BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 ANALISIS UNIVARIAT
Penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan dalam format google form secara online. Pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner telah melewati uji validitas dan reabilitasnya menggunakan SPSS v.26. Total pertanyaan dalam penelitian ini berjumlah 36 pertanyaan yang terdiri dari 16 pertanyaan tentang pengetahuan, 10 pertanyaan tentang sikap dan 10 pertanyaan tentang
perilaku vaksinasi COVID-19. Data karakteristik responden dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini:
Tabel 4.1. Distribusi frekuensi karakteristik demografis subjek penelitian
Karakteristik Subjek Frekuensi n (%)
Usia 17-25 75
Pendidikan Terakhir Tidak sekolah 1
SMP 1
Pekerjaan Tidak bekerja 42
Wiraswasta 14
Penghasilan <1.500.000 62
1.500.000-2.500.000 14
Tidak pernah 72
Berdasarkan tabel 4.1 diperoleh hasil analisis bahwa usia dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu 17-25 tahun (remaja akhir) , 26-35 tahun (dewasa awal), 36-45 tahun (dewasa akhir) dan 46-55 tahun (lansia awal) . Rentang usia tertinggi ada pada kelompok usia 17-25 tahun yaitu sebanyak 75 orang (75%) sedangkan pada kelompok usia 26-35 tahun terdapat sebanyak 9 orang (9%) serupa dengan kelompok usia 46-55 tahun. Kelompok usia 36-45 tahun hanya terdapat 7 orang (7%). Distribusi subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa jenis kelamin dari subjek penelitian perempuan lebih besar yaitu sebanyak 58 orang (58%) dan subjek laki – laki yaitu sebanyak 42 orang (42%).
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa kelompok responden paling banyak menurut tingkat pendidikan adalah SMA yaitu 63 orang (63%), S1 sebanyak 28 orang (28%), DIII/IV sebanyak 6 orang (6%), sedangkan kelompok responden paling sedikit menurut tingkat pendidikan adalah tidak sekolah 1 orang (1 %), SMP sebanyak 1 orang (1%) dan S2 sebanyak 1 orang (1%). Selanjutnya diketahui bahwa kelompok responden paling banyak menurut pekerjaan adalah tidak bekerja yaitu 42 orang (42%), wiraswasta sebanyak 14 orang (14%), pegawai swasta sebanyak 9 orang (9%), sedangkan kelompok responden paling sedikit menurut pekerjaan adalah pegawai negeri sebanyak 5 orang (5%). Berdasarkan
tabel diatas diketahui bahwa kelompok responden paling banyak menurut agama adalah Kristen Protestan yaitu 81 orang (81%), Islam sebanyak 11 orang (11%) sedangkan kelompok responden paling sedikit adalah Kristen Katolik sebanyak 8 orang (8%).
Pendapatan subjek penelitian didominasi dengan pendapatan rendah yaitu kurang dari 1,5 juta sebanyak 62 orang (62%). Pendapatan 1,5 juta sampai 2,5 juta sebanyak 14 orang (14%) sedangkan kelompok responden yang memiliki penghasilan 2,5 juta sampai 3,5 juta dan di atas 3,5 juta memiliki jumlah yang sama yaitu 12 orang (12%). Banyaknya subjek penelitian yang memiliki pendapatan yang rendah sesuai dengan banyaknya pekerjaan subjek penelitian yang tidak bekerja.
Jumlah subjek penelitian yang tidak pernah terpapar lebih banyak dibandingkan yang pernah terpapar COVID-19 dengan perbandingan 8:2. Perbandingan ini hampir sama dengan jumlah keluarga responden yang tidak pernah terpapar lebih banyak dibandingkan yang pernah terpapar COVID-19 dengan perbandingan 7:3.
Jumlah subjek penelitian yang sudah melakukan vaksinasi COVID-19 lebih banyak dibandingkan dengan subjek penelitian yang belum vaksin COVID-19 yaitu sebanyak 76 orang. Sejalan dengan jumlah keluarga responden yang sudah vaksin COVID-19 lebih banyak dibandingkan yang belum vaksin COVID-19 yaitu sebanyak 87 orang . Kesediaan di vaksin COVID-19 pada subjek penelitian juga menunjukkan jumlah yang sangat tinggi yaitu 97 orang. Responden yang menolak untuk melakukan vaksinasi COVID-19 adalah 3 orang dan tidak memberi alasan penolakan.
Hasil distribusi frekuensi dari jawaban benar pada kuesioner tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku tentang vaksinasi COVID-19 pada subjek penelitian dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut.
Tabel 4.2 Distribusi frekuensi pertanyaan dengan jumlah peserta yang menjawab benar paling banyak dari pertanyaan tentang vaksinasi
COVID-19.
No Pertanyaan Kategori Jumlah peserta
menjawab benar 1 Orang yang paling beresiko terserang penyakit
COVID-19 adalah orang yang suka berpergian dan menggunakan masker hanya sebatas menutup mulut.
Pengetahuan
97
2 Saat ini, dunia sudah mengembangkan vaksin untuk pencegahan COVID-19. Vaksin terbuat dari virus atau bakteri yang dilemahkan.
80 3 Kegunaan dari vaksin adalah meningkatkan
kekebalan terhadap sebuah penyakit dan
mengurangi morbiditas 94
4 Cara kerja vaksin adalah dengan mengembangkan kekebalan tubuh dengan meniru infeksi kemudian menghasilkan antibodi.
90 5 Merek vaksin COVID-19 yang dapat dijumpai
adalah Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca. 88
6 Responden sangat setuju bahwa untuk mencegah penyebaran virus corona, seseorang wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
Sikap
93 7 Responden sangat setuju bahwa vaksin COVID-19
harus aman dan efektif. 90
8 Responden setuju bahwa jika sudah divaksin COVID-19, seseorang wajib menerapkan protokol kesehatan.
87 9 Responden setuju bahwa pemerintah mewajibkan
setiap orang harus divaksin COVID-19. 72
10 Responden sangat setuju bahwa vaksinasi COVID-19 membantu melindungi keluarga, teman, dan masyarakat.
84 11 Responden setuju bahwa jika mendapat jadwal
vaksinasi COVID-19, maka harus mempersiapkan diri dan langsung menuju lokasi vaksinasi COVID-19.
Perilaku
69
12 Responden sangat tidak setuju bahwa bisa bebas untuk tidak menggunakan masker lagi saat keluar
rumah setelah mendapatkan vaksin COVID-19. 56
13 Responden tidak setuju untuk mendapatkan dan percaya tentang informasi mengenai COVID-19 hanya dari keluarga, teman dekat dan orang-orang yang saya percayai saja.
51
14 Responden setuju untuk memberikan penjelasan tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan bagi orang-orang di sekitar saya yang telah divaksinasi COVID-19.
64
15 Responden setuju akan mecoba mencari informasi yang valid baik dengan pergi ke pelayanan kesehatan atau membaca informasi dari situs resmi pemerintah saat mendapatkan informasi di media social bahwa vaksin COVID-19 dapat menyebabkan kelumpuhan.
54
Dari tabel 4.2, dapat dilihat bahwa lebih dari 90% responden memiliki pemahaman yang baik tentang orang yang paling beresiko COVID-19 adalah orang yang suka berpergian dan menggunakan masker hanya sebatas menutup mulut, manfaat vaksin COVID-19 adalah meningkatkan kekebalan terhadap sebuah penyakit dan mengurangi morbiditas, serta mekanisme kerja vaksin COVID-19 adalah dengan mengembangkan kekebalan tubuh dengan meniru infeksi kemudian menghasilkan antibodi. Selain itu, 80% dari responden memiliki pemahaman yang baik mengenai kandungan dari vaksin yaitu virus atau bakteri yang dilemahkan dan jenis merek Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca adalah vaksin COVID-19 yang beredar di Indonesia. Selain itu, 93% responden sangat setuju bahwa untuk mencegah penyebaran virus corona, wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Dan 90% responden setuju bahwa vaksin COVID-19 harus aman dan efektif. Responden paling banyak memperhatikan dalam hal melakukan persiapan diri dan langsung menuju lokasi vaksinasi COVID-19 sesuai dengan jadwal vaksinasi COVID-19 yaitu sebanyak 69%. Dan responden yang akan memberikan penjelasan tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan bagi orang-orang di sekitar dirinya yang telah divaksinasi COVID-19 yaitu sebanyak
64%. Interpretasi tingkat pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19 dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut.
Tabel 4.3 Distribusi frekuensi pengetahuan responden tentang vaksinasi COVID-19.
Tingkat
Pengetahuan Frekuensi (n) Persentase (%)
Baik 46 46
Cukup 50 50
Kurang 4 4
Total 100 100
Berdasarkan Tabel 4.3 di atas, dapat dilihat bahwa jumlah responden yang menjawab dengan predikat kurang ialah 4 orang (4%), sedangkan yang tergolong predikat cukup ialah 50 orang (50%) dan predikat baik ialah 46 orang (46%).
Berdasarkan hasil yang didapatkan ini jelas menunjukan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat Kecamatan Medan Denai mengenai vaksinasi COVID-19 tergolong cukup.
Tabel 4.4 Distribusi frekuensi tingkat sikap reponden tentang vaksinasi COVID-19
Tingkat Sikap Frekuensi (n) Persentase (%)
Baik 99 99
Cukup 1 1
Kurang 0 0
Total 100 100
Berdasarkan Tabel 4.4 di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menjawab dengan predikat baik ialah 99 orang (99%) dan yang cukup 1 orang (1%) dan tidak ada yang termasuk kategori kurang. Berdasarkan hasil yang didapatkan ini jelas menunjukan bahwa tingkat sikap masyarakat Kecamatan Medan Denai adalah baik mengenai vaksinasi COVID-19.
Tabel 4.5 Distribusi frekuensi tingkat perilaku responden tentang vaksinasi COVID-19
Tingkat
Perilaku Frekuensi (n) Persentase (%)
Baik 82 82
Cukup 18 18
Kurang 0 0
Total 100 100
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, dapat dilihat bahwa jumlah responden yang menjawab dengan predikat baik ialah 83 orang (82%) dan yang cukup ialah 18 orang (18%). Berdasarkan hasil yang didapatkan ini jelas menunjukan bahwa tingkat perilaku masyarakat Kecamatan Medan Denai adalah baik mengenai vaksinasi COVID-19.