BAB III RUMUSAN DAN ANALISIS STRATEGI
A. Rumusan Strategi Kampanye
A.3. Anggaran Kampanye
Dalam melaksanakan kegiatan kampanye, seluruh caleg perempuan terpilih memiliki anggaran tersendiri dalam membiayai kegiatan kampanyenya. Adapun anggaran yang diperoleh diakui merupakan dari pribadi caleg yang bersangkutan. Hal inilah yang disadari menjadi keterbatasan caleg perempuan dalam melakukan kampanye yang lebih besar. Terbatasan dana kampanye caleg perempuan terpilih ini dikarenakan tidak adanya lagi bantuan langsung (subsidi) dari partai yang mengusung. Hal ini karena sistem suara terbanyak yang memaksa setiap caleg untuk berjuang sendiri-sendiri memenangkan dirinya. Sehingga setiap caleg memang dituntut untuk seefisien mungkin dalam mengeluarkan dana dalam setiap kampanyenya.
Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab minimnya masih caleg perempuan yang terpilih dalam pemilu. Kurang luasnya sosialisasi dan promosi akibat terbatasnya dana menyebabkan caleg perempuan kurang populer dan dikenal oleh masyarakat. Kebanyakan caleg perempuan hanya melakukan sosialisasi dan kampanye yang sangat sederhana dan tidk terlalu mengeluarkan dana yang banyak.
Adapun keterlibatan partai dalam kampanye caleg hanya pada waktu kampanye akbar yang diberlakukan 2(dua) kali dalam jadwal kampanye nasional. Diakui bahwa bantuan yang diperoleh dari partai hanya berupa atribut partai yaitu berupa bendera dan stiker partai.
Berikut merupakan uraian kategori pos-pos pendanaan yang digunakan pada hampir semua jenis kegiatan kampanye caleg perempuan terpilih yang secara relatif sangat standard an sederhana:
1. Personil inti (key personel), yang terdiri dari administrator, staff dan keperluan untuk tenaga baru yang diproyeksikan.
a. Dra. Ainal Mardiah
Dalam menyukseskan kampanyenya Ibu Ainal memiliki Tim Sukses yang dibentuk khusus untuk membantu kegiatan sosialisasi beliau. Adapun tim sukses yang di bentuk beliau terdiri dari keluarga (Suami, anak-anak, dan sanak saudara dekat), 10 orang Bilal Ma’id, 16 orang Nazir–nazir masjid dan beberapa anggota Partai Golkar. Namun secara spesifik beliau mengatakan tidak ada dana khusus yang dikeluarkan untuk biaya upah tim sukses. Pekerjaan sebagai tim sukses dilakukan lebih kepada kesukarelaan dan atas dasar melihat karya nyata saya selama ini kepada masyarakat sekitar. Hanya saja setelah selesai pemilihan saya mengumpulkan para tim sukses saya dan memberikan uang ucapan terima kasih sebesar Rp. 150.000,- @ orang, termasuk para saksi penghitungan suara. Cara kerja tim suksesnya yaitu melakukan sosialisasi dengan masyarakat mengenai sosok ibu Ainal Mardiah sebagai caleg DPRD Kota Medan.
b. Dra. Lily MBA, MH
Dalam strategi kampanye Ibu Lily, beliau menegaskan tidak memiliki tim sukses dalam kegiatan kampanye. Karena sebagai partai kecil, dana yang dimiliki juga sangat minim. Dalam wawancara dengan beliau, Ibu Lily mengatakan bahwa tim sukses beliau adalah keluarga besar dan teman-teman. Beliau mengaku bahwa sosialisasi yang dilakukan dengan sukarela oleh keluarga dan teman-temannya merupakan salah satu kunci sukses beliau dalam memenangkan pemilu legislatif Kota Medan.
Sehingga dari sini dapat disimpulkan tidak ada tim sukses atau tim pemenangan secara khusus yang dibentuk oleh beliau. Hal ini diungkapkan, karena alasan kurangnya dana yang dimiliki dalam melaksanakan kegiatan kampanye. Sosialisasi dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh keluarga dan teman-teman merupakan strategi yang di akui sangat banyak memebantu promosi sosok ibu Lily ke masyarakat luas.
c. Janlie, SE, Ak
Sama halnya dengan Ibu Lily, dalam kegiatan kampanye pemilu legislatif kemarin, Ibu Janlie juga tidak menyiapkan tim khusus dalam kegiatan kampanyenya. Pilihan ini dikatakan beliau karena alasan bahwa keberadaan keluarga dan kerabat dekat sudah mampu menjadi tim pemenangan yang baik bagi kampanye beliau. Sehingga beliau dapat menghemat dana kampanye untuk kebutuhan lain.
Keluarga dalam hal ini yaitu meliputi suami, anak-anak, orang tua, sanak saudara dekat dan juga sebagai pengusaha beliau juga mensosialisasikan kepada
karyawan agar turut serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat lain untuk memilih ibu Janlie.
d. Dra. Srijati Pohan
Sebagai seorang pemilik yayasan pendidikan dan Ketua DPAC Partai Demokrat Kecamatan Medan Denai, ibu Srijati pohan mengatakan bahwa secara khusus beliau membentuk Tim Pemenangan. Namun pembentukan tim pemenangan ini lebih kepada anjuran dan mekanisme partai secara AD/ART, dimana beliau sebagai ketua DPAC wajib menginstruksikan setiap Ketua Ranting Partai Demokrat sekecamatan Medan Denai untuk memenangkan beliau dalam pemilu legislatif 2009, ini sesuai dengan kebijakan partai. Beliau mengatakan tidak ada dana khusus yang dikeluarkan dalam membiayai operasional tim pemenangan yang dibentuk, beliau hanya memberikan sekedar dana terima kasih. Hal ini karena menurut beliau upaya pemenangan beliau sudah menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota DPAC Partai Demokrat Kecamatan Medan Denai.
Sedangkan keluarga menurut beliau merupakan sarana sosialisasi yang paling efektif dan paling central, karena setiap sosialisasi yang dilakukan hampir 80% dijamin suara dapat dipegang. Selain itu sosialisasi dengan menggunakan bantuan keluarga merupakan teknik sosialisasi yang efisien terhadap pengeluaran dana kampanye. karena selain beliau mengakui keterbatasan dana kampanye yang dimiliki, biasanya sesama keluarga akan lebih memberikan dukungan kepada kerabat yang dikenalnya. sehingga upaya penggalangan dukungan dan suara dapat lebih diprediksi dengan tepat.
e. Damai Yona Nainggolan
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Damai Yona, beliau mengatakan bahwa dalam strategi kampanyenya beliau menyediakan dana khusus bagi tim sukses kampanye beliau. Namun beliau tidak bersedia menyebutkan berapa dana yang beliau keluarkan untuk mendanai program kerja tim sukses kempanyenya.
Adapun tim sukses yang dibentuk berjumlah 125 orang dan tersebar di seluruh dapem 2 yang meliputi Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Selayang dan Medan Sunggal.
f. Hj. Halimatussakdiyah
Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Halimatussakdiyah, beliau mengatakan bahwa sbeliau memiliki tim khusus dalam strategi kampanyenya, namun beliau menolak disebut sebagai tim sukses. Beliau mengatakan bahwa tim yang dbentuk itu lebih tepat disebut sebagai “Tim Silaturahmi”. Memang secara tugas dan tanggung jawab tim ini sama dengan tugas dan tanggung jawab tim sukses, namun secara materil tim ini disebutka lebih bersifat sukarela tanpa menggunakan dana operasional. Artinya para tim silaturahmi bekerja atas dasar kesukarelaan, karena mereka berasal dari keluarga dekat sesama anggota pengajian yang dipimpin oleh Ibu Halimatussakdiyah.
2. Biaya daur ulang (disposible materials) yaitu benda-benda yang secara total habis digunakan dan tidak bisa digunakan lagi setelah kampanye.
a. Dra. Ainal Mardiah
Dalam mendukung kegiatan kampanye yang dilakukan, liau membuat 35 buah baliho berukuran besar dan bergambar Ainal Mardiah berlatarbelakang
Partai Golkar kemudian sekitar 200 spanduk yang bertuliskan slogan “Mari Bersama Membangun Medan Utara” spanduk dan baliho ini di pasang dan disebarkan di 4 kecamatan di dapem 5 yaitu meliputi Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Belawan. Kemudian beliau juga mencetak 2 rim kartu nama dan 2000 eksemplar kalender bergambar beliau dan lambang Partai Golkar yang dibagikan pada saat melakukan sosialisasi langsung maupun pertemuan kelompok.
b. Lily MBA, MH
Dalam mendukung kegiatan kampanye yang dilakukan, Ibu Lily menyediakan baliho bergambar beliau berukuran besar sebanyak 15 buah dan 50 buah spanduk yang dipasang di beberapa sudut jalan di daerah dapem 1 yang meliputi Medan Amplas, Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota. Selain itu beliau juga mencetak kaos bergambar beliau dan partai sebanyak 500 buah, dibagikan pada saat kampanye dan 2 rim kartu nama yang dibagikan secara oleh sukarelawan beliau secara langsung terutama pada saat melakukan sosialisasi.
c. Janlie, SE, Ak
Dalam mendukung kegiatan kampanye, beliau membuat alat peraga berupa baliho berukuran besar sebanyak 15 buah dan gambar/poster berukuran kecil yang khusus untuk ditempel di tempat-tempat kelamaian sebanyak 2 rim, kemudian beliau juga mencetak kartu nama sebanyak 2 rim dan kaos bergambar Janlie dan Partai PIB sebanyak 700 buah. Selanjutnya kaos dan kartu nama ini dibagikan dan disebarkan kepada masyarakat melalui sosialisasi langsung maupun saat melakukan kampanye diskusi langsung.
d. Dra. Srijati Pohan
Dalam mendukung kegiatan kampanye, Ibu Srijati Pohan menyediakan beberapa media atau alat peraga, yaitu berupa baliho, kartu nama, spanduk dan kalender. Adapun baliho dibuat untuk memuat gambar, visi misi dan lambang partai Demokrat. Baliho di buat sebanyak 25 buah, kemudian terdapat juga spanduk berisi seruan untuk memilih dan visi misi beliau sebanyak 150 buah, yang kemudian ini disebar dan di pasang di sepanjang jalan-jalan ramai agar juga mampu menjadi sarana sosialisasi.
Selain baliho dan spanduk, terdapat juga kartu nama dan kalender yang dicetak masing-masing sebanyak 2 rim dan 1500 eksemplar. Adapun tujuan kartu nama dan kalender ini adalah sebagai sarana sosialisasi an promosi beliau dan dibagikan pada kesempatan kampanye door to door maupun diskusi kelompok.
e. Damai Yona Nainggolan
Dalam mendukung kegiatan kampanye yang dilakukan, Ibu Damai Yona menyediakan sarana kampanye tidak langsung yaitu berupa baliho, poster, spanduk, kartu nama, kaos dan atribut partai. Menurut beliau hal ini dibuat untuk dapat menjangkau masyarakat yang tidak dapat didatangi secara langsung.
Adapun baliho yang dibuat yaitu sebanyak 50 buah, spanduk kurang lebih sebanyak 200 buah, kartu nama dicetak kurang lebih 3 rim, kalender sebanyak 2000 eksemplar, kaos sebanyak 1000 buah dan atribut partai berupa bendera.
f. Hj. Halimatussakdiyah
Sama halnya dengan caleg perempuan terpilih lainnya, dalam mendukung kegiatan kampanye yang dilakukan, Ibu Halimatussakdiyah juga membuat baliho berukuran besar sebnayk 20 buah, spanduk berukuran 3-4 meter 150 buah, poster bergambar beliau sebanyak 1 rim dan kartu nama sebanyak 2 rim.
Untuk pemasangan baliho, spanduk dan penempelan poster, itu di konsentarasikan di 3 kecamatan di dapem 4 yaitu Medan Timur, Medan Tembung dan Medan Perjuangan. Sedangkan untuk kartu nama itu dibagikan secara langsung kepada masyarakat melalui tim silaturahmi maupun sosialisasi yang dilakukan langsung oleh keluarga.
3. Biaya media (media charges), yaitu biaya untuk penggunaan media, baik media elektronik, seperti radio dan televisi, maupun media cetak seperti koran dan majalah.
Secara keseluruhan tidak ada caleg perempuan terpilih yang menggunakan bantuan media cetak dan elektonik dalam mendukung kegiatan kampanyenya. Hal ini dikemukakan karena alasan keterbatasan dana kampaye yang dimiliki oleh masing-masing caleg.
4. Biaya transportasi (transportation costs), yaitu biaya yang digunakan untuk bepergian selama kegiatan kampanye.
Secara umum, pegeluaran atas biaya transportasi tiap-tiap caleg perempuan terpilih dalam melakukan kegiatan kampanyenya hampir sama. Adapun pengeluaran biaya transportasi yang umum dikeluarkan adalah biaya angkutan
mengadakan diskusi kelompok, biaya angkut dalam pemasangan baliho dan spanduk serta biaya angkut dalam mengikuti kampanye akbar.