BAB III RUMUSAN DAN ANALISIS STRATEGI
A. Rumusan Strategi Kampanye
A.1. Pesan Kampaye
Kampanye pada dasarnya adalah penyampaian pesan-pesan dari pengirim kepada khalayak. Pesan kampanye dirancang secara sistematis agar dapat memunculkan respon tertentu dalam pikiran khalayak. Penyampaian pesan kampanye politik biasanya dituangkan melalui pemaparan visi dan misi oleh partai atau kandidat yang bersangkutan, kemudian selanjutnya disampaikan kembali dalam berbagai bentuk mulai dari poster, spanduk, baliho (bilboard), pidato, diskusi, iklan hingga selebaran.
Dalam pemilu legislatif, pesan kampanye adalah penyampaian ide bahwa caleg ingin berbagi dengan masyarakat pemilih. Pesan yang dimaksud adalah upaya menyampaikan visi dan misi serta menampung aspirasi dari masyarakat. Penyampaian pesan melalui visi misi ini disusun sedemikian rupa agar terkesan memihak kepada kepentingan masyarakat, sehingga masyarakat pemilih akan tertarik dan simpati kepada caleg yang bersangkutan.
Adapun pesan kampanye yang diusung oleh para caleg disesuaikan dengan keadaan dan permintaan pasar, dalam hal ini isu kampanye harus didasarkan dengan keadaan dan permasalahan yang sedang di hadapi oleh masyarakat. Sehingga pada waktu penyampaian visi dan misi caleg, masyarakat lebih dapat menerima dan merasa yakin bahwa caleg yang bersangkutan akan memihak kepada aspirasi. Disinilah diperlukan adanya riset pasar untuk menentukan bagaimana sebenarnya perilaku pemilih dan permasalahan apa yang sedang dihadapi, sehingga kampanye akan menghasilkan hasil yang memuaskan dan tepat sasaran.
Berikut adalah bentuk-bentuk pesan kampanye yang disampaikan oleh caleg perempuan terpilih DPRD Kota Medan:
a. Dra. Ainal Mardiah
Dalam pesan kampanyenya ibu Ainal Mardiah mengusung slogan kampanye “Marilah kita bersama membangun Medan Utara” yang dibuat dalam bentuk baliho, spanduk, kartu nama dan kalender. Dalam istilah marketing politik, pesan ini didasarkan atas orientasi konsumen, beliau menganggap dengan seruan di atas masyarakat pemilih akan merasa tergugah dan sadar untuk ikut membangun kawasan mereka dengan cara memilih ibu Ainal Mardiah dalam pemilu legislatif Kota Medan.
Kemudian dalam upaya mendukung seruan di atas beliau juga memaparkan beberapa misi ke depan untuk terwujudnya seruan kampanye beliau. Adapun misi yang di jabarkan adalah seperti peningkatan dan pengembangan home industry dan peningkatan pendidikan bagi terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas. Diangkatnya misi ini disesuaikan dengan riset pasar, artinya yang diperjuangkan adalah apa yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Latarbelakang kawasan Mabar Hilir yang merupakan kawasan industri adalah alasan beliau dalam memperjuangkan hal ini. Mata pencaharian masyarakat yang lebih kepada industri kecil rumah tangga, selama ini menurut beliau belum terakomodir dengan baik, perlu adanya pengembangan dan perluasan jaringan bagi pelaku industri kecil ini. Diantaranya bantuan modal dan bantuan memperluas pemasaran produksi yang selama ini menjadi kendala dasar masyarakat.
Masalah pendidikan juga menjadi prioritas beliau, menurutnya kawasan industri Mabar seharusnya dapat menjadi nilai lebih bagi masyarakat Medan Utara untuk dapat memperoleh lapangan pekerjaan yang layak. Kurangnya kualitas pendidikan dan masih banyak anak-anak yang putus sekolah menyebabkan banyaknya pengangguran dan SDM yang kurang berkualitas. Jikalau pun ada bidang pekerjaan, SDM masyarakat Mabar Hilir lebih dipakai sebagai tenaga buruh kasar atau buruh pabrik saja. Hal inilah yang menjadi perjatian dasar beliau dalam penyampaian pesan kampanyenya kepada masyarakat.
b. Dra. Lily MBA, MH
Menghadapi kampanye pemilu legislatif 2009, Dra. Lily MBA, MH sebagai caleg DPRD Kota Medan menawarkan pesan kampanye melalui penyampaian visi misi beliau untuk peningkatan taraf perekonomian masyarakat. Hal ini sejalan dengan profesi beliau yang merupakan konsultan perpajakan yang cukup dikenal di kota medan. Sebagai seorang kosultan perpajakan, beliau lebih cenderung melihat orientasi konsumen bahwasanya masalah pajak merupakan salah satu masalah yang sangat sulit untuk diselesaikan. Padahal jika penanganan pajak telah berjalan dengan baik, maka sebenarnya dana pajak yang terkumpul dari masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja baru demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut beliau penyediaan lapangan pekerjaan adalah salah satu jalan keluar terbaik dalam meningkatkan pemerataan pendapatan dan kesejateraan masyarakat kota medan. Sehingga peningkatan ini kemudian akan mengurangi angka kemiskinan masyarakat kota Medan.
Untuk mewujudkan visi dan misinya ini, pertama sekali beliau ingin mereformasi sistem perpajakan kota Medan menjadi sistem perpajakan yang sehat agar pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Medan, kemudian mereformasi kekuasaan birokrasi di kota Medan agar menciptakan iklim yang nyaman, kondusif dan nyaman sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi kota Medan.
c. Janlie SE, Ak
Dalam program kampanyenya Ibu Janlie SE, Ak mengacu kepada penyampaian pesan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat kota Medan. Upaya ini di wujudkan dalam visi misinya pertama sekali yaitu penyediaan lapangan kerja dan peningkatan sektor riil yang dalam hal ini adalah usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Medan. Pengembangan dunia usaha merupakan salah satu upaya untuk menggalang kemandirian masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
Sebagai seorang pengusaha, beliau mengacu kepada orientasi dan riset pasar yang lebih menjangkau kepada kelompok pengusaha dan masyarakat di kota Medan. Hal ini dimaksukan agar target sasaran kampanyenya lebih paham mengenai pesan yang ingin disampaikan beliau. Sehingga sasaran dan objek akan efektif. Pengembangan sektor riil bagi para pengusaha baik pengusaha menengah ke atas maupun pengusaha menengah ke bawah akan turut membantu memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Kota Medan. Menurut beliau penyediaan lapangan pekerjaan adalah salah satu kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat saat ini, hal ini sesuai dengan orientasi pasar yang beliau lakukan di beberapa daerah di kota Medan.
d. Dra. Srijati Pohan
Dalam menghadapi masa kampanye pemilu legislatif 2009, pesan kampanye yang ingin disampaikan calon legislatif DPRD Kota Medan Dra. Srijati Pohan dari dapem 1 adalah dalam bentuk penyampaian visi dan misi. Dalam sosialisasi dan kampanyenya Dra. Srijati Pohan memfokuskan kepada penyediaan dan peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak di Kota Medan. Hal ini disesuaikan
dengan profesi beliau yang juga dikenal sebagai pendiri dan pendidik dalam yayasan pendidikan Perguruan Islam Amalia. Pengalaman beliau dalam dunia pendidikan ini merupakan salah satu latar belakang yang kuat kepada beliau untuk maju sebagai calon legislatif dari partai Demokrat untuk pemilu lagislatif 2009. Dalam orientasi dan riset asar yang lakukan, beliau mengambil kesimpulan bahwa untuk dapat membangun kota Medan ke arah yang lebih baik, maka pembenahan dari sektor pendidikan harus di prioritaskan.
Melalui orintasi konsumen beliau menegaskan bahwa yang dibutuhkan oleh konsumen dalam hal ini masyarakat adalah peningkatkan sektor pendidikan bagi generasi muda Kota Medan. Maka dari itu Dra. Srijati Pohan telah mencanangkan secara riil sekolah dan pendidikan gratis kepada anak yatim piatu untuk tetap dapat menikmati pendidikan yang layak. Hal ini telah beliau rintis sejak berhasil mendirikan Yayasan Islam Amalia. Dan untuk selanjutnya beliau memupukkan harapan besar kepada lembaga pendidikan di Kota Medan agar tetap mengutamakan kesempatan pedidikan yang layak bagi setiap anak baik yang mampu maupun tidak mampu. Hal ini juga ditekankan oleh beliau dalam setiap kesempatan kampanyenya. Selain itu beliau juga sangat peduli mengenai masalah perekonomian masyarakat kecil disekitar pemukimannya, dengan mendirikan koperasi warga di kecamatan denai sekitaarnya. Harapan beliau kedepannya juga agar sektor riil dalam hal ini adalah usaha kecil (UMK) yang dilakoni masyarakat sekitar dapat lebih berkembang dan digerakkan semaksimal mungkin.
e. Damai Yona Nainggolan
Dalam menghadapi kampanye pemilihan umum legislatif 2009 yang lalu, Ibu Damai Yona Nainggolan sebagai caleg dari dapem 2 menawarkan pesan
kampanye yang sangat sederhana. Dengan mengusung pesan “Mengembangkan dan membangun kota Medan menjadi lebih maju”. Adapun hal yang akan dilakukan pertama sekali dalam perwujudan visi misi ini adalah dengan melakukan riset pasar dan orietasi pasar di beberapa daerah seperti pada masyarakat Medan Tuntungan dan Medan Sunggal yang sangat tertinggal dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Dari riset pasar yang dilakukan di sadari bahwa dua daerah ini paling mengalami ketertinggalan dalam bidang pendidikan, banyak anak-anak putus sekolah dan masyarakatnya juga masih tertinggal dalam banyak hal. Kurangnya fasilitas pendidikan dan kesehatanjuga melatar belakangi diangkatnya pesan kampanye ini.
Untuk melalakukan peningkatan pendidikan, Ibu Damai Yona menekankan kepada peningkatan mutu guru atau tenaga pengajar, membangun sarana dan prasarana sekolah yang memadai serta pemberian kesempatan pendidikan kepada anak dari keluarga kurang mampu. Sedangkan dalam upaya meningkatkan kesejateraan masyarakat miskin, Ibu Damai Yona Nainggolan menekan kepada pengadaan pengobatan gratis ataupun murah, kemudian pembagian sembako kepada masyarakat.
f. Hj. Halimatussakdiyah
Dalam pelaksanaan kampanye legislatif 2009, Ibu Hj. Halimatussakdiyah menawarkan pesan kampanye yang sangat sederhana. Pesan kanpanye ini di tawarkan melalui slogan “Bersama menciptakan Medan yang religius dan sejahtera”. Diusungnya slogan ini didasarkan kepada upaya riset pasar dan orintasi konsumen sebelum melakukan kegiatan kampanye. Pasar dalam hal ini lingkungan, sedangkan konsumen dalam hal ini masyarakat. Beliau menegaskan
bahwa saat ini lingkungan masyarakat sudah tercemar dengan berbagai tindakan amoral dan jauh dari budaya ketimuran sehingga perlu dibenahi dengan pendidikan religi. Masyarakat juga semakin keluar dari nilai agama dan budaya sehingga dipebutuhkan sebuah sistem baru untuk menjadikan masyarakat lebih religius dan sejahtera.
Untuk mewujudkan visi misi ini Ibu Halimatussakdiyah menekankan kepada peningkatan pendidikan yaitu pendidikan formal dan juga pendidikan agama. Visi dan misi beliau dilatar belakangi dengan profesi beliau sebagai mantan pendidik dan pernah memiliki yayasan taman kanak-kanak. Sehingga visi misi ini adalah merupakan panggilan dan pengabdian beliau terhadap kemajuan pendidikan anak-anak khususnya di Kota Medan.
Untuk memacu peningkatan kualitas dan kuantitas lembaga pendidikan di Kota Medan, Ibu Hj. Halimatussakdiyah menekankan kepada penerapan sekolah gratis terhadap anak-anak kurang mampu dan penerapan pendidikan agama yang kuat terhadap anak-anak dimulai dari tingkat yang paling dini, sehingga akan menghasilkan generasi yang berakhlak dan bermoral.
A.2. Teknik Kampanye
1. Kampanye Dari Pintu Ke Pintu (Door to Door Campaign)
Kampanye dari pintu ke pintu (door to door campaign) adalah teknik kampanye yang digunakan oleh seluruh caleg perempuan terpilih DPRD Kota Medan. teknik kampanye ini adalah teknik yang paling diminati oleh seluruh caleg perempuan terpilih, alasannya karena teknik kampanye ini lebih menjangkau masyarakat secara langsung, sehingga antara caleg dan masyarakat pemilihnya akan lebih dekat dan lebih saling mengenal. Selain itu teknik
kampanye dari pintu ke pintu dianggap sanga efisien dalam menghemat dana, teknik kampanye ini tidak memerlukan dana yang besar, sehingga caleg perempuan yang pada umumnya memiliki keterbatasan dalam masalah dana akan lebih tertolong dalam melakukan sosialisasi dengan teknik ini.
Selain efisien, teknik kampanye dari pintu ke pintu ini juga dinilai sangat efektif, karena para caleg dapat melakukan interaksi secara langsung kepada masyarakat tentang permasalahan dan aspirasi yang akan diperjuangkan kelak jika terpilih. Upaya terjun langsung ke lapangan ini juga akan memberikan stigma positif bagi caleg, karena masyarakat akan lebih mengenal secara langsung siapa wakil yang akan dipilihnya dalam pemilu.
Berikut merupakan caleg-caleg yang menggunakan teknik kampanye dari pintu ke pintu (door to door campaign):
a. Dra. Ainal Mardiah
Dalam pelaksanaan kampanye dari pintu ke pintu (door to door campaign), Dra. Ainal Mardiah mendatangi secara langsung rumah-rumah warga dan di fokuskan kepada rumah warga binaan beliau di sekitar Kecamatan Mabar Hilir. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi sosok beliau, membagikan kartu nama ataupun kalender serta memberikan sosialisasi cara pencontrengan caleg yang baik dan benar. Sehingga sembari melakukan kampanye, beliau juga bermaksud membantu tugas Komite pemilihan Umum (KPU). Hal ini sebagaimana telah disampaikan oleh Dra. Ainal Mardiah.
”Dalam pelaksanaan kampaye dari pintu ke pintu saya memilih untuk terjun langsung ke masyarakat, caranya saya mendatangi rumah-rumah tetangga dan warga lain yang termasuk warga binaan saya di sekitar kecamatan Mabar hilir. Kegiatan ini saya manfaatkan untuk memperkenalkan diri saya secara pribadi, lalu meyakinkan mereka untuk memilih saya dan saya juga mengadakan sosialisasi bagaimana cara mencontreng yang baik dan benar. Selain saya, ada juga tim sukses saya yang turun ke lapangan untuk melakukan promosi sosok saya kepada orang banyak. Untuk menambah efektifitas dan efisiensi penggalangan suara, saya juga meminta bantuan Bilal Ma’id dan nazir-nazir masjid untuk membantu saya
Sosialisasi saya juga sampai kepada para penggali kubur da anak-anak yatim piatu, yang kesemuanya ini telah mengenal sosok saya sejak lama, jauh sebelum saya mencalonkan diri sebagai caleg. Saya dikenal karena karya nyata saya selama ini kepada masyarakat sekitar ini.”47
Selain itu masalah pendidikan juga merupakan isu yang diangkat beliau dalam kampanyenya, banyaknya anak-anak putus sekolah di sekitar kawasan Mabar hilir meyebabkan kurangnya sumber daya manusia dan tenaga kerja berkualitas. Ironis jika kawasan industri Mabar lebih dipenuhi oleh tenaga kerja dari daerah lain daripada warga Mabar sendiri. Banyak warga mabar hanya
Dalam pelaksanaan kampanye dari pintu ke pintu ini Ibu Dra. Ainal Mardiah juga meyelipkan isu kampanye mengenai kesetaraan dan keadilan bagi kaum perempuan. Menurut beliau sudah selayaknya kaum perempuan memilih caleg perempuan untuk duduk di lembaga legislatif, karena hanya perempuan yang lebih mengetahui apa yang akan dibutuhkan oleh perempuan. Selain itu dalam kampanyenya beliau juga mengatakan bahwa perempuan akan lebih sensitif dalam memahami permasalahan masyrakat. Beliau mengakui merasa terbantu dengan teknik kampanye ini, khususnya dalam mengumpulkan berbagai aspirasi dan keluhan masalah dari masyarakat. Beliau berharap jika terpilih aka mampu mengembangkan kegiatan home industy untuk membantu mensejahterakan masyarakat. Misi ini di latarbelakangi oleh kawasan kampanye beliau yang berada di kawasan industi yaitu kawasan Mabar Hilir. Diangkatnya permasalahan ini karena hal ini merupakan salah satu masalah pokok pada warga di sekitar kawasan Mabar, kurangnya akses dan pengembangan industri kecil memyebabkan masih banyaknya warga yang miskin. Sehingga dalam janji kampanyenya beliau menekankan pada upaya mempermudah dan mengembangkan home industry.
47
Wawancara dengan Ibu Dra. Ainal Mardiah, di: Jln. Pancing 1 No. 89 Pasar IV, Mabar Hilir pada tanggal 18 Agustus 2009
bekerja sebagai buruh kasar pabrik dari pada sebagai karyawan tetap. Hal inilah kemudian yang menjadi prioritas beliau jika terpilih sebagai anggota legislatif Kota Medan.
b. Dra. Lily MBA, MH
Pelaksanaan kampanye dari pintu ke pintu (door to door campaign) yang di laksanakan oleh Dra. Lily MBA, MH adalah bentuk kampanye dengan mendatangi warga masyarakat di sekitar perumahan beliau. Kampanye ini dilakukan untuk memperkenalkan sosok beliau kepada masyarakat dan meyakinkan masyarakat untuk memilih beliau dalam pemilu legislatif 2009. Dalam sosialisasi ini Ibu Lily mengadakan dialog sederhana dengan masyarakat sembari membagikan kartu nama, kaos maupun poster bergambar beliau dan partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB).
Dalam dialog langsung yang dilakukan Ibu Lily menyampaikan ajakan beliau kepada masyarakat khususnya kaum perempuan untuk memilih beliau dalam pemilu. Hal ini didasarkan bahwa dengan adanya wakil dari perempuan maka perjuangan dalam melindungi perempuan akan semakin terbuka lebar. Selain itu dalam orasi kampanyenya beliau mengatakan bahwa perempuan lebih memiliki tanggung jawab moral dalam menepati janji politiknya, sehingga dengan itu masyarakat harus lebih memilih caleg perempuan untuk memberi perubahan.
Dalam kampanye door to door ini caleg nomor urut 1 dari partai PIB ini lebih memfokuskan kepada warga etnis cina, baik itu keluarga, kerabat, para tetangga maupun perkumpulan etnis tionghoa. Karena menurut beliau sosialisasi kepada kelompok masyarakat cina akan lebih diterima dan lebih di jamin
penggalangan simpatinya. Hal ini seperti yang telah disampaikan Ibu Dra. Lily MBA, MH.
”Ibu Dra. Lily MBA, MH mengatakan bahwa berbicara mengenai strategi kampanye dari pintu ke pintu, saya memfokuskan kepada keluarga serta kerabat saya, kemudian kepada masyarakat etnis cina yang saya kenal dan yang secara luas belum saya kenal, dan yang terakhir kepada warga masyarakat di sekitar kediaman saya. Namun jujur saya lebih fokus mengadakan sosialisasi kepada masyarakat etnis cina, karena memang lebih masuk dan di hargai karena sesame etnis. Sosialisasi yang dilakukan adalah pengenalan figur saya sebagai pribadi dan anggota partai PIB, kemudian visi dan misi saya.”48
c. Janlie SE, Ak
Kampanye melalui strategi dari pintu ke pintu (door to door campaign) menurut beliau memang sangat efektif karena caleg dapat langsung melakukan dialog memperkenalkan diri serta menyamapaikan visi misi untuk meyakinkan masyarakat agar memilih beliau dalam pemilu. Selain itu cara ini membantu beliau dalam memahami permasalahan yang di hadapai masyarakat sehingga jika terpilih kelak dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah memilihnya.
Pelaksanaan strategi kampanye dari pintu ke pintu (door to door campaign) yang dilakukan oleg ibu Janlie, tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Ibu Lily. Beliau mengadakan sosialisasi untuk memperkenalkan sosok dan visi misi dengan mendatangi warga masyarakat secara langsung. Upaya terjun langsung ke lapangan ini dimulai dari terjun ke kalangan kelurga terdekat dan tim pemenangan, kemudian di lanjutkan dengan terjun ke masyarakat sekitar lingkungan rumah beliau. Dalam kegiatan selanjutnya beliau juga turun mendatangi beberapa daerah yang masuk dalam wilayah dapem 5 yaitu meliputi Medan deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan. Namun berdasarkan wawancara dengan Ibu Janlie, upaya untuk terjun ke masyarakat ini juga di fokuskan kepada masyarakat etnis cina secara aktif, sama halnya dengan
48
Wawancara dengan Ibu Dra. Lily MBA, MH, di: Jln. Teuku Umar No. 77 AA Medan 4 Agustus 2009
Ibu Lily. Ini juga tidak terlepas dengan upaya mendapatkan dukungan penuh dari seluruh etnis cina di sekitar Dapem 5. Hal ini sebagaimana telah disampaikan Ibu Janlie SE, Ak.
“Ibu Janlie SE, Ak mengatakan bahwa dalam melakukan strategi kampanye dari pintu ke pintu (door to door campaign) yang saya lakukan adalah dengan melakukan perkenalan pribadi saya kepada masyarakat, saya utamakan terlebih dahulu kepada keluarga saya secara luas. Kemudian kepada para tetangga, teman-teman, dan kepada masyarakat secara luas. Namun tanpa mengurangi dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, saya menekankan sosialisasi langsung dan aktif kepada masyarakat etnis cina. Seperti yang diketahui bahwa dukungan dari kelompok ini sangat berpengaruh. Dalam kegiatan ini saya memperkenalkan pribadi saya secara dalam dan memaparkan visi misi saya sebagai anggota dewan dan membagikan kartu nama dan gambar saya sebagai sarana kampanye juga.”49
5. Kampanye Diskusi Kelompok (Group Discussion Campaign)
Pelaksanaan kampanye diskusi kelompok (group discussion campaign) oleh Ibu Janlie adalah dengan mengadakan pertemuan dengan beberapa kelompok masyarakat, diantaranya dengan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, perkumpulan agama Budha dan perkumpulan etnis tionghoa Kota Medan. Adapun kegiatan diskusi yang dilakukan adalah diskusi mengenai program dan visi misi yang di tawarkan Ibu Janlie pada saat kampanye, selain itu juga diskusi mengenai berbagai macam persoalan yang hadir di tengah-tengah masyarakat, di antaranya masalah pengganguran dan kemiskinan. Namun sama halnya yang di alami oleh Ibu Lily yang juga merupakan caleg partai PIB nomor urut 1, Ibu Janlie secara jelas mengatakan dalam wawancara bahwa dalam melakukan kegiatan kampanye dengan diskusi kelompok sangat mengalami kesulitan penggumpulan massa.50 Namun kegiatan ini tetap berjalan dan lebih banyak di respon oleh kelompok-kelompok etnis dan keagamaan.
49
Wawancara dengan Ibu Janlie SE, Ak di: Jln. Metal IV No. 62 Medan Deli pada tanggal 7 Agustus 2009
50
d. Dra. Srijati Pohan
Strategi kampanye dari pintu ke pintu (door to door campaign) yang dilakukan oleh Dra. Srijati Pohan ditujukan untuk lebih dekat terhadap masyarakat pemilihnya (Konstituen). Pada dasarnya memang keberadaan Ibu Dra. Srijati Pohan telah dikenal luas oleh masyarakat sekitar, hal ini dikatakan beliau karena beliau merupakan sosok yang bermasyarakat selama ini, sehingga cukup dikenal luas. Dalam kampanye ini Dra. Srijati Pohan berusaha memperkenalkan sosok dirinya dan visi misinya kepada masyarakat secara lebih luas serta berusaha menampung aspirasi masyarakatnya secara langsung. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Dra. Srijati Pohan dalam petikan wawancara berikut ini:
”Ibu Dra. Srijati Pohan mengatakan, Kampanye Dari Pintu Ke Pintu (Doot to Door
Campaign) dilakukan dengan cara mendatangi masyarakat secara langsung diantaranya
mendatangi rumah-rumah warga, khususnya rumah para tetangga disekitar kediaman saya, kemudian kepada para kerabat dan rekan-rekan kerja. Hal ini dilakukan untuk mensosialisasikan dan mengkampayekan sosok Dra. Srijati Pohan secara lebih dekat. Selain itu teknik kampanye ini dilakukan untuk menanyakan keinginan masyarakat kedepannya.