• Tidak ada hasil yang ditemukan

Angket Efektivitas Pembelajaran Membaca Alquran (VariabelY)

HASIL PENELITIAN

B. Santri TPA Haqqul Yaqin

2. Angket Efektivitas Pembelajaran Membaca Alquran (VariabelY)

Tabel 17

Guru Menganjurkan Santri Untuk Mengulang-Ulang Bacaan Alquran Agar Semakin Lancar dan Benar(+)

No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase

1 Sangat Setuju 18 69,2%

2 Setuju 5 19,2%

3 Tidak Setuju 2 7,7%

4 Sangat Tidak Setuju 1 3,9%

Jumlah 26 100%

Berdasarkan tabel diatas tentang guru menganjurkan para santri mengulang- ulang bacaan Alquran. Sebagian besar santri menjawab sangat setuju(69,2%), sebagian lagi mengatakan setuju tentang anjuran dari guru(19,2%), sebagian kecil dari santri mengatakan tidak setuju (3,9%) dan hanya 1 santri yang mengatakan sangat tidak setuju kalau guru menganjurkan mereka mengulang-ulang bacaan Alquran (3,9%).

Hasil dari tabel diatas menggambarkan betapa perhatiannya guru kepada para santri untuk menganjurkan mereka selalu mengulang-ulang bacaan Alquran agar semakin lancar dan benar.

Tabel 18

Guru Tidak Memberi Penjelasan Secara Praktis Pada Santri yang Memiliki Kesulitan Membaca Alquran(-)

66

No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase

1 Sangat Setuju 0 0%

2 Setuju 1 3,9%

3 Tidak Setuju 7 26,9%

4 Sangat Tidak Setuju 18 69,2%

Jumlah 26 100%

Dari tabel diatas tentang tidak adanya bantuan secara praktek dari guru kepada santri yang memiliki kesulitan membaca Alquran. Hal ini dapat dilihat bahwa tidak adanya santri yang menjawab sangat setuju tentang hal yang diatas. Dan ada 1 orang santri yang menjawab setuju tentang guru tidak memberi bantuan kepada santri yang sulit membaca Alquran( 3,8%). Dan ada sebagian besar dari santri yang menjawab sangat tidak setuju kalau santri yang membaca Alquran tidak dibantu oleh guru dengan penjelasan secara praktek(69,2%). Dan sebagian lagi menjawab tidak setuju(26,9%).

Tabel 19

Guru Tidak Menggunakan Metode Iqra’ dalam Pelaksanaan Pembelajaran Alquran

No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase

1 Sangat Setuju 0 0%

2 Setuju 0 0%

3 Tidak Setuju 10 38,5%

4 Sangat Tidak Setuju 16 61,5%

Jumlah 26 100%

Pada tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian santri menjawab sangat tidak setuju, jika guru tidak menggunakan metode Iqra dalam proses pembelajaran (61,5%), sebagian lagi menjawab tidak setuju

67

(28,5%), dan tidak ada santri yang menjawab setuju dan sangat setuju jika guru tidak menggunakan metode Iqra dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil jawaban para santri maka dapat dilihat bahwasanya dalam proses pembelajaran membaca Alquran guru selalu menggunakan metode Iqra’.

Tabel 20

Santri Mempersiapkan Alat-alat yang di Perlukan Dalam Belajar Al Qur’an Misalnya Modul Iqra dan Buku Panduan

No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase

1 Selalu 11 42.3%

2 Sering 8 30,8%

3 Kadang-kadang 4 15.4%

4 Tidak Pernah 3 11,5%

Jumlah 26 100%

Berdsarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas para santri selalu mempersiapkan alat-alat yang digunakan ketika pembelakaran Alquran misalnya modul Iqra’ dan buku panduan(42,3%), sebagian lagi menyatakan sering(30,8%), sedikit dari santri menyatakan kadang-kadang mereka mempersiapkan alat-alat yang diperlukan dal pembelajaran Alquran(15,4%), dan sedik dari mereka menjawab tidak pernah(11,5%)

Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa alat-alat yang akan digunakan dalam pembelajaran membaca Alquran.

Tabel 21

Saya beusaha membaca Alquran sesuai kaidah ilmu Tajwid(+)

68

No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase

1 Selalu 10 38.5%

2 Sering 10 38,5%

3 Kadang-kadang 4 15.4%

4 Tidak Pernah 2 7,6%

Jumlah 26 100%

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa sebagian santri menyatakan bahwa selalu dan sering berusaha membaca Alquran sesuai ilmu tajwid( 38,5%), sebagian kecil menjawab kadang-kadang(15,4%), dan sedikit santri yang menjawab tidak pernah membacaAlquran sesuai ilmu tajwid( 7,6%).

Hasil data diatas menyatakan bahwa kebanyakan para santri selalu berusaha untuk membaca Alquran sesuai kaidah ilmu tajwid.

Tabel 22

Santri Tidak Mengetahui Huruf Hijayyah, Dimulai dari Hamzah (

ٵ

) Sampai

Iya ( ۑ ), Sehingga Guru Harus Menjelaskan dari Awal (-) No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase

1 Sangat Setuju 2 7,7%

2 Setuju 3 11,5%

3 Tidak Setuju 10 38,5%

4 Sangat Tidak Setuju 11 42,3 %

Jumlah 26 100%

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa jawaban para santri mengenai pengetahuan tentang huruf hijayyah, terbukti sebagian para santri menyatakan sangat tidak setuju jika diketahui mereka tidak mengetaui huruf hijayyah(42,3%),sebagian lagi menyatakan kurang setuju(38,5%), namun sedikit dari mereka yang menjawab setuju(11,5%),

69

dan sangat setuju(7,7%), apabila mereka dikatakan tidak memiliki kemampuan dalam membaca Al quran, hal ini membuktikan bahwa sebelum belajar membaca Al quran lebih mendalam mereka sudah memiliki persiapan awal yakni sudah mengenal dan mengetahui huruf-huruf hijayyah dari hamzah Hamzah (

ٵ

) Sampai Iya ( ۑ )

Tabel 23

Santri Malas Membaca Al quran walaupun Mereka Melihat Orang Tua Sering Membaca Al quran (-)

No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase

1 Sangat Setuju 0 0%

2 Setuju 6 23,0%

3 Tidak Setuju 10 38,5%

4 Sangat Tidak Setuju 10 38,5%

Jumlah 26 100%

Data tabel diatas dapat dilihat bahwa jawaban santri tentang santri malas melajar Al quran walaupun mereka melihat orang tua sering dan rajin membaca Al quran. Dalam hal ini sebagian para santri tidak setuju dan sangat tidak setuju (38,5%) dan sedikit santri yang mengatakan setuju (23,0%),dan tidak ada santri yang menjawab sangat setuju jika dikatakan malas membaca Al quran walaupun orang tua rajin membaca Al quran.

Berdasarkan data diatas dapat dijelaskan bahwa lingkungan luar yang berasal dari keluarga memberikan pengaruh besar terhada anak.

Hasil tabel diatas membuktikan bahwa orang tua yang sering dan rajin membaca Al quran memberikan contoh positif pada anak. Anak yang awalnya malas membaca Al quran tapi dengan melihat kedua orang

70

tuanya rajin membaca Al quran maka anak tersebut akan meniru kebiasaan orang tuannya untuk rajin tadarrus al quran.

Tabel 24

Dengan Ruangan Yang Luas dan Nyaman, Santri Tetap malas Mengikuti Pelajaran Al quran (-)

No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase

1 Sangat Setuju 0 0%

2 Setuju 2 7,7%

3 Tidak Setuju 17 65,4%

4 Sangat Tidak Setuju 7 26,9%

Jumlah 26 100%

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa lingkungan luas yang nyaman membuat santri menjadi semangat mengikuti pelajaran Al quran.

Hal ini dapat dijelaskan bahwa lingkungan sosial yang baik dan mendukung maka akan memberikan pengaruh positif kepada santri dalam membaca Al quran. Maksudnya yaitu jika dilingkungan tempat santri ada sebuah tempat yang mengajarkan Al quran misalnya TPA atau Majelis Ta’lim, maka santri yang tinggal di daerah tersebut akan ikut bergabun untuk belajar Al quran.

Tabel 25

Guru tidak Mengajak Santri Untuk Ikut Aktif dalam Pembelajaran(-)

No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase

1 Sangat Setuju 0 0%

2 Setuju 4 15,4%

71

3 Tidak Setuju 5 19,2%

4 Sangat Tidak Setuju 17 65,4%

Jumlah 26 100%

.

Dari tabel diatas tentang guru mengajak santri untuk aktif dalam kegiatan proses belajar mengajar dapat dilihat hasinbahwa responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak965,4%), yang menjawab tidak setuju(19,2%), sedangkan yang menjawab setuju(15,4%), dan tidak ada responden yang menjawab sangat setuju. Hal ini membuktikan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran guru mengajak para santri untuk aktif berperan dalam proses belajar mengajar.

3. Interprestasi Data Efektifitas Pembelajaran Al quran dengan

Dokumen terkait