• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Pendidikan Non Formal 1. Pengertian Pendidikan

Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupan agar manusia dapat mengembangkan potensi yang dapat dijadikan tolak ukur suatu keberhasilan dirinya melalui proses pembelajaran. Dalam kajian khazanah pemikiran pendidikan ada dua istilah yang sering digunakan yaitu “pedagogi” dan “pedagogik”. Pedagogi berarti pendidikan sedangkan pedagogik adalah ilmu pendidikan

Menurut Tirtaraharja, La Sulo, 2008: 178-179.

Dalam hal pendidikan non formal kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari tiga segi, yaitu :

a. Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembaga ( jalur sekola dan jalur luar sekolah) maupun yang dilembagakan

31

b. Lembaha- lembaga kemasyarakatan dan/atau kelompok sosial di masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung, ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif

c. Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang direncanakan maupun yang dimanfaatkan .

Pendidikan berasal dari kata “didik”. Lalu kata ini mendapat awalan

“me” sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dam memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan dam pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

pendidikan adalah suatu kegiatan yang terencana yang telah disusun sedemikian rupa untuk membekali peserta didik menempuh gejalah- gejalah yang berada disekelilingnya.

UU Guru dan Dosen No. 14 Th. 2005, 47

Menurut Undang- Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat (3) menegaskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang- undang.

Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling penting untuk mempersiapkan kesuksesan masa depan pada zaman globalisasi.

Pendidikan bisa diraih dengan berbagai macam cara salah satunya Pendidikan Non Formal mempunyai tugas merumuskan kebijakan, merencanakan program dan melaksanakan pembinaan serta

32

pemberdayaa peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan Pendidikan Non Formal.

Dibawah ini beberapa pengertian pendidikan menurut para ahli (Choirul Mahfud 2003: 30)

1. Dalam Garis Besar Haluan Negara(GBHN) pada tahun 1973, dikemukakan tentang pengertian pendidikan, bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu usaha yang disadari untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia yang dilaksanakan di dalam maupun di luar sekolah, dan berlangsung seumur hidup.

2. Ki Hajar Dewantara menyebutkan bahwa, pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan pertumbuhnya budi pekerti(

kekuatan batin,karakter), pikiran (intelek, dan tubuh anak.

3. Menurut Driyarkara, pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda.

4. Crow and Crow mendefinisikan pendidikan sebagai proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi ke generasi.

Menurut Herabudin, 2009: 63

UU. No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memelihara kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.

Choirul Mahfud,2003: 34

mengemukakan bahwa pendidikan adalah proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk- bentuk tingkah laku lainnya didalam masyarakat di mana ia hidup, proses sosial di mana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol(khususnya yang datang dari sekolah), sehingga ia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum (maksimal )

33

Pendidikan dalam pengerian luas adalah suatu jenjang pendidikan yang tidak hanya terbatas dalam suatu jenis lingkungan sekolah. Tetapi, berlangsung dalam segala bentuk lingkungan hidup manusia. Pendidikan sebagai pengalaman belajar berlangsung baik dalam lingkungan budaya, masyarakat, dan lingkungan alam. Pengalaman belajar tidak saja terjadi dalam dunia persekolahan, tetapi juga di dunia permukiman penduduk, industri, perdangangan, peribadatan, dan kehidupan sosial yang lainnya.

Sementara pendidikan dalam bentuk sempit adalah pengaruh yang diupayakan dan direkayasa oleh sekolah yang ditujukan terhadap anak dan remaja agar mereka menyadari tugas- tugasnya baik dalam hubungan sosial.

Menurut (Choirul Mahfud 2003:34) mendefinisikan pendidikan dapat diartikan sebagai berikut :

1. Suatu peoses pertumbuhan yang menyesuaikan dengan lingkungan

2. Suatu pengarahan dan bimbingan yang diberikan kepada anak- anak dalam pertumbuhannya.

3. Suatu usaha sadar untuk menciptakan suatu keadaan atau situasi tertentu yang dikehendaki oleh masyarakat

4. Suatu pembentukan karakter, kepribadian dan kemampuan anak- anak dalam menuju kedewasaan.

Dari berbagai defenisi di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh manusia yang telah tersusun dengan baik untuk mewujudkan suasana belajar yang dapat mengembangkan potensi agar memiliki kekuatan spritual ke agamaan, emosional, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan.

34 2. Pendidikan Non Formal

Pendidikan bagi setiap individu adalah sebagai kebutuhan fisik dan mental yang mengarahkan pemikiran seseorang kepada kepribadian yang dapat mempertanggung jawabkan semua tindakan kehidupannya.

Konsep pendidikan Islam menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang universal dan mencakup semua aspek kehidupan, baik secara individu maupun kelompok. Pendidikan yang berlangsung di lingkungan masyarakat dapat diartikan dengan pendidikan non-formal, yang pada hakekatnya pendidikan itu mempunyai tujuan yang sama dengan pendidikan formal.

Herabudin, 2009: 45-46 mengatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan non formal yang terdapat dalam UU Nomor 20 tahun 2003 pasal 26 sebagai berikut:

ayat 1. Pendidikan non formal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

Lebih lanjut dalam ayat 2. Dijelaskan pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik (warga belajar) dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian professional.

Pendidikan non formal dengan berbagai atribut dan nama atau istilah lainnya, baik disebut dengan, mass education, adult education, lifelong education, learning society, out-of-school education, social education dll, merupakan kegiatan yang terorganisir dan sistematis yang diselenggarakan di luar subsistem pendidikan formal.

35

Sudjana, 1994:38. R.A. Santoso, 1955:10

Meskipun kesemua istilah tersebut memiliki perbedaan dan kesamaan dengan pendidikan nonformal, akan tetapi sangat sulit untuk merumuskan pengertian yang konprehensif dan berlaku umum, mengingat titik pandang yang berbeda. Berikut ini diuraikan berbagai definisi tentang pendidikan.Pendidikan non formal merupakan pendidikan alternatif setelah pendidikan formal. Kursus sebagai salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan pada jalur pendidikan non formal mempunyai kaitan yang sangat erat dengan jalur pendidikan formal.

Pendidikan non formal tidak bisa di pandang sebelah mata.

Karena pendidikan non formal sangat penting untuk melengkapi pindidikan yang didapatkan di sekolah terutama dalam hal penguasaan dan pengembangan keterampilan fungsional. Selain itu pendidikan non formal lebih berorientasi pada pendidikan yang efektif dan efisien agar peserta didik dapat belajar dengan mudah dan mencapai tujuan melalui proses yang hemat waktu dan biaya. Sehingga pendidikan non formal berjalan sesuai fungsinya dan pindidikan non formal diminati banyak orang.

Beberapa pengertian pendidikan non formal yang dikemukakan oleh para ahli:

Hamojoyo (1973:7)

Pendidikan non formal adalah usaha yang terorganisir secara sistematis dan kontinyu di luar sistem persekolahan, melalui hubungan sosial untuk membimbing individu, kelompok dan masyarakat agar memiliki sikap dan cita-cita sosial (yang efektif) guna meningkatkan taraf hidup dibidang materil, sosial dan mental dalam rangka usaha mewujudkan kesejahteraan sosial.

Secara luas Coombs (1973:11)

36

memberikan rumusan tentang pendidikan non formal adalah: setiap kegiatan pendidikan yang terorganisasi, diselenggarakan di luar pendidikan persekolahan, diselenggarakan secara tersendiri atau merupakan bagian penting dari suatu kegiatan yang lebih luas dengan maksud memberikan layanan khusus kepada warga belajar di dalam mencapai tujuan belajar.

Niehoff, (1977:8)

merumuskan pendidikan nonformal secara terperinci yakni:

Nonformal education is defined for our purpose as the method of assessing the needs end interests of adults and out-of school youth in developing countries-of communicating with them, motivating them to patterns, and related activities which will increase their productivity and improve their living standard.

Lifelong learning (1992:39)

sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan sosial dalam hal ini adalah Semua kegiatan pendidikan termasuk di dalamnya pendidikan olah raga dan rekreasi yang diselenggarakan di luar sekolah bagi pemuda dan orang dewasa, tidak termasuk kegiatan-kegiatan pendidikan yang diselenggarakan dengan menggunakan kurikulum sekolah.

Keterlibatan dari berbagai masyarakat melahirkan tanggung jawab bersama. Oleh karenanya fungsi pendidikan non formal juga semakin luas dalam membentuk kepribadian seseorang. Karena kepribadian itu adalah suatu kesatuan yang dirangkul dari sejak terbentuknya perangkat hidup, jasmani, dan rohani. Dalam arti membentuk manusia yang terampil dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan terbentuknya pengetahuan kerohanian yang menjadi dasar dalam menjalani aktifitas, sehingga nantinya pendidikan non formal itu mempunyai arti yang penting bagi generasi penerus dalam mempersiapkan arti kehidupan bangsa, bernegara bahkan yang paling esensi adalah kehidupan beragama.

37

Sebab agama adalah merupakan pedoman dalam menata kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.

BAB III

Dokumen terkait