 7 20 6 2 15 Melakukan kunjungan pada kelompok tri bina
untuk memberikan penyuluhan mengenai program KB
3 10 11 10 6
16 Membuat pemetaan mengenai daerah yang akan kunjungi terlebih dahulu yang berpotensi besar untuk menjadi peserta pembinaan KB
2 14 12 8 6
17 Mengajak PPKBD untuk melakukan pembinaan ke sub PPKBD dan kelompok-kelompok KB
5 9 15 8 3 18 Memberikan target kepada PPKBD dan Sub
PPKBD untuk pencapain peserta aktif
7 14 9 6 4 19 Mendatangi keluarga unmeet need untuk
menanyakan kendala yang dihadapi dengan pemakaian alat kontrasepsi
3 11 14 9 3
20 Mendatangi pengajian pria setempat bersama tokoh agama untuk mengimbau agar menjadi peserta KB
2 8 21 6 3
Dari Tabel 4.4 dapat dilihat dari 20 pernyataan yang diberikan mengenai pembinaan keluarga diperoleh bahwa mayoritas data tersebar di jawaban netral, dengan demikian pembinaan keluaga oleh PLKB mayoritas tergolog cukup
Tabel 4.5 Distribusi Pembinaan Keluarga oleh PLKB di Kabupaten Simalungun Tingkat Program Pembinaan Keluarga
Pembinaan Keluarga Frekuensi Persentase (%)
Baik 7 17.5
Cukup 20 50
Kurang 13 32.5
Total 40 100.0
Berdasarkan variabel pembinaan keluarga diperoleh hasil bahwa mayoritas responden yaitu 20 orang (50%) tergolong cukup dalam memberikan pembinaan terhdap keluarga di wilayah kerja. Sedangkan hanya 13 orang (32.5%) yang tergolong kurang dalam memberikan pembinaan keluarga. Responden yang dikatakan memiliki pembinaan yang kurang berarti kurang mampu menjalin kerjasama atau kurang mampu mengajak untuk berpartisipasi secara aktif para tokoh masyarakat, tokoh informal maupun formal seperti : Lurah, Camat, tokoh Agama, Ibu-Ibu yang terlibat dalam organisasi kelompok dan para lembaga masyarakat setempat.
3. Pencapaian PLKB
Deskripsi pencapaian oleh PLKB di Kabupaten Simalungun dapat dilihat pada Tabel 4.6 bawah ini.
Tabel 4.6 Pencapaian peserta KB Kabupaten Simalungun Tahun Januari-Desember 2012 s/d Januari- Maret 2013
No Wilayah Kerja
Tabel 4.6 (Lanjutan)
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pencapaian PLKB di Kabupaten Simalungun
Tingkat Pencapaian PLKB
Pencapaian Frekuensi Persentase (%)
Tidak Tercapai 24 60
Tercapai 16 40
Total 40 100.0
Dari Tabel 4.7 dapat dilihat perolehan hasil bahwa mayoritas responden belum mampu mencapai target kerja yaitu sebesar 60% (24 responden) sedangkan yang telah mampu mencapai target kerja hanya sebesar 40% (16 responden).
Pencapaian target kerja oleh PLKB dilihat dari hasil evaluasi pencapaian peserta KB dari masing-masing wilayah kerja pada bulan Januari dan Februari.
4.3.2 Analisa Bivariat
Analisis bivariat digunakan untuk menjelaskan hubungan antar variabl bebas yang meliputi program pelayanan KB dan pembinaan keluarga dengan variabel terikat yaitu pencapaian peserta KB aktif dengan menggunakan uji chi-square.
Dikatakan ada hubungan bermakna secara statistic jika diperoleh nilai p<0,05.
Hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat dapat dilihat dengan hasil sebagai berikut :
4.3.2.1 Hubungan Program Pelayanan KB dengan Pencapaian Peserta KB Aktif Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Program pelayanan KB dengan Pencapaian KB
Aktif di Kabupaten Simalungun Tahun 2013
No
Program pelayanan KB
Pencapaian peserta KB aktif
P Tercapai Tidak tercapai Total
n % n % n %
1 Baik 6 85.7 1 14.3 7 100 0.004
2 Cukup 4 17.4 19 82.6 23 100
3 Kurang 6 60.0 4 40.0 10 100
Dari Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa dari total 23 responden yang melaksanakan program pelayanan KB cukup, tidak tercapai peserta KB aktif sebanyak 19 responden (82.6%). Dari total 7 responden yang melaksanakan program pelayanan KB dengan baik, dapat tercapai peserta KB aktif sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebanyak 6 responden (85,7%). Sedangkan ada juga responden yang
kurang melaksanakan program pelaayanan KB namun dapat mencapai target peserta KB aktif yaitu 6 respon (60%).
Dari hasil uji statistic didapatkan nilai p = 0.004 dimana p < α (0,004 < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak artinya ada hubungan program pelayanan KB dengan pencapaian peserta KB aktif di Kabupaten Simalungun tahun 2013
4.3.2.1 Hubungan Pembinaan Keluarga dengan Pencapaian Peserta KB Aktif Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Pembinaan Keluarga dengan Pencapaian KB
Aktif di Kabupaten Simalungun Tahun 2013
No
Pembinaan Keluarga
Pencapaian Peserta KB Aktif
P Tercapai Tidak Tercapai Total
n % n % n %
1 Baik 1 14.3 6 85.7 7 100 0.042
2 Cukup 10 50.0 10 50.0 20 100
3 Kurang 5 38.5 8 61.5 13 100
Dari Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa dari total 20 responden yang cukup dalam melaksanakan pembinaan keluarga, sebagian dapat tercapai peserta KB aktif sebanyak 10 responden (50%) dan sebagian lagi tidak dapat mencapai peserta KB aktif (50%). Dari total 13 responden yang kurang melaksanakan pembinaan keluarga juga tidak dapat tercapai peserta KB aktif sesuai dengan target sebanyak 8 responden (61,5%).
Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0.042 dimana p > α (0,042 < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak artinya ada hubungan pembinaan keluarga dengan pencapaian peserta KB aktif di Kabupaten Simalungun tahun 2013.
4.3.3 Analisa Multivariat
Analisis multivariat dalam penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis yang menyatakan: Hubugan program pelayanan KB dan pembinaan keluarga oleh PLKB terhadap pencapaian Peserta KB Aktif di Badan KB Kabupaten Simalungun Tahun 2013. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistic berganda.
4.3.3.1 Pengaruh Program Pelayanan KB terhadap Pencapaian Peserta KB Aktif di Kabupaten Simalungun Tahun 2013
Tabel 4.10 Pengaruh Program Pelayanan KB terhadap Pencapaian Peserta KB Aktif di Kabupaten Simalungun Tahun 2013
Variabel B Sig Exp B
Program Pelayanan KB 0.389 0.045 1.476
Konstanta 0.530 0.701 1.699
Dari hasil analisis Multivariat diketahui bahwa program pelayanan KB berpengaruh terhadap pencapaian peserta KB aktif. Berdasarkan hasil uji regresi logistik pengaruh program pelayanan KB terhadap pencapaian peserta KB aktif diperoleh nilai probabilitas (p=0,045) dengan Exp(B) 1.476 artinya program pelayanan KB yang baik mempunyai peluang untuk memenuhi pencapaian peserta KB aktif 1.476 kali lebih besar.
4.3.3.2 Pengaruh Pembinaan Keluarga terhadap Pencapaian Peserta Kb Aktif di Kabupaten Simalungun Tahun 2013
Tabel 4.11 Pengaruh Pembinaan Keluarga terhadap Pencapaian Peserta KB Aktif di Kabupaten Simalungun Tahun 2013
Variabel B Sig Exp B
Pembinaan keluarga 0.429 0.032 .651
Konstanta 0.530 0.701 1.699
Dari hasil analisis Multivariat diketahui bahwa program pembinaan keluarga berpengaruh terhadap pencapaian peserta KB aktif. Berdasarkan hasil uji regresi logistik pengaruh program pembinaan keluarga terhadap pencapaian peserta KB aktif diperoleh nilai probabilitas (p=0,032) dengan Exp(B) 0.651 artinya pembinaan keluarga mempunyai peluang untuk memenuhi pencapaian peserta KB aktif 0,651 kali lebih besar
Kriteria statistik lainnya : Pengujian Hosmer dan Lemeshow
Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square df Sig.
1 16.917 5 .501
Ho : model telah mampu menjelaskan data/sesuai H1 : model tidak mampu menjelaskan data Tolak Ho jika < 0,05
Dari tabel diperoleh nilai sig = 0,501 0,501 > 0,05 artinya terima Ho
Dengan demikian, dengan tingkat keyakinan 95% dapat diyakini bahwa model regresi logistic yang digunakan telah cukup mampu menjeaskan data.
1. Negelkerke R Square
Model Summary
Model Summary