• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anti Korupsi

Dalam dokumen RANCANGAN AKTUALISASI (Halaman 25-30)

NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

5. Anti Korupsi

Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau

19

masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut adalah indikator dari nilai anti korupsi,

a. Jujur artinya selalu berbicara, berbuat sesuai dengan fakta, tidak melakukan perbuatan curang, tidak berbohong, dan tidak mengakui milik orang lain;

b. Disiplin artinya perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya;

c. Tanggung jawab artinya keadaan wajib menanggung segala sesuatu;

d. Kerja keras artinya didasari dengan adanya kemauan didalam kemauan terkandung ketekatan, ketekunan, daya tahan, daya kerja, pendirian keberanian;

e. Sederhana artinya dibiasakan untuk tidak hidup boros.

f. Mandiri artinya selalu menuntaskan pekerjaan tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain;

g. Adil artinya tidak berat sebelah dan tidak memihak;

h. Berani artinya berani mengatakan dan membela kebenaran;

i. Peduli artinya perhatian terhadap dinamika perubahan.

B. Kedudukan dan Peran ASN 1. Manajemen ASN

Manajemen ASN yaitu pengelolaan ASN untuk menhasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi publik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dengan adanya manajemen ASN diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang unggul selaras dengan perkembangan zaman. Dalam manajemen ASN terdapat indikator-indikator, antara lain:

a. Profesionalitas artinya mengutamakan keahlian yang berlandaskan pada kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. Proporsionalitas artinya mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban ASN;

c. Netralitas artinya setiap Pegawai ASN tidak berpihak dari segala

20

bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingansiapapun;

d. Akuntabilitas artinya setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Pegawai ASN harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

e. Efektif dan efisien artinya dalam menyelenggarakan Manajemen ASN sesuai dengan target atau tujuan dengan tepat waktu sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan;

f. Keterbukaan artinya dalam penyelenggaraan Manajemen ASN bersifat terbuka untuk publik;

g. Non diskriminatif artinya dalam penyelenggaran manajemen, ASN, KASN tidak membedakan perlakuan berdasarkan gender, suku, agama, ras, dan golongan;

h. Persatuan dan kesatuan artinya ASN sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia;

i. Keadilan dan kesetaraan artinya pengaturan penyelenggaraan ASN harus mencerminkan rasa keadilan dan kesamaan untuk memperoleh kesempatan akan fungsi dan peran sebagai ASN.

2. Whole of Goverment (WOG)

Whole of Goverment adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program, dan pelayanan publik. Terdapat beberapa nilai indikator dalam Whole of Government, yaitu:

a. Koordinasi artinya menyelaraskan atau menyeimbangkan kegiatan kerja dari satu pihak dengan pihak yang lain demi mencapai tujuan masing-masing pihak dan berakhir dengan tujuan bersama;

b. Integrasi artinya pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat;

c. Kolaborasi artinya proses partisipasi beberapa orang, kelompok, dan

21

organisasi yang bekerja sama untuk mencapai hasil yang diinginkan;

d. Mudah dan murah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akal untuk dipenuhi dan biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh seluruh warga negara;

e. Komunikasi artinya penyampaian informasi atau pesan oleh komukator pada komunikan melalui saran tertentu dengan tujuan dan dampak tertentu pula;

f. Partisipasi artinya peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat;

g. Kerja sama artinya kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama;

h. Komunikasi artinya proses penyampaian informasi atau pesan oleh seorang komunikator kepada komunikan melalui sarana tertentu dengan tujuan dan dampak tertentu pula;

i. Berkesinambungan artinya suatu hal atau peristiwa yang merupakan suatu rangkaian yang berkelanjutan.

3. Pelayanan Publik

Menurut UU No. 25 Tahun 2009 Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang–undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas jasa, barang dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggaraan pelayanan publik Ada 9 prinsip pelayanan publik untuk mewujudkan pelayan prima diantaranya adalah:

a. Partisipasif artinya dalam pelayanan harus melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya;

b. Transparan artinya masyarakat diberikan akses sebesar-besarnya untuk mempertanyakan dan mneyampaikan pengaduan apila mereka merasa tidak puas dengan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh

22 pemerintah/instansi;

c. Responsif artinya dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya;

d. Tidak Diskriminatif artinya pelayan publik yang diberikan pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara lainnya;

e. Mudah dan Murah yaitu pelayanan yang masyarakat perlukan harus diterapkan prinsip mudah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akan dam mudah untuk dipenuhi. Sedangkan murah artinya biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh seluruh warga Negara;

f. Efektif dan Efesien dengan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah;

g. Aksesibel adalah pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik maupun non-fisik;

h. Akuntabel adalah penyelengaraan pelayanan publik dilakukan dengan menggunakan fasilitas dan sumber daya manusia yang dibiayai oleh warga Negara melalui pajak yang mereka bayar;

i. Berkeadilan adalah penyelengaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang kuat.

23 BAB IV

Dalam dokumen RANCANGAN AKTUALISASI (Halaman 25-30)

Dokumen terkait