• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggota Kavaleri 11 Jantho Aceh Besar Ikut Nikmati Hasil KRPL

Oleh Cut Nina Herlina

Model Kawasan Rumah Pengan Lestari (M-KRPL) merupakan suatu model pemanfaatan pekarangan yang diterapkan pada suatu satuan komunitas yang mencakup luasan satu dusun dalam satu desa ataupun satu desa secara keseluruhan yang berada di daerah pedesaan atau perkotaan. Skala luasnya model KRPL tergantung pada ketersedian sumber daya yang ada, baik sumber daya alam (lahan pekarangan), sumber daya manusia sebagai pelaksana (rumah tangga dan tenaga pendamping), dan sumber daya keuangan untuk pembiayaan awal pengembangan KRPL.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk : 1). Meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan maupun pedesaan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos. 2). Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat secara lestari dalam suatu kawasan, 3). Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri.

Untuk tujuan tersebut kegiatan M-KRPL di kabupaten Aceh Besar bukan hanya di lakukan pada petani di pedesaan saja, tetapi dilakukan juga pada institusi seperti TNI Angkatan Darat. BPTP Aceh pada tahun 2013 telah melakukan kerjasama untuk kegiatan M-KRPL dengan Batalyon Kavaleri 11 Serbu di Desa Cucum Kecamatan Jantho Kabupaten Aceh Besar. Pesertanya terdiri dari ibu-ibu rumah tangga atau istri-istri aparatur TNI berjumlah 27 rumah tangga yang berdomisili di komplek perumahan Batalyon.

Lokasi batalyon 11 ini cukup jauh dan agak terpencir sehingga jauh dari akses pasar sayur mayur, sehingga program ini sangat cocok untuk menangani permasalahan konsumsi sayuran bagi penghuni komplek. Biasanya ibu-ibu rumah tangga harus menempuh sekitar 2 km hanya untuk membeli sayuran untuk konsumsi sehari-hari.

Bunga Rampai 45 Success Story Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)

Dibekali dengan Pelatihan

Untuk membekali peserta yang ikut dalam kegiatan ini dilakukan pembekalan berupa pelatihan-pelatihan seperti pelatihan teknik budidaya yang meliputi cara menyemai benih sayuran, cara menyiapkan media tanam, cara membuat bedengan sampai pada cara penanaman dan pemeliharaan tanaman. Kepada peserta diajarkan cara membuat media tanam yang baik untuk tanaman sayuran. Peserta mempraktekan langsung cara mencampur media tanam yang terdiri dari pupuk kandang, tanah dan arang sekam. Selain itu juga diajarkan cara membuat persemaian bibit yang memenuhi syarat.

Tanaman seperti terong, tomat, cabai merah dan cabai rawit harus disemai terlebih dahulu sampai berumur 21 – 40 hari sebelum dipindahkan ke polibag ataupun ditanam di bedengan. Sedangkan untuk tanaman bayam, kangkung, jagung bisa ditanam langsung di tanah atau bedengan tanpa perlu disemai terlebih dahulu. Untuk keberlangsungan diperlukan pemeliharaan secara rutin dan dilakukan pembenahan secara berkala.

Membuat Kebun Bibit

Untuk memenuhi ketersediaan bibit sayur secara berkesinambungan dibuat Kebun Bibit Desa (KBD) yang dilakukan bersama oleh kelompok.

Fungsi kebun bibit desa pada kegiatan M-KRPL yaitu untuk penyediaan bibit bagi rumah pangan lestari. Bukan itu saja, kebun bibit desa ini juga bisa dijadikan sebagai lahan percontohan bagi anggota yang menampilkan berbagai tanaman sebagai koleksi sayuran dan tanaman obat-obatan. Lahan yang dijadikan kebun bibit merupakan hamparan seluas kurang lebih 400 M2 yang ditumbuhi semak-semak dan belum dimanfaatkan untuk pertanian.

Langkah-langkah pembuatan kebun bibit meliputi :

 Pembersihan lahan

Lahan dibersihkan dari semak-semak dan rumput liar. Tanah yang terlihat bergelombang dicangkul dan diratakan dengan menutup lubang-lubang di sekitar lahan.

 Pembuatan Pagar

Pagar dibuat di sekeliling kebun bibit untuk menghindari masuknya hama babi dan monyet yang kerapkali berkeliaran di sekitar komplek perumahan.

Hal ini tidak mengherankan karena lokasinya tidak begitu jauh dengan hutan perbukitan. Pagar dibuat dari kayu dan jaring.

 Pembuatan Bedengan

Bedengan dibuat dengan cara dicangkul ukuran 1,5 x 2,5 meter. Bedengan ini ditanami dengan berbagai jenis tanaman sayuran untuk kelengkapan koleksi kebun bibit. Letak bedengan disesuaikan dengan arah masuknya sinar matahari.

Karena cahaya matahari merupakan sumber energi alami yang memberikan cahaya dan panas kepada tanaman, kemudian cahaya yang diterima tanaman diproses melalui proses fotosintesis untuk membentuk karbohidrat, yaitu suatu senyawa yang kaya energi dan unsur organik yaitu sumber energi kehidupan tanaman dan makluk hidup lainnya. Kebutuhan cahaya matahari berbeda-beda pada berbagai jenis tanaman.

 Pembuatan Rak Persemaian

Rak persemaian dibuat dari kayu dan papan dengan ukuran 1,5 x 2 meter yang menampung sekitar 3000 polibag semai. Sebagai penutup digunakan sarlon yang dilengkungkan dengan bambu.

Penempatan rak tanaman disesuaikan dengan kondisi kebun bibit dan luas lahan yang tersedia. Adanya rak tanaman dalam kebun bibit dimaksudkan sebagai contoh bagi ibu-ibu peserta KRPL. Peserta KRPL dapat membuat rak di pekarangan rumahnya dengan mengikuti model yang dicontohkan dalam kebun bibit atau mengembangkan sendiri model sesuai desain yang disukai.

 Pembuatan Para-para Tanaman

Pembuatan para-para tanaman dibuat dari kayu bulat dan bambu setinggi 2,5 meter membentuk atap untuk penyangga tanaman. Para-para ini ditanami paria yang akan menjalar mengikuti posisi tiang yang dibuat. Paria ini merupakan

Bunga Rampai 47 Success Story Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)

tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat diabetes. Posisi tiang gantung ini berada pada pintu masuk sehingga membentuk gerbang tanaman. Penanaman tanaman sayuran di kebun bibit dilakukan sebagai percontohan bagi anggota M-KRPL dan masyarakat sekitar yang ingin mengikuti cara yang dilakukan oleh BPTP Aceh.

Penanaman di Bedengan

Selain sayuran ditanam pada wadah polibag dan pot tanaman, ibu-ibu rumah tangga ini secara kelompok juga membuat bedengan untuk tanaman sayuran. Walaupun hal ini merupakan pekerjaan berat bagi ibu-ibu yang belum terbiasa, namun dengan semangat membuat bedengan yang dibantu oleh para suami mereka. Bibit tanaman yang sudah disemai selama 3 minggu pada rak persemaian, ditanam dalam bedengan yang dibuat pada lahan kebun bibit tersebut.

Caranya dengan membuat lubang tanam untuk tanaman seperti timun, kacang panjang dan jagung, dilakukan dengan cara ditugal menggunakan tugal. Benih kacang panjang maupun mentimun di tanam sebanyak 2 butir dan diberi jarak tanam di antaranya. Untuk tanaman timun dan kacang panjang memerlukan ajir untuk perambatan tanaman.

Untuk tanaman cabai, terong, dan tomat, pepaya sebelum ditanam harus disemai terlebih dahulu. Tanaman yang sudah disemai ini di tanam dalam bedengan dan diberi pupuk organik disekitar tanaman. Lain lagi dengan tanaman kangkung, tomat, sawi, bayam, benih tanaman ini disebar langsung di dalam bedengan tanpa perlu disemai terlebih dahulu. Untuk mempercantik tampilan bedengan nantinya setelah tumbuh ditanam tiga jenis bayam yaitu bayam merah, bayam belang dan bayam biasa.

Tidak hanya ditanami sayuran, kebun bibit desa yang dikelola kelompok juga dilengkapi dengan kolam plastik untuk ikan lele. Kolam terbuat dari kayu dan papan yang dilapisi plastik. Kolam ikan lele dibuat dibawah para para tanaman gambas dengan ukuran kolam 2,5 x 2 m2.

Manfaat yang Dirasakan

Program M-KRPL yang dilakukan di Batalyon 11 Jantho Aceh Besar sangat dirasakan manfaatnya oleh ibu-ibu komplek perumahan di Batalyon 11. Manfaatnya adalah dapat memenuhi konsumsi rumah tangga secara berkesinambungan dan menghemat dana belanja sehari-hari. Sayuran yang dikonsumsi dapat dinikmati dalam keadaan segar karena selalu tersedia di lahan pekarangan. Selain itu sayuran ini aman untuk dikonsumsi karena sayuran yang ditanam tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Dari segi keindahan, rumah yang ditanami dengan berbagai sayuran memiliki nilai seni tersendiri dan bisa menghilangkan stres bagi yang melihatnya. Dengan kata lain dengan mengikuti kegiatan ini, bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan dan penambahan income keluarga, tetapi juga menjadi taman yang indah di pekarangan.

Foto-foto kegiatan

Pemanfaatan Pekarangan

Dokumen terkait