3 METODOLOG
3.5 Metode Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang dikumpulkan secara langsung selama penelitian meliputi jenis spesies ikan hasil tangkapan utama dan hasil tangkap sampingan, komposisi hasil tangkapan utama dan hasil tangkap sampingan berdasarkan jenis, sebaran distribusi panjang per spesies ikan yang tertangkap, presentase jumlah ikan hasil tangkap sampingan yang dimanfaatkan dan yang tidak dimanfaatkan serta kondisi perairan seperti suhu dan tipe dasar perairan. Data tersebut diperoleh dengan mengikuti 5 trip operasi unit penangkapan jaring arad. Sebagai pelengkap data dilakukan pengambilan data melalui wawancara dengan kuisioner kepada 20 orang nelayan dan tiga orang bakul. Data yang dikumpulkan meliputi cara pengoperasian, komposisi hasil tangkapan, jumlah hasil tangkapan selain musim yang dilakukan penelitian dan harga hasil tangkapan untuk menghitung analisis usaha penangkapan jaring arad.
16
Jenis ikan diketahui dengan melihat ciri-ciri ikan berdasarkan bentuk, tipe sirip dan warna ikan yang tertangkap dan mencocokannya dengan buku identifikasi ikan. Ukuran ikan diperoleh dengan menggunakan alat bantu meteran. Panjang total ikan diukur dari mulut bagian depan sampai ujung ekor dari ikan yang tertangkap
(Gambar 5). Untuk mengetahui tipe dasar perairan, yaitu dengan melihat substrat yang terbawa oleh alat tangkap pada saat hauling dilakukan.
Gambar 5 : Cara pengukuran panjang ikan (Sumber Carpenter, 1988)
Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon. Data sekunder berupa informasi tentang produksi perikanan, unit penangkapan dan lain- lain. Data sekunder yang dikumpulkan untuk melihat keadaan umum daerah penelitian dan untuk menunjang data primer yang didapat. Data sekunder yang dikumpulkan meliputi:
1) Geografi dan topografi Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat; 2) Tempat Pelelangan Ikan di Kota Cirebon;
3) Volume dan nilai produksi perikanan laut di Kota Cirebon; 4) Jumlah unit penangkapan ikan di Kota Cirebon;
5) Musim dan daerah penangkapan ikan; dan 6) Pemasaran hasil perikanan.
3.6 Metode Pengoperasian
Pengoperasian jaring arad di Pesisir Utara umumnya dilakukan pada malam hari yaitu mulai sore hingga pagi hari. Pengoperasian alat tangkap jaring arad pada saat penelitian melalui beberapa tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pencarian fishing ground, tahap operasi penangkapan (setting, towing atau penarikan jaring dan hauling atau pengangkatan jaring) dan tahap penanganan hasil tangkapan.
(1) Tahap persiapan
Persiapan dilakukan sebelum berangkat menuju daerah penangkapan ikan.
Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan alat tangkap, kondisi mesin, perahu, bahan bakar, GPS, termometer, kotak tempat hasil tangkapan dan persiapan perbekalan. Persiapan ini dimulai pada pukul 15.00 WIB.
(2) Tahap pencarian fishing ground
Penentuan fishing ground pada pengoperasian jaring arad dilakukan
berdasarkan informasi atau pengalaman hasil tangkapan sebelumnya. Perairan yang sering dijadikan fishing ground untuk pengoperasian jaring arad adalah Pesisir Utara, perairan Gebang Mekar, Jongor, Bagang dan daerah pengeboran minyak di Indramayu. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai fishing ground ini berkisar 1-2 jam dengan kecepatan rata-rata perahu 8 km/jam.
(3) Tahap operasi penangkapan
Operasi penangkapan ikan yang diikuti 5 kali Trip sebanyak 24 kali setting dan
24 kali hauling dalam 5 hari operasi penangkapan. Operasi penangkapan dilakukan selama 12 jam dalam sehari.
(1) Setting
Sebelum dilakukan penurunan jaring terlebih dahulu dilakukan pengukuran suhu permukaan air laut dan posisi setting dengan menggunakan GPS hand held e-
trex Garmin. Kemudian jaring arad yang akan dioperasikan disiapkan di atas dek
18
dimulai dengan menurunkan bagian kantong, badan, sayap jaring, otter board dan danleno. Pada saat jaring diturunkan kecepatan kapal harus dipercepat agar jaring mengembang secara normal serta otter board dapat membuka mulut jaring dengan baik.
Kecepatan perahu pada saat setting berkisar antara 3-6 km/jam, sedangkan panjang tali selambar ini 4-5 kali kedalaman perairan. Kegiatan setting dapat dilihat
pada Gambar 6.
Gambar 6 Setting alat tangkap jaring arad
(2) Towing atau penarikan jaring
Setelah tali selambar diturunkan, perahu bergerak menarik alat tangkap selama
1-2 jam. Penarikan jaring harus memperhatikan olah gerak kapal untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan perahu dan alat tangkap. Kecepatan kapal pada
saat towing berkisar 3-5 km/jam seperti yang ditunjukan pada layar GPS. Jika
kecepatan kapal pada saat towing terlalu lambat, maka posisi otter board dan bukaan mulut jaring tidak optimal sehingga akan mengeruk banyak lumpur. Jika terlalu cepat, otter board dan bukaan mulut jaring tidak optimal sehingga alat tangkap akan
Gambar 7. Towing alat tangkap jaring arad
(3) Hauling atau pengangkatan jaring
Pada saat hauling, mesin dimatikan dan jaring diangkat ke atas perahu.
Pengangkatan jaring dimulai dari tali selambar, danleno, otter board, bridle line, sayap, badan jaring dan kantong. Kegiatan hauling ini dilakukan oleh satu orang nelayan dari lambung kanan perahu. Kemudian hasil tangkapan dikeluarkan dari kantong dengan membuka simpul tali kantong. Kegiatan hauling dapat dilihat pada
Gambar 8
20
(4) Tahap penanganan hasil tangkapan
Setelah semua hasil tangkapan dikeluarkan dari kantong diatas dek perahu, tahap selanjutnya yaitu penanganan hasil tangkapan yang meliputi kegiatan sebagai berikut:
(a) Pemisahan hasil tangkapan berdasarkan jenis, baik itu jenis udang sebagai hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan berupa rajungan, cumi-cumi, sotong dan ikan. Untuk hasil tangkapan sampingan yang lain dibuang kelaut setelah dilakukan penyortiran dan pencatatan.
(b) Pengukuran biometrik hasil tangkapan berupa panjang total berdasarkan jenis spesies dan mencatatnya dalam data sheet penelitian
(c) Memindahkan hasil tangkapan udang kedalam termos besar yang diberi es curah dan jenis rajungan, sotong, cumi-cumi dan ikan sebagai hasil tangkapan sampingan ditempatkan dalam keranjang berukuran besar. Untuk selanjutnya dilakukan persiapan untuk setting berikutnya.