• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Anggaran Belanja Pusdiklat ANRI Tahun 2007

Program kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2007 yaitu Program Peningkatan Kualitas dan Kompetensi SDM Aparatur, Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Kerjasama Antar Instansi Pemerintah/Swasta/Lembaga Pembinaan/Penyuluhan Pengelolaan Arsip/Dokumen Negara (PNBP), Program Penyusunan Kurikulum/Sylabus Pendidikan dan Pelatihan, serta Program Penerapan Sistem Kearsipan Berbasis Teknologi Informasi dan Kearsipan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5 berikut:

Tabel 5. Data Anggaran Belanja dan Realisasi Pusdiklat ANRI Tahun 2007

URAIAN ANGGARAN REALISASI

ANALISIS VARIANS

KETIDAKSESUAIA

N % U/F

Program Peningkatan Kualitas & Kompetensi SDM Aparatur

Belanja Pegawai 426,309,000 421,540,000 4,769,000 1.12 F - Belanja Honorarium 426,309,000 421,540,000 4,769,000 1.12 F Belanja Barang 1,206,940,000 1,009,562,140 197,377,860 16.35 F - Belanja Barang Non Operasional 1,111,279,000 936,930,140 174,348,860 15.69 F - Belanja Sewa 7,000,000 6,985,000 15,000 0.21 F - Belanja Perjalanan Dalam Negeri 88,661,000 65,647,000 23,014,000 25.96 F Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Kerjasama Antar Instansi

Pemerintah/Swasta/Lembaga Pembinaan/Penyuluhan Pengelolaan Arsip/Dokumen Negara (PNBP) Belanja Pegawai 161,120,000 57,197,600 103,922,400 64.50 F - Belanja Honorarium 161,120,000 57,197,600 103,922,400 64.50 F Belanja Barang 329,860,000 136,761,400.00 193,098,600 58.54 F - Belanja Barang Non Operasional 329,860,000 136,761,400.00 193,098,600 58.54 F Program Penyusunan Kurikulum/Sylabus Pendidikan dan Pelatihan

Belanja Pegawai 76,656,000 70,500,000 6,156,000 8.03 F - Belanja Honorarium 76,656,000 70,500,000 6,156,000 8.03 F Belanja Barang 296,494,000 202,643,645 93,850,355 31.65 F - Belanja Barang Non Operasional 296,494,000 202,643,645 93,850,355 31.65 F Belanja Modal 74,900,000 73,690,250 1,209,750 1.62 F - Fisik 64,250,000 64,140,250 109,750 0.17 F

- Fisik dan lainnya 10,650,000 9,550,000 1,100,000 10.33 F Program Penerapan Sistem Kearsipan Berbasis Teknologi Informasi dan Kearsipan

Belanja Pegawai 33,750,000 31,872,900 1,877,100 5.56 F - Belanja Honorarium 33,750,000 31,872,900 1,877,100 5.56 F Belanja Barang 69,500,000 59,439,000 10,061,000 14.48 F - Belanja Barang Non Operasional 69,500,000 59,439,000 10,061,000 14.48 F Jumlah 2,675,529,000 2,063,206,935 612,322,065 22.89 F

Berdasarkan data di atas, anggaran Pusdiklat ANRI tahun 2007

sebesar Rp. 2.675.529.000,- dengan besarnya realisasi sebesar Rp. 2.063.206.935,-. Setelah dilakukan analisis varians, ketidaksesuaian yang

terjadi adalah favorable sebesar Rp. 612.322.065,- dengan besarnya persentase ketidaksesuaian anggaran sebesar 22,89%.

a. Program Peningkatan Kualitas dan Kompetensi SDM Aparatur

Program ini terdiri dari Belanja Pegawai dan Belanja Barang. Program tersebut merupakan program Pusdiklat ANRI guna meningkatkan SDM kearsipan khususnya arsiparis instansi pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah melalui program pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusdiklat ANRI. Belanja pegawai yang dilakukan adalah belanja honorarium narasumber/pengajar serta honorarium tim atau panitia dari program diklat Pusdiklat ANRI. Belanja barang yang dilakukan adalah belanja barang non operasional, belanja sewa, serta belanja perjalanan dalam negeri. Belanja barang non operasional yang merupakan pembelian barang-barang bahan pendukung pelaksanaan diklat serta belanja perjalanan. Belanja sewa merupakan belanja sewa bus keperluan kunjungan dalam kegiatan pelaksanaan diklat, sedangkan belanja perjalanan dalam negeri adalah belanja perjalanan yang dilakukan guna melaksanakan evaluasi pasca diklat kearsipan yang dilakukan di daerah.

1) Belanja Pegawai

Persentase ketidaksesuaian yang terjadi pada belanja pegawai adalah sebesar 1,12% atau senilai Rp. 4.769.000,-. Ketidaksesuaian tersebut masih favorable. Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena adanya program belanja honorarium yang tidak terealisasi akibat adanya penyesuaian honorarium terhadap narasumber dan pengajar diklat dikaitkan dengan jam pelajaran atau jadwal yang dilaksanakan.

Anggaran yang tersedia dari belanja Pegawai adalah sebesar Rp. 426.309.000,-, dengan realisasi sebesar Rp. 421.540.000,-.

2) Belanja Barang

Anggaran yang tersedia untuk belanja barang adalah sebesar Rp. 1.206.940.000, yaitu belanja barang non operasional sebesar Rp. 1.111.279.000,-, belanja sewa Rp. 7.000.000,- serta belanja

perjalanan dalam negeri sebesar Rp. 88.661.000,-. Realisasi anggaran yang terjadi adalah sebesar Rp. 1.009.562.140,- dengan persentase ketidaksesuaian sebesar 16,35% atau senilai Rp. 197.377.860,-.

Realisasi untuk barang non operasional adalah sebesar Rp. 936.930.140,- dengan ketidaksesuaian sebesar Rp. 174.348.860

atau secara persentase sebesar 15,69%. Belanja sewa memiliki ketidaksesuaian yang sedikit, yaitu sebesar 0,21% atau senilai Rp. 15.000,- sedangkan untuk belanja perjalanan dalam negeri, realisasi yang terjadi adalah sebesar Rp. 65.647.000,- dengan prosentase ketidaksesuaian masih favorable sebesar 25,96% atau senilai Rp. 23.014.000,-.

b. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Kerjasama Antar Instansi Pemerintah/Swasta/Lembaga Pembinaan/Penyuluhan Pengelolaan Arsip/Dokumen Negara (PNBP)

Program ini merupakan program pusdiklat ANRI guna meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi Instansi Pemerintah/Swasta/Lembaga Pembinaan/Penyuluhan Pengelolaan Arsip/Dokumen Negara baik di tingkat pusat maupun di daerah. Anggaran program terdiri dari Belanja Pegawai dan Belanja Barang. Belanja pegawai yang dilakukan adalah belanja honorarium tim atau panitia dalam melaksanakan penyelenggaraan diklat. Belanja barang yang dilakukan adalah belanja barang non operasional yang merupakan pembelian barang-barang bahan pendukung pelaksanaan diklat serta belanja perjalanan.

1) Belanja Pegawai

Realisasi anggaran belanja pegawai yang terjadi adalah sebesar Rp. 57.197.600,- sedangkan jumlah anggaran belanja Pegawai yang

ketidaksesuaian yang terjadi masih favorable sebesar 64,50% atau senilai Rp. 103.922.400,-. Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena adanya program belanja honorarium pengajar yang tidak terealisasi akibat adanya penyesuaian honorarium jam pelajaran yang dilaksanakan serta adanya penyesuaian terhadap pangkat/golongan dari pegawai penerima honorarium tersebut.

2) Belanja Barang

Anggaran yang tersedia untuk belanja barang adalah sebesar Rp.329.860.000,- yang semuanya itu merupakan belanja barang non

operasional. Realisasi anggaran yang terjadi adalah sebesar Rp. 136.761.400,- dengan persentase ketidaksesuaian yang favorable

sebesar 58,54% atau senilai Rp. 193.098.600,-. Ketidaksesuaian ini terjadi akibat rendahnya jumlah peserta yang mengikuti program diklat tersebut, sehingga mempengaruhi jumlah biaya belanja barang non operasional yang disesuaikan dengan jumlah peserta yang ada.

c. Program Penyusunan Kurikulum/Sylabus Pendidikan dan Pelatihan

Program Penyusunan Kurikulum/Sylabus Pendidikan dan Pelatihan merupakan program Pusdiklat ANRI guna meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di Pusdiklat ANRI. Kegiatan yang dilaksanakan adalah penyusunan dan penerbitan modul serta pembuatan pedoman diklat dan sarana pembelajaran diklat kearsipan. Program Penyusunan Kurikulum/Sylabus Pendidikan dan Pelatihan terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang serta belanja modal. Belanja pegawai yang dilakukan adalah belanja honorarium tim atau panitia dalam melaksanakan program Penyusunan Kurikulum/Sylabus Pendidikan dan Pelatihan Pusdiklat ANRI. Belanja barang yang dilakukan adalah belanja barang non operasional yang merupakan pembelian serta penggandaan dan penjilidan bahan pendukung program Penyusunan Kurikulum/Sylabus Pendidikan dan Pelatihan. Belanja modal dilakukan melalui pembelian barang-barang keperluan media pembelajaran diklat.

1) Belanja Pegawai

Anggaran yang tersedia dari belanja Pegawai adalah sebesar Rp. 76.656.000,-, dengan realisasi sebesar Rp. 70.500.600,-. persentase

ketidaksesuaian yang terjadi adalah sebesar 8,03% atau senilai Rp. 6.156.000,-. Ketidaksesuaian tersebut masih favorable yang terjadi

karena adanya program belanja honorarium yang tidak terealisasi akibat adanya penyesuaian honorarium tim atau panitia yang disesuaikan dengan pangkat/golongan dari pegawai penerima honorarium tersebut.

2) Belanja Barang

Realisasi anggaran yang terjadi pada belanja pegawai adalah sebesar Rp. 202.643.645,- dengan persentase ketidaksesuaian sebesar 31,65%

atau senilai Rp. 93.850.355,-. Ketidaksesuaian ini terjadi masih

favorable yang diakibatkan dari penyesuaian terhadap harga dan

jumlah penggandaan dan penjilidan baik pembuatan modul maupun pedoman diklat yang dilaksanakan. Anggaran yang tersedia untuk belanja barang adalah sebesar Rp. 296.494.000,- yang semuanya itu merupakan belanja barang non operasional.

3) Belanja Modal

Belanja Modal terdiri dari belanja fisik dan belanja fisik lainnya. Belanja fisik lainnya merupakan pengeluaran yang diperlukan dalam kegiatan pengadaan/pembangunan belanja fisik lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan dalam perkiraan kriteria belanja modal tanah, Gedung, perlatan dan mesin (belanja fisik). Anggaran yang tersedia untuk Belanja Modal adalah sebesar Rp. 74.900.000,- dengan rincian untuk belanja fisik sebesar Rp. 64.250.000,- dan belanja fisik lainnya

sebesar Rp. 10.650.000,-. Realisasi anggaran adalah sebesar Rp. 73.690.250,- dengan persentase ketidaksesuaian sebesar 1,62%

atau senilai Rp. 1.209.750,-. Realisasi untuk belanja fisik sebesar Rp. 64.140.250,- dengan besarnya ketidaksesuaian sebesar 0,17% atau

senilai Rp. 109.750,- sedangkan belanja fisik lainnya memiliki ketidaksesuaian senilai Rp. 1.100.000,- atau sebesar 10,33% dengan

nilai realisasi sebesar Rp. 9.550.000,-. Ketidaksesuaian yang terjadi masih favorable, hal ini terjadi akibat penyesuaian harga perolehan terhadap pembelian barang yang diperuntukkan bagi media pembelajaran diklat kearsipan.

d. Program Penerapan Sistem Kearsipan Berbasis Teknologi Informasi dan Kearsipan

Program Penerapan Sistem Kearsipan Berbasis Teknologi Informasi dan Kearsipan merupakan program implementasi pengelolaan Arsip berbasis teknologi melalui pendidikan dan pelatihan bagi instansi pemerintahan baik tingkat pusat maupun didaerah termasuk di lingkungan ANRI itu sendiri. Program Penerapan Sistem Kearsipan Berbasis Teknologi Informasi dan Kearsipan terdiri dari Belanja Pegawai dan Belanja Barang. Belanja pegawai yang dilakukan adalah belanja honorarium tim atau panitia dalam melaksanakan program evaluasi dan pemantauan penyelenggaraan diklat Pusdiklat ANRI. Belanja barang yang dilakukan adalah belanja barang non operasional yang merupakan pembelian barang-barang bahan pendukung pelaksanaan diklat serta belanja perjalanan.

1) Belanja Pegawai

Anggaran yang tersedia dari belanja Pegawai adalah sebesar Rp. 33.750.000,-, dengan realisasi sebesar Rp. 31.872.900,-. persentase

ketidaksesuaian yang terjadi masih favorable sebesar 5,56% atau senilai Rp. 1.877.100,-. Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena adanya program belanja honorarium yang tidak terealisasi akibat adanya penyesuaian honorarium tim atau panitia yang disesuaikan dengan pangkat/golongan dari pegawai penerima honorarium tersebut.

2) Belanja Barang

Ketidaksesuaian yang terjadi pada belanja barang diakibatkan oleh rendahnya jumlah peserta yang mengikuti program diklat tersebut, sehingga mempengaruhi jumlah biaya belanja barang non operasional yang disesuaikan dengan jumlah peserta yang ada. Anggaran yang tersedia untuk belanja barang adalah sebesar Rp. 69.500.000,- yang

semuanya itu merupakan belanja barang non operasional. Realisasi anggaran yang terjadi masih favorable sebesar Rp. 59.439.000,-

dengan persentase ketidaksesuaian sebesar 14,48% atau senilai Rp. 10.061.000,-.

Dokumen terkait