5 HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3 Analisis Usaha Penangkapan jaring Arad
Analisis usaha adalah suatu perhitungan dengan tujuan untuk mengetahui
keadaan sekarang dari suatu kegiatan usaha dan untuk mengetahui keadaan yang akan datang dari suatu perencanaan. Setiap kegiatan usaha bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Hasil analisis usaha dapat digunakan sebagai ukuran apakah kegiatan usaha yang dilakukan pada saat ini berhasil atau tidak. Analisis usaha yang dilakukan berupa analisis pendapatan usaha untuk melihat besarnya total penerimaan dan keuntungan yang didapatkan oleh nelayan jaring arad selama satu tahun serta untuk mengetahui presentase hasil tangkap sampingan terhadap total penerimaan yang didapat.
5.3.1 Investasi
Investasi merupakan biaya yang dikeluarkan satu kali dalam proses produksi
untuk memperoleh manfaat sampai secara ekonomi tidak menguntungkan lagi. Modal merupakan salah satu faktor penentu dalam menjalankan suatu usaha. Sumber modal yang digunakan dalam usaha unit penangkapan jaring arad berasal dari modal sendiri atau dari pemilik.
Total investasi rata-rata yang diperlukan untuk usaha penangkapan jaring arad adalah sebesar Rp 9.700.000,00 dengan nilai komponen investasi tertinggi untuk biaya pembelian kapal, yaitu sebesar Rp 7.000.000,00 atau 72,16 % dari total biaya investasi, sedangkan nilai komponen investasi terendah adalah untuk biaya pembelian
layar yaitu sebesar Rp 100.000,00 atau 1,03 % dari total biaya investasi. Komponen investasi yang digunakan untuk usaha unit penangkapan jaring arad di Pesisir Utara,
Kota Cirebon dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9 Komponen investasi usaha penangkapan jaring arad di Perairan Pesisir Utara, Kota Cirebon
No Komponen investasi Nilai (Rp) Persentase (%)
1 Kapal 7.000.000,00 72,16
2 Mesin 2.000.000,00 20,62
3 Alat tangkap 600.000,00 6,19
4 Layar 100.000,00 1,03
Total biaya investasi 9.700.000,00 100,00
5.3.2 Biaya usaha
Biaya usaha merupakan komponen pengeluaran dari usaha penangkapan yang harus dikeluarkan, umumnya dihitung dalam satu tahun. Biaya ini terbagi atas biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak tergantung pada jumlah output yang dihasilkan. Komponen biaya tetap dalam usaha penangkapan jaring arad terdiri atas biaya penyusutan kapal, biaya penyusutan mesin, biaya penyusutan alat tangkap, biaya penyusutan layar, biaya perawatan kapal, biaya perawatan mesin dan biaya perawatan alat tangkap. Biaya variabel adalah biaya yang dipengaruhi oleh jumlah output yang dihasilkan. Komponen biaya variabel dalam usaha penangkapan jaring arad terdiri atas biaya solar, biaya minyak tanah, biaya oli, biaya es dan perbekalan. Biaya total adalah semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh usaha unit penangkapan jaring arad selama satu tahun, yaitu penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variabel. Selengkapnya biaya usaha unit penangkapan jaring arad di
Pesisir Utara, Kota Cirebon dapat dilihat pada Tabel 10.
Berdasarkan tabel 10 dapat diketahui bahwa total biaya dalam usaha penangkapan jaring arad di Pesisir Utara Kota Cirebon sebesar Rp 25.762.000,00 per tahun dengan biaya tetap sebesar Rp 3.460.000,00 per tahun dan biaya variabel sebesar Rp 22.302.000,00 per tahun. Biaya tetap terbesar dikeluarkan untuk biaya perawatan mesin yaitu sebesar Rp 1.000.000,00 per tahun atau 28,90 % dari total biaya tetap, sedangkan biaya tetap terkecil dikeluarkan untuk biaya penyusutan layar
46
yaitu sebesar Rp 100.000,00 per tahun atau 2,89 % dari total biaya tetap. Biaya variabel terbesar dikeluarkan untuk biaya bahan bakar solar yaitu sebesar Rp 10.856.000,00 per tahun atau 48,68 % dari total biaya variabel dan biaya variabel terkecil dikeluarkan untuk biaya es yaitu sebesar Rp 354.000,00 per tahun atau sebesar 1,59 % dari total biaya variabel.
Tabel 10 Biaya usaha unit penangkapan jaring arad di Pesisir Utara, Kota Cirebon
Uraian Nilai (Rp) Persentase (%)
a. Biaya tetap
1. Penyusutan kapal 700.000,00 20,23
2. Penyusutan mesin 400.000,00 11,56
3. Penyusutan alat tangkap 300.000,00 8,67
4. Penyusutan layar 100.000,00 2,89
5. Perawatan kapal 600.000,00 17,34
6. Perawatan mesin 1.000.000,00 28,90
7. Perawatan alat tangkap 360.000,00 10,41
Total biaya tetap 3.460.000,00 100,00
b. Biaya variabel 1. Solar 10.856.000,00 48,68 2. Minyak tanah 2.832.000,00 12,70 3. Oli 1.180.000,00 5,29 4. Es 354.000,00 1,59 5. Perbekalan 7.080.000,00 31,74
Total biaya variabel 22.302.000,00 100,00
c. Total biaya 25.762.000,00
5.3.3 Penerimaan usaha
Penerimaan usaha unit penangkapan jaring arad adalah hasil perkalian antara
jumlah produksi total dengan harga satuan produksi yang berlaku. Penerimaan yang diperoleh selama satu tahun yaitu 236 trip sebesar Rp 44.172.660,00, terdiri dari penerimaan musim biasa atau paceklik yaitu 126 trip sebesar Rp 18.416.160,00 dan penerimaan musim puncak yaitu 110 trip sebesar Rp 25.756.500,00. Hasil tangkapan yang diperoleh terdiri dari hasil tangkapan utama dan hasil tangkap sampingan. Pada musim biasa/paceklik, hasil tangkapan utama yang diperoleh masing-masing adalah udang jerbung sebesar 0,27 kg per trip dengan harga Rp 45.000,00 per kg, udang
dogol sebesar 4,43 kg per trip dengan harga Rp 20.000,00 per kg. Udang krosok sebesar 0,90 kg per trip dengan harga 6.500,00 per kg. Hasil tangkap sampingan yang diperoleh masing-masing adalah rajungan yang terdiri atas jenis rajungan besar dan rajungan kecil. Rajungan besar diperoleh sebanyak 1,29 kg per trip dengan harga Rp 15.000,00 per kg dan rajungan kecil sebesar 1,08 kg per trip dengan harga Rp 3.000,00 per kg. Cumi-cumi dan sotong diperoleh sebesar 1,10 kg per trip dengan harga Rp 10.000,00 per kg. Hasil tangkapan dari kelompok ikan pada saat penimbangan di bakul dibedakan atas ikan besar dan ikan kecil. Ikan besar dari semua spesies ikan diperoleh sebesar 1,03 kg per trip dengan harga Rp 3.500,00 dan ikan kecil dari semua spesies ikan diperoleh sebesar 2,88 kg per trip dengan harga Rp 1.000,00 per kg. Pada musim puncak, hasil tangkapan utama yang diperoleh masing- masing adalah udang jerbung sebesar 1 kg per trip dengan harga Rp 35.000,00 per kg, udang dogol sebesar 6,5 kg per trip dengan harga Rp 13.000,00 per kg. Udang krosok sebesar 4,5 kg per trip dengan harga 6.000,00 per kg. Hasil tangkap sampingan yang diperoleh masing-masing adalah rajungan yang terdiri atas jenis rajungan besar dan rajungan kecil. Rajungan besar diperoleh sebanyak 6 kg per trip dengan harga Rp 10.000,00 per kg dan rajungan kecil sebesar 5,5 kg per trip dengan harga Rp 2.000,00 per kg. Cumi-cumi dan sotong diperoleh sebesar 2 kg per trip dengan harga Rp 9.000,00 per kg. Hasil tangkapan dari kelompok ikan terdiri atas ikan besar dan ikan kecil. Ikan besar dari semua spesies ikan diperoleh sebesar 1,5 kg per trip dengan harga Rp 2500,00 dan ikan kecil dari semua spesies ikan diperoleh sebesar 3 kg per trip dengan harga Rp 1.000,00 per kg. Analisis usaha perikanan jaring arad
selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 6.
5.3.4 Pendapatan usaha
Pendapatan usaha unit penangkapan jaring arad di Pesisir Utara Kota Cirebon diperoleh dari selisih total penerimaan dan total biaya. Total penerimaan ditentukan oleh nilai penjualan hasil tangkapan yang diperoleh baik itu hasil tangkapan utama maupun hasil tangkap sampingan sedangkan total biaya ditentukan oleh biaya
48
produksi yang dikeluarkan untuk melakukan usaha tersebut baik itu biaya tetap maupun biaya variabel.
Berdasarkan data yang diperoleh, total penerimaan dari usaha unit penangkapan jaring arad tahun 2005 sebesar Rp 44.172.660 per tahun dengan total biaya sebesar Rp 25.762.000 per tahun. Usaha penangkapan jaring arad di Pesisir Utara Kota Cirebon tahun 2005 mendapat keuntungan sebesar Rp 18.410.660 per tahun.
Perincian analisis usaha dapat dilihat pada Lampiran 6.
Usaha perikanan jaring arad di Pesisir Utara merupakan perikanan tradisional yang menjual hasil tangkapannya ke bakul dengan harga yang ditetapkan oleh pihak bakul. Keharusan tersebut sebagai akibat keterikatan nelayan pada saat meminjam uang sebagai modal melakukan usaha atau untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Nelayan menyadari bahwa komoditas hasil tangkapan mereka seperti jenis udang merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang penting yang dijual oleh pihak bakul dengan harga tinggi kepada pihak pengumpul atau eksportir. Kurangnya peran serta Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon atas tersedianya sarana dan prasarana perikanan seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) membuat nelayan merasa cukup dengan keadaan seperti itu.
Berdasarkan analisis usaha, usaha perikanan jaring arad menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari total biaya yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp 25.762.000 per tahun dan total penerimaan yang didapatkan yaitu sebesar Rp 44.172.660 per tahun. Jadi keuntungan yang diterima adalah sebesar Rp 18.410.660 per tahun. Besarnya keuntungan yang didapat diakibatkan nilai ekonomis jenis udang dan hasil tangkap sampingan yang didapat. Dari hasil penjualan hasil tangkap sampingan dapat dilihat bahwa hasil tangkap sampingan memberikan kontribusi terhadap total penerimaan sebesar Rp 14.626.060 per tahun atau sebesar 33,11 % dari total penerimaan. Hasil tangkap sampingan yang banyak memberikan kontribusi yang besar bagi total penerimaan dari penjualan hasil tangkap sampingan yaitu jenis rajungan (Portunus pelagicus) sebesar Rp 10.656.340 atau sebesar 72,86 % dari total penjualan hasil tangkap sampingan.