• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RANCANGAN AKTUALISASI"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI

UPAYA MENINGKATKAN NILAI SISWA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS V

SDN 01 NANGA BUNUT

DISUSUN OLEH : METAH MERPIRAH, S.Pd

199708272020122020 20

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU

BEKERJASAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

TAHUN 2021

(2)

i

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan CXIV Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 dengan baik. Dalam penulisan Laporan Aktualisasi ini tentunya banyak halangan dan rintangan yang penulis hadapi, namun penulis dapat melewati itu semua karena berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan berkat bantuan dari beberapa pihak yang memotivasi dan memberi arahan kepada penulis dalam menyusun laporan aktualisasi ini.

Pada kesempatan ini penulis mengucapakan Terima Kasih kepada:

1. Bapak Fransiskus Diaan, S.H., selaku Bupati Kabupaten Kapuas Hulu.

2. Bapak Jantau,S.Sos.,M.M selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu.

3. Bapak Petrus Kusnadi, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu.

4. Salmah, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN 01 Nanga Bunut

5. Bapak Ruminsar Manuarang,S.E.,M.M selaku penguji yang telah memberikan bimbingan, masukan dan pengarahan.

6. Bapak Bapak Uray Feriyuanda, S.S.T.P., M.Ec.Dev., selaku Coach yang telah memberikan bimbingan, masukan dan pengarahan.

7. Bapak Agus Daryanto S.Pd., selaku Mentor yang telah memberikan bimbingan, masukan dan pengarahan.

8. Panitia Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III Angkatan CXIV (114) Tahun 2021 yang telah memberikan bantuan dan motivasi.

9. Rekan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III Angkatan CXIV (114) Tahun 2021 yang telah memberikan bantuan dan motivasi.

10. Orangtua yang selalu memberikan doa dan dukungannya.

Penulis berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan ini diterima dengan terbuka. Semoga Rancangan Aktualisasi ini dapat bermanfaat.

Putussibau, 31 Juli 2021

Peserta

(6)

v DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PERSETUJUAN ... i

BERITA ACARA ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ...iv

DAFTAR ISI ...vii

DAFTAR TABEL ... viii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Ruang Lingkup ... 3

C. Tujuan ... 3

D. Manfaat ... 3

E. Waktu dan Tempat Habituasi ... 4

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI A. Keadaan Umum ... 5

B. Visi, Misi, dan Tujuan Organisasi ... 7

C. Nilai-nilai Organisasi ... 8

D. Struktur Organisasi Tugas dan Fungsi ... 9

E. Uraian Tugas Guru Kelas ... 12

BAB III NILAI-NILAI DASAR FROFESI ASN A. Identifikasi Nilai Dasar ASN ... 14

B. Kedudukan dan Peran ASN ... 19

BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI A. Identifikasi dan Penetapan Isu... 23

B. Identifikasi dan Faktor Penyebab Isu ... 26

C. Gagasan Pemecahan Isu ... 28

D. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ...31

E. Jadwal Kegiatan ...44

DAFTAR PUSTAKA ... 47

BIODATA ... 49

(7)

vi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Frofil Kelapa Sekolah SDN 01 Nanga Bunut ... 3

Tabel 2.2 Data Siswa SDN 01 Nanga Bunut... 7

Tabel 2.3 Keadaan Gedung SDN 01 Nanga Bunut ... 7

Tabel 2.4 Struktur Organisasi Sekolah SDN 01 Nanga Bunut ... 10

Tabel 4.1 Nilai Tugas Materi Proklamasi Kemerdekaan Kelas V... 23

Tabel 4.2 Akumulasi Kehadiran Siswa kelas V ... 24

Tabel 4.3 Nilai IPA Materi Perubahan Wujud Benda Kelas V ... 25

Tabel 4.4 Analisa Isu Aktual APKL ... 26

Tabel 4.5 Analisa Faktor Penyebab Isu Menggunakan Teknik USG ... 30

Tabel 4.6 Rancangan Aktualisasi ... 31

Tabel 4.7 Implementasi Aktualisasi... 44

Tabel 5.6 Jadwal Konsultasi Dengan Mentor ... 45

Tabel 5.7 Jadwal Konsultasi Dengan Dengan Coach ... 46

(8)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan sekolah merupakan hak bagi setiap warga negara indonesia. Hal ini telah dijamin dalam UUD 1945 pasal 31 yaitu “setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.” Dan juga UU RI nomor 21 tahun 2003 tentang pendidikan nasional yaitu “setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu” oleh karena itu, setiap warga negara harus betul-betul memanfaatkan lembaga pendidikan terutama di sekolah untuk belajar secara kreatif sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik, karena lembaga pendidikan formal merupakan lembaga pembinaan sumber daya manusia dalam aspek pengetahuan dan sikap keterampilan.

Pendidikan disekolah dasar titik tekannya terpusat pada siswa kelas dasar antara kelas 1 sampai dengan kelas 6. Dalam pelaksanaannya, pendidikan disekolah dasar diberikan kepada siswa dengan sejumlah materi atau mata pelajaran yang harus dikuasainya. Pendidikan disekolah dasar benar-benar mendidik dan menumbuh kembangkan ilmu pengetahuan pada siswa sekolah dasar untuk memiliki sikap kebersamaan dalam upaya mencetak generasi yang bertanggung jawab.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan peraturan LAN RI tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengadakan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan CXIV dari tanggal 12 Juli 2021 sampai dengan tanggal 11 September 2021 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Melalui pelatihan dasar ini, peserta

(9)

2

mendapatkan materi mengenai nilai-nilai dasar ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).

Selanjutnya, setiap peserta melakukan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN dengan didasarkan pada tugas pokok dan fungsi di unit kerja masing-masing dan menginformasikan hasil aktualisasi tersebut melalui laporan aktualisasi.

Guru sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) berperan penting dalam penentu keberhasilan pencapaian salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2005 yang menyatakan bahwa, guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Fungsi- fungsi ASN dapat diwujudkan, apabila guru dapat bersikap professional dalam melaksanakan tugasnya. Bekerja secara profesional berarti bekerja dengan keahlian atau kompetensi dan kemampuan untuk mengelola pembelajaran sehingga pada akhirnya menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Keberhasilhan dalam pembelajaran dapat diukur dari hasil belajar.

Semakin banyak peserta didik dapat mencapai KKM maka pembelajaran dapat dianggap berhasil. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru dapat menggunakan berbagai model pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil analisis isu dilapangan terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran seperti nilai IPA yang tidak mencapai KKM, beberapa siswa tidak aktif bertanya,siswa tidak disiplin dalam mengikuti upacara bendera, kurangnya buku pelajaran,suka melakukan bulying kepada teman, pada saat pelajaran yang tidak disuinya tidak masuk sekolah. Berdasarkan hasil diskusi dengan guru dan kepala Sekolah, ditemukan isu yang menonjol yaitu rendahnya nilai belajar peserta didik pada materi perubahan wujud benda.

(10)

3 B. Ruang Lingkup

“Upaya Meningkatkan Nilai Siswa Materi Perubahan Wujud Benda Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Pada Siswa Kelas V SDN 01 Nanga Bunut”. dengan kegiatan sebagai berikut:

1. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Mata pelajaran IPA Materi perubahan wujud benda pada siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut.

2. Menyusun media dan bahan pembelajaran dengan Materi perubahan wujud benda pada siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut.

3. Menyusun kisi-kisi soal pretest dan soal evaluasi Materi perubahan wujud benda pada siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut.

4. Melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching And Learning Materi perubahan wujud benda.

5. Melaksanakan evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran IPA Materi perubahan wujud benda.

C. Tujuan

Tujuan dari kegiatan aktulisasi nilai-nilai dasar adalah:

1. Memahami nilai-nilai dasar yang harus dimiliki seorang aparatur sipil negara (ASN).

2. Mengaktulisasikan nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi dalam kegiatan pendidik di Sekolah Dasar.

D. Manfaat

Kegiatan aktualiasi memberikan manfaat antara lain:

1. Bagi peserta Pelatihan Dasar

Untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme didalam diri peserta pelatihan dasar. Selain itu, kegiatan aktualisasi bermanfaat bagi peserta dalam upaya memperkuat kompetensi bidang yang dimiliki. Diharapkan

(11)

4

rancangan ini menjadi pengalaman yang bermanfaat serta pembelajaran bagi peserta untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu dimasyarakat.

2. Bagi pihak sekolah

Untuk memberikan kontribusi bagi tercapainya visi, misi, dan tujuan sekolah. Rancangan aktualisasi ini dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang gambaran faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN 01 Nanga Bunut 3. Bagi peserta didik di SDN 01 Nanga Bunut

Untuk memberikan pengalaman bagi siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik di SDN 01 Nanga Bunut kecamatan Bunut Hilir Kabupaten Kapuas Hulu.

E. Waktu dan Tempat Habituasi

Tempat pelaksanaan habituasi adalah di V SDN 01 Nanga Bunut, alamat sekolah Nanga Bunut, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan dilaksanakan pada saat off class Pelatihan Dasar CPNS golongan III Angkatan CXIV dari tanggal 3 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 7 September 2021.

(12)

5 BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI A. Keadaan Umum

1. Profil SDN 01 Nanga Bunut

Berikut adalah profil SDN 01 Nanga Bunut Kecamatan Bunut Hilir:

PROFIL SEKOLAH Nama Sekolah : SDN 01 Nanga Bunut NPSN : 30102857

Bentuk Pendidikan : SD Status Sekolah : Negeri

Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah SK Izin Operasional : -

Tanggal SK : -

Alamat : Desa Nanga Bunut Desa/Kelurahan : Nanga Bunut Kecamatan : Bunut Hilir Kabupaten/Kota : Kapuas Hulu Propinsi : Kalimantan Barat RT : 1

RW : 1

Nama Dusun : Nanga Bunut Kode Pos : 78772

Lintang : 0.818900000000 Bujur : 112.999300000000 Layanan Keb.Khusus : Tidak ada

SK Pendirian Sekolah : 5510

Rekening BOS : 6525193878

Nama Bank : BPD Kalimantan Barat

NamaKCP/Unit : BPD Kalimantan Barat Cabang Bunut Hilir

Atas Nama : BosSDNNomor01 Nanga Bunut Mbs : Ya

(13)

6 Nomor telepon : -

2. Kondisi Geografi, Demografi dan Tenaga Pengajar

SDN 01 Nanga Bunut merupakan unit kerja pemerintah dibidang pendidikan dasar yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. SDN 01 Nanga Bunut berada di Kecamatan Bunut Hilir Kabupaten Kapuas Hulu.

Tabel 2.1 Profil Kepala Sekolah Dan Guru SDN 01 Nanga Bunut

NO NAMA/NIP GOL JABATAN TUGAS

1.

Salmah, S.Pd.SD 196708081992032009

IV/a

Guru Pembina Kepala Sekolah

2.

Dayang Sri Redhayati Ahda, S.Pd

197901272007012001

IV/a

Guru Pembina

Guru Kelas I

3.

.

NuryanI, S.Pd.SD 197606242003012001

III/a

Guru Pertama

Guru Kelas VI

4.

Wan Ekhsan,S.Pd 198010182011011002

III/a

Guru pertama Guru II

5.

Afnita Sari

-

Honorer

Guru Kelas IV

6. Wahyudi - Honorer Guru Kelas V

7. Dini Putri - Honorer Guru Kelas III

(14)

7

Tabel 2.2 Data Siswa SDN 01 Nanga Bunut

Tabel Keadaan Gedung Di Sdn 01 Nanga Bunut

Nama Ruangan Jumlah

Ruang Kelas 6 Ruang

Ruang Guru 1 Ruang

Perpustakaan 1 Ruang

WC siswa 2 Ruang

WC guru 1 Ruang

B. Visi, Misi Dan Tujuan SDN 01 Nanga Bunut 1. Visi dan Misi SDN 01 Nanga Bunut

VISI

“menjadikan SDN 01 Nanga Bunut yang berkualitas dan mampu meningkatkan kecerdasan, keamanan dan budi pekerti luhur serta mengembangkan lingkungan

yang indah sehat, terawat dan aman”

2. Misi dan Misi SDN 01 Nanga Bunut MISI

a. Meningkatkan mutu Pendidikan siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, serta menguasai iptek.

K el a s S i s w a P e r e mpua n S i s w a L a ki – L a ki J um l a h

I 5 orang 3 Orang 8

II 5

5

Orang 7 Orang 12

III 10 Orang 6 Orang 16 IV 6 Orang 7 Orang 13

V 5 Orang 6 Orang 11

VI 4 Orang 5 Orang 9

J um l a h 35 34 69

Tabel 2.3

(15)

8

b. Meningkatkan nilai profesionalisme guru melalui berbagai jenis Pendidikan formal dan non formal

c. Meningkatkan pelayanan profesionalisme terhadap warga belajar d. Meningkatkan kerja sama dengan komite sekolah untuk lingkungan

yang indah, sehat dan terawat.

3. Tujuan Sekolah:

a. Siswa beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia.

b. Siswa sehat jasmani dan rohani.

c. Mengenal dan mencintai masyarakat dan kebudayaanya.

d. Meningkatkan nilai siswa siswi setiap tahun ajaran baru.

E. Nilai-Nilai Organisasi 1. Jujur

Suatu sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenar-benarnya, tidak berbohong atau berkata hal-hal yang menyalahi apa yang terjadi.

2. Toleransi

Sikap saling menghargai dan menghormati baik antar individu, ataupun antar kelompok.

3. Disiplin

Disiplin merupakan sikap taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya.

4. Kreatifitas dan Inovasi

Kemampuan untuk mengembangkan ide-ide dan untuk menemukan cara- cara baru dalam melihat peluang artinya tidak pernah merasa puas akan prestasi yang telah dicapai tetapi selalu mensyukurinya dan terus mengadakan pembaharuan demi peningkatan ilmu dan keterampilan sesuai dengan teknologi yang berkembang.

(16)

9 5. Mandiri

Sikap ataupun perilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan semua tugas yang diberikan.

6. Cermat

Sikap yang perhatian, seksama, teliti dan berhati-hati dalam melakukan pekerjaan.

7. Berkarakter

Menjadi pribadi yang berprilaku, bersifat, bertabiat, berwatak, sebagai makhluk beragama, berbangsa, dan bernegara.

8. Demokratis

Cara berpikir, bertindak dan bersikap bahwa memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan orang lain.

9. Tanggung jawab

Tanggung jawab adalah perwujudan kesadaran dan kewajiban bagi manusia. Menurut KBBI, tanggung jawab adalah keadaan di mana wajib menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu yang menjadi akibat.

10. Professional

Dapat memahami tugas serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya sehingga bekerja dengan sungguh-sungguh.

D. Struktur Organisasi, Tugas, dan Fungsi 1. Struktur Organisasi

Sekolah merupakan organisasi yang besar. Oleh karena itu, adanya struktur organisasi menjadi hal yang pokok. Hal ini juga dilakukan untuk mengoptimalkan proses belajar menagajar yang terjadi disekolah. Selain itu, adanya posisi seperti kepala sekolah dan staff TU berfungsi untuk meningkatkan kinerja sekolah agar menjadi lebih baik. Pada dasarnya, setiap lembaga memiliki struktur organisasi yang sama. Baik itu MI/SD, SMP/MTS, SMK/SMA/MA dan masih banyak lagi. Struktur organisasi ini sebenarnya juga mencerminkan adanya hubungan antara pemimpin dan orang yang dipimpin. Kepala sekolah adalah pimpinan utama, sedangkan guru, siswa dan

(17)

10

staff karyawan berisi orang-orang yang dipimpin. Struktur organisasi SDN 01 Nanga Bunut terdiri dari kepala sekolah, guru kelas guru mata pelajaran.

TABEL 2.4 STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH

2. Tugas dan Fungsi Kepala Sekolah

Berdasarkan Permendikbud No. 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah pada pasal 15, Tugas pokok kepala sekolah adalah melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan dalam rangka mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah

KEPALA SEKOLAH SALMAH, S.Pd.SD 196708081992032009

GURU KELAS 1

DAYANG SRI

197901272007012001

GURU KELAS III

DINI PUTRI GURU KELAS II

WAN EKHSAN,S.Pd 198010182011011002

GURU KELAS IV

AFNITA SARI

GURU KELAS V

WAHYUDI

GURU KELAS VI NURYANI, S.Pd.SD 197606242003012001

(18)

11

berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan. Selain itu, kepala sekolah dapat melakukan tugas pembelajaran atau pembimbingan pada satuan pendidikan yang bersangkutan apabila terjadi kekurangan guru agar proses pembelajaran atau pembimbingan tetap berlangsung.

3. Tugas Pokok dan Fungsi Guru

Berdasarkan Permendiknas No. 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Adapun tugas pokok dan fungsi guru semuanya saling bersinergi dalam mencapai tujuan pembelajaran dalam setiap pertemuannya. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana proses pembelajaran bisa berjalan dengan efektif serta efisien yang berbasis PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan). Adapun tugas pokok dan fungsi guru secara kongkrit adalah sebagai berikut:

1. Membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan lengkap 2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

3. Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan, dan ujian.

4. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian

5. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan 6. Mengisi daftar nilai anak didik

7. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan), kepada guru lain dalam proses pembelajaran

8. Membuat alat pelajaran/alat peraga

9. Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni

(19)

12

10. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum 11. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah

12. Mengadakan pengembangan program pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya

13. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar anak didik 14. Mengisi dan meneliti daftar hadir sebelum memulai pelajaran 15. Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya

16. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkat

17. Mengadakan penelitian tindakan kelas A. Peran dan Fungsi Guru Sekolah Dasar

Seperti guru yang lain, guru SD juga adalah tenaga pendidik. Sebagai pendidik, sebenarnya banyak peran yang harus diemban oleh guru. Secara sederhana, peran guru sebagai pendidik ada lah membimbing, mengajar, dan melatih adapun tugas seorang guru SD adalah sebagai berikut:

1. Peran sebagai pembimbing

Selaku saya sebagai guru kelas untuk menjadi sosok pembimbing, saya harus mampu menjadi panutan yang dapat digugu dan ditiru oleh siswanya.

Jika sebagai guru telah mampu menunjukkan contoh teladan yang baik bagi siswa, maka tugas membimbing akan lebih mudah dilakukan. Sebagai pembimbing, saya sebagai guru dituntut agar memiliki kemampuan profesional dalam menguasai dan melaksanakan teknik-teknik bimbingan.

2. Peran sebagai pengajar

Peran saya sebagai seorang guru yang yang baik bahkan jika seorang guru bertemu dengan rekannya diajukan untuk mengetahui tempatnya bertugas Dalam melaksanakan perannya sebagai pengajar, pelajaran di SD (kecuali Pendidikan Agama dan Penjaskes) dan hal-hal lain yang berkaitan dengan mengajar.

(20)

13 3. Peran sebagai Pelatih

Peran guru SD yang utama adalah sebagai pengajar yang mendidik. Peran sebagai pelatih biasanya tidak terlalu dituntut, karena peran tersebut lebih banyak dilakukan oleh guru dengan siswa yang telah dewasa. Siswa SD banyak memerlukan bimbingan dan pengajaran dari guru

(21)

14 BAB III

NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

a. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar ASN

Untuk dapat mewujudkan fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa, maka diperlukan ASN yang profesional, kompeten dan berintegritas yang berkarakter ANEKA. Karakter ANEKA yaitu mempunyai nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Adapun inti penjelasan terkait nilai-nilai ANEKA adalah sebagai berikut:

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab dan amanahnya. Amanah seorang PNS sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan tepat ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani warga secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Berikut indikator dari nilai akuntabilitas:

a. Tanggung jawab artinya kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja;

b. Jujur artinya sikap, perkataan, dan perbuatan yang sesuai dengan kenyataan dalam menjalankan tugas dan fungsinya;

c. Kejelasan Target artinya pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.

d. Netral artinya Tidak memihak kepada siapapun dalam melaksanakan tugas untuk menghindari konflik kepentingan;

(22)

15

e. Mendahulukan Kepentingan Publik artinya mementingkan kepentingan Negara atau masyarakat diatas kepentingan pribadi;

f. Adil artinya sikap yang tidak memihak kepada siapapun;

g. Transparan artinya keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi;

h. Konsisten artinya Sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir;

i. Partisipatif artinya turut serta aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel;

2. Nasionalisme

Nasionalisme secara politis dimaknai sebagai manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya. Nasionalisme menjadi pondasi bagi ASN untuk mengaktualisasikan nilai dan menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan orientasi mementingkan mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara. Berikut penjelasan mengenai indikator nasionalisme:

a. Religius artinya patuh terhadap ajaran agama yang dianutnya;

b. Hormat Menghormati artinya saling menghargai terhadap perbedaan budaya masyarakat;

c. Kerjasama artinya suatu pekerjaan dilakukan secara bersama-sama;

d. Tidak Memaksakan Kehendak artinya tidak memaksa orang agar mau menerima pendapat kita;

e. Jujur artinya perkataan dan perbuatan sesuai dengan kenyataan yang sebenar-benarnya;

f. Amanah artinya dapat dipercaya ketika diberi tanggung jawab;

g. Adil artinya memperlakukan orang lain sama dalam bermasyarakat;

(23)

16

h. Persamaan Derajat artinya menyamakan tingkat kedudukan orang lain dalam berbangsa;

i. Tidak Diskriminatif artinya tidak membeda-bedakan orang lain berdasarkan golongan tertentu;

j. Mencintai Sesama Manusia artinya saling mengasihi satu sama lain;

k. Tenggang Rasa artinya memiliki rasa kemanusiaan terhadap orang lain;

l. Membela Kebenaran artinya siap membela bangsa dan negara dari berbagai macam ancaman;

m. Persatuan artinya berkumpulnya macam-macam corak dari berbagai golongan dalam masyarakat;

n. Rela Berkorban artinya Bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan bangsa dan negara;

o. Cinta Tanah Air artinya sikap yang menunjukkan kesetiaan terhadap bangsa;

p. Memelihara Ketertiban artinya saling berdamai demi keamanan bersama;

q. Disiplin artinya sikap taat dan patuh terhadap nilai-nilai kebangsaan dan bernegara;

r. Musyawarah artinya suatu upaya bersama untuk memecahkan persoalan (mencari jalan keluar) dengan mengambil keputusan bersama dalam penyelesaian;

s. Kekeluargaan artinya suatu sistem, sikap dan juga kepercayaan yang secara sadar ataupun tidak, mempersatukan anggota keluarga pada satu budaya;

t. Menghormati Keputusan artinya dapat menerima keputusan bersama;

u. Tanggung Jawab artinya sikap menanggung segala sesuatu yang menjadi akibat;

v. Kepentingan Bersama artinya sebuah keputusan yang sudah dipikirkan secara matang, untuk mewujudkan keinginan secara bersama;

(24)

17

w. Gotong Royong artinya suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan;

x. Sosial artinya sebagai semua hal yang berkenaan dengan masyarakat yang memperhatikan kepentingan umum;

y. Tidak Menggunakan Hak Yang Bukan Miliknya artinya tidak mengambil milik atau kepunyaan orang lain tanpa izin yang bersangkutan;

z. Hidup Sederhana artinya hidup dengan cara apa adanya terhadap yang kita miliki sekarang dan tidak berlebihan;

aa. Kerja Keras artinya kegiatan yang dikerjakan secara sungguh- sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan;

bb. Menghargai Karya Orang Lain artinya memberikan apresiasi (penghargaan) atas hasil usaha dan jerih payah orang lain.

3. Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi tentang standar norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Kode etik dan kode perlaku ASN harus terhabituasi dalam nilai-nilai dasar etika publik dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Terdapat beberapa indikator dari etika publik yakni,

a. Jujur artinya sesuai dengan pernyataan dan perbuatan;

b. Bertanggung jawab artinya kesadaran manusia akan tingklah laku atau perbuatan baik yang disengaja atau tidak disengaja;

c. Integritas tinggi artinya bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai yang dianut;

d. Cermat artinya sikap hati-hati, teliti, sungguh-sungguh, ikhlas, rajin dan ulet dalam melakukan pekerjaan;

e. Disiplin artinya sebagai kepatuhan terhadap peraturan dan tunduk pada pengawasan;

(25)

18

f. Hormat artinya suatu sikap menghargai sesama;

g. Sopan artinya sikap hormat terhadap tata tertib menurut peraturan yang berlaku;

h. Taat pada peraturan perundang-undangan artinya melaksanakan ketentuan tugas dan fungsi sesuai peraturan perundang-undangan;

i. Taat perintah artinya mengikuti dan menuruti keinginan atau perintah dari atasan kita sesuai dengan tugas pokok dan fungsi;

j. Menjaga rahasia artinya tidak membocorkan informasi kepada masyarakat umum.

4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil. Terdapat 4 (empat) indikator dari nilai komitmen mutu yaitu,

a. Efektivitas artinya tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja;

b. Efisiensi artinya tingkat ketepatan realiasi penggunaan sumber daya dalam melaksanakan pekerjaan sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur dan mekanisme yang keluar alur;

c. Inovasi artinya hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalis melayanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin;

d. Berorientasi mutu artinya setiap hasil yang peroleh harus sesuai dengan standar dan kualitasnya.

5. Anti Korupsi

Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau

(26)

19

masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut adalah indikator dari nilai anti korupsi,

a. Jujur artinya selalu berbicara, berbuat sesuai dengan fakta, tidak melakukan perbuatan curang, tidak berbohong, dan tidak mengakui milik orang lain;

b. Disiplin artinya perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya;

c. Tanggung jawab artinya keadaan wajib menanggung segala sesuatu;

d. Kerja keras artinya didasari dengan adanya kemauan didalam kemauan terkandung ketekatan, ketekunan, daya tahan, daya kerja, pendirian keberanian;

e. Sederhana artinya dibiasakan untuk tidak hidup boros.

f. Mandiri artinya selalu menuntaskan pekerjaan tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain;

g. Adil artinya tidak berat sebelah dan tidak memihak;

h. Berani artinya berani mengatakan dan membela kebenaran;

i. Peduli artinya perhatian terhadap dinamika perubahan.

B. Kedudukan dan Peran ASN 1. Manajemen ASN

Manajemen ASN yaitu pengelolaan ASN untuk menhasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi publik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dengan adanya manajemen ASN diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang unggul selaras dengan perkembangan zaman. Dalam manajemen ASN terdapat indikator-indikator, antara lain:

a. Profesionalitas artinya mengutamakan keahlian yang berlandaskan pada kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. Proporsionalitas artinya mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban ASN;

c. Netralitas artinya setiap Pegawai ASN tidak berpihak dari segala

(27)

20

bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingansiapapun;

d. Akuntabilitas artinya setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Pegawai ASN harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

e. Efektif dan efisien artinya dalam menyelenggarakan Manajemen ASN sesuai dengan target atau tujuan dengan tepat waktu sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan;

f. Keterbukaan artinya dalam penyelenggaraan Manajemen ASN bersifat terbuka untuk publik;

g. Non diskriminatif artinya dalam penyelenggaran manajemen, ASN, KASN tidak membedakan perlakuan berdasarkan gender, suku, agama, ras, dan golongan;

h. Persatuan dan kesatuan artinya ASN sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia;

i. Keadilan dan kesetaraan artinya pengaturan penyelenggaraan ASN harus mencerminkan rasa keadilan dan kesamaan untuk memperoleh kesempatan akan fungsi dan peran sebagai ASN.

2. Whole of Goverment (WOG)

Whole of Goverment adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program, dan pelayanan publik. Terdapat beberapa nilai indikator dalam Whole of Government, yaitu:

a. Koordinasi artinya menyelaraskan atau menyeimbangkan kegiatan kerja dari satu pihak dengan pihak yang lain demi mencapai tujuan masing- masing pihak dan berakhir dengan tujuan bersama;

b. Integrasi artinya pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat;

c. Kolaborasi artinya proses partisipasi beberapa orang, kelompok, dan

(28)

21

organisasi yang bekerja sama untuk mencapai hasil yang diinginkan;

d. Mudah dan murah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akal untuk dipenuhi dan biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh seluruh warga negara;

e. Komunikasi artinya penyampaian informasi atau pesan oleh komukator pada komunikan melalui saran tertentu dengan tujuan dan dampak tertentu pula;

f. Partisipasi artinya peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat;

g. Kerja sama artinya kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama;

h. Komunikasi artinya proses penyampaian informasi atau pesan oleh seorang komunikator kepada komunikan melalui sarana tertentu dengan tujuan dan dampak tertentu pula;

i. Berkesinambungan artinya suatu hal atau peristiwa yang merupakan suatu rangkaian yang berkelanjutan.

3. Pelayanan Publik

Menurut UU No. 25 Tahun 2009 Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang–undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas jasa, barang dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggaraan pelayanan publik Ada 9 prinsip pelayanan publik untuk mewujudkan pelayan prima diantaranya adalah:

a. Partisipasif artinya dalam pelayanan harus melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya;

b. Transparan artinya masyarakat diberikan akses sebesar-besarnya untuk mempertanyakan dan mneyampaikan pengaduan apila mereka merasa tidak puas dengan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh

(29)

22 pemerintah/instansi;

c. Responsif artinya dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya;

d. Tidak Diskriminatif artinya pelayan publik yang diberikan pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara lainnya;

e. Mudah dan Murah yaitu pelayanan yang masyarakat perlukan harus diterapkan prinsip mudah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akan dam mudah untuk dipenuhi. Sedangkan murah artinya biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh seluruh warga Negara;

f. Efektif dan Efesien dengan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah;

g. Aksesibel adalah pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik maupun non-fisik;

h. Akuntabel adalah penyelengaraan pelayanan publik dilakukan dengan menggunakan fasilitas dan sumber daya manusia yang dibiayai oleh warga Negara melalui pajak yang mereka bayar;

i. Berkeadilan adalah penyelengaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang kuat.

(30)

23 BAB IV

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi dan Penetapan Isu

Isu adalah masalah yang harus segera di tanggapi karena dapat mempengaruhi proses kegiatan di lingkungan sekolah. Adapun isu – isu aktual yang terjadi. di SDN 01 Nanga Bunut saat ini diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Rendahnya nilai siswa pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Sosial dikelas V SDN 01 Nanga Bunut

Ilmu pengetahuan sosial merupakan suatu mata pelajaran yang di berikan sejak Sekolah dasar. Akan tetapi pada kenyataannya sebagian siswa masih belum mecapai KKM pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial KKM yang ditentukan untuk nilai ilmu pengetahuan siswa adalah 60. Data nilai siswa siswa sebagai berikut :

Tabel 4.1 Nilai Tugas Materi Proklamasi Kemerdekaan Kelas V T.P 2021/2020

NO NAMA SISWA NILAI

1 Ryan Saputra 70

2 Lionel Wiliam 60

3 M Rival 50

4 Agus Ramadhan 80

5 Intan Mulyani 85

6 Meisya 65

7 Helsi Salmaniati 70

8 Wahyu Firansah 55

9 Rifqi ramadhan 50

10 Yanti 65

11 Yayat 45

Dari data tabel 4.1 menunjukan bahwa sebanyak 7 siswa kelas V mendapatkan nilai mencapai KKM dan 4 siswa belum mencapai KKM jika

(31)

24

diperesentasekan sebanyak 64% siswa sudah mencapai KKM. Dan 37%

belum mencapai KKM.

2. Kurang maksimalnya kehadiran siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut pada pembelajaran matematika.

Belajar matematika untuk mempersiapkan siswa agar mampu menggunakan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pada kenyataannya masih belum maksimal kehadiran siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut pada pembelajaran hal ini dapat dilihat tabel absen dibawah ini:

Tabel 4.2 Akumulasi Kehadiran Siswa kelas V T.P 2021/2020

NO NAMA SISWA A I S

1 Ryan Saputra - 4 2

2 Lionel Wiliam 1 3 1

3 M Rival - 2 1

4 Agus Ramadhan 1 - 2

5 Intan Mulyani - - 2

6 Meisya - 1 1

7 Helsi Salmaniati 1 3 2

8 Wahyu Firansah 2 - 1

9 Rifqi ramadhan 1 1 -

10 Yanti - - 1

11 Yayat 1 - 2

Jumlah 7 14 15

Pada pelajaran matematika di SDN 01 Nanga Bunut banyak siswa yang tidak hadir hal ini dapat dilihat dari daftar kehadiran siswa menunjukan banyak siswa yang Alfa,ijin ataupun sakit. Seharusnya dalam pembelajaran matematika siswa diharapkan hadir seratus persen, dari tidak kehadiran siswa sehingga menyebabkan ketidak pahaman siswa dan tidak tersampainya materi pembelajaran dengan baik.

(32)

25

3. Rendahnya Nilai Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Perubahan Wujud Benda dikelas V SDN 01 Nanga Bunut Ilmu pengetahuan Alam merupakan suatu mata pelajaran yang di berikan sejak Sekolah dasar. Akan tetapi pada kenyataannya banyak siswa yang paham teorinyanya dan kurang mengeri dalam penerapannya dalam kehidupan sehingga ini berpengaruh pada nilai siswa. Data nilai siswa siswa sebagai berikut:

Tabel 4.3 Nilai IPA Materi Perubahan Wujud Benda Kelas V T.P 2021/2020

NO NAMA SISWA NILAI

1 Ryan Saputra 55

2 Lionel Wiliam 50

3 M Rival 50

4 Agus Ramadhan 65

5 Intan Mulyani 65

6 Meisya 40

7 Helsi Salmaniati 45

8 Wahyu Firansah 40

9 Rifqi ramadhan 30

10 Yanti 50

11 Yayat 60

Dari data tabel 4.2 menunjukan bahwa sebanyak 3 siswa kelas V mendapatkan nilai mencapai KKM dan 8 siswa belum mencapai KKM jika diperesentasekan sebanyak 28%siswa sudah mencapai KKM. Dan 72%

belum mencapai KKM.Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas pokok dan fungsi guru kelas, perlu ditentukan prioritas yang akan ditangani. Penentuan isu aktual prioritas dilakukan dengan menggunakan skala dengan rentang angka dari 1 - 5 yang menyatakan bahwa isu tersebut: “(1) Tidak Penting”,

“(2) Kurang Penting”, “(3) Cukup Penting”, “(4) Penting” dan “(5) Sangat

(33)

26

Penting”. Skala penilaian ini berpedoman pada 4 (empat) kriteria isu yaitu isu yang bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa di singkat APKL. Adapun penentuan isu aktualnya dengan Skala Likert sebagai berikut:

Tabel 4.4 Analisa Isu Aktual APKL

NO ISU AKTUAL LIKERT SCALE RANK

A P K L ∑ 1. Rendahnya Nilai Siswa Pada Mata

Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Dikelas V SDN 01 Nanga Bunut

2 4 2 3 11 III

2. Kurang maksimalnya kehadiran siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut

pada pembelajaran matematika. 5 3 2 3 13 II 3. Rendahnya Nilai Belajar Siswa

Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Perubahan Wujud Benda dikelas V SDN 01 Nanga Bunut.

5 4 3 5 17 I

Berdasarkan Tabel Tersebut, Maka Isu Aktual Yang Menjadi Prioritas Adalah

“Rendahnya Nilai Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Perubahan Wujud Benda di Kelas V SDN 01 Nanga Bunut.

B. Identifikasi dan Faktor Penyebab Isu

Berdasarkan hasil analisis isu adalah “Rendahnya Nilai Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Perubahan Wujud Benda di Kelas V SDN 01 Nanga Bunut’’adanya faktor penyebab isu adalah sebagai berikut:

(34)

27

1. Belum Optimalnya Penggunaan Model Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Perubahan Wujud Benda dikelas V SDN 01 Nanga Bunut.

Pemilihan model pembelajaran yang tepat oleh guru diharapkan dapat mendorong siswa belajar lebih optimal, sehingga mendapat hasil belajar yang baik. Dengan memilih model pembelajaran yang sesuai pada materi yang telah ditentukan sangat membantu dalam mengembangkan kekuatan imajinasi para siswa dan perkembangan kekuatan penalaran juga membantu menganalisis sesuatu secara sistematis dan memelihara siswa secara aktif terlibat dalam aktifitas kelas. Pada siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut masih kurang penggunaan model pembelajaran khususnya mata pelajaran IPA sehingga hal tersebut berpengaruh pada hasil akhir nilai siswa.

2. Kurangnya buku pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

Buku adalah sumber belajar dan memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru dan menyediakan materi pelajaran yang menarik. Pada seklah dasar SDN 01 Nanga Bunut masih kurangnya buku pelajaran sehingga terkadang siswa harus bergiliran satu buku untuk tiga orang sehingga siswa malas dalam mengerjakan tugas dari guru dan menyebabkan nilai siswa ada yang kosong di daftar nilai.

3. Kurangnya media pembelajaran pada mata pelajaran IPA

Media pada dasar sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar yakni yang memberikan pengalaman visual pada anak dalam rangka mendorong motivasi belajar memperjelas dan mempermudah konsep yang kompleks dan abstrak menjadi lebih sederhana, konkrit dan mudah dipahami. Di SDN 01 Nanga Bunut masih kurangya media pembelajaran khususnya mata pelajaran IPA sehingga menyebabkan guru sulit untuk menyampaikan materi yang akan disampaikan dengan tidak tersampainya materi dengan baik menyebabkan siswa tidak memahami materi hal ini berdampak pada nilai siswa yang tidak memaskan.

(35)

28

Untuk menentukan penyebab isu, maka dilakukan analisis dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, growth) dengan skala penilaian 1-5, sebagai berikut:

Tabel 4.5 Analisa Faktor Penyebab Isu Menggunakan Teknik USG

NO PENYEBAB ISU KRITERIA

RANK U S G

1. Belum Optimalnya Penggunaan Model Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPA Dikelas V SDN 01 Nanga Bunut

5 4 5 14 I 2. Kurangnya buku pada mata pelajaran Ilmu

Pengetahuan Alam 4 4 1 9 III

3. Kurangnya media pembelajaran pada mata

pelajaran IPA 4 3 3 10 II

Keterangan:

1 : Sangat Rendah 2 : Rendah

3 : Sedang 4 : Tinggi

5 : Sangat Tinggi

Berdasarkan analisis menggunakan analisis USG yang tertuang pada tabel diatas maka faktor utama penyebab isu yang diangkat dalam kegiatan

aktualisasi adalah “Belum Optimalnya Penggunaan Model Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPA Dikelas V SDN 01 Nanga Bunut”.

C. Gagasan Pemecahan Isu

Berdasarkan analisis menggunakan metode USG, dari ketiga faktor penyebeb terjadinya masalah tersebut yang paling dominan adalah faktor penyebab/masalah yaitu: “Belum Optimalnya Penggunaan Model Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPA Dikelas V SDN 01 Nanga Bunut berdasarkan isu prioritas, yaitu “Rendahnya Nilai Belajar Siswa Pada Mata

(36)

29

Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Perubahan Wujud Benda dikelas V SDN 01 Nanga Bunut”. Maka dalam rangka untuk menyelesaikan isu prioritas tersebut maka gagasan pemecahanya adalah “meningkatkan nilai siswa pada mata Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Perubahan Wujud Benda dikelas V SDN 01 Nanga Bunut dengan menggunakan model pembelajaran’’.

Satu diantara model pembelajaran yang dapat di terapkan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah model Contextual Teaching And Learning model pembelajaran ini menekankan pada konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection) dan penelitian sebenarnya (authentic assessment). Dengan penerapan model Contextual Teaching And Learning Siswa akan belajar dengan baik jika yang dipelajarinya terkait dengan pengetahuan dan kegiatan yang telah diketahuinya dan terjadi di sekelilingnya.

Dalam mengetahui masalah pokok tersebut penulis dapat menyimpulkan gagasan yang tepat untuk penulisan rancangan aktualisasi ini adalah “Upaya Meningkatkan Nilai Siswa Materi Perubahan Wujud Benda Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Pada Siswa Kelas V SDN 01 Nanga Bunut”.Berdasarkan judul diatas, maka Rancangan Aktualisasi Kegiatan ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Mata pelajaran IPA Materi perubahan wujud benda pada siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut.

2. Menyusun media dan bahan pembelajaran dengan Materi perubahan wujud benda pada siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut.

3. Menyusun kisi-kisi soal pretest dan soal evaluasi Materi perubahan wujud benda pada siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut.

(37)

30

4. Melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching And Learning Materi perubahan wujud benda.

5. Melaksanakan evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran IPA Materi perubahan wujud benda.

(38)

31 D. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Tabel 4.6 Rancangan Aktualisasi Unit kerja SD Negeri 01 Nanga Bunut

Identifikasi isu 1. Rendahnya Nilai Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Dikelas V SDN 01 Nanga Bunut 2. Kurang maksimalnya kehadiran siswa kelas V SDN 01 Nanga Bunut pada pembelajaran matematika.

3. Rendahnya Nilai Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Perubahan Wujud Benda dikelas V SDN 01 Nanga Bunut.

Isu yang diangkat Rendahnya Nilai Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Perubahan Wujud Benda dikelas V SDN 01 Nanga Bunut.

Faktor penyebab isu 1. Belum Optimalnya Penggunaan Model Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPA Dikelas V SDN 01 Nanga Bunut 2. Kurangnya buku pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

3. Kurangnya media pembelajaran pada mata pelajaran IPA

Penyebab utama Belum Optimalnya Penggunaan Model Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPA Dikelas V SDN 01 Nanga Bunut

Judul Upaya Meningkatkan Nilai Siswa Materi Perubahan Wujud Benda Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Pada Siswa Kelas V SDN 01 Nanga Bunut.

No Nama Kegiatan

Tahapan Kegiatan Output/Hasil/

Kegiatan

Proses Kegiatan Aktualisasi Dan Keterkaitan Dengan

Nilai Dasar Aneka

Kontribusi Kegiatan Terhadap Visi Misi Dan Tujuan Organisasi

Kontribusi Output/Hasil Kegiatan Terhadap

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6

(39)

32 1 Menyusun

rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

1. Membuat draf RPP 2. Mencetak

draf RPP 3. Menghadap

kepala sekolah untuk meminta koreksian draf RPP 4. Mencatat

hasil koreksian draf RPP 5. Memperbaiki

hasil koreksian 6. Mencetak RPP yang sudah diperbaiki 7. Menghadap

kepala sekolah untuk meminta tanda tangan

1. File Draf RPP 2. Draf RPP 3. Lembar

Konsultasi 4. Catatan

hasil koreksian 5. RPP sudah

diperbaiki 6. RPP 7. RPP yang

telah ditangani

1. Sebelum saya membuat draf saya berdoa terlebih dahulu (Nasionalisme : Religius)

saya akan membuat draf RPP dengan mempelajari silabus sebagai acuan agar semua KI dan KD.

(Akuntabilitas: Kejelasan target)

2. Setelah membuat draf saya akan mencetak RPP sendiri(Anti

korupsi:mandiri) 3. Setelah itu saya akan

berkonsultasi dengan kepala sekolah. (WoG :

Koordinasi) Saat berkonsultasi saya akan menggunakan bahasa yang baik dan sopan (Etika publik: sopan)

4. Saya mencatat saran dari kepala sekolah tentang hasil koreksian RPP(Etika publik: cermat)

5. setelah berkonsultasi saya akan memperbaiki RPP Berdasarkan Saran Kepala

Kontribusi

terhadap Visi- Misi Pemerintah Kabupaten

Kapuas Hulu Visi :

Mewujudkan Kapuas Hulu yang Harmonis, Berdaya saing, Amanah, dan Terampil

“Kapuas Hulu Hebat”

Misi : Mewujudkan Kapuas Hulu

yang yang

berbudaya,

mandiri, cerdas, inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu Pendidikan yang memiliki daya saing.

Nilai-Nilai Organisasi : Dengan

tersedianya RPP, maka memperkuat nilai -nilai

organisasi yaitu komunikatif, bertanggung jawab, mandiri, bekerja keras, dan kreatif.

(40)

33

Sekolah.(Nasionalisme : Menghormati Keputusan) 6. sebelum mencetak RPP

saya akan mengecek ulang RRP yang telah di perbaiki 7. saya mencetak RRP sendiri

supaya biayanya kecil.

(Komitmen Mutu : efisien)

8. saya menghadap kepala sekolah dan membawa RPP ang sudah diperbaiki dan meminta tanda tangan.(Anti Korupsi: Berani)

Kontribusi

terhadap Visi Sekolah yaitu:

berkualitas, cerdas,lingkunga n indah sehat terawat dan aman.

Dan Misi sekolah pada point 1 yaitu

Mewujudkan pendidikan agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, serta menguasai iptek

(41)

34 2 Menyediakan

alat peraga pembelajaran

1. Memilih bahan pembelajaran 2. Mencatat bahan

pembelajaran 3. Menentukan alat

peraga pembelajaran 4. Mencari alat

peraga pembelajaran 5. alat peraga

pembelajaran

1. bahan

pembelajaran 2. catatan

pembelajaran 3. alat peraga

pembelajaran 4. alat peraga

pembelajaran 5. alat peraga

1. Saya akan memilih bahan atau materi yang sesuai dengan

kemampuan siswa dan konteks materi yang akan disampaikan.

(Etika Publik :

cermat) (akuntabilitas :tanggung jawab) 2. Bahan ajar yang saya

buat akan sesuai dengan memperhatikan

kebutuhan dan

kemampuan peserta didik.Anti korupsi:

(Peduli)

3. Setelah materi telah ditentukan saya akan mencatat bahan pembelajaran.

(akuntabel : kejelasan) 4. Setelah materi

ditentukan barulah saya akan menentukan media apa yang cocok dan sesuai dengan materi.(Komitmen mutu :Efisien) (manajemen ASN :

Visi-Misi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Visi :

Mewujudkan Kapuas Hulu yang Harmonis, Berdaya saing, Amanah, dan Terampil

“Kapuas Hulu Hebat”

Misi : Mewujudkan Kapuas Hulu

yang yang

berbudaya,

mandiri, cerdas, inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu Pendidikan yang memiliki daya saing.

Kontribusi

terhadap Visi

Nilai-Nilai

Organisasi : Dengan

tersedianya bahan

dan media

pembelajaran maka memperkuat nilai - nilai organisasi yaitu disiplin, bekerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan,

menghargai prestasi,

bertanggung jawab dan

(42)

35

Efektif dan Efisien 5. Saya akan mencari

media yang sering kita gunakan sehari-hari.

Dan mudah terjangkau tidak mengeluarkan biaya yang besar.( anti korupsi :

kesederhanaan) 6. Selanjutnya saya akan

membuat alat peraga untuk

mempermudahkan dalam proses

penyampaian materi sehingga siswa mudah memahami (Komitmen Mutu: Kejelasan Target)

Sekolah yaitu berkualitas, cerdas,lingkunga n indah sehat terawat dan aman.

Dan misi sekolah pada point 2 yaitu

Meningkatkan nilai

profesionalisme guru melalui berbagai jenis Pendidikan formal dan non formal

(43)

36 3 Menyusun

Instrumen penilaian

1. Menelaah kompetensi dasar (KD) dan indikator 2. Membuat kisi-

kisi soal 3. Menyusun

kunci jawaban 4. Membuat

pedoman penskoran 5. Mengetik soal

pre-test,post- test dan soal evaluasi 6. Mencetak soal

pre-test,post- test dan soal evaluasi

1. Hasil telaah KD dan indikator 2. Kisi-kisi 3. Kunci

jawaban 4. Pedoman

penskoran 5. File soal 6. soal

1. sebelum memuali kegiatan saya berdoa terlebih dahulu (Nasionalisme :religius)

2. Saya akan

menentukan bentuk soal sesuai dengan kemampuan berpikir siswa.

Akuntabilitas:

Kejelasan target 3. Jumlah soal yang akan

saya buat sesuai dengan indikator pencapaian soal.

Komitmen mutu:

(Berorientasi pada mutu)WoG:(Berkesin ambungan)

4. Saya akan menyiapkan kisi-kisi soal menjamin kualitas soal Pre-test, Post-tes dan soal evaluasi yang sesuai dengan standar.

(Komitmen Mutu:

Orientasi Mutu) (Manajemen ASN:

Profesionalisme)

Visi-Misi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Visi :

Mewujudkan Kapuas Hulu yang Harmonis, Berdaya saing, Amanah, dan Terampil

“Kapuas Hulu Hebat”

Misi : Mewujudkan Kapuas Hulu

yang yang

berbudaya,

mandiri, cerdas, inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu Pendidikan yang memiliki daya saing.

Kontribusi

terhadap Visi

Dengan tersedianya instrumen penilaian

Maka akan

memberikan

penguatan nilai tanggung jawab dan mandiri.

(44)

37

5. Saya akan membuat

soal dengan

memperhatikan

pemilihan bahasa dan tata tulis saat menyusun butir soal agar mudah dipahami serta siswa tanpa harus membedakan

kemampuan siswa.

(Etika public Cermat) Manajemen ASN:

(Keadilan dan Kesetaraan)

Pelayanan Publik idak diskriminatif) 6. Saya akan mencetak

soal pre-test,post-test dan soal evaluasi. (anti korupsi: mandiri)

Sekolah yaitu berkualitas, cerdas,lingkunga n indah sehat terawat dan aman.

Dan misi sekolah pada point 3 yaitu

Meningkatkan pelayanan profesionalisme terhadap warga belajar

4 Melakukan kegiatan pembelajara n

menggunak an model Contextual Teaching

kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan

1. Salam dan sapa 2. Berdoa 3. Absen

siswa 4. Apersepsi

siswa 5. Tersampai

1. Saya mengucapkan salam selamat pagi kepada peserta didik, kemudian meminta satu orang siswa memimpin doa, supaya kegiatan pembelajaran berjalan

Visi-Misi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Visi :

Mewujudkan Kapuas Hulu

Dengan terlaksananya Kegiatan

pembelajaran makan akan memberikan penguatan nilai Religius, kesopanan, Tanggung

(45)

38 And

Learning

menyapa siswa serta

menanyakan kabar mereka.

2. Guru mengajak siswa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing- masing.

3. Guru mengecek kehadiran siswa di dalam kelas

4. Memberikan apersepsi 5. Menyampaikan

tujuan

pembelajaran 6. memberikan

pre-test kepada siswa untuk menggali pengetahuan awal siswa 7. mengumpulkan

soal pre-test secara kolektif

tujuan pembelajar an

6. Soal pre- test

7. Terkumpul jawaban pre-test 8. Model

Pembelajar an

Contextual Teaching And Learning 9. Tanya

jawab dan materi tersimpulka n

10. Nilai belajar 11. soal post-

tes

12. terkumpul soal post- tes 13. refleksi,

berdoa dan salam

dengan lancar dan diberkati oleh yang Maha Esa.

(Nasionalisme dengan indikator Religius) 2. Saya menjalankan tugas

Rutin Yaitu Mengecek Kehadiran Peserta Didik dan bertanya kesiapan belajar dari kemudian memotivasi mereka. (Nasionalisme dengan indikator mencintai sesama manusia)

3. Saya menyampaikan keterkaitan materi yang akan dibahas dengan pembelajarankemudian bertanya sedikit tentang materi yang sudah dipelajari dengan cara meminta siapa yang bisa menjawab, agar mereka terbiasa

mengeluarkan pendapat sendiri tanpaditunjuk.

(Komitmen mutu dengan Indikator inovasi)

yang Harmonis, Berdaya saing, Amanah, dan Terampil

“Kapuas Hulu Hebat”

Misi : Mewujudkan Kapuas Hulu

yang yang

berbudaya,

mandiri, cerdas, inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu Pendidikan yang memiliki daya saing.

Kontribusi

terhadap Visi Sekolah yaitu berkualitas, cerdas,lingkunga n indah sehat terawat dan aman.

Dan misi sekolah

Jawab, Disiplin, Berani, Mandiri dan Kerjasama

(46)

39 8. guru dan siswa

melakukan percobaan menggunakan Model

Pembelajaran Contextual Teaching And Learning pada materi

perubahan wujud benda padat,cair dan gas.

9. guru

mengarahkan siswa untuk tanya jawab dan

menyimpulkan materi

10. Melakukan penilaian pembelajaran 11. Memberika

n soal post-tes 12. mengumpul kan soal post- tes secara kolektif

4. Saya menyampaikan apa yang harus dicapai setelah mengikuti pembelajaran, agar peserta didik mengetahui tujuan pembelajaran yang mereka lakukan.

Kemudian

Menyampaikan target hasil belajar yang harus dicapi siswa. Maka dari itu, saya berusaha melaksanakanproses Pembelajaran

semaksimal mungkin sesuai perencanaan.

(Akuntabilitas dengan indikator

kejelasantarget) (Pelayanan publik dengan asas kejelasan target)

5. Pada saat melaksanakan proses pembelajaran, saya memilih kata yang mudah dipahami oleh peserta didiknDan dalam mengaplikasikan

pada point 1 yaitu

Mewujudkan pendidikan agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, serta menguasai iptek.

(47)

40 13. Melakukan

refleksi kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam

media pembelajaran pad proses

pembelajaran dengan sebaik-baiknya baiknya agar memperoleh hasil yang diharapkan.

Etika Publik dengan indikator cermat) 6. Setelah melaksanakan

kegiatan pembelajaran saya memberikan laporan kepada kepala sekolah bahwa kegiatan pembelajaran telah saya laksanakan.

(manajemen ASN dengan asas

keterbukaan) (WoG dengan asas

komunikasi) 5 Melaksanakan

penilaian evaluasi pembelajaran

1. Memasuki kelas tepat waktu.

2. Memulai

kegiatan dengan berdoa.

3. Mengecek kesiapan kelas, kehadiran dan kesiapan peserta

1. Dikelas tepat waktu

2. Berdoa 3. Absen 4. soal evaluasi

soal selesai dikerjakan 5. pengawasan

evaluasi

1. Saya masuk kelas tepat waktu, agar menjadi contoh dan teladan bagi peserta didik untuk melatih kedisplinan. (Etika Publik dengan indikator

disiplin) (anti korupsi dengan indikator 2. Melatih siswa untuk

Visi-Misi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Visi :

Mewujudkan Kapuas Hulu yang Harmonis,

Dengan terlaksananya

penilaian evaluasi pembelajaran

Maka akan

memberikan

penguatan nilai Religius, Jujur, Tanggung

Gambar

Tabel 2.1 Profil Kepala Sekolah Dan Guru SDN 01  Nanga Bunut
Tabel 2.2 Data Siswa SDN 01 Nanga Bunut
TABEL 2.4 STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH
Tabel 4.1 Nilai Tugas Materi Proklamasi Kemerdekaan Kelas V   T.P 2021/2020
+6

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi ini disusun untuk melengkapi tugas akhir dan memenuhi syarat- syarat untuk menyelesaikan Program Studi Teknik (S-1) dan mencapai gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Teknik

yang meliputi: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Permasalahan yang ditelaah adalah

Dengan begitu penyusun tertarik untuk meneliti bagaimana efektivitas pelaksanaan program KKBPK di Dusun Jasem Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul dan peran

Disamping itu menurut (Marhaeniyanto, 2009) bahwa tanaman leguminosa di daerah tropis tumbuh lebih lambat daripada tanaman rumput, agar bisa tumbuh dengan baik, maka penanaman

Semakin teguh akuntan publik terhadap etika profesi maka semakin profesional seorang auditor, karena orang yang memiliki sikap etis akan selalu mempertimbangkan

diperoleh yaitu arsip, buku-buku, majalah, dan surat kabar yang. memuat tentang permasalahan yang diteliti sehingga

Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala perdarahan pada kehamilan, serta melakukan pertolongan pertama

ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2014 ” ini beser ta seluruh isinya adalah benar karya saya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara