Oleh : Abdul Azis
Sejak tahun 2011 hingga 2012, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh (BPTP) Aceh hanya melaksanakan kegiatan Pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) pada sembilan kabupaten/kota saja. Namun, pada tahun 2013 kegiatan tersebut ditempatkan pada 23 lokasi kabupaten/kota, salah satu diantaranya terdapat di Kec. Sekerak, Aceh Tamiang.
Desa Lubuk Sidup merupakan salah satu desa yang letaknya sangat strategis di Kecamatan Sekerak. Jumlah penduduknya mencapai 110 KK, dengan mata pencaharian sebagai buruh perkebunan karet dan sawit. Sebahagian besar bekerja sebagai buruh penderes getah. Dari pendapatan yang diterimapun cukup minim, sehingga sulit untuk menucukupi kebutuhan hidup sehari.Jarak tempuh dari ibukota kabupaten ke lokasi berkisar 20 km, dan kondisi jalan yang dilalui kondisinya beraspal mulus.
Tingkat pendidikan masyarakat di desa tersebut tergolong rendah, rata-rata hanya mengecap pendidikan di sekolah dasar (SD). Namun daerah yang mayoritas penduduknya suku Tamiang yang merupakan penduduk asli setempat mempunyai motivasi dan semangat yang tinggi dalam melaksanakan kegiatan M-KRPL.
Petani dan warga setempat dalam mengkonsumsi sayuran setiap harinya membeli sayur di warung terdekat. Rata-rata pengeluaran yang digunakan berkisar Rp.2.000,- hingga Rp.5.000,/hari.
Umumnya sayuran yang dibeli di warung kondisinya sudah tidak segar lagi dan kurang layak untuk dikonsumsi. Padahal, dari hasil pengamatan tim terhadap pekarangan rumah tangga petani memenuhi kriteria jika dimanfaatkan untuk
Bunga Rampai 65 Success Story Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
menanam sayur-sayuran untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Bahkan jika dilakukan dengan manajemen usahatani kelompok yang baik, akan dapat menambah gizi keluarga serta meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan.
Keberadaan KWT Sri Wangi
Kelompok wanita Sri Wangi Desa Lubuk Sidup memiliki anggota 45 orang, sedangkan yang tertarik mengikuti kegiatan M-KRPL diluar keanggotaan mencapai 60 orang. Sebahagian besar warga dalam menanam berbagai jenis sayuran yaitu dengan membuat bedengan dan rak. Selain sayuran hampir sebagian warga juga membuat kolam ikan di halaman rumah dan kandang ayam di belakang rumah mereka.
Keberadaan anggota kelompok dan masyarakat pada umumnya sangat partisipatif dan inovatif. Hal tersebut dapat dilihat dari kreatifitas dan ketrampilan memanfaatkan limbah dan potensi lokal sebagai media tanam sayuran. Misalnya saja dalam melakukan persemaian benih menggunakan daun pisang dan pelepah pinang yang dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan poly baby. Termasuk juga memanfaatkan limbah air minum mineral untuk dijadikan tempat persemaian benih sebelum dipindahkan ke bedengan.
Peran serta anggota kelompok di KBD diwujudkan dalam bentuk kerjasama kelompok melakukan penanaman benih dan pemindahan tanaman ke bedengan.
Kepedulian warga desa juga terlihat sangat mendukung program M-KRPL, atas anjuran datok setempat setiap warga memagari halaman rumah mereka masing-masing, sehingga wajah desa tertata rapi terlihat indah dan asri.
Menurut Rahmah selaku ketua kelompok Sri Wangi menyatakan bahwa anggota kelompoknya termotivasi karena memang mereka membutuhkan program pemanfaatan pekarangan, karena selain dapat menghemat biaya rumah tangga juga dapat menambah asupan gizi bagi keluarga.
Dukungan pemkab setempat
Gerakan yang dilaksanakan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapelluh) Kabupaten Aceh Tamiang Ir. Fuadibeserta 50 penyuluh yang melakukan bakti sosial membuat pekarangan hijau dan indah mendukung Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M–KRPL) bagi warga desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak. Jadi kami merasa tertantang atas program yang dilakukan pihak penyuluh yang secara langsung melakukan demonstrasi bagi warga yang tidak mampu.
Menurut Koordinator BPP Kamaruzzaman, SST kegiatanbakti sosial tersebut sengaja diprakarsai untuk memupuk semangat warga, sehingga mereka tetap yakin dengan program ini. Apalagi, Kepala Bapelluh Ir. Fuadi, memimpin langsung pada saat upacara pelaksanaan apel pagi di halaman kantor kecamatan Sekerak. Dalam arahannya Fuadi menyebutkan, bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjadikan Lubuk Sidup sebagai Desa Model Tahun 2013. Ia juga berharap nantinya dapat ditiru oleh desa-desa lain se Kabupaten Aceh Tamiang. Tahun ini Aceh Tamiang mendapatkan program kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang akan ditempatkan pada enam desa di Kecamatan Manyak Payed. “Jadi kepedulian penyuluh di lapangan sangat diperlukan dalam pemanfaatan pekarangan terutama untuk memenuhi kebutuhan sayuran di rumah tangga tani yang harus didukung sepenuhnya dan menjadi kalender kegiatan Bapel Aceh Tamiang.
Bupati Aceh Tamiang telah mencanangkan dalam visi dan misinya untuk meningkatkan ketahanan pangan, sebagai tonggak pembangunan menuju masyarakat mandiri pangan. Jadi kegiatan program M-KRPL harus disukseskan, sehingga jika dikembangkan bersama maka hasilnya juga akan mendukung Program Nasional terutama dalam hal meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok tani.
Datok Penghulu Desa Lubuk Sidup, M. Rifai didampingi Koordinator BPP Sekerak Kamaruzaman, SST, berterima kasih atas pelaksanaan bakti sosial yang dilakukan oleh Bapelluh Aceh Tamiang. Ia merasa kagum dan bangga atas perhatian pemerintah kabupaten dalam upaya menjadikan Lubuk Sidup menjadi “Lubuk yang Indah dalam Wisata Agriculture”. Rifai mewakili warga desa Lubuk Sidup berharap agar dinas dan instansi terkait lainnya mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya sub sektor perikanan dan peternakan.
Bunga Rampai 67 Success Story Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
Gerakan bakti social dilaksanakan sehari penuh dilanjutkan makan siang bersama, dihadiri koordinator BPP se Kab. Aceh Tamiang, Ketua Perhiptani, penyuluh, mantra tani, unsure muspika dan warga sekitar. Di akhir acara, Kepala Bapel A. Tamiang melakukan Soft Opening tanda dimulai pelaksanaan M-KRPL.
Selain di Kecamatan Sekerak, pelaksanaan kegiatan M-KRPL juga dilaksanakan di Desa Simpang IV Upah Kecamatan Karang Baru. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan M-KRPL di Desa Simpang IV tidak terlepas peran serta dari tugas dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mendukung kegiatan program pemanfaatan lahan pekarangan. Koordinator BPP Kecamatan Karang Baru Azwanil Fakhri, SST, dan PPL Toeti Handriyani diberikan mandat khusus oleh BPTP Aceh dalam operasional di lapangan.
Umumnya dalam menanam sayuran anggota Kelompok Rumah Pangan Lestari (RPL) Janur Kuning dusun Bandar Desa Simpang IV Upah Kecamatan Karang Baru menggunakan media tanam polybag, karena sebahagian besar halaman rumah mereka tanahnya penuh bebatuan. Lokasi Kebun Bibit Desa (KBD) di Dusun Bandar tepatnya di rumah Datok Penghulu H. Sukir, hal tersebut dikarenakan selain letaknya sangat strategis juga memiliki halaman yang luas, serta mempunyai kolam ikan yang permanen.
Pelaksanaan kegiatan M-KRPL bagi anggota kelompok wanita Janur Kuning di Desa Simpang IV sebahagian besar mereka memanfaatkan polybag untuk ditanami berbagai macam jenis sayuran. Keberadaan anggota kelompok dan masyarakat pada umumnya bermata pencaharian pedagang dan PNS, umumnya mereka sudah berpendidikan menengah ke atas. Untuk menyuburkan tanah pada umumnya anggota kelompok memanfaatkan limbah sawit sebagai kompos tanam sayuran. Anggota kelompok masih perlu mendapat penyuluhan bagaimana cara mengendalikan penyakit keriting daun pada cabai merah.
KWT Sri Wangi Menuju Pekarangan Hijau dan Sehat
Dukungan pemerintah kabupaten melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian terlihat sangat mantap. Apalagi program M-KRPL ditempatkan di lokasi desa Lubuk
Sidup, karena masyarakat setempat dapat memahami dan mempunyai tanggung jawab dalam mensukseskan Program Nasional ini.
Ketahanan pangan keluarga dapat ditingkatkan melalui rumah hijau atau mungkin tepatnya rumah pekarangan pangan. Ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga. Komitmen pemerintah dalam melibatkan rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian pangan dapat diaktualisasikan dengan gerakan budaya menanam di lahan pekarangan, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Lahan pekarangan sebagai salah satu lahan alternatif untuk meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat masih cukup besar.
Sebelumnya masih banyak lahan pekarangan di desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak yang belum dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Namun dari penjelasan mengenai fungsinya dapat dijadikan sebagai: sumber penghasilan dan dapat memasok bahan pangan, obat-obatan serta ternak, memberikan kenyamanan dan pemenuhan kebutuhan jasmaniah dan rohaniah anggota keluarga, mengandung nilai pendidikan agar anggota keluarga cinta lingkungan serta menjadi laboratorium hidup, dan dapat dikembangkan menjadi industri pekarangan, yang akhirnya merupakan bagian dari pembangunan hutan kota.
Masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari seperti sayur dan ikan serta buah tidak lagi tergantung lagi dari pasar. Karena lahan pekarangan rumah mereka dimanfaatkan secara maksimal. Alasan kelompok dan anggotanya saat diwawancarai hasil pekarangan mereka saat ini dapat menghemat biaya pengeluaran rumah tangga. Disamping itu sayuran yang ditanam juga mendukung kesehatan keluarga karena mengkonsumsi bahan pangan berkualitas seperti sayuran organik (bebas pestisida).
Selain penerapan budidaya berbagai komoditas tanaman pangan, seperti tanaman sayuran dan obat, penataan pekarangan dapat meningkatkan nilai ekonomi melalui pengembangan kawasan. Sedangkan manfaat lahan pekarangan antara lain sebagai sumber pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan masyarakat sekaligus dapat menghemat pengeluaran keluarga untuk pangan, sehingga akhirnya terjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Bunga Rampai 69 Success Story Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
BPTP Aceh dalam melakukan pembinaan M-KRPL di Aceh Tamiang menerapkan beberapa strategi diantaranya melalui sosialisasi dan sinkronisasi. Selain itu, juga dilakukan pelatihan terhadap kelompok, pemutaran film dokumenter dan demonstrasi pemanfaatan pekarangan rumah dengan melibatkan Kepala Bapel, Camat, Datok Penghulu dan masyarakat serta penyuluh se Tamiang.
Kini Aceh Tamiang telah meraih hasilnya dengan menerapkan kawasan rumah pangan lestari di seluruh kabupaten tersebut, dengan replikasi serta pengembangan KRPL. Bahkan diantara kelompok tersebut diperlombakan untuk memberi motivasi dan apresiasi bagi masyarakat.
Foto kegiatan
Bunga Rampai 71 Success Story Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)