27
Universitas Kristen Petra
4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1. Sejarah Singkat PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo
PT Bian Niaga Batuan atau yang bisa disingkat dengan PT BNB ini merupakan salah satu jenis perusahaan keluarga yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. PT Bian Niaga Batuan merupakan sebuah perusahaan yang terdiri dari tiga orang yang merupakan kontrol manajemen puncak, ketiga orang tersebut yaitu Andreas, Rufus, dan Lisca.
Perusahaan ini berdiri sekitar tahun 1997. Pada awal mulanya, pendiri dan pemilik PT Bian Niaga Batuan hanya mempunyai pengalaman di dalam bidang trading marmer, granit dan kemudian mengawali usahanya dari tenaga pemasaran dan pemasangan granit. Seiring bergulirnya waktu dan pengalaman yang didapat, PT Bian Niaga Batuan mulai mengembangkan usahanya ke area perdagangan marmer dan granit dari seluruh dunia. Kemudian perusahaan ini berkembang lagi ke industri dan penambangan batuan marmer dan granit menjadi barang jadi yang berupa keramik. Biasanya, batuan marmer dan granit yang disediakan oleh perusahaan ini berasal dari dalam negeri maupun luar negeri (import).
PT Bian Niaga Batuan saat ini telah memiliki 5 lokasi pertambangan batuan dan juga kantor cabang dan pemasaran yang terletak di dalam negeri ataupun luar negeri. Kantor cabang ini ada di daerah Surabaya yang berdiri pada tahun 2000, Cibinong yang mulai beroperasi pada tahun 2011 dan juga Quanzhou, China yang berfungsi sebagai kantor pemasaran yang berada di luar negeri dari perusahaan ini untuk menangkap pangsa pasar disana.
PT Bian Niaga Batuan yang terletak di Sidoarjo juga berfungsi sebagai kantor pusat dari perusahaan ini. Perusahaan ini berada di jl. Kesatrian no. 22 Buduran, Sidoarjo, Jawa timur, Indonesia. PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo dibangun oleh pendiri untuk menangani pangsa pasar di Jawa Timur agar kebutuhan para pelanggan baik yang berada di wilayah pulau Jawa, khususnya Surabaya. Tetapi sekarang PT BNB ini juga memiliki kantor cabang di wilayah Kalimantan khususnya Kalimantan Timur, Balikpapan karena pendiri melihat adanya permintaan kebutuhan marmer, granit, dan keramik yang cukup banyak di daerah tersebut. PT Bian Niaga Batuan yang terletak di Sidoarjo ini bukan hanya
28
Universitas Kristen Petra
sebagai kantor pusat saja, tetapi juga sebagai tempat pengelolaan bahan baku menjadi barang jadi yang siap untuk ditawarkan kepada pasar dan konsumen.
Pabrik yang dimiliki oleh PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo terletak di daerah pergudangan Surya Inti Permata jalan Muncul Blok AA no.7-8. Adapun jumlah karyawan yang dimiliki oleh PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo sekitar 150 orang, yang terdiri dari bagian administratif, produksi, finishing, pabrik, dan juga marketing.
4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan
Dalam menjalankan usahanya khususnya di bidang operasional, PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo memiliki visi dan misi yang yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Visi dan misi dari PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo adalah sebagai berikut :
Visi: we have been committed to processing the highest quality stone. (Kami berkomitmen untuk memproduksi batuan marmer, granit, dan keramik dengan sangat berkualitas
• Selalu menggunakan teknologi manufaktur yang terbaru dan di- gabungkan dengan kemampuan para pekerja yang profesional
• Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan cara memastikan memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga pelanggan dapat merasa nyaman berbisnis dengan kami.
Dengan visi dan misi ini diharapkan PT Bian Niaga Batuan mampu mempertahankan dan terus maju sebagai salah satu perusahaan marmer dan granit yang ada di Indonesia. Kedepannya, PT Bian Niaga Batuan ini ingin menjadikan dirinya sebagai perusahaan yang mampu memberikan hasil yang terbaik, bukan hanya dari segi kualitas dan produk saja tetapi juga dari segi layanan, kepuasan, dan kelancaran berbisnis yang diberikan oleh perusahaan kepada setiap pelanggan.
Misi:
29
Universitas Kristen Petra
4.1.3. Struktur Organisasi PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo
Sebuah perusahaan keluarga dapat terdiri dari perusahaan publik yang besar dan kompleks, tetapi sama-sama bisa menjadi kepemilikan tunggal, kemitraan dan badan yang didirikan atau bentuk lain dari asosiasi bisnis di mana focus kepemilikan atau control manajemen di dalam tangan keluarga tertentu atau kumpulan keluarga tertentu. (Balshaw, 2004). Perusahaan PT Bian Niaga Batuan termasuk dalam jenis Family Business Enterprise (FBE), yaitu perusahaan dimiliki serta dikelola sendiri oleh para anggota keluarga itu sendiri.
Adapun struktur kepemilikan perusahaan yaitu terbagi atas saham sebesar 60% kepada Andreas yang merupakan pemilik modal dan 40% untuk Rufus sebagai tangan kanan Andreas yang menjalankan tugas operasional sehari-hari di perusahaan. Salah satu contohnya yaitu seperti memantau para manajer Marketing, Accounting, serta karyawan lainnya apakah sudah menjalankan tugas dengan baik.
Dalam menjalankan perusahaan, PT Bian Niaga Batuan telah merancang struktur dari organisasi untuk memperlancar fungsi operasional dalam setiap bisnisnya. Struktur organisasi yang ada pada bagian produksi ini berguna untuk memberikan karyawan informasi mengenai tanggung jawab, jabatan, tugas, dan jalur hubungan di dalam bagian produksi. Struktur organisasi di dalam bagian produksi PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo dapat dilihat pada Gambar 4.1.
Pemilik Perusahaan (Andreas)
Sekretaris (Lisca) Kepala Bagian
Produksi (Rufus)
Kepala Marketing Kepala Accounting
Karyawan Karyawan Karyawan
30
Universitas Kristen Petra
Gambar 4.1. Struktur organisasi pada PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo
Berdasarkan gambar struktur organisasi di PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo, dapat dilihat pemilik perusahaan yaitu Andreas langsung di bawahi oleh Rufus selaku Kepala bagian Produksi dan Lisca selaku Sekretaris agar dapat membantu pemilik perusahaan menjalankan perusahaannya sehari-hari. Kepala bagian produksi langsung menyampaikan setiap laporan pekerjaan yang berkaitan dengan segala keperluan bagian Produksi, Kepala Marketing dan Kepala Accounting yang kemudian masing-masing kepala membawahi bawahannya yaitu karyawannya masing-masing. Kepala bagian Produksi bertanggung jawab untuk mengawasi segala bentuk pekerjaan yang dilakukan oleh setiap karyawan yang ada di bagian Produksi, sehingga karyawan yang memiliki permasalahan dapat langsung melaporkan kepada Kepala bagian Produksi, begitu juga dengan bagian Marketing dan Accounting. Jika ada hal yang kurang dimengerti pada masing- masing divisi maka bisa bertanya kepada Rufus selaku Kepala bagian Produksi.
4.2. Uji Triangulasi Konsep Direktur
Utama
Kepala Operasional (calon suksesor)
Sekretaris Validitas
Perusahaan Keluarga
Ada keterlibatan anggota keluarga dalam susunan perusahaan
Ada Ada Ada Valid
Jabatan masing masing anggota keluarga yang terlibat di perusahaan PT Bian Niaga Batuan
Andreas sebagai direktur utama, Rufus sebagai Kepala
operasional dan Lisca sebagai sekretaris Andreas
Andreas sebagai pendiri dan pemilik
perusahaan, Rufus sebagai Kepala
operasional, dan Lisca sebagai sekretaris
Andreas sebagai pemilik dan pendiri
perusahaan , Lisca sebagai sekretaris Andreas, dan Rufus di bidang Kepala
operasional
Valid
Pengetahuan calon suksesor tentang pembagian kepemilikan
saham di
perusahaan PT
Ya Rufus
mengetahui pembagiannya, 60 untuk Andreas dan 40 untuk Rufus
Ya Rufus tahu karena telah membuat
perjanjian dengan Andreas. 60:40 60% buat pemilik
Pembagiannya 60:40. 60 buat pemilik modal yaitu Andreas dan 40 buat Rufus.
Valid
31
Universitas Kristen Petra Bian Niaga
Batuan
modal dan 40%
buat Rufus
Memperkerjakan non anggota keluarga di dalam top manajemen
Ada. Contohnya Kepala
Marketing, Kepala Accounting, dll
Ada. ya
contohnya memiliki Kepala Accounting, Kepala Marketing, dll
Ada. Contohnya yaitu memiliki Kepala
Accounting, marketing, dll
Valid
Pengendalian perusahaan tidak sepenuhnya dibawahi oleh keluarga
Bila yang
berhubungan langsung seperti Rufus sebagai kepala
operasional maka dapat mengambil keputusannya sendiri.
Untuk
professional yang di tunjuk berhak mengambil keputusan sesuai dengan jabatan mereka masing masing
Profesional yang telah di tunjuk boleh mengambil keputusan mereka masing- masing sesuai dengan job desk mereka
Valid
32
Universitas Kristen Petra
Konsep Direktur utama
Kepala Operasional (calon suksesor)
Sekretaris Validitas
Calon suksesor dipilih sebagai penerus
perusahaan keluarga
Harus agar dapat melanjutkan dan membangun perusahaan yang telah dibangun oleh Andreas
Agar perusahaan tetap berjalan sesuai dengan jalurnya. Rufus berusaha untuk menjaga apa yang sudah dibangun oleh Andreas dengan baik.
Agar perusahaan dapat tetap bertahan dan berjalan seiring berubahnya jaman
Valid
Kriteria calon suksesor
Kriteria kriteria calon suksesor
Mampu, bersungguh- sungguh, dan bertanggung jawab atas pekerjaan
Secara tertulis tidak ada, namun kriteria tersebut diterapkan secara praktek dalam keseharian.
sebagai salah satu contoh , etos kerja, kerja dengan disiplin
Secara tertulis tidak ada tapi kriteria itu terus menerus
diterapkan dalam praktek
keseharian beliau contohnya yaitu harus disiplin dalam bekerja
Valid
Calon suksesor dapat
berinteraksi dengan karyawan perusahaan dan bekerja sama dengan karyawan
Bisa, dalam hal delegasi tugas dan perintah ke Staff mereka
Rufus tidak ada masalah dengan berinteraksi dengan karyawannya, selama para karyawan melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan maka
komunikasi dan kerja sama baik baik saja
Rufus tidak pernah
mengalami masalah berinteraksi dengan karyawan di perusahaan ini. Beliau berinteraksi melalui tugas yang di berikan kepada karyawan di kerjakan sesuai instruksi yang diberikan
Valid
Calon suksesor dapat
berkomunikasi dan memiliki hubungan yang baik terhadap para anggota keluarga lainnya yang bekerja di dalam
perusahaan
Rufus sejauh ini
tidak ada
masalah dalam berkomunikasi maupun berhubungan baik terhadap para anggota keluarga lainnya
Rufus tidak memiliki
masalah berkomunikasi dan berhubungan dengan anggota keluarga
Sejauh ini Rufus tidak memiliki masalah
berkomunikasi dan berhubungan dengan siapapun di perusahaan ini
Valid
33
Universitas Kristen Petra
Konsep Direktur utama
Kepala Operasional (calon suksesor)
Sekretaris Validitas
Calon suksesor telah bekerja sebaik mungkin
Rufus telah bekerja dengan baik tidak mengecewakan Andreas, dengan cara selalu mengambil keputusan yang dianggap benar bagi perusahaan
Rufus telah mengerjakan pekerjaannya dengan terbaik
yang bisa
dilakukan )
Rufus telah melakukan pekerjaannya yang terbaik karena beliau bekerja bukan hanya untuk prestasi
perusahaan tetapi dia pasti bekerja untuk pribadinya juga
Valid
Keinginan dan kemauan calon suksesor untuk mengetahui aktivitas di dalam
perusahaan
Andreas mengharuskan nya,salah satunya dengan
menyuruh mengetahui mulai dari proses produksi awal sampai dengan barang jadi
Ya Rufus
berkeinginan dan berkemauan untuk mengetahui aktivitas perusahaan karena dia akan menjadi calon suksesor
diperusahaan
Ya
Rufusmemiliki rasa
keingintahuan dan kemauan untuk
mengetahui aktivitas di dalam
perusahaan
Valid
Calon suksesor telah diajak mengenal perusahaan sejak dini
Rufus mau diajak untuk mengenal perusahaan sejak dini
Ya saya mau sejak dari SMA sudah diajak untuk mengenal perusahaan
Ya Rufus mau diajak untuk mengenal perusahaan sejak lulus dari sekolah waktu SMA
Valid
Calon suksesor tahu tujuan dan
cita cita
perusahaan
Rufus mengetahui tujuan dan cita cita perusahaan
Tahu, tapi cita cita yang secara tertulis saya nda ada tapi cita cita yang kita selalu ingin kan bahwa kita harus menjadi
perusahaan yang terbaik dalam bidang batu batuan dan marmer
Rufus tahu, tetapi tidak secara spesifik karena tidak tertulis. Adapun tujuan dan cita cita perusahaan yaitu agar menjadi
perusahaan terbaik dalam bidang batu batuan dan marmer
Valid
34
Universitas Kristen Petra
Konsep Direktur utama
Kepala operasional (calon suksesor)
Sekertaris Validitas
Pengembangan dan
pemeliharaan calon suksesor
Latar belakang pendidikan calon suksesor
Pendidikan Rufus yaitu S1 ekonomi Ubaya
Pendidikan terakhir S1 di ubaya jurusan akuntasi
Pendidikan terakhir Rufus yaitu S1 akutansi di ubaya ya
Valid
Alasan calon suksesor memilih jurusan tersebut
Andreas memberikan nasihat kepada Rufus agar mengambil jurusan
keuangan, karena orang yang di bidang keuangan sangat penting bagi suatu perusahaan.
Rufus
membayangkan bahwa suatu saat semua
perusahaan pasti membutuhkan orang keuangan yang handal untuk perusahaan
Rufus mengetahui bahwa akutansi itu akan sangat diperlukan sebagai basic keuangan di sebuah
perusahaan
Valid
Pendidikan formal
merupakan salah satu bentuk pengembangan dan perencanaan calon suksesor
Andreas
menyetujui hal tersebut
Rufus sangat setuju
Lisca
menyetujui hal tersebut
Valid
Calon suksesor pernah mengikuti pendidikan non formal seperti pelatihan dalam pengembangan keterampilan dalam bekerja atau mengikuti seminar
Rufus pernah mengikuti pendidikan non formal sesekali
Rufus pernah mengikuti pendidikan non formal meskipun tidak sering
Rufus pernah mengikuti seminar non formal meskipun tidak sering
Valid
Pemilik perusahaan pernah memberikan bimbingan/latihan secara langsung kepada calon suksesor
Secara langsung tidak, Andreas hanya
mengkoreksi atas keputusan yang dirasa kurang benar
Secara resmi tidak. Andreas hanya memberi nasihat/ teguran
yang saya
anggap sebagai latihan dan bimbingan buat saya
Secara langsung tidak. Andreas hanya
memberikan arahan dan bimbingan
Valid
Konsep Direktur Kepala Sekertaris Validitas
35
Universitas Kristen Petra
utama operasional (calon suksesor)
Pemilik perusahaan selalu memberikan pengetahuan kepada calon suksesor
sehubungan dengan nilai nilai keluarga yang ada di dalam perusahaan
Andreas biasanya
memberi nasehat terutama
pengembangan karakter pribadi seseorang itu sangat penting, sehingga jika memiliki
karakter pribadi yang baik saya yakin gaya berbisnisnya juga akan baik
Ya, Andreas memberi nasehat untuk membuat pribadi untuk menjadi lebih baik karena jika memiliki
karakter yang
baik akan
membuat Rufus untuk berbisnis dengan baik
Ya, biasanya Andreas
memberikan nasehat untuk pengembangan karakter masing masing pribadi agar dapat menjadi orang yang memiliki pribadi yang baik, sehingga dipercaya dapat berbisnis sesuai dengan aturan
Valid
Apakah calon suksesor pernah bekerja di perusahaan lain sebelum masuk
ke dalam
perusahaan PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo
Ya, Rufus
pernah bekerja di beberapa
perusahaan salah satunya maspion
Ya, Rufus
pernah di
Maspion sebagai staff accounting
Ya, Rufus
bekerja di maspion sebagai staff accounting
Valid
Pengalaman yang di dapatkan calon suksesor pada pekerjaan sebelumnya
Rufus lebih mengerti tata cara kerja secara praktek di lapangan bukan hanya teori-teori yang di ajarkan sewaktu sekolah dulu
Rufus mengerti bahwa dunia kerja tidak semudah dengan teori-teori yang diajarkan di sekolah
Rufus menjadi lebih mengerti tata cara bekerja secara praktek bukan dari teori di sekolah
Valid
Jabatan yang dimiliki calon suskesor pada pekerjaan sebelum masuk perusahaan PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo
Rufus memiliki jabatan sebagai Accounting Manager
Jabatan Rufus pada saat itu yaitu Accounting Manager
Jabatan terakhir Rufus yaitu sebagai
Accounting Manager.
Valid
Apakah calon suksesor
memiliki rasa motivasi sebagai calon penerus perusahaan
Ya, Andreas merasa bahwa Rufus memiliki jiwa
Entreprenuer
Ya, Rufus
memiliki
motivasi sebagai calon suksesor untuk
meneruskan perusahaan ini untuk menjadi lebih baik lagi
Ya, Rufus
membuktikan bahwa beliau mempunyai rasa motivasi sebagai calon suksesor selalu bekerja dengan giat
Valid
Konsep Direktur Kepala Sekertaris Validitas
36
Universitas Kristen Petra
utama operasional (calon suksesor)
Apakah calon suksesor
memiliki
komitmen untuk meneruskan dan mengembangkan perusahaan keluarga
Rufus memiliki komitmen untuk meneruskan dan mengembangkan perusahaan keluarga
Rufus sangat memiliki
komitmen untuk meneruskan perusahaan keluarga ini karena saya juga ingin perusahaan kami ini menjadi perusahaan yang besar
Rufus memiliki komitmen untuk meneruskan dan mengembangkan perusahaan milik keluarga ini.
Beliau berkeinginan untuk membuat perusahaan ini menjadi
perusahaan besar
Valid
4.3. Perusahaan Keluarga
Sebuah perusahaan keluarga dapat terdiri dari perusahaan publik yang besar dan kompleks, tetapi sama-sama bisa menjadi kepemilikan tunggal, kemitraan dan badan yang didirikan atau bentuk lain dari asosiasi bisnis di mana fokus kepemilikan dan/atau kontrol manajemen berada di dalam tangan keluarga tertentu atau kumpulan keluarga tertentu. (Balshaw, 2004). Sesuai dengan teori yang dikatakan oleh balshaw PT Bian Niaga Batuan merupakan sebuah perusahaan keluarga karena terdiri dari tiga orang yang merupakan anggota keluarga serta merupakan kontrol manajemen puncak di dalam perusahaan keluarga tersebut. Ketiga orang tersebut yaitu Andreas, Rufus, dan Lisca.
Perusahaan keluarga PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo ini termasuk dalam jenis Family Business Enterprise(FBE) yaitu perusahaan dimiliki serta dikelola sendiri oleh para anggota keluarga itu sendiri yang posisi kunci dalam perusahaan dipegang anggota keluarga. (Susanto 2007, p.4).
4.4. Analisa Perencanaan Suksesi PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo
PT.Bian Niaga Batuan saat ini sedang melakukan perencanaan suksesi dari generasi pertama ke generasi kedua. Perencanaan suksesi telah dijalani cukup lama oleh suksesor sehingga dianggap sudah mengerti benar aktivitas yang telah dijalankan di dalam perusahaan PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo. Andreas selaku direktur utama rencananya akan digantikan oleh Rufus selaku calon suksesor.
Adapun tahapan perencanaan suksesi yang dilakukan oleh PT Bian Niaga Batuan terbagi dalam 2 tahapan. Yaitu tingkat persiapan suksesor, kriteria calon
37
Universitas Kristen Petra
suksesor, dan pengembangan calon suksesor. Kriteria calon suksesor terbagi atas 3 poin. adapun poin poin tersebut yaitu pendidikan formal, pengalaman bekerja di luar perusahaan(magang), motivasi calon suksesor untuk meneruskan perusahaan keluarga PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo. Pengembangan calon suksesor yang berhubungan antara anggota keluarga dan bisnis yang memiliki empat poin.
adapun poin poin tersebut yaitu komunikasi, kepercayaan, komitmen, nilai dalam keluarga yang diterapkan di dalam perusahaan.
4.5.1 Persiapan Suksesor
Menurut Atwood (2007), perencanaan suksesi bertujuan untuk mempersiapkan perusahaan dengan berbagai tantangan dan kesempatan yang berkaitan dengan perubahan pada posisi kunci. Area dalam perencanaan suksesi dapat meliputi posisi atas pada kepemimpinan bahkan pada pengelola perusahaan yang ikut bekerja didalam proses manajemen. Proses manajemen itu sendiri terdiri dari empat poin yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating, & Controlling).
Rufus telah menetapkan perencanaannya dalam proses manajemen perusahaannya seperti mengembangkan bisnisnya yang pada awalnya hanya trading batuan sekarang dapat menjual barang setengah jadi yang harganya bisa lebih murah agar perusahaan tetap bisa bertahan dan berkembang. Selain itu beliau juga telah menetapkan dan mengatur penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan adanya pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi, baik yang berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya untuk tercapainnya suatu tujuan. Rufus juga telah berupaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melakukan berbagai pengarahan dan motivasi agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan non- manusia pada pelaksanaan tugas agar visi misi perusahaan dapat tercapai.
Pengendalian adalah satu diantara beberapa fungsi manajemen berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang
38
Universitas Kristen Petra
dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan tujuan yang telah digariskan semula. Proses pengendalian yang telah dilakukan Rufus yaitu memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan bisa berjalan sesuai target yang diharapkan oleh beliau. Contoh pada divisi Marketing target pemasaran pada tahun ini harus terpenuhi jika tidak akan dibuat ulang rencana agar tahun depan target pemasaran yang akan datang dapat terpenuhi.
Di PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo juga memiliki fungsi manajemen, yang melibatkan bidang operasional, keuangan, Human Resource &
Development, dan pemasaran. Rufus selaku Kepala bagian Operasional yang mengatur pekerjaan sehari-hari diperusahaan ini yang ikut melihat bagaimana perkembangan divisi Operasional, Keuangan, Human Resource & Development.
karena beliau merupakan calon penerus jadi harus mengerti seluk-beluk perusahaan seperti apa. Rufus selaku kepala dibidang Operasional bekerja untuk memastikan bahwa proses pekerjaan di dalam struktur organisasi harus bekerja dengan benar, beliau juga berhak untuk mengatur proses keuangan perusahaan untuk ke depannya perusahaan dapat dikembangkan lebih baik dan besar tetapi tetap harus dibawahi oleh Andreas. Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling penting dalam manajemen dan perlu digunakan secara efisien. Hal ini karena keberhasilan, stabilitas dan pertumbuhan organisasi tergantung pada kemampuan suatu organisasi dalam memperoleh, memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya manusia untuk kepentingan organisasi itu sendiri. Rufus sebagai calon penerus perusahaan sangat mengerti bahwa tanpa karyawan perusahaan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, jadi beliau selalu memberdayakan karyawan yang dianggap berkompeten dengan memberikan reward berupa bonus tambahan gaji, atau penghargaan seperti piagam agar karyawan tersebut dapat merasa hasil kerjanya di hargai yang mengakibatkan karyawan tersebut selalu bekerja dengan penuh semangat dalam menjalankan kewajibannya.
Pada PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo calon penerus perusahaan juga harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan seperti bekerja di luar perusahaan sebelum menduduki jabatannya sekarang agar mendapat pengalaman
39
Universitas Kristen Petra
kerja serta keterampilan bekerja yang semakin matang agar diharapkan calon suksesor ketika bekerja diperusahaan keluarga sendiri tidak dijadikan sebagai latihan untuk bekerja, melainkan sudah seperti profesional yang dapat mengerjakan tugas dengan benar. Calon suksesor yang telah di tentukan di perusahaan yaitu Rufus. Perencanaan suksesi Rufus telah di rencanakan oleh Andreas yaitu pendiri perusahaan dengan cara memberi nasehat agar setelah menyelesaikan SMA mengambil jurusan ekonomi di suatu universitas. Akhirnya Rufus mengambil jurusan S1 Akutansi di Ubaya. Andreas selaku pendiri perusahaan pernah berkata kepada Rufus bahwa suatu perusahaan akan sangat membutuhkan orang di bagian keuangan karena orang di bagian keuangan merupakan salah satu kunci pada keberhasilan suatu perusahaan tersebut.
Sebelum masuk ke perusahaan keluarga ini Rufus pernah bekerja selama 3 tahun di berbagai perusahaan tetapi tetap bekerja pada 1 bidang yaitu tentang bagian keuangan. Persiapan suksesi ini tidak lepas dari anggota keluarga yaitu, Andreas, dan Lisca. Persiapan suksesi melibatkan keluarga mulai dari diskusi, pemberian dukungan/motivasi, hingga pengambilan keputusan dalam menentukan calon suksesor bagi perusahaan PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo.
4.5.2 Kriteria Calon Suksesor 1. Pendidikan formal
Dalam penelitian ini, sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh ketiga narasumber yang menyebutkan bahwa Rufus telah diperkenalkan dengan segala aktivitas-aktivitas yang ada di perusahaan. Rufus telah diperkenalkan pada perusahaan sejak dini yaitu pada saat lulus dari sekolah SMA. Setelah lulus dari SMA beliau menyelesaikan kuliahnya di Ubaya jurusan Accounting.
Beliau mengambil jurusan Accounting karena pendiri memberikan informasi bahwa orang yang bekerja di bidang keuangan akan sangat dicari oleh banyak perusahaan karena orang yang spesialis di bidang itu merupakan orang yang dapat merubah perusahaan menjadi lebih baik. Kedepannya beliau juga akan mengurus perusahaan keluarga sehingga jurusan tersebut akan sangat digunakan dalam dunia kerja.
40
Universitas Kristen Petra
Menurut Morris et al., (1996), generasi penerus harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan dalam bidang pendidikan sebelum menduduki jabatannya sekarang. Pendidikan formal sangat dibutuhkan bagi calon suksesor agar dapat melatih logika berpikir serta mendapat banyak wawasan. Jadi apa yang telah dilakukan oleh PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo sudah sejalan dengan teori
2. Pengalaman bekerja di luar perusahaan
Menurut Morris et al.,(1996), Penerus juga harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan seperti bekerja di luar perusahaan sebelum menduduki jabatannya sekarang. Dari keterangan ketiga narasumber yang menyatakan bahwa Rufus sebelum memasuki perusahaan keluarga miliknya, Rufus tidak diperbolehkan langsung bekerja di dalam perusahaan keluarganya tersebut melainkan disuruh bekerja dengan perusahaan lain terlebih dahulu, diantaranya perusahaan Maspion, dan perusahaaan di bidang asuransi.
Pengalaman yang dialami oleh beliau menurut para narasumber yaitu beliau bekerja di perusahaan tersebut yaitu bahwa dengan gaji kecil disuruh bekerja dengan keras tanpa toleransi, dan dunia kerja ini berbeda dengan perkuliahan yang hanya menggunakan teori teori tetapi kalau di dunia kerja ini kebanyakan menggunakan praktek secara langsung.
3. Motivasi
Menurut Sales (1990), yang menyatakan bahwa dengan adanya motivasi, dukungan dan dorongan akan menjadikan calon suksesor pribadi yang positif, percaya diri, berprestasi dan bersemangat untuk proses suksesi dan siap untuk menjadi seorang pemimpin. Adanya motivasi akan membantu calon suksesor untuk bersemangat masuk bekerja di dalam perusahaan keluarga. Menurut keterangan ketiga narasumber, Rufus merupakan orang yang memiliki motivasi tinggi dalam bekerja, baik bekerja dalam perusahaan sekarang maupun dulu sewaktu masih bekerja di luar perusahaan milik keluarganya.
Beliau memiliki motivasi yang tinggi karena menginginkan perusahaan milik keluarganya sekarang untuk dapat bertumbuh dan berkembang lebih besar lagi
41
Universitas Kristen Petra
dari sekarang. Motivasi, dukungan, dan dorongan kepada Rufus juga tidak lepas dari faktor anggota keluarga yaitu Andreas sebagai paman dari Rufus, dan Lisca sebagai sepupu Rufus yang selalu siap membantu jika Rufus berada kesulitan dalam bekerja.
4.5.3 Pengembangan calon suksesor 1. Komunikasi
Menurut Atwood (2007), komunikasi yang efektif dan terbuka antara anggota keluarga calon pemimpin dapat mempengaruhi keberhasilan suksesi bisnis keluarga. Berdasarkan keterangan dari ketiga narasumber, mereka mengatakan bahwa Rufus adalah sosok orang yang sangat ingin tahu jadi selalu ingin bertanya kepada siapa saja yang berada di dalam lingkup pekerjaan masing masing diperusahaanya, misalnya bertanya kepada karyawan pada bagian produksi tentang proses batuan marmer setengah jadi menjadi barang jadi yang baik dan benar itu seperti apa, serta mesin pemoles batuan marmer cara pemakaiannya yang benar seperti apa. Beliau juga tidak sungkan untuk bertanya kepada pemilik perusahaan Andreas, dan Sekretaris perusahaan Lisca, tentang bagaimana cara menyelesaikan suatu permasalahaan dalam berbisnis misalnya saja bernegosiasi pada pelanggan yang baik dan benar, tata cara berkomunikasi yang baik kepada para pelanggan, serta cara memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan. Beliau memiliki sifat ramah, jadi jika beliau bertanya kepada seseorang maka orang tersebut pasti akan ramah juga yang mengakibatkan adanya komunikasi yang terbuka diantara satu sama lain, sehingga para anggota keluarga ataupun karyawan akan merasa nyaman untuk berkomunikasi dengan Rufus.
2. Kepercayaan
Kepercayaan antar keluarga sangat dibutuhkan oleh calon suksesor/calon penerus perusahaan. Menurut Brockhaus (2004), kepercayaan merupakan faktor utama sebagai pendukung keberhasilan di mana keluarga harus memiliki sikap percaya dan mendukung penuh calon penerus. Oleh karena itu, penerus yang potensial harus mendapat dukungan, kepercayaan dari keluarga agar dapat bekerja diperusahaan keluarga dengan baik.
42
Universitas Kristen Petra
PT Bian Niaga Batuan mempercayakan calon suksesornya yaitu Rufus untuk menjadi sebagai calon penerus perusahaan keluarga ini. Jika tidak ada rasa percaya yang kuat antara calon suksesor dan para anggota keluarga yang lainnya, maka perusahaan keluarga tidak dapat berjalan semaksimal mungkin yang akan dapat mengakibatkan perusahaan keluarga itu akan segera pecah.
Andreas selaku pendiri perusahaan, sebelum memberikan kepercayaan penuh perusahaan kepada Rufus, dia memberikan tugas-tugas yang harus dijalankan terlebih dahulu. Contoh tugas-tugasnya yaitu seperti sekarang yang sedang dikerjakan oleh Rufus yaitu menjadi tangan kanan Andreas yang mengurus segala kegiatan operasional serta perintah apa saja yang diberikan Andreas kepada Rufus agar dapat mengetahui apa saja tugas tugas dan tanggung jawab ketika akan menggantikan Andreas sebagai pemilik perusahaan.
3. Komitmen
Berdasarkan keterangan ketiga narasumber, calon penerus perusahaan harus memiliki komitmen untuk bekerja sungguh sungguh. Rufus sebagai calon suksesor dianggap telah memiliki sifat komitmen tersebut. Andreas selaku pemimpin perusahaan saat ini meyakini bahwa Rufus memiliki sifat komitmen dalam bekerja. Sekretaris perusahaan, Lisca juga berpendapat bahwa beliau berkomitmen untuk membuat perusahaan keluarga ini menjadi perusahaan yang besar sehingga dapat mensejahterakan orang-orang yang berada diperusahaan ini.
Komitmen menurut Chrisman, Chua, dan Sharma (1998), seorang pemimpin perlu untuk berkomitmen sejak awal bahwa tujuan yang diraih harus sesuai dengan tujuan perusahaan, yaitu untuk kemajuan dan keberlanjutan perusahaan itu sendiri.
4. Nilai dalam keluarga
Perusahaan PT Bian Niaga Batuan memiliki nilai nilai dalam keluarga.
keterangan ini berdasarkan oleh Andreas selaku pemilik dan pendiri perusahaan PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo. Adapun nilai nilai dalam perusahaan keluarga PT Bian Niaga Batuan Sidoarjo yaitu menjadikan karakter pribadi untuk menjadi
43
Universitas Kristen Petra
lebih baik, karena jika memiliki karakter yang baik akan membuat orang tersebut untuk berbisnis dengan baik atau bisa dikatakan memiliki integritas.
Menurut Carlock dan Ward (2010) tentang nilai nilai dalam keluarga yaitu, nilai-nilai keluarga dalam banyak hal merupakan upaya bagi sebuah keluarga untuk membimbing calon suksesor atau generasi penerus dalam menjalankan bisnis keluarga tersebut.
Calon suksesor PT Bian Niaga Batuan, Rufus mengetahui benar apa saja nilai-nilai keluarga tersebut sehingga sejak dini telah ditanamkan nilai-nilai tersebut. Menurut Sekretaris perusahaan yang juga merupakan sepupu Rufus yaitu Lisca yang berpendapat bahwa Rufus telah mengerti dan telah menetapkan nilai-nilai tersebut di dalam pekerjaannya keseharian. Salah satu contohnya yaitu Rufus selalu disiplin dalam bekerja, jarang sekali lalai dalam pekerjaan sehari- harinya. Jadi dapat dikatakan bahwa calon suksesor sudah mengerti dan menerapkan nilai nilai keluarga di dalam perusahaan tempat beliau bekerja.