4.4. Analisis Lingkungan Eksternal
4.4.1. Ancaman Pendatang Baru
Keberadaan pendatang baru dapat memberikan ancaman terhadap perusahaan-perusahaan yang sudah ada, sehingga meningkatkan intensitas persaingan. Keberadaan pendatang baru akan mengurangi profit perusahaan yang terlebih dahulu memasuki industri. Potensi bisnis pada jasa pengiriman ekspedisi begitu besar sehingga memiliki kemungkinan terhadap keberadaan pendatang baru.
Bisnis jasa pengiriman memang mengalami pertumbuhan. Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan permintaan terhadap pengiriman barang ke Kawasan Timur Indonesia mengalami peningkatan. Tahun 2012 diperkirakan pertumbuhan penguriman kargo mencapai 10-15 persen bila dibandingkan tahun 2011 (Koran Jakarta Online, 2012). Begitu juga pada bisnis persewaan gudang. Di Surabaya, permintaan gudang sejak tahun 2008-2011 cenderung meningkat. Kondisi tersebut disebabkan tingginya peralihan aktifitas para pelaku industri ke sektor perdagangan yang membutuhkan gudang sebagai tempat penyimpanan barang dagangan (Bisnis Indonesia Online, 2011).
Potensi masuknya pesaing baru merupakan suatu ancaman yang cukup penting selain ancaman dari perusahaan saingan, dimana para pendatang baru mampu memberikan harga yang kompetitif dan mampu bersaing dengan perusahaan ekspedisi serupa yang telah lama ada dalam bidang jasa angkutan barang. Dengan masih banyaknya kesempatan yang terbuka lebar, banyak perusahaan mencoba untuk masuk kebidang jasa angkutan barang. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penghambat bagi masuknya pendatang baru dalam usaha ekspedisi yaitu harus memiliki pengalaman, modal yang dibutuhkan besar, dan loyalitas konsumen. Sedangkan jika dilihat dari regulasi pemerintah menunjukkan
87
Universitas Kristen Petra
minimnya campur tangan pemerintah dalam industri ini membuat banyaknya pesaing baru yang dapat dengan mudah masuk ke industri.
Dalam mendeskripsikan kekuatan kompetitif yang berasal dari ancaman pendatang baru, data didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa informan.
Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis trianggulasi atas data untuk memastikan validitas data. Hasil trianggulasi untuk lingkungan eksternal khususnya ancaman pendatang baru dapat dilihat pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9. Hasil Trianggulasi Untuk Ancaman Pendatang Baru
Konsep Informan 1
(Bapak Kusbandono)
Informan 2 (Bapak Hartono)
Informan 3
(Bapak Ridwan) Keterangan Skala dikirim dapat aman dan tepat waktu sampai ke tempat tujuan
Kalau memulai pada bisnis ekspedisi harus siap modal dalam yang besar terutama untuk pembelian armada membuka usaha jasa di bidang ekspedisi memiliki
88
Universitas Kristen Petra
Konsep Informan 1
(Bapak Kusbandono)
Informan 2 (Bapak Hartono)
Informan 3
(Bapak Ridwan) Keterangan kinerja perusahaan
ekspedisi tersebut
sudah dikenal Kebutuhan
untuk menguasai teknologi dan trik-trik praktis
Dalam bisnis ini perusahaan perlu berkomunikasi dengan pihak luar (pengiriman dokumen-dokumen) sehingga dibutuhkan teknologi seperti internet, fax, dan telephone.
Bahkan pada perusahaan dengan jumlah armada besar juga harus
menguasai teknologi GPS
Usaha ekspedisi tidak terlepas dari penguasaan teknologi
Dalam
membuka usaha ekspedisi tentu dibutuhkan penguasaan terhadap teknologi
Valid
Sumber: Olahan peneliti, 2013
Tabel 4.9 merupakan hasil hasil trianggulasi untuk lingkungan eksternal untuk bagian ancaman pendatang baru. Hasil trianggulasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data lingkungan eksternal untuk bagian ancaman pendatang baru adalah valid.
4.4.1.1. Skala Ekonomi
Skala ekonomi menghalangi masuknya pendatang baru dengan memaksa calon pendatang baru untuk masuk dengan skala yang besar atau menerima kerugian dari segi biaya. Dengan meningkatnya kapasitas jasa perusahaan tentu biaya yang dikeluarkan juga semakin besar terutama untuk pembelian truk trailer, bahan bakar, manambah sopir baru yang mengakibatkan ada tambahan pengeluaran untuk gaji karyawan. Karena meningkatnya kapasitas jasa perusahaan menyebabkan perusahaan juga mengeluarkan dana yang besar. Dengan demikian dapat disimpulkan tidak ada penghematan yang dapat dicapai oleh perusahaan dari meningkatnya kapasitas jasa. Skala ekonomi menghalangi masuknya pendatang baru dengan memaksa calon pendatang baru untuk masuk dengan skala yang besar atau menerima kerugian dari segi biaya. Namun ketika tidak ada penghematan dari meningkatnya kapasitas jasa pada industri ekspedisi, maka dapat menyebabkan pendatang baru mudah untuk masuk ke industri dengan skala yang lebih kecil.
89
Universitas Kristen Petra
4.4.1.2. Pengalaman Usaha Ekspedisi
Dalam mendirikan usaha diperlukan pengalaman karena pengalaman dibutuhkan untuk memahami pasar dan persoalan-persoalan yang ada dalam industri. Dalam usaha ekspedisi membutuhkan pengalaman, terutama dalam hal operasional, pengetahuan tentang lapangan seperti bagaimana barang yang dikirim dapat aman dan tepat waktu sampai ke tempat tujuan. Sedangkan Bapak Hartono menyatakan bahwa untuk membuka usaha ekspedisi dibutuhkan pengalaman karena dengan pengalaman dapat diketahui bagaimana prosedur pengiriman barang terutama terkait masalah dokumen dan perijinan. Berdasarkan pendapat dari pemilik dan manajer operasional PT. Sariadi Wahana Jasa dapat disimpulkan pengalaman memang dibutuhkan dalam membuka usaha ekspedisi terutama terkait pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.
4.4.1.3. Persyaratan Modal Yang Dibutuhkan
Sebelum mendirikan suatu usaha, penting bagi pelaku usaha untuk mengetahui seberapa besar modal usaha dibutuhkan. Modal dibutuhkan untuk pembelian peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan, serta keperluan operasional perusahaan. Pelaku usaha yang ingin terjun di industri ekspedisi dan persewaan gudang juga harus memiliki modal yang besar. Dalam bisnis ekspedisi harus siap modal dalam jumlah yang besar terutama untuk pembelian armada transportasi. Kekuatan modal menjadi faktor terpenting bagi seseorang yang akan membuka usaha ekspedisi karena harga untuk satu unit armada truk yang digunakan dalam pengiriman ekspedisi adalah Rp 400 juta.
Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan modal yang besar pada usaha ekspedisi terutama untuk pembelian armada transportasi. Jumlah armada yang banyak akan mendukung proses kelancaran pengiriman barang. Besarnya modal yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan bisnis ekspedisi ini merupakan hambatan yang besar bagi para pendatang baru untuk masuk ke dalam bisnis ekspedisi.
90
Universitas Kristen Petra
4.4.1.4. Regulasi Pemerintah Dalam Mendukung Hadirnya Pendatang Baru
Kemudahan pendatang baru dalam memasuki industri ekspedisi juga ditentukan oleh regulasi pemerintah. Pengusaha yang ingin membuka usaha jasa di bidang ekspedisi memiliki kemudahan karena tidak ada regulasi yang mengatur/membatasi terhadap masuknya pendatang baru dalam bisnis jasa ekspedisi. Tidak ada regulasi yang membatasi bagi pelaku usaha baru dalam bisnis jasa ekspedisi. Hasil ini menunjukkan minimnya campur tangan pemerintah dalam industri ini membuat banyaknya pesaing baru yang dapat dengan mudah masuk ke industri. Berdasarkan kondisi ini dapat dikatakan bahwa tidak ada regulasi pemerintah yang membatasi bagi pelaku usaha yang ingin terjun di industri ekspedisi. Hal ini tentu dapat menyebabkan kemudahan bagi pendatang baru untuk masuk dalam industri jasa ekspedisi.
4.4.1.5. Loyalitas Konsumen di Industri
Perusahaan baru yang ingin memasuki industri ekspedisi juga harus mencermati perilaku konsumen yang menggunakan jasa ekspedisi. Apabila konsumen memiliki loyalitas yang tinggi, maka dapat menjadi penghambat bagi masuknya pendatang baru karena kemungkinan pendatang baru untuk merebut pangsa pasar semakin kecil. Konsumen cukup loyal, karena dibutuhkan kepercayaan kepada perusahaan untuk memakai jasa ekspedisi perusahaan.
Konsumen cenderung tidak mau berpindah jika sudah merasa cocok dengan kinerja perusahaan ekspedisi tersebut.
Pada industri ekspedisi memiliki loyalitas karena mereka hanya mempercayakan pengiriman barangnya pada perusahaan yang sudah dikenal.
Hasil ini menunjukkan bahwa konsumen pada bisnis ekspedisi cenderung loyal dalam menggunakan jasa ekspedisi. PT. Sariadi Wahana Jasa tidak terlalu khawatir terhadap kemungkinan ancaman pendatang baru yang dapat menyebabkan pelanggan perusahaan menggunakan layanan dari pendatang baru.
Pengalaman dari perusahaan sendiri mengatakan bahwa bila perusahaan tidak melakukan kesalahaan yang fatal yang dapat merusak hubungan baik antar perusahan dan pelanggan maka pelanggan tidak akan berpindah.
91
Universitas Kristen Petra
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsumen pada industri jasa ekspedisi mempunyai loyalitas pada penyedia jasa ekspedisi. Buktinya adalah secara umum pelanggan tidak akan berpindah ke perusahaan lain apabila perusahaan penyedia jasa ekspedisi tidak melakukan kesalahan yang fatal. Kondisi ini tentu merupakan hambatan yang besar bagi pendatang baru untuk masuk ke bisnis jasa ekspedisi karena pelanggan dari perusahaan ekspedisi yang sudah ada akan sulit berpindah kepada perusahaan jasa ekspedisi yang baru.
4.4.1.6. Kebutuhan Untuk Menguasai Teknologi Dan Trik-Trik Praktis Perkembangan teknologi telah memudahkan hidup manusia. Bagi pelaku usaha, teknologi juga mampu mempermudah dalam menjalankan kegiatan usaha.
Telephone, fax ataupun email adalah beberapa alat komunkasi yang biasa digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan. Pendatang baru yang akan memasuki industri ekspedisi juga perlu memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi dan trik-trik praktis. Dalam usaha ekspedisi perusahaan perlu berkomunikasi dengan pihak luar (pengiriman dokumen-dokumen) sehingga dibutuhkan teknologi seperti internet, fax, dan telephone. Bahkan pada perusahaan dengan jumlah armada besar juga harus menguasai teknologi GPS. Usaha ekspedisi tidak terlepas dari penguasaan teknologi, sehingga pelaku usaha yang ingin terjun dalam industri ekspedisi harus memiliki kemampuan tersebut.
Berdasarkan kondisi ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia jasa ekspedisi sangat membutuhkan teknologi dan trik-trik praktis yang dibutuhkan untuk mendukung jalannya bisnis ekspedisi.