• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Yuridis terhadap Putusan Nomor 40/PDT.G/2015/PN.Mad Terkait Kerugian dalam Layanan Internet Banking

INTERNET BANKING (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 40/PDT.G/2015/PN.Mad)

C. Analisis Yuridis terhadap Putusan Nomor 40/PDT.G/2015/PN.Mad Terkait Kerugian dalam Layanan Internet Banking

Salah satu kasus Nasabah yang mengalami kerugian atas layanan internet banking adalah kasus dengan Putusan Pengadilan Negeri Madiun Nomor 40/Pdt.G/2015/PN.Mad. Dalam kasus ini yang bertindak sebagai Penggugat adalah Hengky Budiono, Tergugat 1 adalah Bank CIMB Niaga, dan Tergugat 2 adalah PT.Telkomsel,Tbk. Dalam perkara ini adalah menyangkut penggunaan layananperbankan bergerak atau internet banking yang diselenggarakanBank CIMB Niaga yang dapat diakses melalui nomor telepon selular yangdioperatori oleh PT.Telkomsel,Tbk, maka dirasa perlu untuk terlebih dahulumenyampaikan penjelasan serta meluruskan beberapa hal terkaittransaksi mobile bankingtersebut.Pertama, dapat disampaikan beberapa hal terkait kerjasama yangterjadi antara Bank CIMB Niagasebagai penyelenggara jasa perbankan danPT.Telkomsel,Tbk sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi bergerakseluler terkait layanan mobile banking, sebagai berikut:

1) PT.Telkomsel,Tbk adalah penyelenggara jasa telekomunikasi selular yang sama sekali tidak menjalankan jasa perbankan. Dalam pelaksanaan kerjasama layanan mobile banking antara PT.Telkomsel,Tbk dengan beberapa Bank, khususnya dalam hal ini kerjasama dengan Bank CIMB Niaga, PT.Telkomsel,Tbk pada intinya hanya menyediakan/menyewakan

“tunnel” atau pipa yang menghubungkan perangkat atau jaringan milik Bank CIMB Niaga dengan jaringan telekomunikasi PT.Telkomsel,Tbk yang dapat digunakan oleh pelanggan PT.Telkomsel,Tbk yang sekaligus nasabah dari Bank CIMB Niaga untuk mengikuti layanan mobile banking

disediakan oleh Bank CIMB Niaga sebagai lembaga perbankan, dalam hal ini PT.Telkomsel,Tbk menyediakan nomor layanan yang khusus dipergunakan oleh Bank CIMB Niaga dalam menyediakan layanan perbankan ke nasabahnya yaitu nomor 14041 dan 1418.

2) Data-data pribadi dari nasabah Bank CIMB Niaga, misalnya data terkait kartu ATM (nomor kartu maupun pin), nomor rekening, isi rekening, pergerakan/ mutasi uang dalam rekening, sepenuhnya dikelola oleh perangkat atau jaringan atau server Bank CIMB Niaga. Dalam hal ini, PT.Telkomsel,Tbk tidak memiliki akses untuk masuk ke dalam perangkat atau jaringan atau server Bank CIMB Niaga yang menyimpan data-data nasabahnya itu. Satu dan lain hal, itu adalah wujud kepatuhan PT.Telkomsel,Tbk maupun Bank CIMB Niaga untuk konsisten menjalankan amanat undang-undang terkait “rahasia bank.

3) PT.Telkomsel,Tbk tidak bekerjasama secara khusus dengan Bank CIMB Niaga dalam layanan phone banking. Layanan phone banking tersebut sepenuhnya dikelola oleh Bank CIMB Niaga, dan faktanya nomor layanan phone banking dari Bank CIMB Niaga dengan nomor 14041 dapat juga diakses melalui nomor telepon tetap (fixed line) atau bukan telepon bergerak/seluler saja, serta dari nomor telepon apa saja.

4) layanan perbankan dari Bank CIMB Niaga yang dapat diakses melalui jasa telekomunikasi yang diselenggarakan PT.Telkomsel,Tbk berdasarkan kerjasama yang ada sampai dengan saat ini, adalah berjenis mobile banking(yang berdasarkan Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No.15/6/DPNP tanggal 8 Maret 2013 perihal Kegiatan Usaha Bank Umum Berdasarkan Modal Inti, diberi pengertian layanan untuk melakukantransaksi perbankan melalui telepon seluler), yang dalam hal ini berbasis: SMS Banking (dengan menggunakan media SMS);dan Unstructured Supplementary Service Data/USSDMenu Browser (UMB) Banking, yaitu akses dengancara menekan kode tertentu (misal untuk akses kelayanan Bank CIMB Niaga menekan *141*8#).Kerjasama mobile banking, penyediaan sarana dan sistemregistrasi dan transaksi, serta syarat-syarat untuk melakukan registrasidan proses menjalankan transaksi perbankan, ditentukan sendiri olehpihak bank yang bersangkutan saja tanpamelibatkan PT.Telkomsel,Tbk sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi.Pihak maupun sistem telekomunikasi yang dimiliki dandioperasikan oleh PT.Telkomsel,Tbk tidak pernah meminta dan/atau mencatatdata perbankan dari pengguna/pelanggan jasa telekomunikasi selularPT.Telkomsel,Tbk, baik itu nomor rekening nasabah, nomor kartu debit/ATM,nomor kartu kredit maupun PIN-nya. Semua data perbankan akandikelola dan disimpan oleh bank yang bersangkutan dengan mengacupada prinsip-prinsip kerahasiaan bank.

Layanan mobile banking dengan jenisSMS Banking dan UMB Bankingmelalui kerjasama dengan PT.Telkomsel,Tbkatau operator telepon seluler lainnya, layanan perbankan Bank CIMB Niagajuga dapat diakses atau terkoneksi

melalui jaringan data internet baikmelalui aplikasi (i) Go Mobile pada Smartphone

berbasis AndroidOperation System, IOS (sistem operasi iPhone), atau

BlackBerryOperation System (dimana kemudian juga dapat dikategorikanlayanan

mobile banking karena digunakan di Smartphone) yang dibuatdan dikelola oleh Bank CIMB Niaga, maupun (ii) melalui layanan cimbclicks, yang menggunakan media website internet yang dapatdiakses melalui komputer/laptop.Layanan perbankan tersebut oleh Bank CIMB Niaga diberi nama/istilah“Branchless Banking” yang dapat ditafsirkan memiliki maknatransaksi perbankan tanpa melalui cabang bank, dimanapenyediaan sarana dan sistem registrasi dan transaksi, sertasyarat-syarat untuk melakukan registrasi dan proses menjalankantransaksi perbankan, ditentukan sendiri oleh pihak bank yangbersangkutan sajatanpa melibatkanPT.Telkomsel,Tbk sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi.Dalam jenis transaksi melalui jaringan data internet (Go Mobile danCIMB Clicks) tersebut nasabah akan melakukan perintah transaksikepada Bank CIMB Niaga melalui jaringan data internet, namun notifikasiterjadinya transaksi atau pengiriman passcode atau kode transaksi(ic. Yang hanya valid dalam sekali penggunaan dan dalam jangkawaktu tertentu, misalnya hanya dalam waktu 5 menit) layaknyatoken akan dikirimkan oleh Bank CIMB Niaga melalui atau memanfaatkanjaringan pesan singkat (SMS) ke nomor telepon selular nasabahyang dikelola PT.Telkomsel,Tbk.

Hengky Budiono adalah nasabah dari Bank CIMB Niaga dengan Norekening: 454-01-00570-12-7 CIMB Niaga Madiundan NomorRekening; 545- 01-07609-18-9 CIMB Niaga Madiun.Hengky Budiono juga sebagai pelanggan seluler yang dioperatorioleh PT.Telkomsel,Tbk dengan nomor pelanggan

08122909388.Hengky Budiono adalah seorang pengusaha yang bergerak dalambidang produksi ban vulkanisir. Dimana dalam menjalankan usahanyaHengky Budiono menggunakan jasa Bank CIMB Niaga untuk memperlancartransaksi keuangan Hengky Budiono dengan para relasi Hengky Budiono. Hengky Budiono awalnya begitu percaya terhadap keamanan danamilik Hengky Budiono yang disimpan pada Bank CIMB Niaga. Makanya uanghingga milyaran terkadang disimpang ditempat Bank CIMB Niaga.Antara Bank CIMB Niaga dan PT.Telkomsel,Tbk menjalin kerjasamauntuk mempermudah transaksi keuangan nasabah dengan menggunakan phone banking, yaitu transaksi keuangan melaluisaluran HP.

Tanpa sepengetahuan dari Hengky Budiono mulai tanggal 23 Juli2015 sampai tanggal 27 Juli 2015 dana milik Hengky Budiono di No Rekening 454-01- 00570-12-7 CIMB Niaga Madiundan NomorRekening; 545-01-07609-18-9 CIMB Niaga Madiundibobol malingdengan modus ditransfer ke rekening orang lain, ada yang ke rekeningHengky Budionosendiri dan digunakan untuk pembelian pulsa hand Phonedengan jumlah keseluruhanuang Hengky Budiono yang hilang sebesar Rp.754.991.000, (tujuh ratus lima puluh empat juta sembilan ratussembilan satu ribu rupiah). Hilangnya dana milik Hengky Budiono diketahui Hengky Budiono setelah tanggal 27 Juli 2015 Dimana saat itu nomor seluler Hengky Budiono tiba- tiba tidak aktif beberapa hari dan akhirnya Hengky Budiono mendatangi Grapari Telkomsel kota Madiun. Setelah bisa diaktifkan lagi, ternyata banyak SMS masuk ke nomor Hengky Budiono dengan isi pemberitahuan transaksi keuangan nomor rekening Bank CIMB milik Hengky Budiono. Karena Hengky Budiono curiga akhirnya Hengky Budiono mendatangi Bank CIMB Niaga dan barulah ketahuan

jika uang Hengky Budiono di kedua rekening milik Hengky Budiono sudah di bobol maling. Menurut penjelasan pihak Bank CIMB Niaga, pembobolan dana milik Hengky Budiono dilakukan dari rekening Hengky Budiono ke rekening orang lain melalui transaksi phone banking. Pertanyaannya, sejak kapan Hengky Budiono mempunyai phone banking. Jika penjelasan pihak Bank CIMB Niaga benar, itu artinya dana Hengky Budiono sudah dibobol orang dengan menggunakan phone bankingpalsu. Sebab Hengky Budiono selama ini tidak pernah mengaktifkan phone banking. Pembobolan rekening milik Hengky Budionotentu melibatkan orang dalam Bank CIMB Niaga dan PT.Telkomsel,Tbk. Sebab bagaimana merekabisa tahu dana di rekening Hengky Budiono dan tahu jika Hengky Budiono tidak mempunyai phone banking, sehingga para pembobol ini bisa mengajukan phone bankingpalsu atas nama Hengky Budiono baik ke Bank CIMB Niaga dan PT.Telkomsel,Tbk. Setahu Hengky Budiono ada 2 (dua) cara dalam pengajuan phone banking. Pertama nasabah Bank CIMB Niaga daftar melaui mesin ATM, artinya nasabah pembobol rekening Hengky Budiono harus punya kartu ATM Hengky Budiono untuk bisa daftar melalui mesin ATM. Kedua, daftar dengan mendatangi kantor Bank CIMB Niaga, mau tidak mau para pembobol rekening Hengky Budiono saat bertemu dengan staf Bank CIMB Niaga harus membawa KTP Hengky Budiono, buku tabungan dan kartu ATM, dan dari kedua cara ini tentu Bank CIMB Niaga lah yang paling tahu, para pembobol rekening Hengky Budiono daftar phone bankingmelaui cara pertama atau cara kedua. Kasus aquoini berbeda dengan pembobolan dana nasabah melalui mesih ATM, dimana bisa jadi kartu ATM hilang atau kartu ATMdicuri orang terdekat, dimana pencurinya tahu password sehingga dengan mudah menguras isi ATM.

Sementara dalam kasus aquo, pembobolan jelas sangat rapi melibatkan orang dalam Bank CIMB Niaga, dan PT.Telkomsel,Tbk.

Bank CIMB Niaga tidak serius menyelesaikan permasalah aquo, hal ini terlihat dari sejak Hengky Budiono melaporkan kejadian ini kepada Bank CIMB Niaga tangal 27 Juli 2015 tidak ada langkah strategis sebagai bentuk pertanggungjawaban Bank CIMB Niaga sebagai Bank dalam menjaga kepercayaan dari nasabah dalam penyimpanan uang nasabah. Sejak tanggal 30 Juli 2015 Hengky Budiono sudah melaporkankasus aquo ke Polres Kota Madiun.Sementara Bank CIMB Niaga belum melakukan tindakan apa-apa terhadap kejadian aquo yang merugikan Hengky Budiono tentu mengakibatkan ketidakpercayaan Hengky Budiono kepada Bank CIMB Niaga atas dana yang disimpan di lembaga keuangan milik Bank CIMB Niaga. Sejak diketahuinya kedua rekening Hengky Budiono yang dibobol orang, Bank CIMB Niaga sama sekali tidak mengambil langkah-langkah dalam pengembalian uang milik Hengky Budiono. Padahal dalam transaksiada pengiriman uang ke rekening orang dari nasabah Bank CIMB Niagasendiri. Artinya jika Bank CIMB Niagaserius, tentu bisa mengambil secara sepihak dana tersebut, sebab perolehan dana tersebut jelas melanggar hukum. PT.Telkomsel,Tbk sangat ceroboh dalam menerbitkan kartu seluler milik Hengky Budiono sehingga bisa digandakan menjadi milik orang lain. Padahal Hengky Budiono sama sekali tidak pernah mengajukan aplikasi

phone banking.

Bank CIMB Niaga dan PT.Telkomsel,Tbk sebagai pelaku usaha tidakmelaksanakan UU Perlindungan Konsumen dimana diatur dalam pasal 7 tentangkewajiban Bank CIMB Niaga dan PT.Telkomsel,Tbk sebagai pelaku

usahawajib memberikan infomasi yang benar dan jujur terhadap produkyang diperdagangkan, menjamin barang/jasa yang diperdagangkandengan ketentuan standar yang berlaku. Bank CIMB Niaga danPT.Telkomsel,Tbk wajib memberi kompensasi, ganti rugi dan/ataupenggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima ataudimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian. Dimana dalam kasus Hengky Budiono, Bank CIMB Niaga dan PT.Telkomsel,Tbk sama sekali lepas tanggung jawab terhadap kehilangan dana milik Hengky Budiono. Tentu sebagai konsumen perbankan dan konsumen seluler,Hengky Budiono merasa dirugikan. Karena akibat dari tindakan Bank CIMB Niaga dan PT.Telkomsel,Tbk yang teledor,Hengky Budiono mengalami kerugian sebesar Rp. 754.991.000, (tujuh ratus lima puluh empat juta sembilan ratussembilan satu ribu rupiah).Bank CIMB Niaga juga tidak serius dalam menerima keluhan atau pengaduan akibat kerugian yang diderita Hengky Budiono. Padahal kewajiban mengamankan dana Hengky Budiono adalah kewajiban dari Bank CIMB Niaga. Tindakan Bank CIMB Niagaaquo telah melanggar Pasal 1angka 4 Peraturan Bank Indonsia No. 7/7/PBI/2005 yangmenyatakan:

“Pengaduan sebagai ungkapan ketidakpuasan Nasabahyang disebabkan oleh adanya potensi kerugian finansial padaNasabah yang diduga karena kesalahan atau kelalaian Bank.”

Sesuaidengan Pasal 2 PBI No. 7/7/PBI/2005, bank wajib menetapkankebijakan dan memiliki prosedur tertulis tentang penerimaanpengaduan, penangangan dan penyelesaian pengaduan, sertapemantauan penanganan dan penyelesaian pengaduan.Faktanya hingga

sekarang ini Bank CIMB Niaga tidak pernah menyelesaikan persoalan kehilangan dana milik Hengky Budiono.

Bank CIMB Niaga dan PT.Telkomsel,Tbk telah melakukan perbuatan melanggar hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365 KUH Perdata yang menyatakan:

“Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yangkarena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugiantersebut.”

Pelaku transfer atau overbooking atau pengambilan melalui link ATM Prima adalah pemegang akses rekening phone banking, dan pemegang tersebut adalah sama sekali bukan bank atau karyawan bank. Hal mana menurut data yang tersimpan pada bank, bahwa Nasabah a/n Hengky Budiono pernah mendaftar / membuka aplikasi rekening ponsel pada tanggal 22 Januari 2014 dengan dibantu oleh karyawan Bank CIMB Niaga. Pembukaan aplikasi dimaksud dilakukan di rumah Hengky Budiono dengan bantuan alat berupa tablet, yang kesemuanya dilakukan oleh Hengky Budiono sendiri dihadapan karyawan Bank CIMB Niaga.

Seluruh proses pendaftaran diawali dengan pembukaan rekening ponsel, kemudian Nasabah (in casuHengky Budiono) mendapat kiriman SMS konfirmasi melalui nomor dan handphone nasabah sendiri untuk mendapatkan PIN, selanjutnya dengan PIN tersebut regristrasi dilanjutkan dan sekali lagi Nasabah (in casu Hengky Budiono) mendapat SMS pemberitahuan bahwa registrasi phone banking yang terintegrasi dengan fitur jasa Go Mobile, berhasil dan diminta untuk unduh aplikasi. Setelah aplikasi berhasil di unduh, sistem bank juga telah

mengirimkan SMS kepada nomor pribadi pada HPHengky Budiono berisi

passcodeuntuk mengakses fasilitas Go Mobile. Keseluruhan proses registrasi terekam dalam sistem bank, yakni pada telcotransactionid 18056509 s/d 17884684, dengan status Delivery=delivered, pada tanggal 22-01-2014. Kebenaran materiil dan formil bahwa proses registrasi penggunaan fitur phone banking telah dilakukan oleh Hengky Budiono, dan fitur tersebut sama sekali bukan dan tidakdapat diakses oleh pihak CIMB Niaga.

Berdasarkan keterangan Hengky Budiono sendiri, bahwa dia pernah mendatangi Kantor Grapari Madiun dan mendapat keterangan bahwa nomorHP Hengky Budiono pernah dilaporkan hilang oleh seseorangbernama Nurjanah berusia 53 Tahunberalamat di Jakarta. Laporan kehilangan tersebut diajukan oleh Nurjanah melalui Kantor Telkomsel Jl. Yos Sudarso Jakarta dan menurut keterangan petugas Telkomsel yang dikutip oleh Hengky Budiono sendiri dihadapan petugas kepolisian atas laporan kehilangan itu, Nurjanah mendapatkan

simcard baru dari Telkomsel.

Terdapat data siapa saja penerima transfer/over booking pengambilan melalui fitur jaringan ATM Prima, dan karenanya para penerima tersebut menurut hukum adalah pihak yang juga menimbulkan kerugian sebagai akibat perbuatan melawan hukum yang diadu oleh Hengky Budiono sendiri. Adapun penerima

transferyang menimbulkan kerugian pada diri Hengky Budiono, sama sekalibukan pihak CIMB Niaga. Pada posita gugatan ke-18 disebutkan bahwa pihak CIMB Niaga teledor sehingga menimbulkan kerugian pada Hengky Budiono. Hengky Budiono sama sekali tidak menunjuk pada perbuatan mana yang dikualifikasi sebagai keteledoran. Serangkaian proses transaksi perbankan

yang dirunut dalam posita Hengky Budiono, dilaksanakan dari nomor rekening Hengky Budiono ke nomor rekening lain, atas instruksi pemilik rekening itu sendiri. Bahkan menunjukkan peralihan uang dalam rekening Hengky Budiono, ada pula yang mengalir ke rekening Hengky Budiono lainnya karena Hengky Budiono memliki 2 (dua) rekening. Hal demikian nyata dan tegas sebagai modus perandi pelaku kejahatan. Dengan demikian yang menimbulkan kerugian pada Hengky Budiono adalah pemberi instruksi transaksi dan penerima aliran dana itu sendiri.

Adapun perintah diterima oleh pihak CIMB Niaga melalui instruksi via phone banking, adalah perintah yang wajib dilaksanakan oleh bank sesuai peraturan perundang-undangan dalam pelayanan kepada para nasabah. Adapun pendaftaran/ registrasi phone bankingtersebut adalah diduga sebagai peristiwa pidana, adalah bukan wewenang bank sebab keseluruhan proses pendaftaran dengan menggunakan nomor telepon selular (Cellphone) atau HandphoneHengky Budiono. Tidak ada wewenang pada bank untuk menolak atau membatalkan setiap transaksi yang diperintahkan oleh pemilik nomor telepon yang nyata dan jelas secara resmi tercatat dalam administrasi bank dan didaftarkan sebagai nomor telepon milik Pemilik Rekening. Dalam kualifikasi Pasal perbuatan melawan hukum menurut Pasal 1365 nyata disebutkan:

“Tiap tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.”

Manakala “perbuatan salah yang menimbulkan kerugian” menjadi unsur dalam implementasi Pasal 1365, maka nyata dan tegas bahwakesalahan itu tidak pada bank melainkan kepada para pelaku pengiriman uang/atau pemberi perintah melalui sistem phone banking itu sendiri. Sedangkan bank adalah penyedia fasilitas yang sejak pendaftaran hingga pelaksanaannya dilakukan oleh nasabah (Hengky Budiono) sendiri.

Dengan demikian menjadi jelas bahwa gugatan yang diajukan masuk pada kualifikasi gugatan yang keliru pihak (Exceptio Gemis aanhoedanigheid) dan karenanya patut dimohonkan kepada yang terhomatMajelisHakim pemeriksa perkara, agar menyatakan bahwa gugatantidak dapat diterima. Setelah Majelis Hakim mencermati apa yang menjadi dasar hukum gugatan Hengky Budiono adalah mengenai perbuatan melawan hukum dari Bank CIMB Niaga selaku penyedia jasa perbankan yang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian perbankan dan tidak dapat menjaga keamanan dana simpanan Hengky Budiono sehingga mengakibatkan hilangnya dana simpanan milik Hengky Budiono yang berada pada Bank CIMB Niaga karena dibobol maling dengan cara mentransfer dari rekening Hengky Budiono ke rekening orang lain menggunakan transaksi phone banking yang selama ini tidak pernah Hengky Budiono aktifkan.

PT. Telkomsel,Tbkdalam perkara ini karena menurut Hengky Budiono, PT. Telkomsel,Tbk sebagai pihak yang menjalin kerjasama dengan Bank CIMB Niaga dalam menyediakan phone banking yang juga telah ceroboh menerbitkan kartu seluler milik Hengky Budiono sehingga bisa digandakan menjadi milik orang lain dan digunakan untuk membobol dana simpanan yang ada pada rekening Hengky Budiono. Kesalahan atau kelalaian dari Para Tergugat sehingga

mengakibatkan hilangnya dana milik Hengky Budionoyang ada di rekening Hengky Budiono, namun demikian apakah gugatan yang diajukan oleh Hengky Budiono masuk pada kewenangan Pengadilan Negeri Madiun ataukah tidak maka Majelis Hakim akan terlebih dahulu mempertimbangkan alasan eksepsi absolut poin ke-2 yaitu mengenai pokok perkara tunduk pada kesepakatan penyelesaian sengketa pada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). Menjadi alasan eksepsi kewenangan absolut point 2 sebagaimana didalilkan oleh Bank CIMB Niaga adalah karena didasarkan pada adanya perjanjian antara Hengky Budiono dengan Bank CIMB Niaga yang berjudul Ketentuan dan Persyaratan Umum Pembukaan Rekening atas nama dan ditandatangani oleh HENGKY BUDIONO, dimana merujuk pada perjanjian tersebut kedua belah pihak sepakat menyelesaikan sengketa apabila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan menyelesaikan sengketa melalui Arbitrase sesuai ketentuan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) untuk Jasa.

Majelis Hakim berpendapat Hengky Budionodan Bank CIMB Niaga telah terikat perjanjian arbitrase dalam penyelesaian sengketa antara keduanya, sehingga sesuai dengan Pasal 3 dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa atau biasa disebut dengan UU Arbitrase maka Pengadilan Negeri tidak berwenang untuk mengadili sengketa para pihak dalam perkara aquo;

Menimbang, bahwa walaupun Gugatan Hengky Budiono adalah mengenai perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Bank CIMB Niaga kepada Hengky Budiono, namun oleh karena penyelesaian sengketa melalui arbitrase timbul dari perjanjian pokok berupa "Ketentuan dan Persyaratan Umum

Pembukaan Rekening” maka hal tersebut tidaklah kemudian menjadikan Pengadilan Negeri berwenang mengadili perkara aquo.

Analisis penulis terhadap putusan adalah Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Madiun Nomor 40/Pdt.G/2015/PN.Mad memutuskan perkara tidak berdasarkan pada dakwaan yang ada dikarenakan Majelis Hakim merasa tidak berwenang dalam memutuskan perkara tersebut. Mengenai pertimbangan- pertimbangan Majelis Hakim dalam memutuskan perkara sudah benar adanya, karena Penggugat dan Tergugat telah terikat perjanjian arbitrase dalam penyelesaian sengketa antara keduanya sehingga sesuai dengan Pasal 3 UU Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa maka PN Madiun tidak berwenang untuk mengadili sengketa para pihak dalam perkara aquo.

Namun menurut penulis, seharusnya Majelis Hakim harus lebih mendalami akar dari perjanjian awal antara pihak Bank CIMB Niaga dan Hengky Budiono, yaitu perjanjian mengenai penyelesaian sengketa di BANI. Hal ini didasarkan karena menurut pengakuan Hengky Budiono, pihak Bank CIMB Niaga dari awal tidak menjelaskan secara rinci dan jelas mengenai soal sengketa yang kemungkinan aka nada dan cara penyelesaiannya. Dalam hal ini jelas pihak bank telah melanggar UU Perlindungan Konsumen serta melanggar PBI tentang Perlindungan Konsumen Jasa Sistim Pembayaran. Merujuk pada kasus di PN Madiun sebelumnya dengan sengketa yang hamper sama (dimana dalam perjanjian pihak yang bersengketa telah terdapat perjanjian penyelesaian sengketa di BANI), Majelis Hakim justru menyatakan diri berkompetensi dalam mengadili perkara tersebut dan justru memenangkan pihak nasabah yang dirugikan. Oleh sebab itu penulis dapat menyimpulkan bahwa keputusan Majelis Hakim dalam

perkara aquo, Majelis Hakim hanya melihat kebenaran formil tanpa memandang kebenaran materil yang ada karena menurut Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 3136K/PDT/1983, menegaskan bahwa pengadilan dalam mengadili perkara perdata tidak dilarang mencari dan menemukan kebenaran materil.

BAB V