• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS VARIABEL KUNCI PENGAMBANGAN KAMPUNG 99 PEPOHONAN

berkelanjutan. Kedua pesaing tersebut memiliki fasilitas wisata yang lebih lengkap dan harga yang diterapkan dibandingkan Kampung 99 Pepohonan lebih murah. Akan tetapi, Kampung 99 Pepohonan memiliki nilai produk wisata yang berbeda dibandingkan dengan pesaing yang sejenis. Pemasaran yang aktif dan lebih menonjolkan keunikan yang dimiliki untuk kemudian ditawarkan kepada konsumen menjadi salah satu alternatif strategi pemasaran yang tepat. Seperti promosi kebudayaan, keunikan lingkungan, rumah kayu, dan kegiatan live music yang rutin dilaksanakan dan tidak dimiliki oleh obyek wisata lain yang sudah berdiri lama.

ANALISIS VARIABEL KUNCI PENGAMBANGAN

KAMPUNG 99 PEPOHONAN

Faktor internal yang akan diidentifikasi yaitu kekuatan dan kelemahan. Sedangkan faktor eksternal yang akan diidentifikasi yaitu peluang dan ancaman yang dimiliki Kampung 99 Pepohonan. Hasil Identifikasi kekuatan kelemahan serta peluang dan ancaman akan digunakan sebagai penyusunan matriks IFE dan matriks EFE.

Kekuatan

Variabel kunci kekuatan pemasaran Kampung 99 Pepohonan merupakan keunggulan-keunggulan, sumberdaya, keterampilan yang menjadi daya saing atau kompetensi kemudian dilakukan perbandingan faktor kunci kekuatan pemasaran relatif terhadap pesaing. Pesaing yang ditetapkan menjadi pembanding adalah agrowisata Godongijo Asri yang terletak di Desa Serua, Kecamatan Cinangka, Sawangan Kota Depok. Agrowisata Godongijo Asri merupakan obyek wisata

yang bergerak dibidang tanaman hias dengan memiliki beberapa unit usaha yaitu agrowisata Ecotainment, pemancingan, cafe, company gathering, dan family

gathering. Ada 9 kekuatan yang dimiliki oleh Kampung 99 Pepohonan,

diantaranya :

1. Lokasi tempat wisata strategis yaitu dekat dengan target pasar

Kampung 99 Pepohonan terletak di Kecamatan Limo yang merupakan kecamatan terluar di Kota Depok. Berbatasan dengan Cinere, Provinsi DKI Jakarta dan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Sehingga Kecamatan Limo dilalui jalan penghubung Kota Depok dengan Kabupaten Bogor, Provinsi Jakarta dan Kota Tangerang. Adanya jalan atau akses penghubung antar wilayah membuat Kecamatan Limo menjadi salah satu wilayah di Kota Depok yang strategis karena berada di wilayah yang dekat dengan wilayah permukiman padat penduduk dan masyarakat perkotaan.

Selain itu, berdirinya Masjid Kubah Emas Depok sejak tahun 2006 membuat Kecamatan Limo terus dipadati wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Masjid Kubah Emas merupakan salah satu wisata unggulan Kota Depok yang menjadi kebanggaan dari masyarakatnya. Sejak Masjid Kubah Emas berdiri, sarana dan prasarana khususnya jalan diperbaiki dan diperlebar untuk dapat memberikan kemudahan akses bagi pengunjung yang datang. Hal ini memberikan keuntungan bagi Kampung 99 karena lokasinya berdekatan dengan wisata unggulan Kota Depok lainnya yaitu Masjid Kubah Emas yang letaknya bersebrangan dengan Kampung 99 Pepohonan.

2. Memiliki acara live music yang rutin dilaksanakan satu bulan sekali

Dalam meningkatkan jumlah kunjungan, Kampung 99 Pepohonan rutin mengadakan live music satu bulan sekali di hari rabu minggu kedua. Pengisi acaranya adalah penghuni kampung 99 Pepohonan, artist, band, grup marawis, dan komunitas musik dari Indonesia maupun macanegara. Adapun band yang menjadi langganan pengisi acara dan mitra dari Kampung 99 Pepohonan yaitu Band Debu. Band Debu menjadikan Kampung 99 Pepohonan sebagai salah satu tempat basis fans mereka. Selain itu, komunitas musik dari mancanegara beberapa kali pernah menghiasi acara yang berasal dari Italia, Malaysia dan Belanda. Acara live

music ini pertama kali diadakan sejak tahun 2013 dengan berawal dari

hobi dan bakan akan bermusik dari sebagian besar penghuninya.

Acara live music yang diadakan mendapat respon baik dari pengunjung dan menjadi salah satu strategi pemasaran yang sangat efektif bagi Kmapung 99 Pepohonan dalam memasarkan kepada pengunjung. Hal itu terbukti dari tabel 4 yang menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan jumlah kunjungan sejak tahun 2013. Acara live music Kampung 99 Pepohonan menjadi andalan sekaligus kekuatan pemasaran untuk dapat menarik pengunjung melalui pendekatan pengadaan dan pelaksanaan acara yang menarik. Akan tetapi, minimnya promosi kegiatan ini membuat acara ini kurang menarik pengunjung lebih banyak lagi.

3. Memiliki unsur kebudayaan pedesaan yang kuat melalui penerapan prinsip keterbukaan, kolektivisme, keramahan, dan kesantunan

Kampung 99 Pepohonan memiliki lingkungan yang sehat dan asri bersumber dari kebudayaan penghuninya yang tetap berpedoman kepada nilai-nilai positif dari kebudayaan pedesaan yang kuat. Kerjasama, kekeluargaan dan keterbukaan menjadi keunikan dan kekuatan yang dimiliki oleh Kampung 99 Pepohonan. Hal itu dapat dilihat dari cara dan sikap para penghuni Kampung 99 Pepohonan dalam berinteraksi dengan sesama manusia lainnya dan berinteraksi dengan lingkungan atau ekosistem sekitarnya. Kebudayaan ini terus diperkenalkan dan diterapkan kepada pengunjung lewat aturan-aturan bagi pengunjung maupun bagi penghuni saat berada di lingkungan Kampung 99 Pepohonan. Aturan itu seperti dilarang merokok, membuang sampah sembarangan, berkata kasar, merusak lingkungan, membuang sampah sembarangan, membunuh satwa. Selain itu adanya dapur bersama dan kamar mandi bersama membuat Kampung 99 Pepohonan sangat menjunjung tinggi prinsip keterbukaan bagi penghuninya.

4. Memiliki konsep lingkungan yang asri dengan ditumbuhi beragam jenis pohon diseluruh kawasan wisata

Dalam luas area 500 meter persegi yang dimiliki Kampung 99 Pepohonan, didesain dan dibentuk sesuai dengan prinsip, kebudayaan, kontur tanah, visi dan misi dari Kampung 99 Pepohonan itu sendiri. Rumah hunian yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu dan berarsitektur seperti rumah panggung memberikan kesan sejuk dan nyaman bagi pengunjungnya. Di sekitar lingkungan tempat tinggal ditumbuhi banyak pohon-pohon besar yang tertata rapi. Jalan setapak yang terbuat dari Paving Blok berwarna merah menambah kesan eksotik dan unik saat memasuki wilayah Kampung 99 Pepohonan.

5. Rumah tinggal dan penginapan terbuat dari kayu yang memiliki desain rumah panggung

Rumah hunian yang menjadi penginapan dengan total 3 rumah dapat disewa oleh pengunjung untuk dapat merasakan kesejukan dan kenyamanan serta kebudayaan dari Kampung 99 Pepohonan. Tujuan desain dan konsep wilayah Kampung 99 Pepohonan ini yaitu memberikan rasa nyaman bagi pengunjung dan menerapkan pola hidup serta perilaku yang sehat melalui lingkungan tempat tinggal yang sehat dan nyaman. Rasa kepedulian dan kesadaran dari penghuni ditularkan kepad pengunjung yang datang untuk mengajak dan bersama-sama menanam satu bibit pohon bagi pengunjung untuk dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan.

6. Seluruh produk pertanian bersifat organik

Selain menawarkan paket wisata bagi pengunjung, Kampung 99 Pepohonan menjual dan menawarkan seluruh hasil pertanian mereka kepada pengunjung atau dipasarkan lewat pasar-pasar tradisional. Sifat organik yang dimiliki produk pertanian Kampung 99 Pepohonan menjadi

nilai tambah sehingga dapa tmeningkatkan pendapatan selain melalui penjualan paket wisata. Adapun produk pertanian organik yang dipasarkan yaitu beras organik, hasil peternakan organik (susu sapi, susu kambing, daging kambing, daging sapi) , sayuran (kangkung, bayam, cabai). Keseluruhan pupuk didapatkan dari hasil olahan kotoran ternak dan sampah-sampah dedaunan sehingga produk pertaniannya bersifat organik yang memiliki manfaat lebih. Produk pertanian yang berkualitas menjadi kekuatan yang dimiliki Kampung 99 Pepohonan sebagai tempat wisata dan pusat studi pertanian organik terpadu sehingga banyak pengunjung yang datang hanya bertujuan untuk penelitian.

7. Pemanfaatan teknologi informasi (internet) sebagai media pemasaran dan pelayanan

Kampung 99 Pepohonan menggunakan teknologi informasi salah satunya internet untuk dapat berhubungan dengan pelanggan atau konsumennya. Salah satu bentuk penggunaan internet untuk pemasaran dan pelayanan yaitu dengan membuka website, facebook dan twitter. Hal tersebut dilakukan agar Kampung 99 Pepohonan dalam menghilangkan batas antara pelanggan melalui hubungan komunikasi yang terjalin sehingga timbul peningkatan loyalitas pelanggan. Konsumen dapat berkomunikasi kepada pihak pengelola atau melakukan pemesanan melalui media sosial sehingga memudahkan bagi konsumen. Akan tetapi pemasaran melalui media sosial kurang dilakukan secara optimal karena promosi tidak dilakukan secara berkelanjutan dan kurang tepat sasaran. Kampung 99 Pepohonan hanya menginfokan melalui timeline dan tidak mengirimkan informasi kepada target pasar. Selain itu, adanya konsep taman music yang menghadirkan live music setiap bulannya kurang tersebar luas informasinya sehingga jumlah pengunjung dalam acara live

music belum mencapai target yang telah ditentukan. Penggunaan website

dan media sosial menjadi salah satu bentuk promosi yang akan sangat membantu penyebaran informasi kepada konsumen.

8. Memiliki konsep pertanian terpadu dan ramah lingkungan dengan berbagai kegiatan wisata edukasi

Konsep wisata yang ditawarkan oleh Kampung 99 Pepohonan kepada pengunjung adalah keselarasan interaksi antara manusia dengan alam. Hal tersebut menciptakan konsep pertanian yang dilakukan selaras dengan alam. Pencegahan limbah dan pencemaran lingkungan akibat kegiatan pertanian dilakukan dengan menerapkan konsep pertanian terpadu antara peternakan, perikanan, pertanian sawah dan pertanian hortikultura. Input pupuk yang digunakan merupakan pupuk kompos dan pupuk kandang dengan pemanfaatan hasil untuk dilakukan dalam menunjang kegiatan pertanian lainnya. Hal ini menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk dapat mempelajari lebih dalam kegiatan budidaya yang dilakukan Kampung 99 Pepohonan dengan berpedoman kepada kelestarian alam.

9. Menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan swasta dan lembaga pendidikan

Kampung 99 Pepohonan terus berupaya menjalin hubungan erat dengan lembaga pendidikan dan perusahaan swasta untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Lembaga pendidikan seperti Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang sudah menjadi pelanggan dari Kampung 99 Pepohonan terus dilakukan pendekatan secara interpersonal kepada pihak sekolah sehingga terjalin kesepakatan atas kunjungan berulang dari pihak sekolah setiap tahunnya. Selain itu, perusahaan swasta sering melakukan gathering ke tempat yang dekat dengan kantor dan memiliki lingkungan yang nyaman sehingga Kampung 99 Pepohonan menjadi pilihan yang tepat.

Kelemahan

Variabel kunci kelemahan pemasaran Kampung 99 Pepohonan merupakan keterbatasan-keterbatasan, sumberdaya, yang menjadi penyebab terhambatnya atau menurunnya daya saing atau kompetensi kemudian dilakukan perbandingan faktor kunci kekuatan pemasaran relatif terhadap pesaing. Ada 8 kelemahan yang dimiliki oleh Kampung 99 Pepohonan, diantaranya :

1. Adanya rangkap peran dan jabatan sehingga kinerja dibeberapa divisi belum optimal

Kampung 99 Pepohonan resmi berdiri sebagai kampung wisata sejak tahun 2005 belum memiliki sistem dan pembagian peran serta tangung jawab masing-masing. Pelayanan merupakan hal penting dalam pemasarn jasa termasuk dalam pemasaran Kampung 99 Pepohonan sebagai wisata unggulan Kota Depok. Jumlah pengunjung di hari libur yang meningkat dengan tidak diimbangi pelayanan prima dari pihak pengelola. Hal itu dapat terlihat dari lambannya pelayanan, dan kurang optimalnya pelanan yang diberikan disebabkan oleh ada beberapa posisi diisi oleh satu orang. Seperti dalam posisi Pemasaran, penyambutan tamu, pengelolaan peternakan, pemandu wisata.

2. Sumber permodalan yang masih terbatas dengan hanya mengandalkan dari keuangan pribadi

Pembangunan fasilitas penunjang untuk meningkatkan

kenyamanan bagi penghuni dan pengunjung dilakukan secara bertahap. Sumber permodalan untuk pembangunan didapatkan dari iuran mandiri penghuni Kampung 99 Pepohonan dan keuntungan yang didapat dari penjualan produk wisata serta produk pertanian maupun olahan. Sejak resmi berdiri pada tahun 2005, Kampung 99 Pepohonan belum cukup melaksanakan pembangunan fasilitas sesuai dengan rencana dan konsep awal pendirian Kampung 99 Pepohonan. Ada beberapa fasilitas, dan sarana penunjang yang masih belum mampu dibangun yaitu arena bermain anak-anak, arena dan fasilitas outbound yang memiliki peralatan lengkap, lampu-lampu penerangan jalan dalam kawasan, pembuatan gerbang masuk, pemasangan plang nama. Pembangunan berjalan lambat karena

hanya mengandalkan satu sumber permodalan yaitu modal pribadi sehingga perkembangan dan peningkatan keuntungan yang didapat setiap tahunnya belum cukup mencapai target yang sudah disusun dari awal.

3. Belum adanya penunjuk dan penerangan jalan masuk, serta penunjuk fasilitas dikawasan wisata

Jalan masuk menuju kawasan berada di seberang Masjid Kubah Emas yang memiliki luas jalan yang sempit dengan tanpa disertai penunjuk masuk bagi pengunjung atau tamu yang datang. Hanya dapat dilalui oleh satu mobil dengan kondisi jalan yang cukup rusak dengan adanya beberapa lubang ditengah jalan membuat kenyamanan dan kemudahan akses bagi pengunjung terganggu. Beberapa kali perjalanan masuk kawasan bagi pengunjung tersendat karena harus bergantian dengan kendaraan lain saat memasuki kawasan Kampung 99 Pepohonan. Selain itu, saat malam hari tidak adanya penerangan jalan yang memadai menambah kebingungan dan kesulitan bagi pengunjung untuk masuk ke kawasan.

4. Harga paket wisata dan makanan minuman relatif mahal

Harga yang ditetapkan oleh pihak Kampung 99 Pepohonan didasarkan atas biaya yang ditanggung dan nilai serta kualitas produk yang ditawarkan. Kapasitas produksi yang masih belum optimal karena masih sedikitnya jumlah luasan lahan panen dan teknologi yang masih rendah membuat harga yang diterapkan oleh Kampung 99 Pepohonan dirasakan mahal. Kualitas tinggi yang kurang dirasakan tidak sebanding dengan penerapan harga yang ditawarkan.

5. Belum adanya manejemen resiko pada lahan pertanian dan peternakan

Kondisi cuaca yang ekstrem dan tidak menentu dapat merugikan Kampung 99 Pepohonan. Jika cuaca tiba-tiba berubah menjadi hujan, maka kegiatan wisata yang mengharuskan untuk dilakukan dalam ruang terbuka atau tempat luas sehingga mengganggu karena terhentinya atau tertundanya kegiatan wisata bagi pengunjung. Hal ini dapat merugikan bagi pengunjung yang sedang melakukan kegiatan di saat itu. Selain itu, lahan pertanian yang belum menerapkan manajemen resiko terhadap cuaca, hama dan penyakit membuat membuat lahan rusak atau gagal panen. Jika lahan rusak, hal itu dapat mengganggu aktivitas dari salah satu produk wisata Kampung 99 Pepohonan yang kaitannya dalam hal pertanian dan peternakan. Teknologi yang masih sederhana dan infrastruktur yang blm memadai seperti hanya ada satu aula besar yang dapat dipakai saat kegiatan belum mampu menampung seluruh pengunjung yang melakukan kegiatan di kawasan Kampung 99 Pepohonan.

6. Kurang cepatnya pelayanan karena jumlah pekerja yang terbatas

Pada saat hari libur nasional, Kampung 99 Pepohonan dikunjungi oleh rata-rata lebih dari 100 pengunjung tiap harinya. Jumlah pekerja yang terbatas dengan total berjumlah 19 orang pekerja belum mampu melayani keseluruhan pengunjung yang datang saat ramai dengan cepat dan baik. Seringkali pengunjung harus menunggu lama untuk menunggu pelayanan dari Kampung 99 Pepohonan. Hal ini akan membuat kenyamanan dan kepuasan dari pelanggan berkurang sehingga loyalitas pelanggan menjadi menurun.

7. Distribusi dan pemasaran produk olahan belum luas.

Kampung 99 Pepohonan memiliki produk pertanian yang bersifat organik sehingga memiliki keunikan dan menjadi keunggulan yang dimiliki. Akan tetapi, distribusi dan kegiatan pemasaran produk turunan atau produk olahannya belum luas hanya melalui pasar-pasar tradisional di Depok. Pengolahan pasca panen dan pengemasan yang masih menggunakan teknologi sederhana seperti lemari pendingin (kulkas) dan pengemasan yang belum baik tanpa branding atau kemasan yang menarik membuat produk olahan dari Kampung 99 Pepohonan belum dapat tersebar luas. Hal tersebut menjadi kerugian bagi Kampung 99 Pepohonan karena memiliki hasil pertanian yang baik akan tetapi masih kurang dalam pengolahan dan pemasaran produknya.

8. Adanya ketergantungan jumlah pengunjung dengan masa liburan nasional atau liburan sekolah

Pengunjung yang datang setiap harinya rata-rata 5-20 pengunjung yang jauh dari target Kampung 99 Pepohonan yaitu rata-rata perharinya 50 pengunjung. Akan tetapi pada saat liburan nasional atau masa liburan sekolah pengunjung perharinya bisa lebih dari 100 pengunjung. Hal ini menjadi masalah bagi Kampung 99 Pepohonan untuk dapat mendatangkan pengunjung secara berkelanjutan. Target yang belum terpenuhi salah satunya telah diupayakan melalui kegiatan dari taman musik. Akan tetapi masih belum mampu mendatangkan pengunjung sesuai target. Promosi yang masih belum optimal dirasakan oleh pihak Kampung 99 Pepohonan dengan belum sempatnya menyebarkan undangan atau penawaran kerjasama dengan target pasar.

Tabel 10 Analisis faktor lingkungan internal Kampung 99 Pepohonan Faktor

lingkungan internal

Faktor kunci kekuatan Faktor kunci

kelemahan

Sumber Daya Manusia

Memiliki unsur kebudayaan pedesaan yang

kuat melalui penerapan prinsip

keterbukaan, kolektivisme, keramahan dan kesantunan

Adanya rangkap peran

dan jabatan sehingga kinerja di beberapa divisi belum optimal Produksi dan

Operasi

Memiliki konsep lingkungan yang asri

dengan ditumbuhi beragam jenis pohon diseluruh kawasan wisata

Memiliki konsep pertanian terpadu dan

ramah lingkungan dengan berbagai kegiatan wisata edukasi didalamnya

Seluruh produk pertanian yang dipasarkan

bersifat organik

Kurang cepatnya

pelayanan kepada pengunjung karena jumlah pekerja yang terbatas

Belum adanya

penunjuk dan penerangan jalan masuk, serta penunjuk fasilitas di kawasan wisata

Penelitian dan Pengembangan

Rumah tinggal dan penginapan terbuat dari

kayu yang memiliki desain unik berupa konsep rumah panggung

Belum adanya

manajemen resiko pada lahan pertanian dan peternakan

Keuangan Sumber permodalan

yang masih terbatas dengan hanya mengandalkan dari keuangan pribadi

Pemasaran Memiliki acara live music yang rutin

dilaksanakan sebulan sekali

Pemanfaatan teknologi informasi (internet)

sebagai media pemasaran dan pelayanan

Menjalin kerjasama dengan beberapa

perusaahaan swasta dan lembaga pendidikan

Lokasi tempat wisata yang strategis yaitu di

daerah Jabodatebek sesuai dengan target pasar

Distribusi dan

pemasaran produk olahan belum luas hanya melalui pasar tradisional Depok

Harga paket wisata dan

makanan yang relatif mahal

Adanya

ketergantungan jumlah pengunjung dengan masa liburan nasional atau liburan sekolah

Peluang

Peluang merupakan suatu kondisi atau keadaan dalam lingkungan eksternal yaitu lingkungan umum dan lingkungan industri yang akan menjadi keuntungan jika dimanfaatkan sebaik mungkin. Peluang Kampung 99 Pepohonan berdasarkan atas identifikasi faktor lingkungan umum dan industri atau lingkungan eksternal yang dimiliki. Ada 6 peluang yang dimiliki oleh Kampung 99 Pepohonan, diantaranya :

1. Adanya dukungan pemerintah Kota Depok melalui penetapan wisata

unggulan daerah

Kota Depok memiliki luasan daerah yang cukup kecil akan tetapi

melimpahnya sumberdaya manusia dan alam yang dimiliki membuat kota Depok memiliki potensi untuk terus dapat meningkatkan perekonomian daerah. Salah satu misi yang dmiliki kota Depok yaitu pengembangan pariwisata daerah berbasiskan sumberdaya lokal membuat pemerintah daerah terus melakukan upaya dengan mendorong masyarakat untuk mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumberdaya yand dimiliki sehingga memiliki daya saing yang tinggi. Berbagai macam acara-acara yang idgelar baik di dalam kota (balaikota dan pusat perbelanjaan) maupun pameran diluar kota dengan mengundang tempat-tempat atau usaha wisata andalan kota Depok sehingga membantu upaya promosi bagi obyek wisata di Kota Depok. Kampung 99 Pepohonan ditunjuk sebagai salah satu wisata unggulan dan andalan Kota Depok sejak tahun 2011 memberikan keuntungan dalam hal kemudahan pemasaran yang diberikan pemerintah daerah. Akan tetapi, pengembangan dan perbaikan sarana dan prasarana umum untuk menuju obyek wisata belum seluruhnya terwujud. Pemerintah daerah Kota Depok baru dapat melakukan pengembangan dan perbaikan sarana dan prasarana umum yang terletak di dekat pusat kota sehingga obyek wisata yang jauh dari pusat kota kurang mendapat perhatian oleh pemerintah daerah.

2. Berdirinya Masjid Kubah Emas di seberang kawasan wisata

Peluang Kampung 99 Pepohonan untuk mendatangkan tamu dan

pengunjung lebih banyak dan berkelanjutan mendapatkan kemudahan dengan berdirinya masjid Kubah emas di seberang jalan masuk kawasan Kampung 99 Pepohonan sejak tahun 2006. Hal itu memudahkan pemasaran Kampung 99 Pepohonan dengan target pasar yaitu keluarga dan rombongan sehingga sangat cocok dengan Kampung 99 Pepohonan yang memiliki target pasar yang sama. Jenis kegiatan wisata yang berbeda membuat Kubah Emas Depok menjadi pelengkap bagi pemasaran Kampung 99 Pepohonan.

3. Berkembangnya tren back to nature dan wisata edukasi keluarga

Kerusakan lingkungan hidup setiap tahunnya dengan berbagai macam efek

dan akibat yang ditimbulkan membuat kesadaran masyarakat untuk mengembalikan lingkungan dan menciptakan lingkungan hijau semakin meningkat. Eksploitasi alam yang berlebihan memberikan rasa ketidaknyamanan bagi masyarakat akan lingkungan tempat tinggal mereka. Selain itu, perkembangan zaman yang modern membuat masyarakat cenderung lebih tertarik kepada dunia ilmu pengetahuan. Pendidikan formal

yang diterapkan belum cukup untuk menunjang soft skill dan kemampuan praktik dari masyarakat. Kampung 99 Pepohonan menawarkan konsep wisata yang sangat sesuai dnegan selera dan keinginan konsumen. Sehingga Kampung 99 Pepohonan memiliki daya tarik dan kekuatan utama yang sangat tinggi bagi pengunjung.

4. Banyaknya peliputan oleh stasiun televisi dan media cetak yang

merupakan wadah promosi obyek wisata

Peliputan oleh media massa mengenai seluruh aktivitas dan produk wisata

Kampung 99 Pepohonan memberikan kemudahan bagi pemasaran Kampung 99 Pepohonan di daeran maupun secara nasional. Peliputan yang dilakukan oleh media elektronik yaitu saluran televisi swasta dan negeri, radio dan media online. Selain itu, peliputan yang dilakukan oleh media cetak yaitu majalah dan surat kabar. Kampung 99 Pepohonan yang memiliki keunikan dan daya tarik membuat media massa sangat tertarik untuk meliput Kampung 99 Pepohonan dan media diwajibkan unutk turut melestarikan alam Kampung 99 Pepohonan melalui penanaman pohon di sekitar kawasan.

5. Kampung 99 Pepohonan dijadikan Home Base dari fans Band Debu Band Debu merupakan salah satu band yang beraliran musik timur tengah dan dipadukan dengan musik nusantara. Karya-karyanya dimainkan dari alat musik timur tengah sehingga memiliki karya yang unik dibandingkan band lain di Indonesia sehingga Band Debu dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan mempunyai fans atau penggemar tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki loyalitas yang tinggi. Band Debu memilih Kampung 99 Pepohonan untuk dijadikan home base dari fans Debu yang setiap bulannya mengadakan acara gathering sehingga Band Debu dapat