46
Universitas Kristen Petra
4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
4.1.1. Profil PT. Sariadi Wahana Jasa di Surabaya
Profil dari perusahaan yang dijadikan sebagai objek penelitian sebagai berikut:
Nama Perusahaan : PT. Sariadi Wahana Jasa
Alamat : Jalan Kalianak 80b, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60183 Telephone : (031)7490301/(031)7482301
Faksimile/Email : (031)7482702/[email protected]
Bentuk perusahaan ini adalah Perseroan Terbatas dengan bidang usaha utama pada bidang jasa pengiriman barang dan persewaan gudang. PT. Sariadi Wahana Jasa adalah perusahaan swasta yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. PT. Sariadi Wahana Jasa pertama kali didirikan pada tahun 1984 oleh Kusbandono Rusli dan berlokasi di Jalan Kalianak 80b. Bisnis perusahaan difokuskan di depo kontainer, gudang, truk kontainer dan jasa perbaikan. PT.
Sariadi Wahana Jasa, memiliki jasa menyediakan gudang untuk disewakan bagi para eksportir dan importir yang dapat digunakan untuk menyimpan barang.
Perusahaan juga menyediakan jasa transportasi dari lokasi gudang ataupun dari pabrik ke pelabuhan.
Berdasarkan akte pendirian perusahaan, maksud dan tujuan perusahaan adalah menjalankan usaha jasa pengiriman barang dan persewaan gudang. Untuk itu, PT. Sariadi Wahana Jasa sedang memperkuat armada yang berupa perbengkelan, peremajaan armada serta penambahan armada guna memenuhi permintaan pelanggan yang semakin bertambah dan meningkat pengirimannya.
Keseluruhan tindakan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya pada pelanggan sehingga barang yang dikirimkan sampai di tempat tujuan dengan selamat dan tidak terlambat.
47
Universitas Kristen Petra
4.1.2. Visi, dan Misi Perusahaan
Visi yang dimiliki perusahaan PT. Sariadi Wahana Jasa dalam menjalankan bisnisnya adalah:
“Menjadi perusahaan depo container, pergudangan, dan layanan ekspedisi yang terbaik secara nasional maupun internasional dan menjadi tujuan utama pelanggan.”
Sedangkan misi perusahaan adalah:
“Memberikan kepada pelanggan harga yang kompetitif, penanganan layanan yang baik dan pemberian layanan yang lengkap sesuai kebutuhan pelanggan.”
4.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi perusahaan adalah salah satu persyaratan penting yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan, karena struktur organisasi merupakan suatu alat penting dalam proses manajemen dan proses bisnis perusahaan agar semua tanggung jawab dan wewenang bagi setiap orang yang terlibat dalam menjalankan perusahaan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan adanya struktur organisasi, maka setiap individu yang terlibat dalam proses bisnis perusahaan dapat menjalakan tugas atau kewajibannya yang jelas sesuai dengan bidangnya masing- masing dengan baik sehingga mampu mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi yang ada di PT. Sariadi Wahana Jasa dapat dilihat pada Gambar 4.1.
48
Universitas Kristen Petra
Gambar 4.1. Struktur Organisasi di PT. Sariadi Wahana Jasa di Surabaya (Sumber: Internal perusahaan, diolah)
Deskripsi pekerjaan untuk masing-masing posisi sebagai berikut:
1. Pemilik/Owner
Menjalankan dan mengelola serta menjaga keseimbangan akuntabilitas perusahaan.
2. Manajer Operasional
Manajer operasional memilki staff yang bertugas menangani segala kegiatan operasional perusahaan yang secara langsung kepada pelanggan, baik dalam memastikan pelayanan yang baik dan negosiasi secara langsung kepada pelanggan mengenai jasa yang ditawarkan perusahaan serta pelayanan persewaan gudang. Manajer operasional juga harus memastikan setiap pengiriman barang dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
3. Manajer Accounting
Manajer Accounting memiliki staff yang bertugas dalam mencatat pembukuan perusahaan dan menghitung arus kas keluar maupun arus kas masuk
49
Universitas Kristen Petra
perusahaan serta seluruh hal yang bersifat administratif yang nantinya berguna bagi perusahaan apabila dibutuhkan.
4. Manajer Sumber Daya Manusia
Manajer Sumber Daya Manusia memiliki staff yang bertugas membuat perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia dan organisasi serta administrasi kepegawaian agar dapat memenuhi tuntutan kemampuan tenaga kerja yang siap untuk menjalankan fungsi masing-masing dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan perusahaan.
5. Koordinator Lapangan
Mengepalai dan memberikan komando ke pengemudi dan kernet yang bertugas di lapangan dan mengirim tagihan ke customer, mengurusi jalannya operasi perusahaan terutama yang berkaitan dengan pengiriman barang dan penyewaan gudang.
6. Staff Gudang
Menjalankan bagian yang berhubungan dengan gudang dan berkaitan dengan menerima keluar masuk barang yang ada di dalam gudang. Menjaga gudang perusahaan yang akan disewakan kepada pelanggan.
7. Pengemudi dan kernet
Sebagai salah satu bagian terpenting dalam perusahaan yang bertugas dalam membawa muatan atau seluruh barang yang akan dikirim dan memastikan keamanan serta ketepatan waktu pengiriman barang, guna memberikan pelayanan yang terbaik atas kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan.
Kualifikasi yang ditetapkan untuk masing-masing posisi atau jabatan sebagai berikut:
a. Manajer Operasional memiliki persyaratan kualifikasi sebagai berikut:
1) Pria
2) Berusia minimal 30 tahun 3) Berpendidikan minimal S1
4) Berpengalaman minimal 2 tahun sebagai Manajer Operasional 5) Menguasai Microsoft Office
50
Universitas Kristen Petra
b. Manajer Sumber Daya Manusia memiliki persyaratan kualifikasi sebagai berikut:
1) Pria
2) Berusia minimal 30 tahun
3) Berpendidikan minimal S1 Hukum
4) Berpengalaman minimal 2 tahun sebagai Manajer Personalia 5) Menguasai Microsoft Office
c. Koordinator Lapangan memiliki persyaratan kualifikasi sebagai berikut:
1) Pria
2) Berusia minimal 26 tahun
3) Berpendidikan minimal Diploma
4) Berpengalaman minimal 1 tahun sebagai koordinator lapangan d. Staf keuangan memiliki persyaratan kualifikasi sebagai berikut:
1) Wanita
2) Berusia minimal 21 tahun dan maksimal 27 tahun 3) Berpendidikan minimal D3 Akuntansi
4) Teliti dan memiliki kemauan bekerja keras 5) Menguasai Microsoft Office
e. Staff Sumber Daya Manusia memiliki persyaratan kualifikasi sebagai berikut:
1) Pria/Wanita
2) Berusia minimal 24 tahun
3) Berpendidikan minimal S1 Manajemen 4) Menguasai Microsoft Office
f. Staff Gudang memiliki persyaratan kualifikasi sebagai berikut:
1) Pria/Wanita
2) Berusia minimal 20 tahun 3) Berpendidikan minimal SMA 4) Sanggup bekerja keras
g. Sopir memiliki persyaratan kualifikasi sebagai berikut:
1) Pria
2) Memiliki SIM B2 dan SIM B1
3) Berpengalaman sebagai sopir truk atau trailer minimal 1 tahun
51
Universitas Kristen Petra
4.1.4. Proses Bisnis
Proses bisnis untuk jalur pengiriman barang di PT. Sariadi Wahana Jasa melalui beberapa tahap, yaitu:
1. Proses penerimaan order pengiriman barang dari pelanggan, dimana pihak karyawan bertanya tentang detail barang yang akan dikirim seperti : jumlah barang, berat barang, jenis barang, serta pembayaran biaya jasa pengiriman dibebankan kepada pihak pengirim atau penerima. Yang kemudian akan dikonfirmasikan pada pihak penerima barang di kota tujuan.
2. Pemilihan armada angkutan berdasarakan kapasitas muatan dari barang yang akan dikirim oleh pelanggan. Dapat di diskusikan dengan pelanggan untuk armada yang di inginkan apabila mengirimkan barang dalam partai atau jumlah besar.
3. Pembuatan invoice untuk barang yang akan dijemput untuk di muat dan didata oleh karyawan bagi pelanggan yang melakukan pengiriman dalam partai besar. Atau proses penerimaan barang dan pembuatan invoice bagi pelanggan yang akan melakukan pengiriman barang dalam partai kecil.
Kemudian akan dilakukan pengecekan dan pendataan barang-barang yang akan dikirim atau dimuat di dalam kendaraan.
4. Pemberian Surat Jalan, dokumen-dokumen yang diperlukan supir dalam perjalanan serta pemberian uang jalan yang mencakup uang makan, uang bahan bakar, biaya timbangan berat truk serta biaya lain-lain. Surat jalan yang diberikan berisi tentang detail jenis barang, jumlah barang serta dokumen pendukung atas kejelasan isi muatan barang dalam kendaraan yang dikendarai supir tersebut.
5. Proses penerimaan barang di pelanggan, truk yang telah sampai di tempat pengiriman barang dicek serta dihitung kembali jumlah barang ketika proses bongkar barang berdasarkan keterangan yang tertera dalam surat jalan yang diberikan kepada supir, apakahs esuai dengan isi dalam surat jalan atau tidak.
6. Pengumpulan invoice yang telah ditanda tangani atas barang yang telah diantar dan diterima dengan baik oleh pihak penerima untuk kemudian
52
Universitas Kristen Petra
ditagih biaya pengirimannya sesuai dengan persetujuan diawal pada saat proses penerimaan order pengiriman barang.
4.2. Pengelolaan PT. Sariadi Wahana Jasa di Surabaya 4.2.1. Planning
Perencanaan (planning) adalah kegiatan yang dilakukan oleh PT. Sariadi Wahana Jasa untuk merencanakan apa yang menjadi tujuan dan kegiatan-kegiatan yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut yang dapat berdimensi waktu jangka panjang maupun jangka pendek. Data planning didapatkan dengan melakukan wawancara dengan informan penelitian. Sebelum digunakan untuk analisis, hasil wawancara terlebih dahulu diuji keabsahannya dengan mengunnakan trianggulasi. Hasil trianggulasi planning disajikan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1. Hasil Trianggulasi Planning
Konsep Informan 1 Informan 2 Informan 3 Keterangan
Mengadakan perekrutan karyawan perusahaan
Perusahaan melakukan analisis sebelum melakukan rekrutmen karyawan terutama untuk menentukan berapa banyak karyawan yang diperlukan untuk masing- masing bagian serta kualifikasinya (Bapak Tirto Suwarno)
Perusahaan selama ini memang melakukan analisis jumlah dan kriteria sumber daya manusia yang dibutuhkan
perusahaan sehingga memudahkan perusahaan dalam melakukan proses rekrutmen karyawan (Ibu Nurul)
Sebelum
melakukan proses rekrutmen perusahaan tentu melihat terlebih dahulu kebutuhan karyawan berapa banyak serta bagaimana persyaratannya (Bapak Bagus)
Valid
Menentukan kegiatan pemasaran yang akan dilakukan perusahaan
Tergantung rencana perusahaan yang akan dilakukan apa, lalu ditentukan target pasar dan kebutuhannya baru memasarkan (Bapak Hartono)
Penentuannya didasarkan pada rencana yang telah dibuat sebelumnya terus ditentukan target pasarnya dan apa-apa saja yang dibutuhkan dalam mendukung kegiatan pemasaran tersebut baru kegiatan pemasaran dilakukan (Bapak Kusbandono)
Penentuan kegiatan pemasaran biasanya didasarkan pada rencana perusahaan dan target pasarnya (Bapak Rudy)
Valid
Membuat rencana anggaran perusahaan
Bagian keuangan terlebih dahulu membuat perencanaan laba (proft planing) dan estimasi
Pertama kali dibuat target laba yang ditetapkan perusahaan dan perkiraan pengeluarannya.
Prosesnya yang pertama ditentukan terlebih dahulu target laba dan estimasi pengeluarannya.
Valid
53
Universitas Kristen Petra
Konsep Informan 1 Informan 2 Informan 3 Keterangan
pengeluarannya.
Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana operasional yang implikasinya dinyatakan dalam laporan laba rugi jangka pendek dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang diproyeksikan (Ibu Rina Hartati)
Dalam menentukan target laba,
manajemen menyusun apa-apa saja yang harus dilakukan untuk mencapainya. Dari situ kemudian dibuat perkiraan laporan laba rugi jangka pendek dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang diproyeksikan (Ibu Felinda)
Kemudian dibuat perkiraan neraca kas, modal kerja ke depannya, dan laporan laba rugi jangka pendek dan jangka panjang (Bapak Kusbandono)
Merancang alur kegiatan operasional perusahaan
Perusahaan juga merencanakan kegiatan
operasional, seperti misalnya ketika melakukan pengiriman barang maka dibuat rencana urutan barang yang harus dikirim lebih dahulu. Hal ini dilakukan karena jumlah armada yang dimiliki terbatas (Bapak Hartono)
Dalam mengirim barang ada urutan- urutan mana barang- barang yang harus dikirim dahulu dan mana barang yang harus dikirim terakhir (Bapak Iwan)
Kalau dalam pengiriman barang, maka perusahaan membuat urutan- urutan barang- barang yang harus dikirim (Bapak Hari)
Valid
Sumber: Olahan peneliti, 2012
Tabel 4.1 merupakan hasil trianggulasi data untuk memastikan bahwa data fungsi planning pada POAC yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid.
Trianggulasi dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari ketiga informan penelitian. Apabila tidak ada pertentangan antara data yang ada maka dapat dikatakan bahwa data adalah valid. Hasil trianggulasi menunjukkan bahwa data untuk fungsi planning adalah valid.
Fungsi planning pertama dilakukan dengan adanya perekrutan karyawan perusahaan. PT. Sariadi Wahasa Jasa terlebih dahulu melakukan analisis untuk menentukan posisi yang harus diisi, jumlah yang dibutuhkan, dan kualifikasi sebelum proses perekrutan karyawan dilakukan. Jadi sebelum dilakukan perekrutan karyawan oleh perusahaan, terlebih dahulu pihak perusahaan melakukan analisa untuk mengetahui kebutuhan karyawan, posisi yang harus
54
Universitas Kristen Petra
diisis, serta jumlah yang dibutuhkan sehingga rekruitmen yang dilakukan perusahaan sesuai dengan kebutuhan.
Planning juga dilakukan dengan menentukan kegiatan pemasaran yang akan dilakukan oleh pihak perusahaan. PT. Sariadi Wahana Jasa selama ini telah melakukan penentuan kegiatan pemasaran yang akan dilakukan yang didasarkan pada target pasar perusahaan. Jadi pertama perusahaan menentukan target pasar yang akan diraih kemudian perusahaan menentukan pendukung yang diperlukan untuk dapat memperoleh target pasar yang telah ditentukan.
Planning pada PT. Sariadi Wahana Jasa juga dilakukan dengan pembuatan anggaran perusahaan. Pembuatan anggaran perusahaan dilakukan oleh bagian keuangan dengan terlebih dahulu membuat perencanaan laba (proft planing) dan estimasi pengeluarannya. Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana operasional yang implikasinya dinyatakan dalam laporan laba rugi jangka pendek dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang diproyeksikan.
Aktivitas planning pada PT. Sariadi Wahana Jasa juga dilakukan dengan melakukan perancangan alur kegiatan operasional perusahaan. Kegiatan operasional yang utama pada perusahaan adalah layanan jasa pengiriman barang, maka perencanaan alur dilakukan dengan cara pembuatan rencana urutan barang untuk menentukan barang yang harus dikirim terlebih dahulu yang barang yang dikirim setelahnya.
4.2.2. Organizing
Organizing atau pengorganisasian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengorganisasi, mengkoordinasikan berbagai sumber daya untuk digunakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan semula. Data organizing didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa informan yang kemudian dilakukan analisis trianggulasi atas data untuk memastikan validitas data. Hasil trianggulasi organizing disajikan pada Tabel 4.2.
55
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.2. Hasil Trianggulasi Organizing
Konsep Informan 1 Informan 2 Informan 3 Keterangan
Penempatan karyawan pada bagian masing- masing sesuai keahliannya
Biasanya sebelum ditempatkan pada posisi atau jabatan yang membutuhkan karyawan baru, karyawan yang sudah memenuhi
persyaratan atau kualifikasi ditraining terlebih dahulu setelah itu karyawan baru bisa bekerja di perusahaan (Bapak Tirto Suwarno)
Ada training terlebih dahulu bagi karyawan sebelum menempatkan karyawan di suatu posisi atau jabatan di perusahaan (Ibu Nurul)
Perusahaan memberikan training terlebih dahulu kepada karyawan baru (Bapak Bagus)
Valid
Mengatur kegiatan pemasaran di perusahaan
Mengerahkan semua karyawan untuk turut serta membantu mempromosikan kegiatan perusahaan dan memberikan jaminan pelayanan yang terbaik (Bapak Hartono)
Perusahaan menggunakan seluruh karyawan untuk ikut mempromosikan jasa perusahaan (Bapak Kusbandono)
Semua karyawan di perusahaan
berperan dalam mempromosikan jasa perusahaan (Bapak Rudy)
Valid
Koordinasi dengan bagian keuangan dalam pengalokasian anggaran
Bagian Accounting selalu terus
berkoordinasi dengan pimpinan karena bagaimanapun juga pimpinan perlu mengetahui perkembangan keuangan perusahaan (Ibu Rina Hartati)
Bagian accounting akan melakukan koordinasi dengan pimpinan
perusahaan (Ibu Felinda)
Koordinasi dengan bagian keuangan selama ini dilakukan oleh pimpinan (Bapak Kusbandono)
Valid
Koordinasi antar karyawan di bagian operasional
Dalam menjalin koordinasi antar karyawan di bagian operasional biasanya menggunakan alat komunikasi seperti handphone (Bapak Hartono)
Biasanya menggunakan handphone untuk koordinasi dengan sopir dilapangan (Bapak Iwan)
Kalau sopir dengan koordinator lapangan biasnaya menggunakan handphone terutama untuk melaporkan bahwa barang sudah sampai di
pelanggan (Bapak Hari)
Valid
Sumber: Olahan peneliti, 2013
Tabel 4.2 merupakan hasil trianggulasi data untuk memastikan bahwa data fungsi organizing pada POAC yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. Hasil trianggulasi menunjukkan bahwa data untuk fungsi organizing adalah valid.
Fungsi organizing pada PT. Sariadi Wahana Jasa dilakukan dengan cara melakukan penempatan karyawan pada bagian yang sesuai dengan keahlian
56
Universitas Kristen Petra
masing-masing karyawan. Calon karyawan yang akan masuk ke perusahaan pertama diseleksi dengan menggunakan persyaratan kualifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Setelah diterima menjadi bagian dari perusahaan, karyawan kemudian akan diberikan pelatihan yang sesuai dengan bidang kerjanya sehingga akan semakin ahli dalam bidang kerjanya.
Organizing pada PT. Sariadi Wahana Jasa juga dilakukan dengan cara pengaturan kegiatan pemasaran yang ada di perusahaan. Saat ini perusahaan belum mempunyai bagian pemasaran yang khusus untuk mengurusi masalah pemasaran perusahaan, akan tetapi perusahaan tetap berusaha untuk mengoptimalkan kegiatan pemasaran perusahaan, salah satunya dengan mengerahkan semua karyawan untuk turut membantu mempromosikan kegiatan perusahaan dan memberikan pelayanan yang terbaik.
Organizing dilakukan juga pada bagian keuangan, yaitu menyangkut koordinasi dengan bagian keuangan dalam pengalokasian anggaran. Koordinasi bagian keuangan dilakukan oleh bagian accounting dengan pimpinan perusahaan.
Koordinasi ini dilakukan agar pimpinan perusahaan dapat terus mengetahui dan memantau perkembangan keuangan perusahaan sehingga dapat menggunakan informasi dari bagian keuangan ini untuk pengambilan kebijakan perusahaan.
Bagian operasional pada PT. Sariadi Wahana Jasa juga melaksanakan kegiatan organizing yaitu dengan cara melakukan koordinasi antar karyawan pada bagian operasional. Koordinasi antar karyawan pada bagian operasional ini sangat perlu untuk dilakukan mengingat kegiatan perusahaan tidak hanya dilakukan di satu tempat, tapi dilaksanakan di beberapa tempat terpisah, yaitu di kantor, gudang, dan pelabuhan. Agar kegiatan dapat berjalan lancar diperlukan adanya koordinasi yang baik antar karyawan. Perusahaan membekali beberapa karyawan dengan handphone untuk mempermudah kegiatan koordinasi.
4.2.3. Actuating
Actuating atau penggerakan yaitu segala aktivitas atau tindakan guna mencapai tujuan mencapai tujuan atau sasaran yang telah direncanakan. Data actuating didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa informan yang
57
Universitas Kristen Petra
kemudian dilakukan analisis trianggulasi atas data untuk memastikan validitas data. Hasil trianggulasi organizing disajikan pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3. Hasil Trianggulasi Actuating
Konsep Informan 1 Informan 2 Informan 3 Keterangan
Pemberian reward dan punishment di perusahaan
Reward diberi bonus tahunan dan THR karyawan diberikan saat lebaran. Kalau punishment memotong gaji karyawan sampai pemecatan (Bapak Tirto Suwarno)
Biasanya dalam bentuk bonus tahunan dan THR dinaikkan.
Sedangkan untuk sanksi adalah pemotongan uang makan sampai dengan PHK (Ibu Nurul)
Reward yang diterapkan perusahaan selama ini adalah dalam bentuk bonus tahunan dan THR dinaikkan.
Sedangkan punishmentnya mungkin
pemotongan uang makan sampai dengan PHK (Bapak Bagus)
Valid
Menentukan sasaran dari kegiatan pemasaran perusahaan
Menarik minat customer sehingga semakin banyak customer yang memakai jasa perusahaan dan perusahaan semakin dikenal (Bapak
Hartono)
Menambah jumlah pelanggan dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada serta bekerjasama dengan pihak dunia usaha yang merupakan relasi pemiliki perusahaan khususnya industri industri manufaktur (Bapak
Kusbandono)
Perusahaan ingin menambah jumlah pelanggan dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada (Bapak Rudy)
Valid
Prosedur pengajuan anggaran
Ketika akan melakukan pembelian perlengkapan kantor, maka karyawan dengan persetujuan manajernya akan mengajukan anggaran kemudian anggaran tersebut dapat keluar (Ibu Rina Hartati)
Setiap pengajuan anggaran di perusahaan harus disetujui oleh manajer di bagian yang butuh anggaran sebelum diajukan ke bagian keuangan (Ibu Felinda)
Untuk pengajuan anggaran harus disetujui oleh manajer sebelum diajukan ke bagian keuangan (Bapak Kusbandono)
Valid
Mengarahkan karyawan untuk bekerja maksimal dalam upaya mencapai tujuan
Pemimpin memberikan motivasi dan pengarahan.
Juga dengan adanya reward yang diberikan
Pemimpin memberikan motivasi dengan pemberian reward biasanya berupa parsel yang diberikan kepada
Karyawan diberi parsel pada saat lebaran (Bapak Hari)
Valid
58
Universitas Kristen Petra
Konsep Informan 1 Informan 2 Informan 3 Keterangan
perusahaan perusahaan saat lebaran (Bapak Hartono)
karyawan pada saat lebaran (Bapak Iwan)
Sumber: Olahan Peneliti, 2013
Tabel 4.3 adalah hasil trianggulasi data untuk memastikan bahwa data fungsi actuating pada POAC yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. Hasil trianggulasi menunjukkan bahwa data untuk fungsi actuating adalah valid.
Fungsi actuating pada PT. Sariadi Wahana Jasa dilakukan salah satunya dengan pemberian reward dan punishment bagi karyawan yang bekerja di perusahaan. Adanya pemberian reward dan punishment ini diharapkan akan mampu mendorong karyawan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Pemberian reward diberikan dalam bentuk bonus tahunan dan THR yang karyawan yang diberikan menjelang lebaran.
Sementara itu punishment diberikan dalam bentuk pemotongan gaji sampai dengan pemecatan (PHK) karyawan.
Fungsi actuating juga dilakukan dengan penentuan sasaran dari kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan. Penentuan sasaran ini akan memberikan arah yang jelas bagi kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh PT.
Sariadi Wahana Jasa. Sasaran pemasaran yang ditetapkan oleh perusahaan adalah penambahan jumlah pelanggan dan terus berusaha untuk mempertahankan pelanggan lama. Pihak perusahaan juga melaksanakan kerjasama dengan pihak dunia usaha yang menjadi relasi pemilik perusahaan, khususnya industri-industri manufaktur.
Fungsi actuating juga diterapkan dalam masalah pengajuan anggaran perusahaan. Actuating dalam pengajuan anggaran ini diterapkan agar dana yang dikeluarkan dapat digunakan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Setiap pengajuan anggaran di perusahaan harus disetujui oleh manajer pada bagian yang membutuhkan anggaran sebelum diajukan ke bagian keuangan. Misalnya ketika akan dilakukan pembelian perlengkapan kantor, maka karyawan terlebih dahulu harus mengajukan ke manajernya dan mendapatkan persetujuan dari manajernya.
Setelah manajer memberikan persetujuan kemudian permohonan anggaran diajukan ke bagian keuangan.
59
Universitas Kristen Petra
Fungsi actuating pada PT. Sariadi Wahana Jasa juga dilakukan dengan pemberian pengarahan kepada karyawan agar dapat bekerja dengan maksimal dalam upaya untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai kondisi ini, maka pimpinan perusahaan terus berupaya memberikan motivasi dan pengarahan kepada karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan baik. Upaya juga dilakukan dengan cara memberikan reward kepada karyawan baik berupa parcel menjelang labaran ataupun pemberian bonus.
4.2.4. Controlling
Controlling atau pengendalian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi, mengevaluasi, memantau apa yang dilaksanakan apakah sudah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Data controlling didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa informan yang kemudian dilakukan analisis trianggulasi atas data untuk memastikan validitas data. Hasil trianggulasi controlling disajikan pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4. Hasil Trianggulasi Controlling
Konsep Informan 1 Informan 2 Informan 3 Keterangan
Menilai kinerja karyawan
Saat ini memang pihak perusahaan belum mempunyai format yang jelas tentang penilaian kinerja karyawan, akan tetapi masing- masing pimpinan mempunyai standar masing-masing untuk menilai kinerja karyawan.
Tapi dari apa yang berjalan saat ini mungkin ada tiga apek yang dinilai, yaitu masalah hasil pekerjaan,
kedisipinan, dan perilaku karyawan.
Itu yang pokok (Bapak Tirto Suwarno)
Dasarnya kita memberikan penilaian ya bagaimana hasil kerjanya selama ini, terus
kedisiplinannya seperti apa dan ketika bekerja malas-malasan atau tidak (Ibu Nurul)
Standarnya belum ada, yang paling umum digunakan adalah hasil kerja karyawan seperti apa, tingkat kedisiplinan, dan perilaku
karyawan (Bapak Bagus)
Valid
Mengevaluasi kegiatan pemasaran perusahaan
Biasanya menanyakan keluhan-keluhan kepada karyawan telemarketing
Perusahaan punya karyawan
telemarketing yang menawarkan jasa melalui telephon
Evaluasi
dilakukan dengan menanyakan kepada karyawan bagian
Valid
60
Universitas Kristen Petra
Konsep Informan 1 Informan 2 Informan 3 Keterangan
terhadap permasalahan pemasaran (Bapak Hartono)
dan melakukan kunjungan ke calon konsumen. Dari karyawan tersebut akan diperoleh informasi bagaimana tanggapan mereka terhadap jasa perusahaan (Bapak Kusbandono)
telemarketing tentang tanggapan konsumen terhadap jasa perusahaan (Bapak Rudy)
Melakukan kontrol terhadap keuangan perusahaan
Dengan adanya pembukuan keuangan perusahaan setiap bulannya (Ibu Rina Hartati)
Accounting akan menyerahkan laporan pembukuan setiap bulan kepada pemilik perusahaan (Ibu Felinda)
Ada laporan pembukuan yang diberikan kepada pimpinan setiap bulannya (Bapak Kusbandono)
Valid
Memantau kegiatan operasional perusahaan
Pimpinan terkadang juga ikut melakukan pemantuan, kadang ikut mantau kondisi gudang, ataupun kondisi di tempat bongkar dan muat barang. Bentuk pemantauan lain adalah adanya peraturan-peraturan perusahaan (Bapak Hartono)
Kadang-kadang pemilik perusahaan melihat langsung aktivitas kerja karyawan.
Perusahaan juga punya peraturan dan sanksi untuk mengendalikan karyawan agar memiliki disiplin kerja yang baik (Bapak Iwan)
Pemimpin atau pemilik
perusahaan yang kadang-kadang terjun langsung untuk melihat aktvitas kerja kerja. Perusahaan juga punya peraturan untuk mengatur kegiatan operasional (Bapak Hari)
Valid
Sumber: Olahan peneliti, 2013
Tabel 4.4 merupakan hasil trianggulasi data untuk memastikan bahwa data fungsi controlling pada POAC yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. Hasil trianggulasi menunjukkan bahwa data untuk fungsi controlling adalah valid.
Fungsi controlling pada PT. Sariadi Wahana Jasa dilakukan dengan cara melakukan penilaian kinerja karyawan. Saat ini perusahaan belum mempunyai standar yang jelas dan pasti dalam proses penilaian kinerja karyawan. Saat ini aspek-aspek yang secara umum menjadi panduan perusahaan dalam memberikan penilaian kinerja karyawan adalah hasil, kedisiplinan, dan karyawan. Hasil karyawan dilihat dari segi kualitas maupun kuantitas hasil kerja karyawan dan dibandingkan dengan target yang ditetapkan oleh perusahaan. Kedisiplinan karyawan dilihat dilihat dari ketepatan karyawan bekerja sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan perusahaan, dan aspek perilaku dilihat dari perilaku karyawan ketika bekerja, terlihat bersemangat atau terlihat malas.
61
Universitas Kristen Petra
Fungsi controlling juga dilakukan dengan evaluasi yang dilakukan pada kegiatan pemasaran. Evaluasi ini dilakukan dengan cara melakukan menanyakan keluhan-keluhan kepada karyawan telemarketing terhadap permasalahan pemasaran. Dari informasi telemarketing ini pihak perusahaan dapat melakukan evaluasi terhadap kegiatan pemasaran yang selama ini dilakukan dan kendala- kendala yang dihadapi dalam proses pemasaran perusahaan sehingga masalah- masalah yang ada tersebut dapat diselesaikan.
Controlling juga dilakukan pada bagian keuangan perusahaan. Controlling pada perusahaan dilakukan dengan cara pembuatan pembukuan keuangan perusahaan setiap bulannya menjadi sebuah laporan. Laporan keuangan ini kemudian diserahkan kepada pimpinan sehingga pimpinan dapat mengetahui dan mengontrol pengelolaan keuangan yang ada di perusahaan.
Controlling juga dilakukan dengan pemantuan kegiatan operasional perusahaan. Pemantuan pada kegiatan operasional dilakukan dengan keterlibatan pimpinan dalam pemantuan kegiatan operasional. Pimpinan terkadang juga ikut melakukan pemantuan, kadang ikut mantau kondisi gudang, ataupun kondisi di tempat bongkar dan muat barang. Bentuk pemantuan yang lain dilakukan pada penerapan aturan-aturan yang ada di perusahaan agar peraturan-peraturan dipatuhi oleh karyawan perusahaan.
4.3. Analisis Lingkungan Internal
Berikut ini akan dideskripsikan fungsi manajemen pada fungsi bisnis yang terdapat pada lingkungan internal perusahaan.
4.3.1. Sumber Daya Manusia
Data yang diperlukan untuk melakukan analisa sumber daya manusia di PT. Sariadi Wahana Jasa didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa informan yang kemudian dilakukan analisis trianggulasi atas data untuk memastikan validitas data. Hasil trianggulasi pada aspek sumber daya manusia dapat dilihat pada Tabel 4.5.
62
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.5. Hasil Trianggulasi Untuk Fungsi Manajemen Pada Aspek SDM
Konsep
Informan 1 (Bapak Tirto
Suwarno)
Informan 2 (Ibu Nurul)
Informan 3
(Bapak Bagus) Keterangan Perencanaan
- Mengadakan perekrutan karyawan perusahaan
Perusahaan melakukan analisis sebelum melakukan rekrutmen
karyawan terutama untuk menentukan berapa banyak karyawan yang diperlukan untuk masing-masing bagian serta kualifikasinya
Perusahaan selama ini memang melakukan analisis jumlah dan kriteria sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan sehingga memudahkan perusahaan dalam melakukan proses rekrutmen karyawan
Sebelum
melakukan proses rekrutmen perusahaan tentu melihat terlebih dahulu kebutuhan karyawan berapa banyak serta bagaimana persyaratannya
Valid
Perorganisasian - Penempatan
karyawan pada bagian masing- masing sesuai keahliannya
Biasanya sebelum ditempatkan pada posisi atau jabatan yang membutuhkan karyawan baru, karyawan yang sudah memenuhi persyaratan atau kualifikasi ditraining terlebih dahulu setelah itu karyawan baru bisa bekerja di
perusahaan
Ada training terlebih dahulu bagi karyawan sebelum menempatkan karyawan di suatu posisi atau jabatan di perusahaan
Perusahaan memberikan training terlebih dahulu kepada karyawan baru
Valid
Penggerakkan - Pemberian
reward dan punishment di perusahaan
Reward diberi bonus tahunan dan THR karyawan diberikan saat lebaran. Kalau punishment memotong gaji karyawan sampai pemecatan
Biasanya dalam bentuk bonus tahunan dan THR dinaikkan.
Sedangkan untuk sanksi adalah pemotongan uang makan sampai dengan PHK
Reward yang diterapkan perusahaan selama ini adalah dalam bentuk bonus tahunan dan THR dinaikkan.
Sedangkan punishmentnya mungkin
pemotongan uang makan sampai dengan PHK tergantung tingkat kesalahan
karyawan
Valid
Pengendalian - Menilai
kinerja karyawan
Saat ini memang pihak perusahaan belum mempunyai
Dasarnya kita memberikan penilaian ya
Standarnya belum ada, yang paling umum digunakan
Valid
63
Universitas Kristen Petra Konsep
Informan 1 (Bapak Tirto
Suwarno)
Informan 2 (Ibu Nurul)
Informan 3
(Bapak Bagus) Keterangan format yang jelas
tentang penilaian kinerja karyawan, akan tetapi masing- masing pimpinan mempunyai standar masing-masing untuk menilai kinerja karyawan.
Tapi dari apa yang berjalan saat ini mungkin ada tiga aspek yang dinilai, yaitu masalah hasil pekerjaan,
kedisipinan, dan perilaku karyawan.
Itu yang pokok.
bagaimana hasil kerjanya selama ini, terus kedisiplinannya seperti apa dan ketika bekerja malas-malasan atau tidak
adalah hasil kerja karyawan seperti apa, tingkat kedisiplinan, dan perilaku karyawan
Sumber: Olahan peneliti, 2013
Tabel 4.5 merupakan hasil hasil trianggulasi untuk fungsi manajemen pada Aspek SDM. Hasil trianggulasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data fungsi manajemen pada aspek SDM adalah valid.
4.3.1.1. Planning (Perencanaan)
Perencanaan sumber daya manusia dilakukan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja agar sesuai dengan kepentingan organisasi. Perencanaan sumber daya manusia juga dilakukan oleh pihak manajemen di PT. Sariadi Wahana Jasa terlihat dalam aktivitas analisis analisis sebelum melakukan rekrutmen karyawan terutama untuk menentukan berapa banyak karyawan yang diperlukan untuk masing-masing bagian serta kualifikasinya dalam mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan selama ini melakukan analisis terhadap jumlah dan kriteria sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan sehingga memudahkan perusahaan dalam melakukan proses rekrutmen karyawan. Dengan demikian PT. Sariadi Wahana Jasa memiliki standart kualifikasi yang harus dimiliki oleh tenaga kerja ketika menduduki posisi atau jabatan.
Berdasarkan persyaratan kualifikasi pada masing-masing jabatan menunjukkan jika pihak manajemen di PT. Sariadi Wahana Jasa dalam melakukan pengelolaan sumber daya manusia terlebih dahulu juga melakukan perencanaan terutama ketika akan merekrut karyawan. Sistem rekrutmen yang
64
Universitas Kristen Petra
diterapkan di perusahaan selama ini dilakukan melalui rekomendasi dari karyawan perusahaan atau relasi perusahaan. Jadi selama ini PT. Sariadi Wahana Jasa memanfaatkan sumber-sumber internal dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya manusianya, yaitu dengan meminta rekomendasi dari karyawan yang sudah ada ataupun memanfaatkan relasi dari pemilik perusahaan. Biasanya karyawan dari dalam perusahaan yang memasukkan temannya atau kenalannya untuk mengisi posisi yang lowong di perusahaan. Namun, tetap harus memenuhi kualifikasi yang ditetapkan perusahaan seperti misalnya untuk posisi koordinator lapangan harus berusia minimal 26 tahun dan berpendidikan minimal Diploma serta sudah berpengalaman selama 1 tahun.
Oleh karena itu, ketika membutuhkan karyawan baru, pihak Sumber Daya Manusia tidak pernah membuat iklan lowongan kerja di surat kabar. Setiap calon karyawan baru tetap harus memasukkan berkas surat lamaran lengkap yang terdiri dari:
1. Surat Lamaran Kerja 2. Daftar Riwayat Hidup
3. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan SIM (khusus bagi sopir) 4. Pas photo terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak dua buah dan berwarna 5. Foto copy ijazah yang telah dilegalisir
6. Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas atau dokter
7. Sertifikat atau piagam penghargaan apabila calon karyawan baru memilikinya.
4.3.1.2. Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian pada aspek sumber daya manusia merupakan pengaturan dan mengkoordinasikan karyawan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
Sebelum seorang karyawan ditempatkan pada posisi atau jabatan yang membutuhkan karyawan baru, karyawan yang sudah memenuhi persyaratan atau kualifikasi ditraining terlebih dahulu setelah itu karyawan baru bisa bekerja di perusahaan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah karyawan tersebut cocok untuk mengisi posisi tersebut.
Jadi pihak perusahaan terlebih dahulu akan memberikan training kepada karyawan sebelum karyawan tersebut menduduki sebuah posisi tertentu atau
65
Universitas Kristen Petra
menjalankan tugasnya. Karyawan dicoba terlebih dahulu bekerja di posisi yang membutuhkan tenaga kerja selama 1 bulan dengan didampingi oleh karyawan lama. Apabila memuaskan dan sesuai harapan manajemen, baru karyawan tersebut mendapat kontrak kerja. Hal ini dilakukan untuk melihat kemampuan karyawan dan tanggung jawab yang dibebankan kepada karyawan sesuai dengan keahlian dan kemampuan karyawan. Dalam memaksimalkan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan, perusahaan juga mengadakan pelatihan dan pengarahan terhadap tugas masing-masing karyawan. Pelatihan tenaga kerja merupakan upaya PT. Sariadi Wahana Jasa dalam meningkatkan kemampuan karyawan agar produktivitas dan profesionalisme bekerja akan meningkat sesuai dengan bidangnya sehingga perusahaan mampu memaksimalkan efesiensi dan efektivitas tenaga kerja. Pelatihan kepada karyawan selama ini hanya terfokus pada staf perusahaan yang ada di bagian kantor yang membutuhkan lebih banyak kemampuan dalam menjalankan operasional perusahaan.
Pelaksanaan pelatihan yang umumnya dilaksanakan pada karyawan baru di bagian koordinator lapangan, bentuknya berupa training tentang komunikasi, etika dan penampilan dan training menghadapi konsumen yang heterogen dengan begitu banyaknya perbedaan sikap dan sifat. Perusahaan juga dapat melakukan pelatihan di luar perusahaan, yaitu pelatihan yang dilaksanakan di luar lingkungan perusahaan, misalnya mengikuti seminar-seminar. Seminar biasanya diikuti oleh staff bagian Koordinator Lapangan, Manajer Operasional, dan Manajer Sumber Daya Manusia.
4.3.1.3. Actuating (Penggerakan)
Fungsi penggerakkan lebih menekankan pada pihak manajemen dalam mengarahkan dan menggerakan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Setiap organisasi juga melakukan upaya- upaya yang perlu dilakukan dalam menggerakkan karyawan untuk bekerja maksimal dalam mencapai tujuan perusahaan. Fungsi pergerakkan dalam suatu organisasi selain dapat dilakukan melalui kebijakan perusahaan juga memerlukan tindakan dari pimpinan dalam rangka menimbulkan kemauan dan membuat
66
Universitas Kristen Petra
karyawan mengerti dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pimpinan PT. Sariadi Wahana Jasa adalah sosok pimpinan yang merakyat yang mengetahui kondisi lapangan kerja dan mengetahui kondisi karyawan yang sedang bekerja. Pimpinan sering kali melakukan peninjauan ke lokasi kerja, baik itu di gudang, di pelabuhan, ataupun di tempat bongkar dan muat barang sehingga pimpinan dapat melihat secara langsung karyawan yang sedang bekerja. Dengan melihat raut wajah dan perilaku karyawan yang sedang bekerja pimpinan biasanya mengetahui karyawan yang kurang bersemangat dalam bekerja atau karyawan yang motivasinya rendah. Pimpinan selanjutnya akan memanggil karyawan yang bersangkutan dan memberikan kata-kata semangat dan motivasi kepada karyawan.
Tidak jarang juga ketika ada karyawan yang mengalami suatu masalah, maka pimpinan akan turun langsung untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh karyawan.
Pemberian semangat dan motivasi kepada karyawan juga dilakukan pimpinan dengan memberikan pengakuan ataupun pujian terhadap karyawan yang melakukan pekerjaan dengan baik. Pimpinan sering kali memberikan pujian secara spontan ketika melihat karyawan yang pekerjaannya bagus sehingga karyawan merasa hasil kerjanya dihargai. Hal ini dilakukan pimpinan agar motivasi kerja karyawan terus meningkat. Pimpinan juga tidak jarang memberikan teguran langsung kepada karyawan yang hasil pekerjaannya kurang bagus sehingga karyawan juga terdorong untuk melakukan perbaikan atas pekerjaan yang dilakukan.
Seorang pemimpin mempunyai peran yang besar bagi sebuah perusahaan.
Pemimpin mempunyai peran untuk mengarahkan dan memberi pedoman kepada bawahannya. Ketika karyawan terlihat kurang mempunyai motivasi yang dapat mengganggu proses pencapaian tujuan perusahaan, pemimpin mempunyai tugas untuk memberikan motivasi kepada karyawan sehingga karyawan akan mempunyai motivasi yang bagus dalam bekerja yang pada akhirnya diharapkan akan berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil kerja yang lebih baik.
Berdasarkan data yang ada dapat dinyatakan bahwa pemimpin di PT.
Sariadi Wahana Jasa berperan dalam menggerakkan karyawan untuk bekerja
67
Universitas Kristen Petra
secara maksimal. Peran ini dilakukan dengan cara memberikan motivasi, yaitu dengan meningkatkan semangat karyawan dengan cara pemberian pujian kepada sopir yang melakukan pengiriman barang tepat waktu kepada pelanggan, memberi bonus berupa uang kepada karyawan yang mampu mendatangkan pelanggan.
4.3.1.4. Controlling (Pengendalian)
Dalam pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan juga tidak terlepas dari fungsi pengendalian. Fungsi pengendalian perlu dilakukan agar perusahaan bergerak ke arah tujuannya. Pengendalian juga dilakukan oleh manajemen PT.
Sariadi Wahana Jasa terhadap karyawannya dengan cara melakukan evaluasi kinerja karyawan setiap bulan yang biasanya dilakukan melalui rapat antar manajer di perusahaan dengan bagian sumber daya manusia. Apabila ada karyawan yang kinerjanya tidak memuaskan akan diberi masukan-masukan untuk perbaikan. Nurul juga menyatakan, penilaian kinerja karyawan dilakukan melalui rapat yang dilakukan oleh para manajer di perusahaan.
Penilaian yang dilakukan terhadap karyawan disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan. Disebabkan karena jenis pekerjaan karyawan perusahan bermacam-macam, maka penilaian kinerja karyawan juga bermacam-macam. Sampai saat ini pihak perusahaan belum mempunyai format standar untuk memberikan penilaian terhadap kinerja karyawan, akan tetapi masing-masing pimpinan mempunyai standar masing-masing untuk menilai kinerja karyawannya.
Terdapat tiga hal yang secara umum dijadikan aspek utama dalam penilaian kinerja karyawan, yaitu hasil pekerjaan, kedisiplinan, dan perilaku karyawan. Karena PT. Sariadi Wahana Jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspedisi, maka hasil pekerjaan diukur dari ketepatan waktu dan tingkat kesalahan. Contoh riilnya adalah untuk supir, pihak perusahaan telah menentukan jam berangkat dari gudang dan perkiraan jam sampai di pelabuhan sehingga ketepatan waktu dilihat dari ketepatan supir ketika membawa barang keluar dari gudang dan ketika sampai ke pelabuhan. Tingkat kesalahan dilihat dari tidak adanya kesalahan dalam melakukan pengiriman barang, baik barang yang dikirim atau tujuan barang dikirim.
68
Universitas Kristen Petra
Kedisiplinan paling pokok dilihat dari jam masuk kerja dan jam pulang kerja. Masing-masing karyawan mempunyai ketentuan sendiri tentang jam masuk kerja dan jam pulang kerja ini. Karyawan kantor atau administrasi mempunyai jam masuk kerja dan jam pulang yang tetap, sementara untuk karyawan bagian lapangan mempunyai jam masuk kerja dan pulang kerja yang disesuaikan dengan kondisi pekerjaan. Penilaian berikutnya menilai perilaku kerja karyawan. Perilaku karyawan ini dapat dilihat dari kegiatan sehari-hari karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Karyawan yang bekerja dengan semangat dan rajin akan mendapatkan penilaian yang bagus, sementara itu karyawan yang bekerja dengan kelihatan bermalas-malasan akan mendapatkan nilai yang jelek.
Dari data yang ada tersebut dapat disimpulkan bahwa pengendalian terhadap kinerja karyawan dilakukan dengan cara mengadakan evaluasi terhadap kinerja karyawan setiap bulannya. Penilaian kinerja pada karyawan PT. Sariadi Wahana Jasa dilakukan oleh masing-masing manajer dengan melihat hasil kerja karyawan. Pada karyawan bagian pemasaran dilihat berdasarkan omset yang didapatkan tiap bulannya. Sedangkan untuk karyawan bagian operasional akan dinilai berdasarkan pemberian pelayanan kepada pelanggan baik kecepatan pengiriman barang maupun keamanan barang dari kerusakan sampai di tempat tujuan.
Berkaitan dengan penilaian terhadap kedisiplinan karyawan maka Manajer Sumber Daya Manusia maupun staffnya turun langsung melakukan pengamatan di tempat kerja. Fungsi pengendalian dalam perusahaan perlu dilakukan sebagai upaya dari perusahaan untuk memberikan penilaian apakah karyawan sudah berkontribusi secara maksimal sesuai dengan tanggung jawab pekerjaannya atau tidak. Pihak perusahaan telah menetapkan tanggung jawab untuk masing-masing karyawan yang ada di perusahaan. Tanggung jawab karyawan ini berkaitan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan. Misalnya saja karyawan bagian gudang yang mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pencatatan dan mengatur keluar masuknya barang yang ada di gudang. Fungsi pengendalian dalam perusahaan dijalankan agar karyawan bagian gudang ini menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, yaitu melakukan pencatatan atas semua barang
69
Universitas Kristen Petra
yang keluar dan masuk di gudang dan mengatur barang-barang yang ada di gudang dengan baik.
Fungsi pengendalian di PT. Sariadi Wahana Jasa juga dilakukan dengan cara menerapkan reward and punishment. Reward diberikan berupa bonus tahunan dan THR dinaikkan. Sedangkan untuk punishment dilakukan memotong uang makan sampai dengan pemecatan tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan karyawan. Reward biasanya diberikan dalam bentuk bonus tahunan dan THR dinaikkan. Sedangkan untuk sanksi adalah pemotongan uang makan sampai dengan PHK. Kondisi ini menunjukkan bahwa manajemen PT. Sariadi Wahana Jasa melakukan upaya untuk mengendalikan karyawan agar bekerja secara maksimal adalah dengan menerapkan reward and punishment.
Kegunaan dari pengendalian terhadap kinerja karyawan ini juga dapat dijadikan sebagai masukkan dalam memberi penghargaan kepada karyawan atau putusan untuk memberhentikan karyawan. Selain itu, dapat digunakan dalam memberi masukkan kepada karyawan untuk memperbaiki hasil kerjanya. agar perusahaan bergerak ke arah tujuannya. Fungsi pengendalian bertujuan apabila ada bagian organisasi yang bergerak ke arah yang salah, para manajer berusaha untuk mencari penyebabnya untuk perbaikan di masa mendatang. Dalam bisnis ekspedisi ketepatan dalam pengiriman barang, keramahan dalam melayani pelanggan, dan faktor kedisiplinan karyawan juga menjadi dasar bagi perusahaan dalam menilai apakah karyawan memiliki kinerja yang tinggi atau rendah.
4.3.2. Pemasaran
Untuk melakukan analisis terhadap kegiatan pemasaran, data yang diperlukan didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa informan. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis trianggulasi atas data untuk memastikan validitas data. Hasil trianggulasi pada aspek pemasaran dapat dilihat pada Tabel 4.6.
70
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.6. Hasil Trianggulasi Untuk Fungsi Manajemen Pada Aspek Pemasaran
Konsep Informan 1
(Bapak Hartono)
Informan 2 (Bapak Kusbandono)
Informan 3
(Bapak Rudy) Keterangan Perencanaan
- Menentukan kegiatan pemasaran yang akan dilakukan perusahaan
Tergantung rencana perusahaan yang akan dilakukan apa, lalu ditentukan target pasar dan kebutuhannya baru memasarkan
Penentuannya didasarkan pada rencana yang telah dibuat sebelumnya terus ditentukan target pasarnya dan apa-apa saja yang dibutuhkan dalam mendukung kegiatan
pemasaran tersebut baru kegiatan pemasaran dilakukan
Penentuan kegiatan pemasaran biasanya didasarkan pada rencana perusahaan dan target pasarnya
Valid
Perorganisasisn - Mengatur
kegiatan pemasaran di perusahaan
Mengerahkan semua karyawan untuk turut serta membantu mempromosikan kegiatan perusahaan dan memberikan jaminan pelayanan yang terbaik
Perusahaan menggunakan seluruh karyawan untuk ikut mempromosikan jasa perusahaan
Semua karyawan di perusahaan berperan dalam mempromosikan jasa perusahaan
Valid
Penggerakkan Menarik minat customer sehingga semakin banyak customer yang memakai jasa perusahaan dan perusahaan semakin dikenal
Menambah jumlah pelanggan dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada serta bekerjasama dengan pihak dunia usaha yang merupakan relasi pemiliki
perusahaan khususnya industri industri
manufaktur misalnya industri rokok, tekstil, kerajinan, industri sepatu/sandal, pakan ternak, dan makanan
minuman
Perusahaan ingin menambah jumlah pelanggan dan
mempertahankan pelanggan yang sudah ada
Valid
Pengendalian - Mengevaluasi
kegiatan pemasaran perusahaan
Biasanya menanyakan keluhan-keluhan kepada karyawan
Perusahaan punya karyawan telemarketing yang menawarkan
Evaluasi
dilakukan dengan menanyakan kepada karyawan
Valid
71
Universitas Kristen Petra
Konsep Informan 1
(Bapak Hartono)
Informan 2 (Bapak Kusbandono)
Informan 3
(Bapak Rudy) Keterangan telemarketing
terhadap permasalahan pemasaran terutama tanggapan mereka ketika kita menawarkan jasa melalui telephone dan ketika
menindaklanjutinya dengan kunjungan ke pelanggan
jasa melalui telephon dan melakukan kunjungan ke calon konsumen.
Dari karyawan tersebut akan diperoleh informasi bagaimana tanggapan mereka terhadap jasa perusahaan
bagian telemarketing tentang tanggapan konsumen terhadap jasa perusahaan
Sumber: Olahan peneliti, 2013
Tabel 4.6 merupakan hasil hasil trianggulasi untuk fungsi manajemen pada Aspek Pemasaran. Hasil trianggulasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data fungsi manajemen pada aspek Pemasaran adalah valid.
4.3.2.1. Planning (Perencanaan)
Pihak perusahaan tidak mempunyai divisi khusus yang menangani bagian pemasaran, akan tetapi pihak perusahaan tetap melakukan perencanaan (planning) untuk kegiatan pemasaran. Perencanaan kegiatan pemasaran dilakukan oleh manajer operasional yang dibantu oleh Pemilik perusahaan. Kegiatan pemasaran dapat berhasil dengan baik membutuhkan perencanaan agar apa yang akan dilakukan sesuai dengan tujuannya. Dalam kegiatan pemasaran juga tidak bisa terlepas dari perencanaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap kegiatan pemasaran, maka kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan dapat lebih tepat sasaran. Dengan melakukan perencanaan kegiatan pemasaran maka terjadi proses sistematis dalam merancang dan mengkoordinasi keputusan pemasaran.
PT. Sariadi Wahana Jasa melakukan perencanaan kegiatan pemasaran dengan melihat perkembangan pasar ke depan bagaimana dan dibuat rencana serta anggarannya. Perencanaan pemasaran jangka pendek biasanya berdasarkan pada target penjualan yang harus dicapai dalam waktu satu tahun misalnya melalui strategi harga dan menghubungi kembali pelanggan yang sudah lama tidak menggunakan jasa perusahaan baik lewat telepon maupun kunjungan. Sedangkan perencanaan pemasaran jangka panjang biasanya didasarkan pada perkembangan